Kirim Nyeri

Date post:21-Feb-2018
Category:
View:219 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/24/2019 Kirim Nyeri

    1/20

    KONSEP NYERI

    Nyeri adalah bentuk pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan

    berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan atau suatu keadaan yang menunjukkan

    kerusakan jaringan. Nyeri menggambarkan suatu fungsi biologis. Ini menandakan adanya

    kerusakan atau penyakit di dalam tubuh.

    Berdasarkan batasan tersebut di atas, terdapat dua asumsi perihal nyeri, yaitu :

    Pertama, bahwa persepsi nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan,

    berkaitan dengan pengalaman emosional menyusul adanya kerusakan jaringan yang nyata

    (pain with nociception). eadaan nyeri seperti ini disebut sebagai nyeri akut.

    edua, bahwa perasaan yang sama dapat juga terjadi tanpa disertai dengan kerusakan

    jaringan yang nyata (pain without nociception). eadaan nyeri seperti ini disebut sebagai

    nyeri kronis.

    Nyeri, selain menimbulkan penderitaan, juga berfungsi sebagai mekanisme proteksi,

    defensif dan penunjang diagnostik. !ebagai mekanisme proteksi, sensibel nyeri

    memungkinkan seseorang untuk bereaksi terhadap suatu trauma atau penyebab nyeri

    sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan jaringan tubuh. !ebagai mekanisme

    defensif, memungkinkan untuk immobilisasi organ tubuh yang mengalami inflamasi atau

    patah sehingga sensibel yang dirasakan akan mereda dan bisa memper"epat penyembuhan.

    FISIOLOGI NYERI

    #efinisi nyeri berdasarkan International $sso"iation for the !tudy of Pain (I$!P,%&'&) adalah pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan dimana berhubungan

    dengan kerusakan jaringan atau potensial terjadi kerusakan jaringan. !ebagaimana diketahui

    bahwa nyeri tidaklah selalu berhubungan dengan derajat kerusakan jaringan yang dijumpai.

    Namun nyeri bersifat indiidual yang dipengaruhi oleh genetik, latar belakang kultural, umur

    dan jenis kelamin.

    eseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri.

    *rgan tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah ujung syaraf bebas dalam kulit yang

    1

  • 7/24/2019 Kirim Nyeri

    2/20

    berespon hanya terhadap stimulus kuat yang se"ara potensial merusak. eseptor nyeri disebut

    juga nosire"eptor, se"ara anatomis reseptor nyeri (nosire"eptor) ada yang bermielien dan ada

    juga yang tidak bermielin dari syaraf perifer. Berdasarkan letaknya, nosireseptor dapat

    dikelompokkan dalam beberapa bagaian tubuh yaitu pada kulit (utaneus), somatik dalam

    (deep somati"), dan pada daerah iseral, karena letaknya yang berbeda+beda inilah, nyeri

    yang timbul juga memiliki sensasi yang berbeda. Nosire"eptor kutaneus berasal dari kulit dan

    sub kutan, nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan

    didefinisikan. eseptor jaringan kulit (kutaneus) terbagi dalam dua komponen yaitu :

    a. eseptor $ delta

    erupakan serabut komponen "epat (ke"epatan tranmisi -+/ m0det) yangmemungkinkan timbulnya nyeri tajam yang akan "epat hilang apabila penyebab nyeri

    dihilangkan

    b. !erabut 1

    erupakan serabut komponen lambat (ke"epatan tranmisi /,2 m0det) yang terdapat

    pada daerah yang lebih dalam, nyeri biasanya bersifat tumpul dan sulit dilokalisasi

    !truktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada

    tulang, pembuluh darah, syaraf, otot, dan jaringan penyangga lainnya. arena struktur

    reseptornya komplek, nyeri yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi.

    eseptor nyeri jenis ketiga adalah reseptor iseral, reseptor ini meliputi organ+organ

    iseral seperti jantung, hati, usus, ginjal dan sebagainya. Nyeri yang timbul pada reseptor ini

    biasanya tidak sensitif terhadap pemotongan organ, tetapi sangat sensitif terhadap penekanan,

    iskemia dan inflamasi.

    MEKANISME NYERI

    Nyeri merupakan suatu bentuk peringatan akan adanya bahaya kerusakan jaringan.

    Pengalaman sensoris pada nyeri akut disebabkan oleh stimulus noksius yang diperantarai

    oleh sistem sensorik nosiseptif. !istem ini berjalan mulai dari perifer melalui medulla

    spinalis, batang otak, thalamus dan korteks serebri. $pabila telah terjadi kerusakan jaringan,

    2

  • 7/24/2019 Kirim Nyeri

    3/20

    maka sistem nosiseptif akan bergeser fungsinya dari fungsi protektif menjadi fungsi yang

    membantu perbaikan jaringan yang rusak.

    1. Sensitisasi Perifer

    1idera atau inflamasi jaringan akan menyebabkan mun"ulnya perubahan lingkungan

    kimiawi pada akhir nosiseptor. !el yang rusak akan melepaskan komponen intraselulernya

    seperti adenosine trifosfat, ion 3, p4 menurun, sel inflamasi akan menghasilkan sitokin,

    chemokine dan growth factor. Beberapa komponen diatas akan langsung merangsang

    nosiseptor (nociceptor activators) dan komponen lainnya akan menyebabkan nosiseptor

    menjadi lebih hipersensitif terhadap rangsangan berikutnya (nociceptor sensitizers).

    omponen sensitisasi, misalnya prostaglandin 56 akan mereduksi ambang aktiasi

    nosiseptor dan meningkatkan kepekaan ujung saraf dengan "ara berikatan pada reseptor

    spesifik di nosiseptor. Berbagai komponen yang menyebabkan sensitisasi akan mun"ul se"ara

    bersamaan, penghambatan hanya pada salah satu substansi kimia tersebut tidak akan

    menghilangkan sensitisasi perifer. !ensitisasi perifer akan menurunkan ambang rangsang dan

    berperan dalam meningkatkan sensitifitas nyeri di tempat "edera atau inflamasi.

    2. Sensitisasi Sentral

    !ama halnya dengan sistem nosiseptor perifer, maka transmisi nosiseptordi sentral

    juga dapat mengalami sensitisasi. !ensitisasi sentral dan perifer bertanggung jawab terhadap

    mun"ulnya hipersensitiitas nyeri setelah "idera. !ensitisasi sentral memfasilitasi dan

    memperkuat transfer sipnatik dari nosiseptor ke neuron kornu dorsalis. Pada awalnya proses

    ini dipa"u oleh input nosiseptor ke medulla spinalis (activity dependent), kemudian terjadi

    perubahan molekuler neuron (transcription dependent).

    !ensitisasi sentral dan perifer merupakan "ontoh plastisitas sistem saraf, dimana

    terjadi perubahan fungsi sebagai respon perubahan input (kerusakan jaringan). #alam

    beberapa detik setelah kerusakan jaringan yang hebat akanterjadi aliran sensoris yang masif

    kedalam medulla spinalis, ini akan menyebabkan jaringan saraf didalam medulla spinalis

    menjadi hiperresponsif. eaksi ini akan menyebabkan mun"ulnya rangsangan nyeri akibat

    stimulus non noksius dan pada daerah yang jauh dari jaringan "edera juga akan menjadi lebih

    sensitif terhadap rangsangan nyeri.

    3

  • 7/24/2019 Kirim Nyeri

    4/20

    NOSISEPTOR (RESEPTOR NYERI)

    Nosiseptor adalah reseptor ujung saraf bebas yang ada di kulit, otot, persendian,

    iseral dan askular. Nosiseptor+nosiseptor ini bertanggung jawab terhadap kehadiran

    stimulus noksius yang berasal dari kimia, suhu (panas, dingin), atau perubahan mekanikal.

    Pada jaringan normal, nosiseptor tidak aktif sampai adanya stimulus yang memiliki energi

    yang "ukup untuk melampaui ambang batas stimulus (resting). Nosiseptor men"egah

    perambatan sinyal a"ak (skriningfungsi) ke !!P untuk interpretasi nyeri.

    !araf nosiseptor bersinap di dorsal horn dari spinal "ord dengan lokal interneuron dan

    saraf projeksi yang membawa informasi nosiseptif ke pusat yang lebih tinggi pada batang

    otak dan thalamus. Berbeda dengan reseptor sensorik lainnya, reseptor nyeri tidak bisa

    beradaptasi. egagalan reseptor nyeri beradaptasi adalah untuk proteksi karena hal tersebut

    bisa menyebabkan indiidu untuk tetap awas pada kerusakan jaringan yang berkelanjutan.

    !etelah kerusakan terjadi, nyeri biasanya minimal. ula datang nyeri pada jaringan karena

    iskemi akut berhubungan dengan ke"epatan metabolisme. !ebagai "ontoh, nyeri terjadi pada

    saat beraktifitas kerena iskemia otot skeletal pada %2 sampai 6/ detik tapi pada iskemia kulit

    bisa terjadai pada 6/ sampai / menit.

    7ipe nosiseptor spesifik bereaksi pada tipe stimulus yang berbeda. Nosiseptor 1

    tertentu dan nosiseptor $+delta bereaksi hanya pada stimulus panas atau dingin, dimana yang

    lainnya bereaksi pada stimulus yang banyak (kimia, panas, dingin). Beberapa reseptor $+beta

    mempunyai aktiitas nociceptor-like. !erat8serat sensorik mekanoreseptor bisa diikutkan

    untuk transmisi sinyal yang akan menginterpretasi nyeri ketika daerah sekitar terjadi

    inflamasi dan produk+produknya. $llodynia mekanikal (nyeri atau sensasi terbakar karena

    sentuhan ringan) dihasilkan mekanoreseptor $+beta.

    Nosiseptor iseral, tidak seperti nosiseptor kutaneus, tidak didesain hanya sebagai

    reseptor nyeri karena organ dalam jarang terpapar pada keadaan yangpotensial merusak.

    Banyak stimulus yang sifatnya merusak (memotong, membakar, kepitan) tidak menghasilkan

    nyeri bila dilakukan pada struktur iseralis. !elain itu inflamasi, iskemia, regangan

    4

  • 7/24/2019 Kirim Nyeri

    5/20

    mesenterik, dilatasi, atau spasme iseralis bisa menyebabkan spasme berat. !timulus ini

    biasanya dihubungkan dengan proses patologis, dan nyeri yang di"etuskan untuk

    mempertahankan fungsi.

    PERJALANAN NYERI (NOIEPTI!E PAT"#AY)

    Perjalanan nyeri termasuk suatu rangkaian proses neurofisiologis kompleks yang

    disebut sebagai nosiseptif (nociception) yang merefleksikan empat proses komponen yang

    nyata yaitu transduksi, transmisi, modulasi dan persepsi,dimana terjadinya stimuli yang kuat

    diperifer sampai dirasakannya nyeri di susunan saraf pusat ("orte9 "erebri).

    1. Pr$ses Trans%&'si

    Proses dimana stimulus noksius diubah ke impuls elektrikal pada ujung saraf. !uatu

Embed Size (px)
Recommended