Home >Documents >Kls x Smt 2( Seni Musik )

Kls x Smt 2( Seni Musik )

Date post:30-Nov-2015
Category:
View:1,423 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

BAB5FUNGSI DAN LATAR BELAKANGMUSIK NONTRADISIONAL

Musik tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contoh musik tradisi daerah adalah musik gamelan dari Jawa dan Bali, musik kolintang dari Sulawesi Utara. Namun demikian, musik tradisi hanyalah salah satu bagian dari musik yang berkembang di Indonesia. Di Indonesia, juga berkembang musik-musik lain yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Di antaranya adalah musik keroncong, musik dangdut, musik gambus, musik langgam, musik campursari, musik pop Indonesia, dan musik pop mancanegara. Musik-musik ini tidak lahir dari tradisi masyarakat daerah-daerah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah musik perpaduan antara musik tradisi Indonesia dan musik dari luar Indonesia. Dari perpaduan seperti ini, muncul jenis musik khas yang dalam perkembangannya menampilkan ciri keindonesiaan. Ciri keindonesiaan itu nampak, baik dalam bahasadan gaya melodinya. Sebagai contoh, musik dangdut yang lahir dari perpaduan musik India dan Melayu. Musik seperti ini, kita sebut musik nontradisi.

A. Pengertian Musik secara Umum dan Menurut AhliMusik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya. Walaupun dari waktu ke waktu beraneka ragam bunyi, seperti klakson maupun mesin sepeda motor dan mobil, handphone, radio, televisi, fape recorder, dan sebagainya senantiasa mengerumuni kita, tidak semuanya dapat dianggap sebagai musik karena sebuah karya musik harus memenuhi syarat-syarattertentu. Syarat-syarattersebut merupakan suatu sistem yang ditopang oleh berbagai komponen seperti melodi, harmoni, ritme, timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk. Berikut ini pendapat beberapa ahli mengenai pengertian musik.

1. AristotelesMusik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.

2. JamalusMusik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu, serta ekspresi sebagai satu kesatuan.

3. Romain RollandRomain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian.

4. Sydney SmithBagi Sydney Smith musik ialah satu-satunya pesona termurah dan halal di muka bumi.

5. GoetheGoethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya.

6. MendelssohnMusik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup mengikutinya. Dari beberapa pendapat di atas, setidaknya dapat dipahami bahwa musik merupakan salah satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama, puisi, dan sebagainya. Sebagai sebuah karya seni, musik adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vokal maupun instrumental. Di samping itu, musik adalah suatu karya seni yang tersusun atas kesatuan unsur-unsur seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur, dan ekspresi.

B. Manfaat MusikDalam kenyataannya, musik memang memiliki fungsi atau peran yang sangat penting sehingga tidak satu pun manusia yang bisa lepas dari keberadaan musik. Manfaat musik antara lain,1. Musik sebagai HiburanAristoteles, filsuf Yunani yang lahir di Stagira pada tahun 384 SM, mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk mendamaikan hati yang gundah. Sehubungan dengan itu, musik memiliki efek terapi yang rekreatif dan lebih jauh lagi dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Pandangan Aristoteles ini setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam mengarungi bahtera kehidupannya, manusia tidak selalu menjumpai hal-hal yang menyenangkan. Suatu ketika ia bisa mengalami peristiwa yang menyedihkan, memilukan, atau bahkan menyakitkan, sedangkan di lain waktu, bisa juga mengalami peristiwa yang sungguh menyenangkan.

2. Musik sebagai Terapi KesehatanMusik dapat berfungsi sebagai alat terapi kesehatan. Ketika seseorang mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otaknya dapat diperlambat atau dipercepat dan pada saat yang sama kinerja sistem tubuh pun mengalami perubahan. Bahkan, musik mampu mengatur hormon-hormon yang memengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat. Musik dan kesehatan memiliki kaitan erat, dan tidak diragukan bahwa dengan mendengarkan musik kesukaannya, seseorang akan mampu terbawa ke dalam suasana hati baik dalam waktu singkat.

3. Musik Meningkatkan KecerdasanMusik memiliki pengaruh terhadap peningkatan kecerdasan manusia. Salah satu istilah untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan intelegensia seseorang, yaitu Efek Mendengarkan Musik Mozart. Hal ini sudah terbukti, ketika seorang ibu yang sedang hamil duduk tenang, seakan terbuai alunan musik tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya. Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu, otak pun akan distimulasi untuk "belajar" segala sesuatu lewat nada musik.

4. Meningkatkan KepribadianMusik diyakini dapat meningkatkan motivasi seseorang. Bagi orang yang berolahraga, musik dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan olahragayang lebih baik. Untuk selanjutnya, pada saat berolahraga musik membantu olahragawan untuk meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan olahragawan dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga. Jenis musik terbaik untuk olahraga adalah musik dengan tempo tinggi, seperti hiphop atau musik dansa.

C. Fungsi Musik dalam MasyarakatSebagai bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan universal, musik memiliki fungsi sosial yang secara universal dapat ditemukan di setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh dunia.

1. Fungsi Ekspresi EmosionalPada berbagai kebudayaan, musik memiliki fungsi sebagai kendaraan dalam mengekspresikan ide-ide dan emosi. Di Barat, musik digunakan untuk menstimulasi perilaku sehingga dalam masyarakat mereka terdapat lagu-lagu untuk menghadirkan ketenangan. Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah menunjukkan kebebasannya mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada sesuai dengan suasana hatinya.

2. Fungsi Penikmatan EstetisPada dasarnya, setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan dengan berbagai kemampuan belajar (ability to learn) dan bakat (talent) tentang apa saja. Selain bisa belajar dari lingkungan alam dan sosialnya, orang juga bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan berbeda-beda dalam hal menyerap atau memahami keindahan tentang apa saja termasuk pula keindahan musik. Setiap jenis musik memiliki keunikan melodis, ritmis, dan harmonis; maupun terkait dengan komposisi dan instrumentasinya.

3. Fungsi HiburanHiburan (entertainment) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan hati bagi seseorang atau publik. Musik sebagai salah satu cabang seni juga memiliki fungsi menyenangkan hati, membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi, atau keteraturan dari harmoninya. Seseorang bisa saja tidak memahami teks musik, tetapi ia cukup terpuaskan atau terhibur hatinya dengan pola-pola melodi, atau pola-pola ritme dalam irama musik tertentu.Jika para penikmat musik klasik sangat senang dengan kompleksitas bangun musik dan orkestrasinya, maka pencinta musik pop lebih terhibur dengan teks syair, melodi yang menyentuh kalbu, atraksi panggung, atau bahkan hanya popularitas penyanyinya saja.Kini musik bahkan ditengarai lebih berfungsi hiburan karena industri musik berkembang dengan sangat cepat.

4. Fungsi KomunikasiMusik sudah sejak dahulu digunakan untuk alat komunikasi, baik dalam keadaan damai maupun perang. Komunikasi bunyi yang menggunakan sangkakala (sejenis terompet), terompet kerang yang digunakan dalam suku-suku bangsa pesisir pantai, kentongan yang digunakan sebagai alat komunikasi keamanan di Jawa, dan teriakan-teriakan pun dikenal dalam suku-suku asli yang hidup, baik di pegunungan maupun di hutan-hutan. Bunyi-bunyi teratur, berpola-pola ritmik, dan menggunakan alur-alur melodi itu menandakan adanya fungsi komunikasi dalam-musik. Komunikasi elektronik yang menggunakan telepon semakin hari semakin banyak menggunakan bunyi musikal.

5. Fungsi Representasi Simbolik Dalam berbagai budaya bangsa, suku-suku, atau daerah-daerah yang masih mempertahankan tradisi nenek-moyang mereka, musik digunakan sebagai sarana mewujudkan simbol-simbol dari nilai-nilai tradisi dan budaya setempat. Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik, baik sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara-upacara.

6. Fungsi Kritik SosialPara pencipta lagu nasional Indonesia sangat peka terhadap adanya kondisi sosial, tingkat kesejahteraan rakyat, dan kegelisahan masyarakat. Mereka menciptakan lagu-lagu populer yang menggunakan syair-syair menyentuh perhatian publik seperti yang dilakukan oleh Bimbo, Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Harry Roesli, Gombloh, Ully Sigar Rusady, dan masih banyak lagi. Pada umumnya, para pencipta lagu itu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras, terutama ditujukan kepada pemerintah. Para pengamen jalanan juga tak kalah seru mengumandangkan lagu-lagu protes sosialnya, misalnya lagu yang bertema PNS, penderitaan anak jalanan, generasi muda yang tanpa arah, dan lain sebagainya.

D. Pengertian Musik NontradisiMusik tradisi adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah-daerah di Indonesia dan diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contoh musik tradisi daerah adalah musik gamelan dari Jawa dan Bali serta musik kolintang dari Sulawesi Utara. Namun demikian, musik tradisi hanyalah salah satu bagian dari musik yang berkembang di Indonesia. Di Indonesia juga berkembang musik-musik lain yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Di antaranya adalah musik keroncong, musik dangdut, musik gambus, musik langgam, musik campursari, musik pop Indonesia, dan musik pop mancanegara. Musik-musik ini tidak lahir dari tradisi masyarakat daerah-daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah musik perpaduan antara musik tradisi Indonesia dan musik dari luar Indonesia. Dari perpaduan seperti ini, muncul jenis musik khas yang dalam perkembangannya menampilkan ciri keindonesiaan. Ciri keindonesiaan itu nampak baik dalam bahasa dan gaya melodinya. Sebagai contoh, musik dangdut yang lahir dari perpaduan musik India dan Melayu. Musik-musik seperti ini kita sebut sebagai musik nontradisi.

E. Fungsi Musik NusantaraSecara umum, fungsi musik dalam masyarakat antara lain sebagai sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi.1. Media atau Sarana Upacara Budaya (Ritual)Musik di Indonesia pada umumnya juga berkaitan erat dengan upacara-upacara ritual masyarakatnya, seperti upacara kematian, perkawinan, kelahiran hingga dalam upacara-upacara keagamaan dan kenegaraan. Contoh musik yang dipakai dalam fungsi ritual ini adalah musik gambus yang biasa disajikan dalam upacara perkawinan masyarakat muslim Indonesia. Contoh lain, musik yang dipakai dalam upacara ibadat agama Kristen.

2. Media atau Sarana HiburanMusik di Indonesia juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakatnya. Musik di sini dilihat sebagai cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian maupun sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.

3. Media atau Sarana Ekspresi DiriBagi para seniman, baik pencipta lagu maupun pemain musik, musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita-citanya tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunianya. Para musisi ini menyaksikan kondisi serta harapan diri dan masyarakatnya lalu memformulasikannya dalam bentuk lagu dan permainan alat musik. Dari tangan mereka inilah, lahir karya-karya musik yang nantinya bisa dinikmati masyarakatnya.

4. Pengiring TarianDi berbagai daerah di Indonesia, musik juga banyak dipakai untuk mengiringi tarian-tarian, seperti dansa dan poco-poco.Bahkan saat ini, juga berkembang berbagai olahraga senam yang menggunakan musik sebagai pengiring.

5. Media atau Sarana EkonomiBagi para musisi dan artis profesional, musik tidak hanya sekadar menjadi media ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga menjadi sumber penghasilan mereka. Mereka merekam hasil karya-karyanya dalam bentuk pita kaset dan compact disc serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualan ini, mereka mendapatkan penghasilan untuk hidupnya. Perhatikan kaset-kaset atau CD rekaman lagu dari musisi dan artis Indonesia yang banyak dipasarkan di toko-toko kaset! Selain dalam media kaset dan CD, para musisi juga melakukan pertunjukan-pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di satu tempat tetapi bisa menjangkau ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Sebagai contoh, serangkaian konser atau pertunjukan artis Krisdayanti ke Malaysia atau artis dangdut Inul Daratista ke Jepang. Dari kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi ini, muncul pula industri-industri musik di Indonesia. Industri-industri ini bisa berupa industri rekaman, industri pembuatan video klip, industri pembuatan kaset dan CD, hingga industri manajemen artis. Sebagai organisasi ekonomi, industri-industri ini juga mempekerjakan orang yang diberi gaji.

F. Jenis-Jenis Musik NontradisiBila dilakukan pemilahan berdasarkan jenis musik yang berkembang, musik nontradisi daerah di Indonesia dapat dibedakan atas musik keroncong, musik dangdut, musik gambus, dan musik populer.

1. Musik KeroncongDari sejarah perkembangannya, musik ini diperkirakan berasal dari Portugis yang dibawa ke Indonesia sekitar abad ke-16. Ketika itu, para pedagang Portugis, terutama kaum peranakan dan budak, memperkenalkan sajian musik dengan permainan alat musik seperti ukulele, gitar, dan cello tanpa penyanyi. Dalam perkembangannya, musik ini mengalami pengaruh dari musik-musik daerah di Jawa seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Pada saat itu pula, sajian musik ini tidak lagi terbatas pada permainan alat musiknya tetapi juga disertai dengan nyanyian oleh seorang biduan. Musik ini pun semakin diterima masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa yang ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok musik keroncong di berbagai daerah di Jawa. Bahkan, musik ini sering dimainkan di pinggir-pinggir jalan pada malam hari. Secara umum, dalam permainan musik keroncong, harmoni musiknya sangat terbatas.Dewasa ini, musik keroncong telah mengalami perkembangan. Perkembangan ini terutama terjadi dalam gaga penyajian musiknya dan bukan dalam pola melodinya. Dari hasil perkembangan ini, muncul jenis musik keroncong populer, langgam Jawa, stambul, dan sebagainya. Ciri-ciri musik keroncong sebagai berikut,a. Lagu-lagunya memiliki bentuk yang sama sedangkan improvisasinya sangat dibatasi.b. Syair-syairnya terdiri dari beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi oleh permainan alat musik.c. Alat musik yang dipakai adalah gitar melodis, bass, cello, ukelele, cak, biola, dan flote. Musisi Keroncong Indonesia antara lain, a. Gesangb. Mus Mulyadic. Hardimand. Lellypuspitoe. Sunarnof. Mardjo Kahar

2. Musik DangdutMusik dangdut pada dasarnya adalah hasil perpaduan antara musik-musik India dan musik Melayu. Musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut. Selain itu, iramanya ringan sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk menggerak-gerakan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat. Pada tahun 1970 sampai 1980-an, musik dangdut masih dianggap sebagai musik rakyat jelata. Tidak banyak musisi dan lagu rekamannya yang beredar di tengah masyarakat. Industri musik belum begitu tertarik untuk menggarap sajian musik dangdut sebatgai komoditi ekonomi yang bisa menguntungkan. Mereka lebih tertarik untuk menggarap jenis musik pop yang saat itu memang sangat digemari masyarakat. Namun saat ini, dengan semakin berkembangnya m.edia elektronik, musik dangdut berkembang dengan pesatnya. Musik dangdut tidak lagi menjadi musik rakyat jelata tetapi sudah menjangkau masyarakat kelas menengah dan atas. Dunia industri musik dangdut pun berkembang dengan pesatnya. Lihat saja kaset-kaset dan CD musik dangdut yang ada di toko-toko kaset! Bahkan, beberapa stasiun televisi menyelenggarakan kompetisi untuk mencari penyanyi-penyanyi dangdut potensial melalui acara seperti Kontes Dangdut Indonesia dan sebagainya. Beberapa musisi dangdut ternama di Indonesia antara lain Rhoma Irama, Meggy Z. A. Rafiq, dan Mansyur S. Sementara artis-artis dangdut Indonesia antara lain Elvi Sukaesih, Ikke Nurjanah, Alam, Anissa Bahar, Ira Swara, NitaThalia, dan Erie Susan.

3. Musik GambusMusik gambus atau yang juga dikenal dengan sebutan musik padang pasir ini dikenal di Indonesia sejak abad ke-19, saat kedatangan imigran dari Hadramaut (Yaman Selatan) ke Indonesia. Di saat senggang, para imigran ini bermain musik seperti di negaranya. Ternyata musik dan lagu yang mereka bawakan digemari masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Sampai 1950-an gambus merupakan sajian musik yang hampir selalu ada dalam pesta-pesta perkawinan. Pesta ini dikenal dengan istilah shamar. Kala itu, pesta perkawinan terasa kurang afdol bila tanpa hiburan gambus, apalagi di rumah-rumah masyarakat keturunan Arab. Namun demikian, di Negara Arab istilah gambus tidak dikenal. Musik petik ini di Arab disebut oud. Istilah gambus hanya dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, yang banyak didatangi imigran Hadramaut.Semula, para pendatang dari Hadramaut itu membawa sendiri alat petik gambus. Namun, lama-kelamaan, alat musik ini sudah diproduksi di Indonesia. Musik gambus adalah bentuk musik orkes dengan instrumen utama gambus. Alat musik gambus adalah alat musik petik dengan bentuk mirip ukulele namun bulat dan lebih besar.Alat musik ini terbuat dari bahan kayu dengan jumlah senar atau dawai bervariasi dari 9 sampai 12 dawai. Beberapa musisi gambus Indonesia antara lain Syech Albar, Muchtar Bawafie, dan Hasan Alaydrus. Sementara orkes-orkes gambus yang terkenal antara lain Orkes Gambus Al-Wardah (Bunga Ros) pimpinan Muchtar Bawafie dan Orkes Al-Wathan (Tanah Air) pimpinan Hasan Alaydrus. Dari sejarah perkembangannya di Indonesia, musik gambus pernah sangat populer, khususnya di Jakarta. Hal ini terjadi ketika film-film Mesir sangat digemari masyarakat Jakarta, khususnya di kalangan masyarakat Betawi. Film negara piramid ini diimpor oleh Redho Shahab. Seperti juga film India, film Mesir disertai nyanyian berirama padang pasir. Lagu-lagu dan irama ini pun digandrungi masyarakat Betawi.

4. Musik PopulerSaat ini, musik pop sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Perhatikan di tempat-tempat perbelanjaan seperti mal, supermarket, dan sebagainya! Lagu-lagu yang diputarkan cenderung lagu-lagu pop. Perhatikan pula bagaimana stasiun-stasiun televisi di Indonesia berlomba-lomba menampilkan sajian musik dari artis atau kelompok band pop seperti Peterpan, Ada Band, dan Radja. Belum lagi dengan kaset-kaset dan CD lagu-lagu pop Indonesia yang melimpah di pasaran. Ini semua menunjukkan bahwa musik pop berkembang pesat di Indonesia. Musik populer memiliki dua arti. Pertama, musik yang sedang disenangi oleh masyarakat pada kurun waktu tertentu. Kedua, jenis atau aliran musik. Ciri-ciri musik populer yaitu,a. Penggunaan ritmenya terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass.b. Komposisi melodinya juga mudah dicerna.c. Para musisi banyak yang menggunakan aksesoris dan gaya untuk daya tarik penonton.Musik populer dibedakan menjadi dua yaitu,a. Musik populer anak-anakPada umumnya musik popular anak-anak memiliki bentuk yang lebih sederhana dan syair-syair pendek dan komposisi nada-nada tidak kompleks dan hanya berjumlah 10 nada. Tema syair pun lebih mengangkat hal-hal yang mendidik.b. Musik populer dewasaPada umumnya musik populer dewasa lebih kompleks alunan melodinya lebih bebas dan improvisasi yang lebih banyak namun ringan.Tema syairnya pun lebih bervariasi dari soal kehidupan remaja, orang dewasa sampai kepada tema-tema kritik sosial.

PENILAIAN DALAM BENTUK OBYEKTIF 1. Suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik merupakan definisi musik menurut....a. Aristotelesb. Jamalus c. Romain Rollandd. Syney Smithe. Goethe2. Yang bukan unsur-unsur di dalam musik adalah .a. iramab. melodic. harmonid. ekspresie. tangga nada3. Mendengarkan musik mozart pada ibu hamil bertujuan untuk ....a. hiburan buat bayib. terapi kesehatan buat bayic. meningkatkan kecerdasan buat bayid. meningkatkan kepribadian buat bayie. meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan buat bayi

PENILAIAN DALAM BENTUK URAIAN

Jawablah dengan benar pertanyaan-pertanyaan dibawah ini!1. Bagaimana musik bisa dikatakan sebagai alat komunikasi? Jelaskan! Jawab :2. Jelaskan perkembangan musik gambus di Indonesia! Jawab : 3. Sebutkan lima musisi ternama musik pop yang namanya baru melambung tinggi di dunia musik sekarang ini!Jawab : 4. Sebutkan intrumen atau alat musik yang digunakan dalam musik keroncong!Jawab : 5. Mengapa dangdut semakin mekar dan menguasai pasar serta media di Indonesia? Jelaskan!Jawab :

BAB6MENGUNGKAPKAN DAN MENUNJUKKANNILAI-NILAI MUSIKAL MUSIK NONTRADISIONAL

A. Komponen Utama MusikHal terpenting yang menyusun suatu musik adalah vokal, tangga nada, dan akor. Vokal adalah suara manusia saat bernyanyi sekaligus usaha berkomunikasi manusia. Tangga nada adalah susunan nada atau tingkatan bunyi nyanyian. Akor adalah sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama. Ada beberapa cara untuk menentukan akor sebuah lagu. Selain masalah teknis, musik nontradisional juga memiliki berbagai nilai, seperti nilai komersial, modern, komunikatif, estetis, spiritual, dan pencerahan.

1. VokalMusik vokal dianggap lahir dari adanya usaha manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Musik vokal muncul pada zaman Renaissance yang bernama Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus. Pada zaman Renaissance, vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer lebih memerhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Musik adalah salah satu seni yang bersifat universal, artinya dapat digemari, dinikmati, dan didengar oleh semua lapisan masyarakat. Di dalam musik, terdapat musik instrumental dan musik vokal yang dapat didengar, dirasakan, dan dihayati keindahannya melalui beragam jenis lagu, antara lain seperti seriosa, jazz, pop, keroncong,dan dangdut. Suara manusia merupakan instrumen yang telah ada sejak lahir yang mempunyai materi suara tersendiri. Suara manusia merupakan alat yang ke manapun seseorang itu pergi akan dibawanya dan dipergunakan, baik dalam berbicara atau dalam musik vokal. Baik-buruknya suara manusia tersebut tergantung pada keadaan dan kualitas materi suara. a. Produksi SuaraAlat musik seorang penyanyi ada pada tubuhnya sendiri yang terdiri dari selaput suara atau pita suara sebagai sumber bunyi, badan dengan rongga kepala, kerongkongan, mulut, rongga perut, dan rongga dada diafragma. Suara yang bagus adalah hasil dari cara pembentukan bunyi yang benar, sekaligus juga karena resonator yang baik. Dalam tubuh manusia terdapat beberapa tempat resonator seperti dada, mulut, hidung, kerongkongan, dan kepala. Udara yang keluar akan menggetarkan pita suara dan melibatkan resonator turut bergetar sehingga menghasilkan bunyi.

Keterangan Gambar:1. Parietal Bone (Tulang Ubun-ubun)2. Frontal Bone (Tulang Dahi) 3. Frontal Sinus (Rongga Kepala)4. Nasal Cavity (Rongga Hidung)5. Hard Palate (Langit-langit keras)6. Soft Palate (Langit-langit lunak)7. Teeth-gigi8. Tongue-lidah9. Hyoid Bone (Tulang Hyoid)10. Epiglottis (Katup celah suara)11. Larynx (Pangkal Tenggorok) 12. Tachea (Batang Tenggorok)13. Bronchi (Saluran Pernapasan)14. Speroid Sinus (Rongga Speroid)15. Decipital Bone (Tulang Belakang) 16. Nasal Pharynx (Lubang tenggorokan yang17. berhubungan dengan rongga hidung)18. Oral Pharynx (Lubang tenggorokan yang berhubungan dengan rongga mulut)19. Laryngeal Pharynx (Lubang pangkal tenggorokan)20. Vocal Cords (Pita suara)21. Esophagus (Paru-paru)22. Lungs (Paru-paru)23. Diaphragm (Diafragma)24. Abdominal muscles (Otot-otot perut)

b. Teknik PernapasanPernapasan merupakan unsur penting dalam memproduksi suara. Tanpa pernapasan yang baik dan benar, seseorang tidak dapat bemyanyi dengan baik. Pada bagian sebelumnya telah kita ketahui bahwa kontrol pernapasan yang baik sangat membantu kita untuk mencapai nada-nada tinggi maupun rendah dengan optimal. Oleh karena itu, mengolah pernapasan sangat penting dalam bemyanyi.

c. Jenis-Jenis PernapasanAda tiga jenis pernapasan yang biasa digunakan dalam bernyanyi, yakni pernapasan perut, pernapasan dada, dan pernapasan diafragma.

1) Pernapasan PerutPernapasan perut dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernapasan ini sangat pendek dan tidak cocok untuk digunakan dalam vokal. Dalam pernapasan perut, bagian tubuh yang mengembang adalah perut. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan suara yang sangat keras. Namun, tidak begitu baik digunakan dalam bemyanyi.

2) Pernapasan Dada Pernapasan dada dilakukan dengan cara membuat dada berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernapasan ini kurang efektif untuk vokal karena udara dengan cepat dapat keluar sehingga paru-paru menjadi lemah dan cepat letih.Dalam pernapasan dada, bagian tubuh yang mengembang adalah dada. Jenis pernapasan ini biasa dipakai untuk menghasilkan nada-nada rendah. Namun kelemahannya, sang penyanyi akan mudah kehabisan napas sehingga kurang baik dipakai ketika bemyanyi.

3) Penapasan DiafragmaSaat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan "volume" menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru, dan napas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernapasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena dapat mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur.Dalam pernapasan diafragma, udara ditarik sedalam mungkin dan disimpan dalam diafragma. Lalu dikeluarkan secara perlahan sewaktu bernyanyi. Jenis pernapasan ini adalah yang paling cocok dalam bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara murni dengan napas yang panjang.

d. Wilayah SuaraPada umumnya, jenis suara orang dewasa terbagi atas Sopran, Alto, Tenor, dan Bas. Jenis suara perempuan yaitu Sopran dan Alto, sedangkan untuk jenis suara laki-laki Tenor dan Bas.Berikut pembagian suara manusia dewasa lebih lengkapnya,1) Perempuan:a) Alto: F kecil D2b) Mezzo sopran: A kecil F2c) Sopran: C1 A22) Laki-laki: a) Tenor: C kecil A1b) Bariton: A kecil F1c) Bas: F bas D1

Gambar wilayah suara manusia

2. Hal-Hal Penting Saat Belajar Menyanyia. IntonasiSecara sederhana, intonasi diartikan sebagai ketepatan penyajian tinggi dan rendahnya nada (pitch) oleh seorang penyanyi. Jadi, intonasi berkaitan dengan kemampuan seorang penyanyi untuk membidik nada nada dalam lagu secara tepat, baik itu nada tinggi maupun nada rendah. Dalam bernyanyi, intonasi sangat penting karena sebuah lagu tidak hanya terdiri nada-nada yang sama melainkan variasi dari beragam nada. Kadang dalam lagu kita menemukan nada-nada yang tinggi. Kadang, nada-nada yang rendah. Sebagai seorang penyanyi, kita hams menyanyi dengan intonasi yang tepat, baik itu untuk nada-nada yang tinggi (highpitch) maupun nada-nada yang rendah (lowpitch). Intonasi yang tepat akan menghasilkan suara jernih yang nyaring serta enak didengar.

b. Artikulasi atau PengucapanPengucapan kata harus tepat dan jelas sebab bila kurang jelas akan menimbulkan pengertian yang salah. Pengucapan yang jelas dan baik akan membantu tercapainya keindahan suara dan kejernihan suara. Menyanyi dengan benar akan menghasilkan suara dan lagu yang dibawakan dapat dinikmati, dalam berlatih bernyanyi di samping berlatih vokalisasi, kita sebaiknya juga melatih artikulasi.Artikulasi berkaitan dengan pelafalan atau pengucapan kata-kata syair dalam lagu. Seorang penyanyi yang baik harus bisa menyanyikan atau mengartikulasikan kata-kata syair dalam lagu dengan jelas, nyaring, dan merdu. la harus bisa menyanyikan syair lagu dengan jelas namun tidak mengurangi kemerduan lagu tersebut.Dengan cara ini, pesan atau makna syair yang dinyanyikannya dapat diterima oleh pendengar dengan jelas pula.Kita bisa mencapai kemampuan seperti itu dengan terus berlatih. Kita mulai dengan berlatih mengucapkan huruf-huruf vokal, yakni a, i, u, e, dan o dengan jelas. Untuk menghasilkan bunyi vokal yang baik, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:1) Mulut dibuka lebar, kira-kira selebar tig ajari secara vertikal. Rahang diturunkan serendah mungkin ketika membuka mulut. Gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas, bibir bawah menekan gigi seri bawah.2) Aliran udara diarahkan ke langit-langit.3) Lidah tidak terlalu ditarik ke belakang untuk mengindari suara kerongkongan.4) Bibir tidak terlalu melebar.

c. FraseringDalam lagu, ada yang disebut "frasering" yaitu panjang atau pendeknya kalimat dan kesatuan arti. Adanya frasering ini akan memudahkan pengucapan dan pengungkapan makna.

d. Ekspresi atau PenjiwaanUntuk menyanyikan sebuah lagu, seorang penyanyi harus menampilkan sesuatu yang menarik sesuai syair lagunya. Penjiwaan penyanyi ini disebut ekspresi.

e. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vokal1) Memberikan pelemasan artinya sebelum mulai dengan vokal, seluruh anggota badan harus lemas atau tidak boieh tegang. Caranya adalah dengan memberi olahraga kecil.2) Pemanasan meliputi pernapasan, intonasi, interval, tangga nada mayor dan minor, melodi pendek dan panjang, serta ucapan.3) Gabungan antara praktik dan teori dalam bernyanyi dimulai dengan vokalisasi dan etude dari Concone, Vaccai, Keel dan Sieber.

f. Latihan Dasar VokalSebagai latihan dasar vokal, kita dapat melakukan hal-hal seperti berikut:1) Latihlah mengucapkan vokal a, i, u, e, dan o berulang-ulang! Perhatikan hal-hal penting yang telah kita pelajari, seperti bentuk dan posisi organ-organ mulut!2) Lakukanlah kegiatan berikut untuk mengasah kemampuan intonasi kalian! Ikutilah langkah-langkah kegiatannya!a) Siapkan alat musik melodis, seperti pianika, organ atau gitar!b) Bunyikan nada-nada di bawah ini! Ulangilah sampai beberapa kali!c) Ikutilah dengan menyanyikan nada-nada tersebut! Ulangilah sampai beberapa kali!d) Nyanyikanlah nada-nada tersebut tetapi dengan memakai syair la la la! Ulangilah sampai beberapa kali!

B. Tangga NadaTangga nada terbagi atas, 1. Diatonis yaitu susunan nada yang mempunyai 7 nada dan memiliki jarak.

2. Natural adalah nada-nadanya belum terkena tanda naik, tanda turun, ataupun tanda mengembalikan ke nada semula. Tanda untuk menaikan nada : # disebut kruis (Palang/Sharp). Tanda untuk menurunkan nada : disebut Mol (Flat/Dur).Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya,

1. Tangga Nada Diatonis Mayor

a. Tangga nada Mayor Kruis, Palang, atau Sharp (#)Untuk membuat tangga nada mayor yang baru, dilakukan dengan mengambil nada ke 5 dari tangga nada mayor (sebelumnya) sebagai nada dasar dari tangga nada mayor baru tersebut. Sebagai contoh,

1) Menentukan tangga nada G Mayor (1#)a) Susunlah tangga nada natural C Mayor

b) Ambil nada ke 5 dari tangga nada tersebut (C Mayor) yaitu nada G

Pada susunan tangga nada tersebut, jarak nada E - F dan F - G belum benar karena jarak nada-nada tersebut seharusnya berjarak 1 dan . Untuk itu, maka nada F harus dinaikkan laras sehingga menjadi Fis (F#). c) Susunlah tangga nada Mayor yang baru

Contoh penulisan nada F menjadi Fis (F#) pada paranada kunci G dan F adalah sebagai berikut:

Dapat diambil kesimpulan bahwa langkah awal dalam menentukan nada dasar sebuah tangga nada yang baru adalah dengan mengambil atau melihat nada ke-5 dari tangga nada sebelumnya. Kemudian susunlah menjadi sebuah tangga nada baru.

2) Menentukan Tangga Nada 2#Nada dasar dari tangga nada 2# ialah nada ke 5 dari tangga nada sebelumnya (G Mayor) yaitu nada D.a) Selanjutnya kita susun urutan nadanya. DE F# G A B C D Nada F tetap menjadi Fis.b) Selanjutnya kita cocokan jaraknya.

B-C seharusnya berjarak 1 oleh karenanya C menjadi Cis.

c) Susunan nada menjadi,

Contoh penulisan nada Fis, dan Cis, pada Paranada Kunci G dan F adalah sebagai berikut:

b. Tangga nada Mayor Mol, Flat, atau Dur (P)Langkah-langkah atau cara untuk membuat tangga nada baru pada 1 b tidak jauh berbeda dengan langkah atau cara membuat tangga nada 1#. Pada pembuatan tangga nada 1b, nada dasar diambil dari nada ke-4 tangga nada sebelumnya.Berikut cara pembuatan tangga nada tersebut:1) Susunlah tangga nada natural C Mayor.

2) Ambil nada ke-4 dari tangga nada tersebut, yaitu nada F.

3) Susun tangga nada baru (F Mayor) dan seterusnya.

Seharusnya jarak A-B adalah agar sesuai dengan rumus jarak tangga nada Mayor yaitu 1 1 - - 1 - 1 - 1- , maka nada B harus diturunkan nada, sehingga B (Bes). 4) Cocokkan jaraknya dengan pola 1 - 1 - 1 - 1 - 1

Tangga nada selanjutnya adalah 2 , nada dasar diambil dari nada ke-4 tangga nada sebelumnya (F Mayor) yaitu Bes, maka tangga nada 2 adalah Bes Mayor.Berikut cara pembuatan tangga nada tersebut, 1) Susunlah terlebih dahulu susunan nadanya Bes C D E F G A2) Cocokan jaraknya agar berpola 1 - 1 - 1 - 1 - 1

Seharusnya jarak D-E adalah agar dapat berjarak maka nada E diturunkan maka menjadi E (Es). 3) Tangga nada Bes yang benar adalah,

2. Tangga Nada Diatonis MinorTangga nada minor terdiri atas minor asli, harmonis, dan melodis. Salah satu contoh yang sering dipergunakan yakni tangga nada minor harmonis.

Susunan nadanya =

Cara membuat tangga nada minor yaitu,a. Nada ke-5 dari tangga nada minor sebelumnya, dijadikan nada pertama dari tangga nada minor baru.b. Cara yang kedua adalah nada dasar dari tangga nada G mayor diturunkan 1 laras (relatif minor dari G Mayor).

Jadi, tangga nada selanjutnya nada dasarnya adalah E minor. Cara ini disebut mencari relatif minor.c. Cocokkan dahulu jaraknya!Jarak untuk tangga nada minor: 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - d. Susunan nadanya menjadi

C. AkorAkor merupakan sekumpulan nada yang terdiri atas tiga nada atau lebih yang disusun secara vertikal serta dibunyikan bersama-sama.

1. Trinada . Sekumpulan nada yang disusun secara vertikal dan berdasarkan interval terts.

a. Susunan TrinadaTerdiri dari dasar, terts, dan kuintDasar merupakan not yang penting sebagai dasar dari akor, sedangkan terts dan kuint adalah not-not berinterval terts dan kuint di atas dasar.

b. Macam-Macam TrinadaAda empat macam trinada yaitu trinada mayor, minor, diminished, dan augmenthed. 1) Trinada mayor dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts minor.

Interval c - e adalah terts mayor. Interval e - g adalah terts minor. 2) Trinada minor dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts mayor.

Interval d - f adalah terts minorInterval f-a adalah terts mayor3) Trinada diminished dibentuk oleh not-not yang berinterval terts minor dan terts minor.

Interval d - f adalah terts minor Interval f - as adalah terts mayor 4) Trinada augmenthed dibentuk oleh not-not yang berinterval terts mayor dan terts mayor. Interval f - a adalah Terts mayor Interval a - cis adalah Terts mayor

c. Susunan Trinada dalam Tangga Nada Mayor

Nama tingkatan akor: I. TonikII. SupertonikIII. MediantIV. SubdominantV. DominanVI. SubmediantVII. Leading notSusunan Trinada dalam tangga nada Minor Harmonik

2. Akor 7 (Caturnada) atau Akor SeptimSebuah trinada yang mendapat tambahan sebuah not di atasnya yang interval antara dasar dan not ke tujuh adalah septim.

a. Akor Septim dalam Tangga Nada Mayor

b. Akor Septim dalam Tangga Nada Minor Harmonik

D. Cara Menentukan Akor pada LaguPertama yang harus kita lakukan adalah melihat dulu nada dasar dari lagu yang akan dicari akornya, dengan melihat akhir lagu dan sesuaikan dengan tanda mulanya.Misalnya, ada sebuah lagu ditulis do = C, berarti lagu tersebut akan menggunakan akor-akor yang terdapat dalam tangga nada C Mayor:C D E F G A B - CC Dm Em F G Am (Bo) atau jika ditulis dalam bentuk tingkatan nada adalah:I II III IV V VI (Vllo) ini adalah sudah seperti rumusan yang berarti berlaku untuk setiap nada dasar.o = adalah diminishedTingkat I, IV, dan V adalah akor mayorTingkat ke II, III, dan VI adalah akor minorTingkat VII membentuk akor diminished dan seterusnya sesuai dengan urutan nadanya.Contoh : Jika terdapat sebuah lagu dengan nada dasar do = G, maka akor-akor yang dapat digunakan pada lagu tersebut adalah,Tingkat I-nya adalah G berarti akor GTingkat Il-nya adalah A berarti akor AmTingkat lll-nya adalah B berarti akorBmTingkat IV-nya adalah C berarti akor C, dan seterusnya.Jika kita lihat akor-akor utama/mayor yang terbentuk di dalam satu tangga nada tersebut adalah di tingkat I, IV, dan V yang berarti kalau do = C maka akor-akor utamanya adalah akor C, F, dan G. Jika do = G berarti akor-akor utamanya adalah (tingkat I, IV, dan V) akor G, C, dan D dan seterusnya berlaku sama untuk setiap tangga nada.Sekarang akor-akor itulah yang akan digunakan untuk sebuah lagu.1. Pertama-tama kita dapat dengan mudah menentukan akor awal/akor pertama dari sebuah lagu, yakni dengan melihat akor pertama dan terakhir dari lagu tersebut. Akor awal adalah akor pertama dari lagu yaitu ketukan ke satu dari lagu atau garis bar pertama dan akor terakhir adalah ketukan ke satu dari bar/kotak terakhir pada lagu dan artinya akor itu merupakan nada dasar dari lagu tersebut. 2. Pada melodi yang belum ada akornya, akan kita gunakan akor-akor yang ada di tangga nada dasar dari lagu tersebut, prioritas adalah menggunakan akor-akor tingkat I, IV, dan V. Apabila menurut kita akor-akor tersebut tidak sesuai dengan melodinya, maka kita harus menggunakan akor minor yang terdapat di tangga nada dasar lagu yang bersangkutan, yaitu tingkat II, III, dan VI. Cara meletakkan akornya memiliki kemungkinan:a. satu akor di tiap bar,b. dua akor di dalam satu bar, atauc. bisa juga satu akor lebih dari satu bar. (misalnya satu akor memakai dua bar/lebih).Salah satu cara menentukan akor apa yang dipakai adalah dengan melihat nada yang tepat jatuh pada ketukan yang disebut ketukan "strong beat" yaitu nada yang jatuh pada ketukan pertama dan ketiga dalam satu bar, juga dengan cara melihat atau menganalisis nada-nada di tiap ketuk.

E. Nilai-Nilai dalam Musik NontradisiDalam musik nontradisi atau modern, nilai-nilai yang lebih ditonjolkan adalah sebagai berikut,

1. Nilai KomersialDalam musik modem, musik cenderung dipakai sebagai sarana komersial. Musik disajikan untuk mendapatkan uang. Oleh karena itu, ukurannya juga adalah seberapa besar musik itu laku dijual. Dengan kata lain, dalam musik modern terdapat nilai bahwa musik yang bagus adalah musik yang laku dijual dan banyak penggemarnya. Karenanya, musik komersial ini seririg disebut juga music populer. Contoh, grup-grup band popular saat ini.

2. Nilai ModernKarena bersifat komersial, musik modern sangat mementingkan teknologi modern seperti tata lampu dan panggungnya. Panggung ditata dengan sangat meriah dan menarik dengan spotlight yang banyak serta penuh warna.

3. Nilai KomunikatifMusik modern sangat mementingkan unsur komunikasi. Artis dan penonton dapat berkomunikasi langsung. Komunikasi ini malah menjadi ukuran keberhasilan seorang artis atau suatu grup band.

4. Nilai EstetisMusik modem yang sangat terfokus pada alat-alat musik, sound system, tata lampu, dan penampilan sang artis.

5. Nilai SpiritualNilai-nilai spiritual musik modern terkait dengan konteks masa sekarang, bukan dengan tradisi masa lampau atau nenek moyang/leluhurnya.

6. Nilai Pencerahan Musik modern terkait erat dengan konsep pengembangan diri dan pencerahan (self-realisation). Musik saat ini dipakai sebagai salah satu media pengembangan diri. Orang beramai-ramai terjun dalam musik dan menjadikan musik sebagai pegangan atau karier hidup. Hal ini berbeda dengan musik tradisi yang cenderung dipakai sebagai media hiburan.

PENILAIAN KELOMPOK DAN UNJUK KERJA

Kerjakan dengan baik tugas-tugas berikut!Pilihlah beberapa lagu dari jenis yang berbeda untuk dinyanyikan dengan cara memainkan alat musik gitar1. Buatlah kelompok tiap-tiap kelompok beranggotakan tiga orang.2. Setiap kelompok wajib memilih jenis lagu yang sekiranya dapat dikuasai.3. Tunjukkan kemampuan Anda dalam bernyanyi dan memainkan alat musik di depan kelas!4. Guru memberi bimbingan, saran, dan petunjuk kemudian memberi penilaian di tiap-tiap kelompok.

PENILAIAN DALAM BENTUK MELENGKAPI

1. Musik vokal muncul pada zaman 2. Musik dapat digemari, dinikmati, dan didengarn oleh semua lapisan masyarakat disebut musik3. Wilayah suara perempuan Alto berada pada posisi4. Musik saat ini dipakai sebagai salah satu media pengembangan diri. Orang beramai-ramai terjun dalam musik sebagai pegangan atai karier hidup disebut5. Pernafasan yang biasa dipakai untuk menghailkan nada-nada rendah adalah6. Pengucapan kata-kata syair dalam lagu tersebut7. Tanda nada untuk menurunkan nada disebut

BAB7MENGEMBANGKAN GAGASAN KREATIFDAN MENGARANSIR MUSIKNONTRADISIONAL

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk menciptakan lagu. Inspirasi saat mencipta lagu bagi masing-masing orang berbeda, tergantung pada pengalaman dan sudut pandangnya sendiri-sendiri. Beberapa hal yang penting dalam menulis karya musik antara lain menulis lagu, gaya, keadaan, nuansa, isi syair atau kalimat lagu, melodi, serta harmoni atau keserasian. Selain itu, dalam menulis karya musik juga diperlukan teknik khusus. Menulis musik merupakan tindakan kreatif yang membebaskan pelakunya untuk berkreasi semaksimal mungkin. Seorang pencipta lagu ada baiknya menguasai beberapa alat musik seperti perkusi atau bass gitaryang merupakan penyusun ritmis musik. Alat musik ritmis adalah dasar suatu musik sedangkan alat musik melodis adalah untuk improvisasi dan memperkaya musik.

A. Gagasan dalam Berkarya MusikSetiap hasil karya cipta seni tidak lepas dari unsur keindahan. Masyarakat menilai keindahan seni terkadang terlalu bersifat relatif dan kontemporer. Hal ini disebabkan oleh tingkat kepuasan seseorang dan perkembangan zaman yang selalu berubah dan berkembang. Suatu karya seni yang sekarang dianggap indah saat lain bisa dipandang kurang indah. Demikian pula yang sekarang dipandang tidak indah karena masyarakat belum bisa meneriman, saat lain dianggap indah karena baru dapat diterima. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan manusiatentang pengetahuan seni atau apresiasi seni.Apabila kita mempunyai gagasan atau ide untuk membuat atau mencipta suatu karya seni musik, setidaknya kita harus mempunyai kemampuan tentang pengetahuan musik, olah vokal, cara memegang atau memainkan instrumen, mengenal apresiasi seni, punya bakat, dan keberanian untuk berkarya.

1. Media (bahan)Bahan yang perlu kita persiapkan dan sediakan sebagai sarana penunjang berkarya seni antara lain sebagai berikut:a. Buku bergaris khusus paranada, kertas, dan alat tulis.b. Tape recorder dan kaset atau VCD player dengan jenis lagu yang inginkan sebagai perbendaharaan, pembanding dari ide atau gagasan yang akan kita buat. Garputala dan peluit tala diperlukan untuk memperoleh nada yang tepat (peluit tala biasanya untuk menala instrumen). Instrumen musik sederhana yang dapat kita gunakan seperti ukulele, recorder, pianika, suling, gendang, tamborin, dan organ (paling praktis). Buku buku musik (teori, pengetahuan, etude, kumpulan lagu berbagai jenis musik, serta kumpulan partitur (teks lagu)), dan apresiasi.

2. Kemampuan Dasar MusikUntuk dapat berkarya musik yang baik, diperlukan kemampuan dasar musik yang memadai untuk mencapainya dan diperlukan kemampuan apresiasi. Melalui apresiasi musik, akan timbul sikap menghargai unsur keindahan musik dan kehidupan serta dapat menghargai hasil budaya bangsa.Jenis jenis kegiatan apresiasi ini meliputi hal hal sebagai berikut:a. Mendengarkan rekaman musik melalui cassette recorder (audio tanpa visual).b. Menyaksikan teievisi, film, VCD tentang pergelaran musik merupakan kegiatan audio visual tak langsung.c. Menyaksikan pergelaran atau pentas seni secara langsung, pertunjukan band, vokal group, konser, paduan suara, orkes keroncong , campur sari, atau dangdut.d. Memainkan sendiri karya musik, baik itu karya musik orang lain atau karya sendiri.

3. Jenis-jenis Ciptaan MusikPencipta musik memerlukan selera musikal dan bakat khusus untuk mencipta. Orang musikal yang berbakat khusus mencipta dengan baik (kreatif) jumlahnya tidak banyak dibandingkan dengan banyaknya orang yang berbakat khusus belajar memainkan salah satu alat musik (rekreatif). Mencipta musik adalah suatu tindakan yang menghasilkan karya musik baru yang sebelumnya belum ada. Karya musik tersebut harus bersumber dari angan angan dan perasaan pencipta sendiri secara langsung, bukah merupakan jiplakan (plagiat) atau setengah jiplakan dari sebuah komposisi lain. Bentuk atau jenis ciptaan musik antara lain meliputi hal sebagai berikut.a. KomposisiKomposisi adalah suatu bentuk ciptaan yang tertulis, yang dapat dinikmati secara abadi. Setelah komposisi diperiksa oleh si pencipta dengan teliti, komposisi itu dilepas untuk diperdengarkan dan dinilai publik. Masyarakatlah yang menentukan apakah karya cipta itu bermutu atau tidak.b. ImprovisasiImprovisasi adalah jenis karya cipta yang tidak bersifat abadi atau berlangsung sekali saja. Improvisasi bersifat tidak tertulis sehingga tidak dapat diulang kembali dalam bentuk serta intensitas yang sama. Misalnya, seseorang memainkan sebuah organ tunggal yang pada saat itu juga dicipta, dia sudah melakukan improvisasi, yang merupakan ekspresi langsung dari perasaan dan angan-angan musikal yang timbul pada saat itu.c. Aransemen atau transkripsiAransemen atau transkripsi adalah bentuk ciptaan yang dihubungkan dengan penulisan music (aransemen artinya susunan, transkrip artinya alih tulis).Cara membuat karya seni musik yang berwujud aransemen ada dua macam,1) Secara tidak tertulisPada aransemen tidak tertulis penambahan garap (improvisasi) bisa dilakukan secara bebas, sifatnya pribadi, spontan, dan sesaat.2) Secara tertulisAransemen tertulis memungkinkan penambahan berupa tulisan notasi secara lengkap sampai pada bagian-bagian yang terkecil. Namun terkadang terbatas pada jenis aransemen yang memakai simbol akor. Kelengkapan sisa penambahan variasi diserahkan pada penyanyi perorangan atau kelompok.Bahan yang dipersiapkan untuk membuat aransemen antara lain berupa naskah lagu asli, imajinasi, kreativitas, bakat, pengetahuan musik, pengetahuan sifat suara manusia, dan alat-alat musik.Sebagai contoh, sebuah komposisi untuk orkes simfoni yang besar dialih tuliskan menjadi sebuah karya musik untuk dimainkan dengan sebuah organ atau piano saja, atau untuk dimainkan dengan beberapa alat musik kecil, bisa juga untuk dimainkan dalam musik dangdut. Selain persoalan teknis, transkripsi juga merupakan persoalan musikalitas. Transkripsi biasanya dipergunakan dalam bidang penelitian musik yang artinya mengalihkan musik yang didengar ke dalam suatu tulisan musik.

B. Menulis Karya Musik

1. Menulis LaguMenulis karya lagu merupakan bagian dari komposisi. Dalam menulis lagu, yang merupakan karya musik, terdapat beberapa elemen atau bagian yang perlu kita kuasai. Menurut Agastya Rama Listya, sembilan elemen untuk menulis lagu meliputi:a. Bentuk;b. Gaya;c. Keadaan (situasi);d. Nuansa (perasaan);e. Isi (berita);f. Syair;g. Melodi;h. Harmoni;i. Ritme ;

Beberapa elemen tersebut di atas dapat dijelaskan demikian,

a. BentukPengamatan mengenai bentuk suatu lagu dapat dilakukan dengan cara mendengarkan atau melihat perjalanan notasi lagunya, bukan pada teks atau syair lagunya. Kerangka bentuk suatu lagu dapat diberi simbol dengan huruf.

1) Kerangka (pola) bentuk seni musika) Satu bagian (A; AA) contohnya:(1) Desaku(2) Soleramb) Dua bagian sederhana (AB) contohnya:(1) Tanah Air Beta(2) Kaparak Tingga (3) Rambadiac) Dua bagian diperluas (ABB ; AAB ; AABB ; AA'BB') contohnya:(1) Kampuang Nan Jauh di Mato(2) O/e Sioh(3) Madekdek Magambarid) Tiga bagian (AABB'; ABAB') contohnya:(1) Jembatan Merah(2) Na Sonang do Hita na Duae) Tiga bagian diperluas (AABBA'B ; AABABA; ABABA) contohnya:(1) Permata Hati(2) Alamku(3) Bengawan SoloUmumnya bentuk musik untuk lagu-lagu mars, hymne, pop, dan lagu rakyat daerah mengacu pola tersebut.Struktur lagu berpola AABA: a) kalimat I terdiri dari 8 birama.b) kalimat II (pengulangan kalimat 1) terdiri dari 8 birama.c) kalimat III (kalimat baru) terdiri dari 8 birama.d) kalimat IV (pengulangan kalimat 1) terdiri dari 8 birama.Komponen yang terdapat dalam musik ditemukan daiam bahasa karena keduanya mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi.

2) Desain (Motif)Motif adalah melodi pendek (figur dari ritme) yang muncul (tampak) pada lagu sebagai pemersatu dari lagu. Jumlah nada dalam suatu motif berkisar antara dua sampai dengan sepuluh buah. Panjang motif maksimal dua birama. Karakteristik motif meliputi, a) Dapat dimulai dari hitungan yang pertama. Contoh lagu:(1) Tanah Tumpah Darahku(2) Syukur(3) Pulau Kelapa(4) Di Timur Matahari(5) Merindukan Amboina(6) Pesan Ibu b) Dimulai tidak dari hitungan pertama yang disebut juga anakrusi. Contoh lagu: (1) Nyiur Hijau hitungan ke-2,(2) Saputangandari Bandung Selatan hitungan ke-2,(3) Hela Rotane hitungan ke-3,(4) Potong Bebek Angsa hitungan ke-3, dan(5) Teguh Kukuh Berlapis Baja hitungan ke-3.c) Dimulai pada'ketukan akhir dalam satu birama. Contoh lagu: (1) Pada Pahlawan hitungan ke-4,(2) Indonesia Raya hitungan ke-4,(3) Mengheningkan Cipta hitungan ke-4,(4) Andika Bhayangkari hitungan ke-4, dan(5) Serumpun Pads hitungan ke-4.

3) Transformasi motifMacam bentuk transformasi motif meliputi:a) Pengulangan serupa.b) Berlawanan arah yang disebut retrognasi.c) Penyempitan ritme disebut juga diminusi.d) Perluasan ritme yang disebut augmentasi.

b. GayaGaya merupakan cerminan karakter dan jiwa dari pencipta atau penggubah lagu. Misalnya; orang berkarakter patriotik, nasionalis, melankolis atau lembut, sederhana, dan sosial.

c. KeadaanHasil karya cipta dipengaruhi oleh lingkungan atau meliu tempat seseorang berada, yang membentuk kepribadian khusus dan berpengaruh dalam lagu yang dibuatnya. Sebagai contoh, meliu yang agamis atau religius, meliu atau lingkungan pedesaan dan pegunungan, lingkungan pantai, dan lingkungan kota metropolitan.

d. NuansaNuansa merupakan perasaan yang sedang dirasakan dan diungkapkan secara terbuka. Sebagai contoh, lagu-lagu yang berisi kritikan, kekaguman, kepedihan, atau keharuan.

e. IsiIsi terdiri dari ide atau gagasan, pikiran, dan perasaan yang dikomunikasikan kepada orang lain melalui komposisi. Sebagai contoh, ide tentang semangat membangun bangsa, tujuan bangsa dan negara, pelestarian lingkungan hidup, serta ide untuk mengatasi penyakit masyarakat.

f. Syair atau Kalimat LaguDalam sebuah lagu, syair dapat disebut juga kalimat lagu atau lirik lagu. Melalui syair atau kalimat lagu, sang pencipta atau penggubah lagu berusaha mengaktualisasikan gagasan atau idenya untuk dapat dipahami, dirasakan, dan diterima deh orang lain atau masyarakat. Dalam membuat syair atau kalimat lagu, perhatikan tata bahasa (analogi, metafora, personifikasi, dan alegori), dan pemenggalan kata supaya tidak tersendat-sendat atau mengalir.

g. MelodiMelodi (panjang-pendeknya nada) sangat ditentukan oleh tangga nada yang digunakan (diatonis mayor atau minor dan pentatonis), interval, dan nada-nada yang diubah.

h. Harmoni atau KeserasianHarmoni dalam musik merupakan keserasian atau keselarasan dalam menyusun akor-akor dengan mengaitkan satu akor derigan akor lainnya sehingga tercipta suatu keutuhan dan keteraturan. Dalam membuat karya lagu atau mengubah lagu sering terjadi kegagalan atau tidak berhasil. Kegagalan tersebut dapat disebabkan antara lain karena,1. tidak memiliki bentuk dan karakteristik yang jelas serta tidak menyentuh emosi (perasaan) atau tidak menimbulkan keharuan;2. partitur terlalu panjang;3. syair atau kalimat lagu tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak selaras dengan melodi;4. jangkauan suara terlalu luas, sehingga seni vokal sulit dilakukan; serta5. hampir menyerupai karya orang lain atau setengah meniru.

C. Teknik Berkarya MusikPada bagian ini, kita belajar membuat karya musik sendiri. Kita akan belajar membuat karya musik berupa lagu. Kita juga akan belajar memainkan alat musik dan nienyanyikan fagu dengan teknik yang baik. Pada intinya, kegiatan mengarang atau menciptakan sebuah lagu adalah usaha untuk menggabungkan dan mengharmonisasikan kata-kata atau kalimat lagu (syair) dengan rangkaian nada (melodi). Usaha ini sering juga disebut sebagai menciptakan atau membuat komposisi lagu.Pada umumnya, teknik-teknik yang digunakan dalam membuat sebuah lagu, baik syair maupun melodi cukup beragam. Setiap pencipta lagu umumnya memiliki teknik tertentu yang sesuai dengan seleranya. Pilihan teknik oleh seorang pencipta lagu ini tidak selamanya cocok bagi pencipta lagu yang lain. Oleh karena itu, dalam mencipta lagu tidak ada satu teknik pun yang dianggap paling baik. Semuanya tergantung pada kesesuaiannya dengan selera dan kemauan dari seorang pencipta lagu. Pada umumnya, untuk menciptakan atau membuat syair lagu, teknik yang digunakan antara lain sebagai berikut,1. Menyelami perasaan. Syair lagu dapat diciptakan dari eksplorasi kita terhadap perasaan kita masing-masing saat ini. Misalnya, saat ini kita merasa sedih karena orang tua sakit. Perasaan sedih tersebut kita tuangkan dalam bentuk tulisan kemudian dengan teknik memangkas dapat kita ringkas menjadi syair lagu. 2. Memerhatikan lingkungan sekitar. Syair lagu juga dapat diciptakan dari memerhatikan apa yang terjadi di sekitar kita. Misainya, kita melihat pengamen di jalan kemudian memerhatikan tingkah lakunya. Dari pengamatan tersebut, kita tuangkan dalam bentuk syair-syair lagu.3. Mengubah puisi atau pantun. Syair lagu juga dapat dibentuk dengan mengubah puisi atau pantun sehingga sesuai dengan karakter musiknya.

D. Kreasi Musik NontradisiPada bagian ini, kita akan belajar tentang penulisan notasi dalam tangga nada atau kunci lainnya. Dalam seni musik, tangga nada dapat juga dibuat dari nada dasar lain, misalnya nada dasar G, D, atau F. Caranya adalah dengan menempatkan tanda-tanda kromatis pada paranada. Tanda-tanda kromatis itu terdiri dari:1. tanda kres (#) dan2. tanda mol ( Ap )Tangga nada baru yang disusun sangat tergantung pada banyaknya tanda kres atau tanda mol yang kita berikan setelah tanda kunci G. Dengan kata lain, banyaknya tanda kres atau tanda mol yang ditempatkan setelah tanda kunci G, menentukan nada dasar dari lagu tersebut. Perhatikan tabel berikut ini!

Untuk mempermudah menghafal tangga nada dengan tanda kres, kita menggunakan lingkaran kwin. Dalam lingkaran kwin ini, terdapat nada-nada dasar dari tangga nada kres. Nada-nada dasar ini dibentuk dari nada kelima dari nada dasar sebelumnya. Sebagai contoh,1. Jika tangga nada dengan nada dasar C dinaikkan satu kres, maka nada dasar tangga nada baru ini adalah nada kelima setelah nada C, yakni nada G.2. Jika tangga nada dengan nada dasar G dinaikan satu kres, maka nada dasar tangga nada baru ini adalah nada kelima setelah nada G, yakni nada D. Demikian seterusnya.Untuk mempermudah menghafal tangga nada dengan tanda mol, kita menggunakan lingkaran kwart. Dalam lingkaran kwin ini, terdapat nada-nada dasar dari tangga nada kres. Nada-nada dasar ini dibentuk dari nada keempat dari nada dasar sebelumnya. Sebagai contoh, jika tangga nada dengan nada dasar C diturunkan satu mol, maka nada dasar tangga nada baru ini adalah nada keempat setelah nada C, yakni nada F. Demikian pula, jika tangga nada dengan nada dasar F diturunkan satu mol, maka nada dasar tangga nada baru ini adalah nada keempat setelah nada F, yakni nada Bes. Demikian seterusnya.Pada pelajaran ini, kita hanya akan belajar penulisan notasi dengan menggunakan satu Kres dan satu mol. Nada dasar tangga nada satu kres ini adalah G atau do=G sedangkan nada dasar satu mol adalah F.1. Do = G berarti nada G (sol) pada tangga nada C berubah menjadi nada do pada tangga nada G. Pada paranada untuk nada-nada tangga nada G, tanda kres terletak pada garis kelima. Dengan tanda ini, setiap nada F dalam paranada itu mendapat perubahan. Nada F naik 1/2 laras menjadi Fis. Hal ini disebabkan karena jarak E ke F harus selaras.2. Do - F berarti nada F (fa) pada tangga nada C berubah menjadi nada do pada tangga nada F. Pada paranada untuk nada-nada tangga nada F, tanda kres terletak pada garis ketiga. Dengan tanda ini, setiap nada B dalam paranada itu mendapat perubahan. Nada B turun 1/2 laras menjadi Bes. Hal ini disebabkan karena jarak A ke B harus 1 laras.

E. Menyanyikan dan Memainkan Lagu NontradisiKita telah belajar tentang tangga nada baru dengan nada dasar G dan F. Sekarang, kita coba menyanyikan dan mengiringinya dengan permainan akor.Dalam menyanyikan lagu dengan nada dasar G atau F, tentu tidak sama dengan lagu dengan nada dasar C.Nada-nada dalam tangga nada G lebih tinggi satu kres daripada nada-nada dalam tangga nada dengan nada dasar C. Demikian pula, nada-nada dalam tangga nada F lebih rendah satu mol dari nada-nada dalam tangga nada dengan nada dasar C.Untuk itu, cara yang termudah untuk menetapkan nada dasar lagu yang sesuai dengan partiturnya adalah dengan menggunakan garputala, pianika, keyboard, atau piano. Pada garputala, umumnya telah tertulis nada-nadanya. Kita tinggal mencari nada G atau F. Untuk lagu dengan nada dasar G, kita mengambil garputala nada G. Kemudian, nada G tersebut menjadi nada do dalam tangga nada G. Sama seperti garputala, pada pianika atau keyboard, atau piano, kita tinggal mencari nada G (sol) atau F (fa) pada nada-nada natural (C) tuts. Nada G atau F itu kemudian menjadi do dalam tangga nada G atau F Akor-akor dalam tangga nada dengan nada dasar G adalah sebagai berikut,No.Nama AkorNama LainNada-nada dalam Akor

1Akor Tonika(Tingkat I)Akor GC E G

2Akor Supertonika(Tingkat II)Akor AmD F A

3Akor Median(Tingkat llll)Akor BmE - G - B

4Akor Subdominan(Tingkat IV)Akor CF A - C

5Akor Dominan(Tingkat V)Akor DG B - D

6Akor Submedian(Tingkat VI)Akor EmA C - E

7Akor Leading toneAkor F# dimB D F

Akor-akor dalam tangga nada dengan nada dasar F adalah sebagai berikut,No.Nama AkorNama LainNada-nada dalam Akor

1Akor Tonika (Tingkat )Akor FC E G

2Akor Supertonika(Tingkat II)Akor GmD F A

3Akor Median(Tingkat llll)Akor AmE G B

4Akor Subdominan(Tingkat IV)Akor BesF A C

5Akor Dominan (Tngkat V)AkorCG-B-D

6Akor Submedian (Tngkat VI)Akor DmA-C-E

7Akor Leading tone (Tngkat VII)Akor E# dimB-D-F

F. Memainkan Alat Musik PerkusiRitme adalah jantung dari musik sehingga jika sebuah melodi tidak memiliki pola ritme yang jelas maka akan terkesan mengambang. Hal tersebut perlu diperhatikan, baik oleh komposer maupun para pemain. Dalam menuiis komposisi, seorang komposer perlu menetapkan penataan ritme macam apa yang akan diterapkan agar musiknya terdengar berkarakter, Bagi pemain, sebagai seorang interpreter, perlu mengekspresikan aspek-aspek ritmis yang dituntut oleh komposer. Sebuah permainan instrumen yang tidak memerhatikan hal tersebut akan menghasilkan musik yang tidak jelas.

1. Peran dan Fungsi Perkusi dalam OrkestraSalah satu instrumen dalam orkestra yang memiliki spesialisasi di bidang ritmis ialah seksi perkusi. Namun, berbeda dengan musik populer yang pola ritmenya secara berkesinambungan berbunyi terus guna menjaga tempo permainan ansambel, dalam orkestra klasik, perkusi digunakan untuk keperluan artistik. Peranan perkusi dalam orkestra adalah unfuk memberikan efek-efek khusus pada bagian tertentu sebuah orkestra. Seksi perkusi terdiri dari berbagai instrumen yang dibuat untuk mengeluarkan bunyi dengan cara dipukul atau digoyangkan. Beberapa perkusi dibuat secara khusus dari metal atau kayu. Di samping itu, instrumen-instrumen seperti drum misalnya, getarannya dihasilkan dengan memukul lembaran kulit yang direntangkan.

2. Klasifikasi Seksi PerkusiInstrumen perkusi dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu yang memiliki titinada yang pasti dan yang tidak pasti. Termasuk jenis yang pertama ialah kettledrums atau timpani, yang terdiri dari dua atau tiga per set. Bunyi timpani dihasilkan oleh pukulan tongkat pada lembaran bahan semacam kulit, yang direntangkan pada suatu ring metal di bibir atas mangkok besar.

a. TimpaniInstrumen ini memiliki sekrup-sekrup atau sebuah mekanisme pedal yang memungkinkan pemain untuk mengubah tegangan kepala colfskin, baik untuk mengendorkan atau mengencangkannya guna menghasilkan nada yang tinggi atau rendah. Instrumen ini termasuk wajib dikuasai oleh seorang pemain perkusi orkestra. Timpani memiliki diameter 84 cm yang terbesar hingga 30 cm untuk yang terkecil. Yang berukuran besar dapat memproduksi nada C yang berada di bawah kunci G pada paranada berkunci F. Sedangkan timpani piccolo dapat memproduksi nada hingga paranada berkunci G. Pada karya Darrius Milhaud (1923), skor balet La creation du monde pemain timpani harus memainkan nada Fis di bawah kunci G.

Gambar timpani

b. Perkusi yang Tak BernadaDi antara instrumen-instrumen perkusi yang tidak bernada ialah bass drum; the side drum; the tenor drum; tamborine and castanets; the triangle, cymbals, dan gong. Keluarga instrumen drum atau drum set dimainkan dengan cara memukulkan satu atau dua buah tongkat pada membran yang direntangkan pada satu atau kedua ujung kelongsong. Sebagaimana keluarga seksi instrumen lain, drum juga memilki instrumen bas yaitu bass drum.

c. Perkusi yang BernadaPerkusi yang bernada umumnya memiliki bilah-bilah yang tersusun sesuai dengan prinsip keyboard. Sehubungan dengan itu, beberapa dari jenis ini dapat memainkan melodi-melodi standar, nada-nada interval harmonis yang dibunyikan secara serentak. Bunyi dihasilkan dengan cara memukulkan tongkat pada bilah-bilah yang tersedia. Marimba memiliki dua deret bilah-bilah yang berukuran paling besar dibandingkan dengan instrumen lain dari jenis ini. Deret bilah yang letaknya dekat dengan pemain terletak lebih rendah dari deret yang lainnya. Deret bawah bernada diatonis sementara deret atasnya adalah untuk nada-nada kromatis seperti tuts hitam pada piano. Sementara bilah-bilah marimba terbuat dari kayu pilihan, bilah-bilah instrumen lain yang mengacu ke keyboard piano, terbuat dari logam. Di antaranya yang paling sederhana ialah Glockenspiel.

G. Teknik Bermain Bass Gitar1. Bagian dari Bass Gitar

2. Cara Menyetem Bass Gitar.a. Menyetem dengan garpu tala ANada senar/senar A (senar ke 3) dalam kondisi open string / tidak ada fret yang ditekan, disamakan dengan nada garpu tala A. Selanjutnya nada A pada senar E (senar ke 4, fret ke 5 ditekan) disamakan dengan senar ke 3 open string, demikian juga senar D (ke 2) disamakan dengan nada D pada senar A dan seterusnya.b. Menyetem dengan tunerHubungkan out put jack bass pada input tuner kemudian hidupkan tuner, petik masing-masing senar sesuaikan nada dengan melihat indikator tuner. Pada umumnya indikator pada tuner, berupa lampu LED, atau jarum penunjuk view meter.c. Menyetem dengan fine tuning nada harmonikCara menyetem dengan teknik fine tuning adalah teknik menyamakan nada senar ke 1 dengan senar lain melalui petikan senar lepas yang disentuh ringan oleh jari kiri tepat diatas fret ke 5,7 dan 12. Misalnya senar G diatas fret ke 5 bersamaan dengan senar D fret ke 7. Dua nada harmonik bunyi bersamaan. Bila pitch nadanya kurang tepat terdengar suara yang bergelombang (vibrasi). Sebelum senar satu disamakan dengan senar yang lain, senar ke 3 (A) harus sudah disamakan dengan penala yang standar (garpu tala, atau yang lain).

3. Kode JariKode jari yang dipakai pada teknik bermain bass gitar sama dengan kode jari pada gitar. Kode jari tersebut adalah: a. Jari Kanan

b. Jari Kiri

4. Posisi Tangana. Tangan KiriPenempatan pada neck harus disesuaikan dengan struktur tulang. Ibu jari kiri untuk poros gerak tangan kiri di beiakang neck, sama sekali tidak menjadi tumpuan kekuatan. Ujung jari kiri kecuali ibu jari menjadi penentu nada pada permukaan fret board. Tekanan terpusat pada ujung jari kiri sehingga tercapai bunyi maksimal.

b. Jari KananPemetik utama adalah jari telunjuk dan jari tengah. Ibu jari, jari manis, dan kelingking digunakan untuk mute dari sustain nada yang tidak dikehendaki. Ibu jari ditempatkan pada sisi lebar neck pick up atau senar paling atas sebagai penopang tangan kanan berfungsi membantu kekuatan jari telunjuk dan jari tengah dalam memetik senar. Jika memetik menggunakan plektrum, ibu jari dan telunjuk memegang plektrum. Untuk menghentikan bunyi yang tidak dikehendaki telapak tangan bisa difungsikan sebagai mute.

5. NotasiNada bass adalah suara yang mempunyai frekuensi rendah. Dalam notasi musik, nada-nada rendah menggunakan tanda kunci F. Penulisan notasi bass gitar sering juga dilengkapi dengan tablature yang menunjukkan posisi nada pada fret.Tablature (TAB) adalah gambar posisi not pada fretboardyang membantu menunjukkan letak nada tertentu pada fret. Bass gitar standart pada umumnya bersenar 4 buah, tablature dilambangkan dengan gambar 4 buah garis horisontal. Tablature digunakan untuk menentukan posisi nada pada fret, jika pemain belum terbiasa membaca notasi. Setiap garjs tablature menunjukan keempat senar pada bass gitar.

6. Teknik MemetikCara memetik bass gitar ada dua macam yakni dengan telunjuk dan jari tengah, atau memetik menggunakan plektrum.a. Memetik dengan jari telunjuk dan jari tengahTeknik bermain untuk jari kanan menggunakan teknik rest stroke yaitu memainkan jari pada suatu senar kemudian bersandar atau istirahat pada senar yang lain. Untuk mendapatkan suara yang mantap dan stabil, ibu jari disandarkan pada sisi atas pick up. Jari telunjuk dan jari tengah memetik senar secara bergantian. Cara ini banyak digunakan para musisi yang beraliran jazz atau soul.

b. Memetik dengan plektrumCara memetik dengan plektrum adalah sebagai berikut,1) pegang plektrum erat-erat dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk;2) usahakan tangan dan lengan tetap rileks; 3) ayunkan plektrum pada senar dengan gerakan ke bawah dan ke atas;4) upayakan memetik dengan kekuatan yang sama, sehingga mendapatkan suara yang stabil dan mantap. Plektrum memiliki bermacam ketebalan,1) tipis;2) sedang; dan3) tebal.Dalam bermain bass gitar gunakan plektrum tebal, seperti yang biasa dilakukan oleh pemain bass beraliran rock atau metal.

PENILAIAN DALAM BENTUK OBYEKTIF

1. Setiap komposer menciptakan suatu karya musik setidaknya hams mempunyaia. gagasan atau ideb. pengetahuan yang luas mengenai musikc. bakat dan kreatifd. keberanian untuk berkarya e. semua jawaban benar2. Di bawah ini yang bukan bahan penunjang dalam berkaryaseni musik adalah ....a. buku bergaris d. kuas gambar b. tape recorder e. buku musik c. VCD player3. Yang bukan termasuk cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengembangkan gagasan membuat suatu karya musik yang dikategorikan baru adalah ....a. mengubah melodib. meniru sesuai aslinyac. mengubah syaird. mengambil esensi dari warna musik daerah yang adae. memodifikasi antara meiodi dan syair4. Meniru, menambah, melengkapi atau mengubah dari bentuk awalnya menjadi sesuatu yang baru disebut....a. kreatif d. mengembangkan b. inovatif e. membangun c. plagiat

BAB8MENYIAPKAN DAN MENGGELARPERTUNJUKKAN MUSIK DI SEKOLAH

Pada dasarnya, pergelaran merupakan suatu bentuk kegiatan penampilan (unjuk kebolehan) tentang hasil prestasi yang telah diperoleh untuk disajikan atau diperkenalkan pada publik. Penyelenggaraan pergelaran bukan sekadar sebagai informasi atau alat komunikasi saja, tetapi lebih jauh dari itu adalah untuk membangkitkan motivasi atau memberi dorongan kepada pemirsa atau pengunjung guna mengambil langkah-langkah lanjutan yang bermanfaat. Dalam melaksanakan pergelaran, tidak dapat hanya dilakukan (dikerjakan) secara perorangan, tetapi melibatkan keberadaan orang banyak atau kelompok yang masing-masing individunya mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai bidang dan profesinya, dilihat dalam rasa kebersamaan dalam bentuk organisasi atau kepanitiaan.

A. Pergelaran Musik di SekolahSecara sederhana, pergelaran musik adalah sebuah kegiatan menunjukkan berbagai hasil karya seni yang berupa karya seni musik kepada orang lain. Kegiatan ini merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan kita dalam menghasilkan karya seni musik berupa lagu dan permainan musik. Selain itu, dengan kegiatan ini, kita belajar menghargai kemampuan orang lain dalam seni.

1. Pengertian PergelaranSebagai sebuah pertanggungjawaban sosial, karya seni musik yang telah diciptakan oleh suatu kelompok atau perorangan perlu ditampilkan dalam suatu pergelaran. Diterima atau tidaknya jenis karya seni musik yang diciptakan, tergantung dari sikap masyarakat terhadap karya tersebut. Adakalanya suatu karya seni musik terlalu idealis dan tak dapat dipahami oleh khalayak, atau pada segmen-segmen tertentu karya yang dipergelarkan tidak dapat dipahami. Hal itu disebabkan tingkat apresiasi masyarakat terhadap karya seni musik tertentu masih rendah sehingga karya musik yang disajikan sulit dipahami. Pergelaran disebut juga dengan pementasan, pertunjukan, atau tontonan. Dalam bahasa Inggris, sering digunakan kata exhibition, show, display, atau festival. Istilah pergelaran atau pementasan biasanya digunakan dalam seni musik, seni tari, dan teater (drama), sedangkan dalam seni rupa digunakan istilah pameran atau exhibition. Jadi, pengertian pergelaran secara umum adalah wujud kegiatan final dari hasil berolah seni yang disajikan kepada khalayak ramai atau penonton.

2. Fungsi Pergelaran MusikDengan kegiatan ini pula, tidak jarang kita akan mendapatkan banyak masukan, baik ide maupun kritik terhadap karya-karya kita. Dengan demikian, kita dapat memperbaiki kelemahan kita sekaligus memacu kita untuk menghasilkan karya yang lebih banyak lagi.Dari uraian tersebut, dapat kita katakan bahwa pergelaran musik memiliki fungsi sebagai berikut:a. Media aktualisasi diri dari para pencipta karya musik. Dengan adanya pergelaran, seseorang memiliki kesempatan untuk mengaktualisasikan atau mengekspresikan dirinya. Dia akan berusaha menciptakan karya-karya musik yang bagus untuk kemudian diperlihatkan kepada orang lain pada kesempatan pergelaran.b. Media pengembangan bakat. Pergelaran musik adalah kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan bakat bermusiknya. Melalui pergelaran, ia akan mendapatkan tanggapan, ide, kritikan, serta masukan dari para pendengar atau penonton tentang karya-karya musiknya. Dari hal itu, ia akan berusaha memperbaiki dan menciptakan hal-hal baru yang lebih baik dan kemudian mementaskannya kembali. Proses ini akan terus berlangsung sehingga bakatnya terus berkembang.c. Media apresiasi. Melalui pergelaran musik, karya seseorang mendapat apresiasi dari orang lain. Dengan datang dan mendengarkan sajian karya musik, pada dasarnya seseorang telah memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap pencipta dan karya musiknya tersebut. la pun dapat memberikan penilaian terhadap sajian tersebut sebagai bentuk apresiasinya pula. Penilaian ini tentu menjadi masukan yang berharga bagi sang penciptanya untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik lagi.

3. Menyusun Penjadwalan KegiatanPenentuan jadwal kegiatan ketika akan melakukan pergelaran sangat menentukan jumlah penonton. Hal yang perlu juga dipertimbangkan adalah segmen masyarakat yang akan mengapresiasikan jenis musik tersebut. Jenis musik yang dipentaskan untuk kaum muda akan berbeda dengan jenis musik yang disuguhkan kepada orang tua atau dewasa. Di samping itu, perlu adanya penyesuaian jadwal sehingga mereka dapat menikmati musik yang akan dipergelarkan. Mereka memiliki kejernihan pikiran dan tidak dibebani oleh tugas-tugas lain sehingga mereka dapat menilai dan menikmati karya yang disajikan.Pergelaran yang akan kita sajikan adalah pergelaran musik di kelas, artinya hanya terbatas pada satu kelas, baik personel, pelaku, maupun penontonnya. Tempat yang digunakan terbatas dalam satu sekolah.Selanjutnya, dari penampilan yang terbaik diseleksi dan diinformasikan untuk mengisi pergelaran sekolah yang terdiri dari seluruh kelas atau seluruh siswa yang ada di sekolah. Meskipun dalam bentuk kecil, pergelaran ini memerlukan persiapan dan perencanaan (program) yang baik sehingga dapat berhasil dengan memuaskan. Untuk dapat bekerja dengan baik, dalam melakukan kegiatan pergelaran musik kelas ini, perlu diadakan pengorganisasian atau kepanitiaan.

a. KepanitiaanKepanitiaan yang dibentuk sifatnya sementara atau temporer, artinya organisasi yang dibentuk saat diperlukan dan sesuai kebutuhan. Apabila telah selesai dilaksanakan, panitia itu dibubarkan. Struktur atau susunan panitia pergelaran musik kelas ini dibuat sederhana atau simpel saja, bahkan secara otomatis dapat pula dikaitkan dengan struktur organisasi kelas. Misalnya seperti format berikut ini.

Untuk mengisi seksi-seksi, dapat dipilih siswa yang sesuai dengan kecakapan dan tanggung jawab masing-masing. Format susunan panitia tersebut tidak mutlak seperti di atas, akan lebih baik apabila diadakan rapat kelas dengan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan yang merupakan latihan dalam pelaksanaan demokrasi. Setelah terbentuk kepanitiaan kelas, selanjutnya anggota terpilih dapat bekerja sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing dengan tidak meninggalkan koordinasi dan konsolidasi.

b. Merencanakan Jadwal PenampilanSupaya penyajian pergelaran dapat berjalan dengan baik, maka perlu disusun perencanaan dan jadwal penampilan atau susunan acara yang sesuai dengan tanggung jawab yang dibuat oleh ketua dan sekretaris. Perencanaan itu meliputi hal-hal sebagai berikut,1) Kapan pelaksanaan pergelaran diadakan (hari, tanggal, waktu, dan jam)2) Jenis musik yang akan ditampilkan. Misalnya, vokal (solo, duet, atau paduan suara, termasuk lagu-lagu yang ditampilkan) dan musik instrumen yang disajikan (ansambel, gitar, piano, atau musik tradisional).3) Kapan pelaksanaan dan waktu latihan musik diadakan serta di mana tempatnya.4) Berapa dana atau anggaran biaya yang digunakan (sumber dana dan penggunaannya).5) Bagaimana pengaturan bentuk dekorasi ruang dan tata panggung yang dikehendaki.6) Peralatan dan sarana prasarana yang diperlukan.7) Siapa saja personel yang terlibat dalam pementasan, seperti petugas pengatur acara atau protokol.atau presenter atau MC, penyanyi (vokalis), serta pemain atau pemegang alat musik.c. Susunan Acara atau Jadwal Kegiatan PenampilanSalah satu keberhasilan pentas seni atau pergelaran seni ditentukan oleh susunan acara. Susunan acara yang baik dapat membuat penonton puas, tidak jenuh, dan dapat mementaskan seluruh materi yang disajikan. Dalam hal ini, kuncinya adalah pengaturan waktu yang baik (tepat waktu) dan penampilan yang menarik (pemain siap dan menguasai materi). Contoh susunan acara adalah seperti berikut, yang dapat diubah dan dikembangkan sesuai situasi, kebutuhan, dan kondisi kelas masing-masing.

Susunan Acara (Jadwal Penampilan)Pergelaran Musik Sekolah......................Hari.........tanggal...............tahun.......

d. Peralatan dalam Pergelaran MusikPeranan peralatan dalam pergelaran sangat penting. Selain itu, diperlukan kerja sama yang baik antara kru yang memasang peralatan dan kelompok musik yang akan berpentas agar dapat tampil di panggung sebaik mungkin. Pengecekan peralatan sebelum pergelaran dimulai sangat mutlak diperlukan. Efek teknologi suara (sound system) akan mendorong kekuatan suara menjadi lebih besar terhadap penampilan sebuah grup musik. Apabila terjadi kegagalan dalam pengaturan sistem peralatan, maka hal itu dapat menyebabkan gagalnya pergelaran.

B. Mempersiapkan Diri sebagai Penampil dalam Pergeiaran MusikDalam suatu pergelaran, kita tentu tidak ingin tampil seadanya. Kita tentu ingin menampilkan yang terbaik sekaligus menyenangkan para pengunjung atau penonton. Untuk itu, sudah seharusnya kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya. Salah satu usaha mempersiapkan diri adalah dengan berlatih tekun dan memperbaiki penampilan kita dari hari ke hari. Kita perlu berlatih memainkan lagu-lagu yang akan kita pentaskan. Demikian juga terhadap permainan musik yang akan kita pentaskan. Mungkin kalian telah memiliki cukup banyak karya musik berupa lagu hasil kreasi sendiri, baik secara perorangan maupun kelompok. Semuanya tentu ingin ditampilkan dalam pergelaran musik nantinya. Namun, kita perlu mempertimbangkan berapa lama pergelaran itu akan berlangsung. Bila cukup waktu, kita bisa mementaskan semua hasil karya kita. Bila tidak cukup, kita tentu terpaksa harus menentukan karya mana saja yang bisa ditampilkan dan mana saja yang tidak bisa ditampilkan. Untuk itu, kita perlu berdiskusi bersama. Sebaiknya kita membentuk sebuah tim penilai yang independen. Tim ini bisa terdiri dari guru dan anggota kelas lain yang menurut kita cukup netral. Tim ini akan bertugas melakukan pemilihan terhadap karya-karya yang nantinya akan ditampilkan. Setelah dilakukan pemilihan, hal-hal yang perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.1. Menentukan penyanyi. Kita perlu memilih siswa atau kelompok siswa yang akan membawakan lagu-lagu tersebut. Hal ini bisa kita capai dengan berdiskusi bersama. Kesepakatan hendaknya didasarkan atas penilaian yang objektif terhadap kemampuan setiap siswa, baik teknik vokal maupun pembawaan lagu terhadap siswa atau kelompok siswa yang terpilih. Diperlukan upaya berupa latihan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan. Untuk itu, kita bisa meminta bantuan guru seni musik.2. Menentukan iringan. Kita perlu menentukan apakah lagu-lagu tersebut perlu diiringi dengan permainan musik atau tidak. Bila perlu, kita harus memilih siswa-siswa yang akan memainkan musik pengiring tersebut beserta alat-alat musiknya. Untuk itu pula, perlu ada koordinasi antar pemain musik untuk mengaransemen iringan lagu tersebut. Kita bisa meminta guru musik untuk membimbing kegiatan ini. 3. Menentukan jadwal latihan. Kita perlu menentukan jadwal latihan yang tepat, yang tentunya tidak mengganggu aktivitas sekolah maupun aktivitas pribadi setiap siswa. Dalam hal ini, perlu kedisiplinan tiap siswa untuk menaati jadwal latihan yang telah disepakati bersama.4. Mempersiapkan kostum. Kita perlu mempersiapkan kostum yang cocok sesuai dengan situasi pergelaran dan kondisi siswa. Sebagai contoh, kostum untuk pergelaran malam hari tentu akan berbeda dengan kostum yang diperuntukkan bagi pergelaran di siang hari. Demikian juga, dengan pertimbangan kondisi siswa.Pastikan bahwa busana yang nantinya dipakai tidak akan mengganggu pergerakan peserta di atas panggung. Busana yang terlalu ketat atau kebesaran akan mengganggu kenyamanan gerakan.

C. Kebutuhan dalam Pergelaran MusikPelaksanaan pergelaran atau penampilan karya seni musik dilakukan setelah segala persiapan, latihan dirasa cukup, serta sudah sesuai dengan program atau perencanaan yang telah dibuat. Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pergeiaran seni musik di sekolah antara lain sebagai berikut,1. Susunan panitia dengan pembagian tugas dan tanggung jawabnya. Koordinasi dan kerja sama yang baik merupakan faktor keberhasilan dalam pentas.2. Program kerja atau perencanaan kegiatan dari awal hingga selesai.3. Latihan secara teratur (vokal dan instrumental) dan diatur dalam jadwal.4. Teks lagu (partitur), kaset atau VCD yang diperlukan serta peralatan musik yang dapat digunakan untuk latihan dan pentas (pergelaran).5. Inventarisasi para pemain beserta tugas yang ditampilkan. Misalnya siapa yang bertugas dalam penampilan menyanyi (vokal) tunggal, duet, atau paduan suara, dan pemegang alat musik melodis atau ritmis disertai dengan lagu atau karya musik yang dibawakan. 6. Dana atau anggaran keuangan untuk mencukupi kebutuhan saat latihan dan pentas, seperti konsumsi, untuk tata rias atau tata busana, sound system, kebutuhan sekretariat, serta untuk bahan pembuat dekorasi atau pengaturan ruang.Masih banyak kebutuhan lain yang harus dicukupi agar pergelaran berhasil. Segala kebutuhan ini akan terasa ringan bila kita laksanakan secara kebersamaan, gotong-royong, serta rela berkorban demi orang banyak.

D. Menata Ruangan untuk Pergelaran MusikDesain panggung harus mampu memberikan efek-efek khusus yang membuat pergelaran menjadi lebih menarik. Sebuah komposisi dan permainan tata lampu yang spektakuler akan membuat pertunjukan menjadi lebih atraktif serta memberikan daya tarik bagi pemusik dan penonton. Dengan demikian, mereka benar-benar menikmati musik yang sedang dipentaskan.Penataan ruangan atau dekorasi untuk pergelaran musik di kelas tidak terlalu berat dan dapat dibuat secara sederhana. Apalagi kalau waktu yang digunakan adalah pagi hingga siang hari yang tidak memerlukan kelengkapan lampu atau tata lampu. Bentuk panggung untuk pergelaran di kelas (dalam ruangan) antara lain dapat diatur dengan cara sebagai berikut,1. Menggunakan kursi (tempat duduk) atau dengan lesehan duduk di bawah dengan menggelar karpet atau tikar yang dapat lebih leluasa (longgar), dengan risiko mengeluarkan meja kursi keluar ruangan.2. Pengaturan panggung dapat berbentuk arena, central, dan frontal.

E. Teknik Permainan MusikSebuah pergelaran seni musik adalah sebuah aksi panggung. Penguasaan teknik permainan mutlak diperlukan dalam penampilan tersebut. Kekompakan dalam mengorganisasi penampilan secara profesional akan memberikan sugesti kekuatan yang besar dalam penampilan. Tanggung jawab masing-masing personil dan kerapian serta kerja sama juga akan memberikan dorongan psikologis yang kuat pada emosi kelompok sehingga diharapkan akan terjadi transfer of feeling (pemindahan perasaan) seperti yang kita inginkan. Di saat inilah, dilakukan sebuah pertaruhan kepribadian mengenai corak dan jenis musik yang dipergelarkan. Berhasil atau tidaknya dalam komunikasi ini sangat tergantung pada kelompok tersebut dalam menghadapi penonton.

F. Teknik Permainan Musik VokalUntuk dapat mementaskan musik vokal (bernyanyi), seorang penyanyi perlu pengetahuan dan teknik vokal serta latihan vokal secara teratur.1. Vokal adalah musik yang dibunyikan dengan suara manusia (mulut).2. Jenis-jenis vokal antara lain:a. Solo, bernyanyi tunggal.b. Duet, bernyanyi dua orang.c. Trio, bernyanyi tiga orang.d. Kuartet, bernyanyi empat orang.e. Kuintet, bernyanyi lima orangf. Sekstet, bernyanyi enam orangg. Septet, bernyanyi tujuh orang.h. Oktet, bernyanyi delapan orang. Bernyanyi lebih dari 8 orang disebut koor atau paduan suara.3. Vokalis atau penyanyi yang baik harus memerhatikan pernapasan, pendengaran, pembentukan suara, lafal atau ucapan, pembawaan lagu, sikap dalam bernyanyi, dan kondisi tubuh yang prima. Dasar latihan vokal berusaha menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Latihan vokal bertujuan untuk memelihara dan menyempurnakan sambungan huruf hidup dengan segala seluk-beluknya supaya menjadi bulat, bersih, merdu, dan indah.Bunyi vokal adalah bunyi ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru tidak mendapat rintangan (A, I, U, E, O).Perbedaan keadaan jasmani manusia menjadikan suara-suara yang dihasilkan berbeda pula. Hal ini disebabkanoleh,a. Dinamika lagu (keras-lembut dan naik-turunnya nada-nada).b. Tempo dan lagunya (banyaknya ketukan dalam tiap biramanya).c. Pembawaan (mimik muka dan gerak yang sesuai dengan tema lagu).d. Paduan suara (koor) dapat dibawakan oleh anak-anak, pria, dan wanita dewasa atau campuran (pria dan wanita).Susunan suara yang baik dalam paduan suara adalah: Sopran Alto Tenor Bass (SATB) dengan komposisi:a. 3 suara sopranb. 2 suara altoc. 3 suara tenord. 3 suara bass

Komposisi (susunan) kelompok paduan suara yang ideal adalah, a. Wanita: suara I (sopran)b. Pria: suara I (tenor)suara II (mezzosopran) suara II (bariton)suara III (alto) suara III (bass)

G. Gaya Vokal dalam Pergelaran Musik

1. Gaya Vokal Menurut Irama DangdutGaya vokal dalam sajian dangdut sangat bebas, menuruti irama kendang dengan vibrasi sesuai ciri khas dangdut, yaitu Melayu atau India. Orkes Melayu dengan gaya Hindustan yang mengikutsertakan suara tabla (gendang India) dengan cara dibunyikan tertentu hingga tesdengar suara 'dangduut'. Orkes Melayu gaya baru berbeda dengan Orkes Melayu asli dari pantai timur Sumatra (Deli, Riau) dan Malaysia. Pengganti tabla adalah bongo atau kendang tradisional. Genre dangdut nampaknya berhubungan erat dengan irama Melayu. Namun, secara spesifik istilah dangdut diciptakan oleh seorang penyanyi, gitaris, dan kritikus, yaitu Billy Chung (Billy Silabumi dari Bandung yang melihat corak alat perkusi tabla India, terutama dalam lagu Ellya Khadam. Secara melodis, ciri khas dangdut adalah suatu campuran antara laras diatonis dan pentatonis yang dikaitkan dengan kerangka harmoni tonal sederhana. Lagu-lagu dangdut misalnya Terlena (Ikke Nurjanah), Wakuncar (Reynold Panggabean), dan lagu dangdut lain yang tidak terhitung jumlahnya.

2. Irama JazzPenyanyi yang mendalami musik jazz sudah akrab dengan berbagai improvisasi karena improvisas menjadi ciri khas musik jazz. Perubahan-perubahan aksen juga harus dikuasai karena keindahan irama jazz ada pada aksen ini. Ragam irama musik ini mulai dikenal sekitar tahun 1914 sebagai jenis musik populer di Amerika yang berasal dari kalangan kaum Negro di New Orleans. Karakter musik jazz penuh perubahan aksen (sinkop) dan kelebihannya untuk berimprovisasi. Jazz gaya lama termasuk old jazz adalah swing, foxtrot, sedangkan jazz modern seperti boogie-woogie. Jazz rock merupakan ragam irama musik pop yang berakar pada rock 'n roll dengan kemudahan-kemudahan sentuhan atas simbal dengan menghilangkan kombinasi pecahan nilai nada. Ciri rock terdapat pada hentakan bas drum. Jenis jazz waltz, berirama 3 dengan kombinasi sentuhan gaya rock. Sebagai contoh lagu jazz adalah Putri (Baskara Band), dan Pastel Sea (Casiopea).

3. Irama RockCiri gaya dalam musik rock adalah sesuai dengan artinya, yaitu keras seperti batu cadas. Suara yang melengking tinggi dan menghentak-hentak menjadi ciri khas musik yang mempunyai rocker seperti Nicky Astrea, Ahmad Albar, dan sebagainya. Rock adalah corak musik hiburan yang kemudian menjadi serius tahun 1950, berangkat dari pola Boogie-woogie. Penemunya adalah Fats Domino. Vibrasi Nampak jika penyanyi sedang menyanyikan nada-nada bawah, pada nada-nada tinggi akan kelihatan kepiawaian seorang penyanyi rock. Jenis musiknya juga berkarakter. Band rock di Indonesia seperti God Bless, Boomerang, dan hamper seluruh band rock menggunakan nama "berbau" keras. Jenis lagu populer sebagai pengembangan rock 'n roll, berasal dari Amerika Serikat dan berkembang di dunia Barat sekitar tahun 1950. Basis rock adalah pada solo vocal dengan iringan gitar. Musik rock berkembang dengan ragam peralatan alat musik yang bervariasi sebagai kombo-band. Musik rock sebenarnya masuk dalam kategori pop, sehingga dikenal dengan pop-rock. Lagu yang mempunyai irama rock misalnya Cinta di Kota Tua (Nicky Astrea), Final Countdown (Europe), Tom Sawyer (Rush), dan sebagainya.

4. Irama Rock 'n RollGaya vokal rock 'n roll hampir sama dengan gaya dalam musik rock, karena musik rock merupakan ' pengembangan dari rock 'n roll yang berasal dari Amerika Serikat. Sebagai musik yang diharapkan memberikan gerak yang berkaitan dengan dansa, ciri dan gaya musik rock 'n roll pembawaan lagunya disertai dengan gerakan-gerakan badan, mulai dari meliuk-liuk hingga ke lompatan-lompatan atraktif.Gerak pentas rock' n roll biasanya merangsang penonton turut bergerak dengan berjingkrak-jingkrak. Rock 'n roll dapat diartikan rock and roll, namun ada yang menerjemahkan sebagai rock 'n roll. Genre musik ini biasa untuk mengiringi tarian bebas maupun tari modern. Penyanyi rock 'n roll seperti Elvis Presley dengan lagunya Hound Dog, Rock and Roll Music (D'Loyd), Rock Around The Clock.

5. Irama LatinRagam irama latin seperti samba, chacha, beguin, mambo, rumba, calypso, dan irama latin lainnya berasal d

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended