Home >Documents >Kliping Seni Budaya

Kliping Seni Budaya

Date post:26-Dec-2015
Category:
View:69 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Kliping atau Makalah Seni Budaya.
Transcript:

KLIPING SENI LUKISUNTUK MEMENUHI TUGAS PELAJARAN SENI BUDAYA YANG DIAJAR OLEH:AGUS SUMARSONO, S.PD.

Disusun oleh:1. Rayhan Miftahul Ramadhani H.(IX-A/10)2. Haniefatul Azzizah(IX-A/18)

SMP NEGERI 1 SINGOSARIJalan Raya Singosari, Malang 65153/No. Telp (0341) 458059,fax 459959 Website: www.smpn1-sgs.sch.idemail: smpn1_singosari@yahoo.comDesember 2014KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena rahmat nikmat Allah serta hidayah-Nya sehingga Kliping Seni Budaya ini dapat terselesaikan.Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang berhasil merubah corak hidup jahiliyah pada tatanan kehidupan bernafaskan islam yang risalahnya sebagai suri tauladan bagi umat manusia.Dalam penulisan kliping kali ini penulis menguraikan tentang Macam-MacamSeni Lukis dan Aliran Seni Lukis. Penyusun juga mendapatkan bantuan, dorongan, dan motifasi dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan kali ini penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:1. Bapak Drs. Achmad Muzakin,M.Ag selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Singosari.2. Bapak Agus Sumarsono,S.Pd selaku guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Singosari.3. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan kliping ini.

Penyusun sangat menyadari bahwa kliping ini jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan waktu, pengalaman, serta pengetahuan. Untuk itu penyusun berterima kasih atas semua saran dan kritiknya yang ada demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya, penyusun berharap semoga kliping ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta memperluas pengetahuan bagi penyusun dan para pembaca umumnya.

Malang, Desember 2014

PenyusuniiiDAFTAR ISIHALAMAN JUDULiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiii

BAB I :PENDAHULUANvA. Latar BelakangvB. Rumusan Masalahv

BAB II : ISIA. Aliran Seni Lukisa. Aliran Naturalisme1b. Aliran Realisme2c. Aliran Romantisme3d. Aliran Surealisme4e. Aliran Abstrak5f. Aliran Kubisme6g. Aliran Impresionisme7h. Aliran Ekspresionisme8i. Aliran Fauvisme9j. Aliran Dadaisme10k. Aliran Neo-Klasikisme11l. Aliran Kalsikisme12

BAB III : PENUTUPA. SimpulanviiB. Lembar Konsultasiviiiiii

LEMBAR PENGESAHANDAFTAR PUSTAKAiv

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBudaya adalah suatu ciri hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh suatu kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsure yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, dan bahasa. Salah satu contonya yaitu seni lukis.

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, senilukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendaptakan kesan tertentu.

Seni lukis di Indonesia memmiliki macam-macam seni lukis yang dapat dibedakan menjadi lukisan cat minyak, cat air, pastel, arang, fresco, al secco, tempera, azalejo, kolase, kaca, dan batik dan juga berbagai aliran.

B. Rumusan MasalahRumusan masalah dalamlaporan ini berkaitan dengan isi laporan, berikut rumusannya:1. Aliran Lukisana. Aliran NaturalismeSekilas info dan gambarb. Aliran RealismeSekilas info dan gambarc. Aliran RomantismeSekilas info dan gambard. Aliran SurealismeSekilas info dan gambare. Aliran AbstrakSekilas info dan gambarf. Aliran KubismeSekilas info dan gambarg. Aliran ImpresionismeSekilas info dan gambarh. Aliran EkspresionismeSekilas info dan gambar

v

i. Aliran FauvismeSekilas info dan gambarj. Aliran DadaismeSekilas info dan gambark. Aliran Neo-KlasikismeSekilas info dan gambarl. Aliran KalsikismeSekilas info dan gambar

A. viB. NATURALISME Karya seni lukis (seni rupa) dimana seniman berusaha melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Supaya lukisan yang dibuat benar benar mirip atau persis dengan nyata, maka susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat-tepatnya.

1C. REALISMEKata real yang berarti nyata dan isme berarti aliran/gaya. Relisme adalah corak seni rupa yang menggmabrakn kenyataan yang bena-benar ada. Aliran realism, tidak jauh berbeda dengan aliran naturalism yaitu sama-sama menggambarkan objeknya sesuai keadaan apa adanya. Nmun perbedaan dengan aliran realism adalah seniman realism mengambil objek dari kehidupan seharihari yang benar-benra real tanpa ilusi.

D. ROMANTISMERomantisme merupakan corak dalam seni upa yang berusaha menampilkan unsure fantasi, irasional, indah, dan absurd. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedi yang dramatis. Cara pelukis menggambarkan objeknya bisa jadi sedikit menyimpang dari kenyataan. Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini adalah Raden Saleh23

E. SUREALISMESurealisme merupakan seni dan penulisan yang paling banyak dikenal. Karya ini memiliki unsure kejutan. Surealisme berasala dari kata sur yang berarti melebih-lebihkan dan real yang berarti nyata. Surealisme adalah aliran seni yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan.Pelopor Surealisme adalah Salvador Dali dan Joan Miro. Sedangkan di Indonesia: Subidjo, Sudiarjo dan Amang Rahman.4F. ABSTRAKSIONISMESuatu aliran yang mempunyai bentuk yang sukar dikenali, bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam hanya berupa garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam, gaya seni ini adalah ekstrim.Tokoh aliran ini adalah Paul Klee, Piet Mondrian, Wansili Kansdiky, Jackson Pollock, Amyr Yahya, Fajar Sidik, But Mohtar, dll.

5G. IMPRESSIONISMEImpresionisme berasal dari kata Impression yang berarti kesan sesaat. Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu objek yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan s\dengan cepat karena perputaran matahari dai timur ke barat. Karena itulah dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan tidak mendetail.Tokoh aliran ini: Claude Monet, Aguste Renoir, Casmile Pissaro, Adward Degas, Mary Casat, dan Paul Cesanne.

H. KUBISMEAliran ini menggambarkan alam menjadi bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak. Pada corak/aliran ini bukanlah peniruan alam melainkan penempatan bentuk-bentuk geometris dari seniman kepada alam.Pelopor Kubisme: Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes, Fernand Leger, Robert Delaunay.67

I. EKSPRESIONISMEAliran yang tidak didasarkan kesan suatu objek etapi semata-mata sebagai hasil pengolahan atau ungkapan isi hati seniman. Tokoh: Affandi (Indonesia), Dan Vincent Van Gogh (Belanda)

8J. FAUVISMEFauvisme merupaka nama yang dijuluki kepada sekeklompok pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Cirri khas seni lukisannya ialah warna-warna yang liar. Des fauves dalam bahasa Prancis artiny binatangliar. Karena keliaran dari warna-warna itulah oleh kritikus Prancis bernama Louis Vauxelles dilontarkan dengan nama Fauvisme.Tokoh-tokoh aliran Fauvisme: Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurce de Vlamink, Rauol Dufi dan Kess van Dongen. 9K. DADAISMEAliran dalam seni rupa dan sastra yang berusaha menolak adanya hubungan logis antara pikiran dan ekspresi. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopi lukisan monalisa lalu beri kumis, tempat kencing diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan rongsokan barang-barang bekas.Tokoh-tokoh aliran ini: Juan Gross, Max Ernest, Hans Arp, Marcel Duchamp dan Picabia.10L. NEO-KLASIKISMEAliran ini dilandasi dan dipengaruhi oleh seni klasik yunani dengan menganut prinsip keseimbangan, keserasian, idealism, dan homosentris. Tokoh-tokoh aliran ini: Angelica Kauffman, Thomas Jefferson, dan Louis David.

M. KLASIKISMEAliran ini silandasi oleh sifat modern ibanding dengan neo-klasikisme. Tokoh-tokoh aliran ini: Girodet, Raphael, Leonardo da Vinci, Michelangelo.1112BAB IIIKESIMPULANLukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan berbagai warna, dengan kedalaman warna "pigmen" dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas, atau dinding. Ini dilakukan oleh seorang pelukis; dengan kedalaman warna dan cita rasa pelukis, definisi ini digunakan terutama jika ia merupakan pencipta suatu karya lukisan.Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

LEMBAR KONSULTASI

viiviii

Embed Size (px)
Recommended