Home > Documents > KETAHANAN TUMBUHAN

KETAHANAN TUMBUHAN

Date post: 28-Dec-2015
Category:
Author: ainis-nurlaila
View: 95 times
Download: 3 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 27 /27
KETAHANAN TUMBUHAN
Transcript
  • KETAHANAN TUMBUHAN

  • Respon kultivar kultivar / varietas tumbuhan terhadap serangan patogen bervariasi :

    Sangat rentan sangat tahan

    relatif (tanpa batas yang tajam)

    bervariasi - pengaruh lingkungan - ras patogen

  • Imunitas / kekebalanSama sekali bebas patogen yang menyerang kultivar lain dari jenis yang sama jarang ditemui

    Tanaman tahan :Tahan terhadap infeksi patogenTerinfeksi patogen, dapat membatasi aktivitas patogen sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian yang besar.

  • BENTUK BENTUK KETAHANAN

    Ketahanan mekanis pasif / aktif2. Ketahanan kimiawi

    3. Ketahanan fungsional

  • Ketahanan pasif / statis Pembawa sifat ketahanan sudah terdapat sebelum infeksi terjadi

    1. Ketahanan Mekanis a. Ketahanan mekanis pasiftumbuhan mempunyai struktur morfologi sehingga sulit diinfeksi patogen Lap. Epidermis dengan kutikula tebal Mempunyai lapisan lilin- permukaan daun kering setelah hujan, mencegahperkecambahan spora jamur- bakteri, zoospora, nematoda tidak dapat berenang ke tempat infeksi Jumlah Stomata sedikit atau lubang sempit

  • b. Ketahanan mekanis aktif Terjadi setelah tumbuhan diinvasi patogen Merupakan hasil interaksi sistem genetik inang dengan patogen Reaksi ketahanan bersifat histologis

    Pembentukan lapisan sel yang membatasi bagian tumbuhan terinfeksi misal: - Lapisan gabus - Sel-sel terisi gom - Sel-sel absisi - Tilosis

  • b1. Lap. Gabus (cork layer) Infeksi jamur, bakteri, virus, dan nematoda

    - Terbentuk lapisan penyembuh bergabus-Melokalisir patogen dalam jaringan terinfeksi

  • Contoh : Penyakit kudis ubi jalar Elsinoe batatas Busuk kering umbi kentang Rhizoctonia

    Fungsi :Menghambat serangan patogen Menghambat penyebaran zat beracun patogenMenghentikan aliran hara air dari bagian sehat ke bagian terinfeksiMemisahkan patogen dari tempat hidupnya

  • b2. Pembentukan getah/ blendok (gums) Terbentuk dalam sel-sel jaringan pada / sekitar bagian yang terinfeksi Terdiri dari pentosan, bereaksi mirip pektin (membran yang berkayu terlarut) Bereaksi mirip lignin Cepat terdeposit pada ruang antar sel & dalam sel di sekeliling lokasi infeksi sulit di penetrasi Penyakit blas padi Pyricularia oryzae Penyakit bercak coklat padi Drechlera Oryzae

  • b3. Pembentukan lapisan absisi (abscission layers) - Disekitar bagian.daun terinfeksi jamur,bakteri atau virus - Celah antara 2 lapisan sirkular sel daun yang mengelilingi lokus infeksi bagian yang terinfeksi lepas bersama patogen.

  • b4. Pembentukan Tilosa Terbentuk dalam jaringan pembuluh kayu karena cekaman (stress) dan infeksi patogen pembuluh Merupakan pertumbuhan luar biasa protoplas sel parenkim hidup disampingnya, menonjol dalam ruang xilem melalui noktah. Mempunyai dinding selulosa menyumbat pembuluh.

  • 2. Ketahanan KimiawiPeran lebih penting daripada ketahanan mekanis. a. Ketahanan Kimiawi Pasifa.1. Kondisi isi sel tidak sesuai dengan kebutuhan patogen. misal : - Umbi kentang tahan Erwinia carotovora var. atroseptica gula reduksi kurang - Padi tahan Penyakit Blas Pyricularia oryzae kadar nitrogen, nitrogen terlarut, asam asam amino & amina sedikit. - Padi tahan penyakit bercak cokelat Drechlera oryzae kadar nitrogen total, asam asam amino bebas dan protein total sedikit.

  • a.2. Adanya substansi penghambat misal. asam asam minyak, ester, senyawa fenol.a.3. Terbentuk protein yang menghambat aktivitas enzim hidrolitik patogen. Sel tumbuhan inang mengandung ensim hidrolitik glukanase, kitinase merusak dinding sel patogen.a.4. Tidak tersedia senyawa tertentu untuk perkembangan patogen. P. brassicae Spongospora substerrania berkecambah ada perangsang dari eksudat inang.

  • b. Ketahanan kimiawi aktif Reaksi sel terhadap kerusakan oleh patogen/ agensia mekanik/ kimia. Terbentuk senyawa fenolik misal asam. caffeic dan klorogenik, fitoaleksin.

  • b1. Pertahanan melalui reaksi hipersensitif Mekanisme pertahanan sangat penting Reaksi thd. Infeksi jamur, bakteri, virus dan nematoda. Pola penetrasi epidermis pada tan. tahan dan rentan tidak berbeda Setelah infeksi pada varietas tahan, sel kehilangan turgor, menjadi coklat dan mati. Perubahan yang terjadi :- Hilangnya permeabilitas membran sel.- Peningkatan respirasi- Akumulasi dan oksidasi senyawa fenolik- Produksi fitoaleksin Akibat: - sel-sel yang terinfeksi & sekelilingnya kolaps dan mati - patogen terisolasi pada bagian nekrotik sehingga cepat mati.

  • b2. Pertahanan melalui kadar senyawa fenolik. Terdapat pada tumbuhan sehat / sakit. sintesis dan akumulasi meningkat setelah infeksi (senyawa fenolik umum) Senyawa fenolik yang tidak terdapat pada tumbuhan sehat, terbentuk karena rangsangan patogen/ kerusakan mekanik/ kimia fitoaleksin Fenolik umum:as. klorogenik. as caffeic, skopoletin.

  • Fitoaleksin: Zat toksik yang dihasilkan tumbuhan karena rangsangan m.o. patogenik atau kerusakan mekanis/ kimia Dibentuk dalam sel-sel sehat yang berdekatan dengan sel rusak dan nekrotik karena adanya zat-zat yang terdifusi dari sel rusak Tidak dibentuk selama reaksi biotrofik Contoh: - faseolin dan kiefiton buncis - pisatin kapri - gliseolin kedelai, alfalfa, semanggi - risitin kentang - gossipol kapas - capsidiol cabai Produksi dirangsang elisitor zat yang dihasilkan patogen. mis. glukan, chitosan, glikoprotein, polisakarida.

  • - Fenolik fungitoksis dilepaskan dari kompleks fenolik non toksik - Glikosida non toksik (pd. tumb.) senyawa terdiri dari gula yang berikatan dengan zat-zat fenolik. - Bakteri dan jamur membentuk ensim glukosidase menghidrolisis mol-mol kompleks dan melepaskan senyawa fenolik dari ikatannya fenolik meningkat.

    b3. Pertahanan melalui pembentukan substrat yang menolak ensim patogen Tumbuhan tahan mempunyai senyawa yang sulit diurai ensim patogen yaitu : - Kompl. pektin protein - Kation polivalen al. Ca & Mg Penumpukan kation dekat infeksi terbentuk garam pektin / kompleks lain, sulit dirombak menghambat maserasi dan membatasi patogen.

  • b4. Pertahanan melalui inaktivasi ensim patogen - Senyawa fenolik dan hasil oksidasinya menghambat kerja ensim pektolitik dan ensim lain. poligalakturonase Diplodia (busuk paska panen jeruk) dihambat oleh protein dalam sel kulit buah. - Buah muda apel terhadap Monilinia - Buah muda anggur terhadap Botrytis senyawa fenolik meningkat

  • b5. Pertahanan melalui Detoksifikasi Toksin Patogen Ketahanan inang terhadap toksin patogen belum diketahui pasti Diketahui penawaran toksin pada tumbuhan. Toksin dimetabolisme varietas tahan > cepat, dikombinasikan dengan zat lain senyawa yang kurang / tidak beracun

  • b.6 Pertahanan melalui ketahanan terimbas Ketahanan yang berkembang setelah preinokulasi dengan agensia biotik, praperlakuan agensia kimia / fisik Ketahanan terimbas tidak spesifik, tidak memperhatikan inducer. Contoh:Infeksi hipersensitif tembakau dengan TMV menimbulkan ketahanan sistemik terhadap TMV dan jenis-jenis virus lain, Phytophthora, Pseudomonas tabaci, Aphid.

  • Ketahanan Fungsional Tumbuhan tidak terserang patogen bukan karena struktur morfologis / zat kimia menghindari (to escape) penyakit.

    tumbuhan rentan Fase rentan tidak ada patogen lingkungan tidak cocok untuk infeksi Contoh :- Karet Klon PR 107, AVROS 385, AVROS 2037 tahan penyakit tepung karena membentuk tunas waktu populasi Oidium hevae rendah- Klon tebu POJ 2967 tahan pokahbung (F. moniliformae var.subglutinans) menginveksi melalui titik tumbuh (karena daun muda tidak lama membentuk corong) Kalau saat tumbuh bersamaan populasi patogen tanaman rentan


Recommended