Home >Documents >Komplit Modul

Komplit Modul

Date post:30-Dec-2016
Category:
View:266 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN

Dewasa ini pengembang pengembang banyak membuat aplikasi transaksi yang terdistribusi untuk digunakan di perusahaan perusahaan besar. Di era teknologi informasi yang ditandai dengan adanya tuntutan yang besar terhadap e-commerce, aplikasi - aplikasi enterprise harus didesign, dibangun dan diproduksi dengan biaya yang kecil dan pemanfaatan resource yang sedikit namun dengan hasil yang optimal.Dalam rangka mengurangi biaya dan untuk mengembangkan aplikasi yang cepat dan tepat, Java Enterprise Edition menyediakan pendekatan component-based untuk mendesign, mengembangkan dan mendeploy aplikasi aplikasi enterprise. Java Enterprise Edition menawarkan model aplikasi multi tier terdistribusi, komponen yang dapat digunakan kembali, control transaksi yang lebih fleksibel dan dukungan web service melalui teknologi XML. Hal ini membawa dampak pengembang tidak hanya menghasilkan solusi solusi bisnis yang innovative secara lebih cepat, tetapi juga solusi J2EE tidak terikat pada produk dan API dari vendor manapun. Vendor dan customer dapat memilih produk dan komponen komponen yang terbaik untuk bisnis dan persyaratan persyaratan teknis lainnya.

1.1. Aplikasi Aplikasi Multitier Terdistribusi J2EE menggunakan aplikasi multitier terdistribusi untuk membangun aplikasi aplikasi enterprise. Aplikasi logik dibagi ke dalam komponen komponen menurut fungsi, dan berbagai komponen aplikasi yang menyusun aplikasi J2EE diinstall pada mesin mesin yang berbeda menurut tier dalam lingkungan J2EE multitier. Gambar 1.1 berikut ini menunjukkan dua aplikasi aplikasi multitier J2EE yang dibagi ke dalam tier.Aplikasi J2EE yang ditunjukkan pada gambar 1.1 ini terbagi atas : Komponen client-tier yang berjalan pada sisi client Komponen web-tier yang berjalan pada server J2EE Komponen business-tier yang berjalan pada server J2EE Sistem informasi enterprise (EIS) yang berjalan pada EIS ServerMeskipun aplikasi enterprise dapat terdiri atas tiga atau empat tier seperti pada gambar 1.1, aplikasi aplikasi multitier J2EE biasanya terdiri atas tiga tier karena terdistribusi pada tiga lokasi yaitu client machine, server J2EE dan database pada sisi back end.

Gambar 1.1 Aplikasi Multitier

1.2. Komponen J2EE Aplikasi aplikasi J2EE dibuat oleh komponen komponen. Suatu komponen J2EE adalah satuan perangkat lunak fungsional yang dipasangkan dalam satu aplikasi J2EE dengan kelas kelas dan file file dan yang berkomunikasi dengan component komponen lainnya. Komponen komponen J2EE adalah sebagai berikut :a. Aplikasi client dan applet adalah komponen komponen yang berjalan pada sisi clientb. Komponen komponen teknologi java servlet dan javaserver pages adalah web komponen yang berjalan pada server.c. Komponen komponen enterprise java beans adalah business komponen yang berjalan pada server. Komponen komponen J2EE ditulis dalam bahasa java dan dikompilasi dengan cara yang sama seperti bahasa program lainnya. Perbedaan antara komponen J2EE dan class java standart adalah bahwa komponen komponen J2EE diasemble dalam satu aplikasi J2EE dan dideploy untuk produksi dimana mereka dijalankan dan dimanage oleh server J2EE.

1.3. J2EE ClientJ2EE client dapat berupa suatu web client atau aplikasi client1.3.1. Web ClientWeb client terdiri atas dua bagian yaitu web page dinamis yang berisi bermacam macam markup language (HTML,XML dan lain lain), yang dihasilkan oleh bermacam macam web komponen yang berjalan pada web tier; dan web browser yang merender halaman halaman web yang diterima dari server.Web client kadangkalanya disebut thin client. Thin client biasanya tidak melakukan query terhadap database, mengekesekusi aturan aturan bisnis yang kompleks atau terhubung ke aplikasi aplikasi yang legal.1.3.2. AppletApplet adalah aplikasi client yang ditulis dalam bahasa java yang dieksekusi oleh java virtual machine yang terinstall pada web browser. Olehya, client perlu java plug in supaya applet dapat dieksekusi oleh web browser.Komponen komponen web adalah API terpilih untuk membuat program web client karena tidak ada plug in atau security policy files yang dibutuhkan pada sisi client. Juga komponen komponen web memungkinkan design aplikasi secara lebih jelas dan modular karena komponen komponen web memberikan suatu cara untuk memisahkan program program aplikasi dari design halaman web.1.3.3. Application ClientApplication client berjalan pada client machine dan memberikan fasilitas pada user untuk menangani tugas yang membutuhkan user interface yang dapat disiapkan oleh satu markup language. Application client mempunyai graphical user interface yang dibuat dari Swing atau AWT API, namun memungkinkan juga menggunakan Command Line Interface.Application client secara langsung mengakses enterprise bean yang berjalan pada business tier. Juga applikasi client dapat membuka koneksi http untuk membangun komunikasi dengan servlet yang berjalan pada web tier.1.4. Komunikasi Server J2EEGambar 1.2 berikut ini menunjukkan berbagai elemen yang membentuk client tier.

Gambar 1.2 Komunikasi Server

Client berkomunikasi dengan business tier yang berjalan pada server J2EE baik secara langsung atau dalam hal client berjalan dalam satu web browser adalah dengan menggunakan JSP atau Servlet yang berjalan di web tier. Aplikasi J2EE dapat menggunakan thin browser-based client atau thick application client. Mana yang akan digunakan, tergantung pada pertimbangan antara mempertahankan fungsi pada client dan dekat ke user dan mengurangi beban server sekecil mungkin. Semakin kecil beban server, semakin mudah untuk mendistribusikan, mendeploy dan mengelola aplikasi 1.5. Komponen Komponen Web dan BisnisKomponen komponen web dapat berupa servlet atau JSP. Servlet adalah class class dari bahasa pemrograman java yang secara dinamis memproses request dan membentuk response. Halaman halaman JSP adalah dokumen teks yng mengeksekusi servlet tetapi memungkinkan pendekatan natural untuk membuat static content.Halaman halaman statis html dan applet digabung dengan komponen komponen web selama aplikasi disusun tetapi bukan merupakan web komponen. Class class utilitas pada sisi server dapat juga digabungkan dengan komponen komponen web dan seperti halaman halaman HTML class class ini tidak dianggap sebagai web komponen.Seperti terlihat pada gambar 1.3 berikut ini, web tier seperti client tier, dapat meliputi komponen java bean untuk mengelola masukan user dan mengirimkan input ke enterprise bean yang berjalan pada bisnis tier untuk diproses.

Gambar 1.3 Lapisan Web dan Aplikasi J2EEKode Binis yang merupakan logika untuk memecahkan kebutuhan domain bisnis tertentu seperti bank atau perusahaan financial lainnya ditangani oleh enterprise bean yang berjalan pada bisnis tier. Gambar 1-4 berikut ini menunjukan bagaimana enterprise bean menerima data dari client, memproses data tersebut jika perlu dan mengirimkannya ke sistem informasi enterprise untuk penyimpanan. Enterprise bean juga mengambil data dari penyimpanan, memprosesnya dan mengembalikan ke client.

Gambar 1.4 Lapisan Bisnis dan Sistem Informasi Enterprise

Ada tiga jenis enterprise bean : session bean, entity beans dan message-driven bean. Session bean menunjukkan suatu percakapan transient dengan seorang client. Ketika client selesai mengeksekusi, session bean dan datanya lenyap.Sebaliknya entity bean menunjukan secara persistent data disimpan dalam satu baris table di suatu database. Jika client berhenti atau server mati, data entity bean tersimpan. Message-driven bean mengkombinasikan ciri yang dimiliki oleh session bean dan java message service (JMS) listener, yang mengijinkan satu komponen bisnis menerima pesan pesan JMS secara asinkron.

1.6. J2EE ContainerPada dasarnya aplikasi aplikasi multitier thin-client sulit dalam pembuatannya karena meliputi banyak baris kode untuk menangani transaksi, multithreading, resource pooling dan uraian kompleks lainnya. Arsitektur J2EE menjadikan aplikasi J2EE mudah untuk dibuat karena logika bisnis disusun dalam komponen komponen yang dapat digunakan kembali. Sebagai tambahan server J2EE menyediakan layanan penting dalam bentuk satu container untuk setiap tipe komponen. Karena kita tidak harus mengembangkan layanan layanan ini, maka konsentrasi kita hanya pada bagaimana memcahkan persoalan persoalan bisnis.

1.6.1. Container ServicesContainer adalah interface antara satu komponen dan platform tertentu pada tingkat rendah yang mendukung komponen tersebut. Sebelum web komponen, enterprise bean atau komponen aplikasi client dapat dieksekusi, kompoenen tersebut harus dipasang dalam satu module J2EE dan dideploy dalam kontainernya.Proses pemasangan mencakup penyetingan container tertentu untuk setiap komponen dalam aplikasi J2EE dan untuk aplikasi J2EE sendiri. Penyetingan container mengkustomasi pendukung pendukung utama yang disediakan server J2EE mencakup kemaanan, management transaksi, Java Naming and Directory Interface dan konektivitas remote Karena arsitektur J2EE menyediakan layanan yang dapat dikonfigurasi, komponen komponen aplikasi dalam aplikasi J2EE yang sama dapat bertindak secara berbeda berdasarkan dimana mereka dideploy. Sebagai contoh suatu enterprise bean dapat mempunyai penyetingan keamanan yang mengijinkannya mengakses database pada satu lingkungan produksi dan akses database lain pada lingkungan produksi lainnya.

1.6.2. Tipe Tipe ContainerProses deployment menginstall komponen komponen aplikasi J2EE dalam container J2EE seperti digambarkan pada gambar 1.5. J2EE Server; menyediakan container Enterprise Java Bean dan web container Enterprise Java Bean Container; mengelola eksekusi enterprise bean untuk aplikasi aplikasi J2EE. Enterprise bean dan containernya berjalan pada server J2EE. Web Container; mengelola eksekusi komponen aplikasi client. Aplikasi client dan containernya berjalan pada sisi client. Appl

of 124

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended