Home >Documents >KK Ikm Super New

KK Ikm Super New

Date post:05-Mar-2016
Category:
View:9 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
kk
Transcript:
  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    1/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    BAB I

    PENDAHULUAN

    I.1. LATAR BELAKANG

    Dokter keluarga adalah dokter yang memberikan pelayanan kesehatan

    berorientasi komunitas dengan titik berat pada keluarga. Ia tidak hanya memandang

    penderita sebagai indi#idu yang sakit tapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak

    hanya menanti seara pasi) melainkan akti) mengunjungi penderita atau keluarganya

    *+-ar +, &/0.

    Pelayanan dokter keluarga melibatkan dokter keluarga sebagai penyaring di

    tingkat primer dan sebagai bagian suatu jaringan pelayanan kesehatan terpadu yang

    melibatkan dokter spesialis di tingkat pelayanan kesehatan sekunder dan rumah sakit

    rujukan sebagai tempat pelayanan ra-at inap. Pelayanan ini diselenggarakan

    komprehensi), kontinu, integrati), holistik, koordinati) dengan mengutamakan

    penegahan, menimbang peran keluarga dan lingkungannya serta pekerjaannya.

    Pelayanan diberikan kepada pasien tanpa memilah jenis kelamin, usia, serta )aktor

    lainnya *+-ar +, &/0.

    Diabetes melitus tipe II merupakan penyebab utama kematian dan keaatan di

    dunia. 1eara global diperkirakan bah-a 2,34 penduduk dunia usia $%5/ tahun yaitu

    sekitar 32$ juta orang menderita diabetes *Martiner, $%&30. Global status report on

    NCD World Health Organization *W670 tahun $%&% melaporkan bah-a 8%4

    penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena penyakit tidak menular.

    Diabetes mellitus menduduki peringat ke58 sebagai penyebab kematian. 1ekitar &,3

    juta orang meninggal akibat diabetes dan 9 persen meninggal sebelum usia /% tahun.

    Pada tahun $%3% diperkirakan diabetes mellitus menepati urutan ke5/ penyebab

    kematian dunia *Depkes, $%&30. Data tahun $%&& menunjukkan 8%4 penderita

    Diabetes Mellitus tipe II terdapat di +sia dan merupakan penyebab &.298 kematian

    pada tahun $%%. *6u :", $%&&0

    W67 memprediksi Indonesia akan memiliki jumlah penyandang Diabetes

    Mellitus tipe II sebanyak $&,3 juta pada tahun $%3% *Depkes, $%%0. Pre#alensi

    diabetes di Indonesia berdasarkan -a-anara yang terdiagnosis dokter sebesar &,'

    persen. DM terdiagnosis dokter atau gejala sebesar $,& persen. Pre#alensi diabetes

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan MasyarakatFakultas Kedokteran Universitas TarumanagaraPeriode 27 April 201 ! 20 "uni 201 1

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    2/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    yang terdiagnosis dokter tertinggi terdapat di ;ogyakarta *$,840, DKI !akarta *$,'40,

    1ula-esi Utara *$,940 dan Kalimantan Timur *$,340. Pre#alensi diabetes yang

    terdiagnosis dokter atau gejala, tertinggi terdapat di 1ula-esi Tengah *3,/40, 1ula-esi

    Utara *3,840, 1ula-esi 1elatan *3,940 dan

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan MasyarakatFakultas Kedokteran Universitas TarumanagaraPeriode 27 April 201 ! 20 "uni 201 2

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    3/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    I.3. TUJUAN

    I.3.1. T!an U""

    Terkendalinya kadar gula darah Tn. D

    I.3.2. T!an Khss

    &. Diketahuinya )aktor resiko yang menyebabkan Diabetes Mellitus pada Tn. D

    $. Diketahuinya )aktor internal dan eksternal yang menyebabkan kadar gula darah

    Tn.D tidak terkendali.

    3. Diketahuinya alternati) jalan keluar untuk mengatasi masalah kesehatan yang

    dialami oleh Tn. D.

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan MasyarakatFakultas Kedokteran Universitas TarumanagaraPeriode 27 April 201 ! 20 "uni 201 #

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    4/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    II. DIABETES MELLITUS TIPE II

    II.1. De#$n$s$

    +meria Diabetes +ssiiation *+D+0 tahun $%&% mengemukakan bah-a diabetes

    mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia

    yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua5duanya.

    II.2. E%$&e"$'l'($

    Indonesia kini telah menduduki rangking keempat jumlah penyandang diabetes

    terbanyak setelah +merika 1erikat, ?hina dan India. "erdasarkan data dari "adan Pusat

    1tatistik *"P10 jumlah penyadang diabetes pada tahun $%%3 sebanyak &3,/ juta orang dan

    berdasarkan pola pertambahan penduduk diperkirakan pada $%3% akan ada $%,& juta

    penyandang diabetes dengan tingkat pre#alensi &9,/ 4 untuk daerah Urban dan /,$ 4 di

    =ural. 1ementara itu, 7rganisasi Kesehatan Dunia *W670 memprediksi kenaikan jumlah

    penyandang diabetes mellitus di Indonesia dari 2,9 juta pada tahun $%%% menjadi sekitar $&,3

    juta pada tahun $%3%. 1edangkan "adan :ederasi Diabetes Internasional *ID:0 pada tahun

    $%% memperkirakan kenaikan jumlah penyandang diabetes mellitus dari /,% juta tahun $%%

    menjadi &$,% juta pada tahun $%3%. *Pusat data dan informasi PERSI, &8

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    5/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    @ndokrinopati

    Karena obat atau at kimia

    In)eksi

    1ebab imunologi yang jarang 1indrom genetik lain yang berkaitan dengan diabetes

    mellitus

    Diabetes mellitus

    gestasional

    *P@=K@

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    6/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    Umur. =isiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan

    meningkatnya usia. Usia C9' tahun harus dilakukan pemeriksaan untuk

    diabetes mellitus.

    =i-ayat melahirkan bayi dengan ""C9%%%g atau ri-ayat pernah menderita

    diabetes melitus gestasional.

    =i-ayat lahir dengan berat badan rendah, kurang dari $,'kg. "ayi yang lahir

    dengan ri-ayat "" rendah.

    $. :aktor risiko yang dapat dimodi)ikasi

    "erat badan lebih *IMTC$3 kgm$0.

    Kurang akti#itas )isik.

    6ipertensi *&9%%0.

    Dislipidemia *6DL E 3'mgdL dan atau trigliserida C $'%mgdL0.

    Diet tidak sehat. Diet dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan

    risiko penderita prediabetesintoleransi glukosa dan diabetes melitus tipe $.

    *Perkeni, $%&& A 92590

    II.. D$a(n's$s

    Diagnosis diabetes melitus ditegakkan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah.

    Kriteria diagnosis diabetes melitus A

    &. !ika keluhan klasik *poli)agi, polidipsi, poliuri, penurunan berat badan yang tidakdapat dijelaskan0 ditemukan maka pemeriksaan glukosa darah se-aktu C$%%mgdL

    sudah ukup untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus.

    $. Pemeriksaan glukosa plasma puasa C&$8mgdL dengan adanya keluhan klasik.

    3. Tes toleransi glukosa oral *TTB70. Meskipun TTB7 dengan beban /'g glukosa lebih

    sensiti) dan spesi)ik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa, namun

    pemeriksaan ini memiliki kelemahan tersendiri. TTB7 sulit untuk dilakukan

    berulang5ulang dalam praktek jarang dilakukan karena butuh persiapan khusus.

    *P@=K@

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    7/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    +lgoritma &. Langkah5langkah diagnostik DM

    dan gangguan toleransi

    glukosa * P@=K@

  • 7/21/2019 KK Ikm Super New

    8/70

    Laporan Kunjungan Kasus Diabetes Mellitus Tipe II Tidak Terkendali, Pada Tn. D Dengan PendekatanKedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, KeamatanKembangan, Kota !akarta "arat, Pro#insi DKI !akarta. Periode $ Mei $%&'(& !uni $%&'

    Bambar 3. Komplikasi diabetes mellitus *=obbins, $%%20

    II.0. Penatala)sanaan

    Tujuan penatalaksanaan seara umum adalah meningkatkan kualitas hidup

    penyandang diabetes.

    II.0.1 T!an %enatala)sanaan

    !angka pendek A menghilangkan keluhan dan tanda diabetes melitus,

    mempertahankan rasa nyaman, dan menapai target pengendalian glukosa

    darah. !angka panjang A menegah dan menghambat progresi#itas penyulit

    mikroangiopati, makroangiopati dan neuropati.

    Tujuan

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended