Home >Documents >KESEIMBANGAN FIRM - Share .13.6, output sebesar 3 juga memberikan laba sebesar 6. Namun yang disebut

KESEIMBANGAN FIRM - Share .13.6, output sebesar 3 juga memberikan laba sebesar 6. Namun yang disebut

Date post:17-Mar-2019
Category:
View:212 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

KESEIMBANGAN FIRM

Keseimbangan dalam bahasa ekonomi memiliki arti suatu keadaan seimbang, dimana tiada ada tekanan tekanan endogen,

tekanan-tekanan dalam yang dapat mendatangkan perubahan.

Kaum konsumen dikatakan berada dalam posisi keseimbangan jika

ia berhasil mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya dari uang yang dikerluarkannya. Soal kepuasan adalah sebuah soal yang lebih bersifat abstrak daripada kongkret dan oleh karena itu sukar diukur. Tetapi

tidak salah lagi bahwa kepuasan itu selalu dikejar oleh setiap orang.

Suatu firm dikatakan mencapai keseimbangan jika firm yang

bersangkutan itu berhasil mencapai atau memperoleh laba maksimal.

Pada hakikatnya suatu keadaan keseimbangan bagi firm adalah suatu keadaan yang sebaik-sebaiknya baginya. Tidak ada keadaan lain yang

lebih baik baginya selain keadaan keseimbang.

Laba maksimal adalah selisih sebesar-besarnya dari penerimaan atas biaya.

Rugi minimal : selisih sekecil-kecilnya dari biayaatas penerimaan .

A. Konsepsi Laba Laba : suatu kelebihan penerimaan atas biaya Rugi : kelebihan biaya atas penerimaan Laba dapat mempunyai 3 pengertian :

a. Rugi Rugi adalah suatu keadaan dimana penerimaan lebih kecil daripada biaya. Dihubungkan dengan asumsi atau konsepsi

mengenai posisi keseimbangan firm, maka dikala rugi firm yang

bersangkutan harus berusaha agar rugi yang diderita merupakan

rugi yang minimal atau rugi yang sekecil-kecilnya.

b. Laba normal

Laba normal : suatu keadaan yang berada diantara rugi dengan laba. Jelasnya suatu firm yang memperoleh laba normal berarti firm itu tidak menderita rugi tetapi juga tidak memperoleh laba.

Maka istilah laba normal seharusnya dapat disebut rugi normal. Karena dilihat dari sudut laba isilah laba normal berarti juga rugi

minimal. Namun istilah rugi minimal akan berbenturan dengan

pemakain istilah rugi, maka istilah rugi normal berarti rugi minimal

tidak dipakai orang, sehingga orang hanya memakai isitah laba

normal.

Dapat disimpulkan bahwa keadaan laba normal adalah suatu

keadaan dimana tidak ada laba dan pula rugi. Jelasnya laba normal adalah suatu keadaan dimana revenue sama dengan cost.

c. Laba supernormal Laba supernormal atau laba abnormal merupakan lawan daripada rugi. Laba supernormal memiliki pengertian sebagai laba positif.

Dihubungkan dengan asumsi keadaan keseimbangan (equilibrium

position) maka supernormal profit itu berarti laba supernormal maksimal.

Laba supernormal mengandung 3 pengertian : a. Laba rerata (average profit atau unit profit): laba yang diperoleh

untuk setiap satuan output yang dihasilkan/dijual.

Rumus laba rerata.

Average profit = AR-AC Keterangan,

AR: average revenue

AC: average cost

b. Laba marginal (marginal profit): besarnya tambahan laba yang diperoleh pada saat jumlah output yang dihasilkan/dijual

diperbesar.posisi keseimbangan dicapai ketika besarnya laba

marginal =0 atau MR-MC=0 atau MR=MC

c. Laba total (total profit): keseluruhan jumlah laba yang diterima oleh karena dijualnya sejumlah satuan output tertentu. Pada saat

dicapainya posisi keseimbangan (pada saat laba maksimum), besar

total profit mencapai maksimum. Keterangan mengenai laba supernormal/laba abnormal dirangkum

menjadi satu maka dapat disimpulkan bahwasannya posisi keseimbangan dicapai ketika :

1. Laba marginal=0

2. Laba total adalah maksimal

Besarnya laba total didapat melalui 3 cara : 1. TR-TC

2. (AR-AC)Q

3. MR-MC

Ketiga rumus diatas tentu menghasilkan hasil yang sama.

Berikut penjelasan ke 3 rumus tersebut: 1. Rumus pertama total revenue dikurangi total cost sama

dengan total profit.

2. Rumus kedua laba total dicapai dari rumus (AR-AC)Q. dapat

ditulis pula (ARxQ)-(ACxQ). Dapat diketahui bahwa ARxQ=TR dan ACxQ=TC. Dimana TR; penerimaan total

TC; biaya total

Rumus tersebut dapat dituliskan TR-TC.

3. Rumus ketiga didapat dengan MR-MC, laba total yang didapat melalui rumus ini tidak lain adalah penjumlahan laba marginal.

B. Keseimbangan Firm Keseimbangan firm ada 2 yaitu;

1. Persaingan sempurna Karakteristik persaingan sempurna :

a. Produk yang dijual di dalam industri adalah homogen sempurna. Homogen dalam hal ini berarti setiap firm menghasilkan output yang memiliki sifat yang sama persis

dengan output yang dihasilkan oleh setiap firm yang lain

sehingga konsumen tidak mempunyai pengutamaan atas

output yang manakah yang harus dipilihnya.

b. Jumlah firm dalam industri banyak sekali sehinga setiap firm merupakan bagian yang sama sekali tidak berarti bagi

industry yang bersangkutan.

Dengan adanya dua anggapan diatas dapat dipastikan kurva

penerimaan rerata bagi setiap firm dalam industry persaingan

sempurna pasti berbentuk garis lurus horizontal. Kurva AR dalam industri persaingan sempurna

harga

AR

0 output

Total revenue dan marginal revenue Total revenue adalah penerimaan total yang didapatkan dari hasil

penjualan seluruh barang atau output yang bersangkutan. Total revenue

didapat dendan cara mengalikan antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Kurva total revenue akan berbentuk garis lurus keatas kanan, tetap mulai dari titik 0. Hal ini disebabkan karena besarnya output=0, sehingga sekalipun harga tidak sama dengan 0 namun hasil kali

antara harga dan jumlah output akan menghasilkan angka 0.

Rumus untuk menemukan marginal revenue TR/Q Bentuk kurva marginal revenue datar dan lurus, oleh karena itu

penggambaran kurva sumbu output diletakan sebagai sumbu datar,

sedangkan sumbu tegak revenue. Maka bentuk kurva marginal revenue

haruslah lurus dan datar.

Cara lain untuk melihat kurva marginal revenue adalah dengan

mempergunakan elastisitas permintaan. Dapat dinyatakan sebagai berikut

=

Dimana,

MR=marginal revenue

AR=-average revenue

= koefisien elastisitas permintaan

Oleh karena itu di dalam industri persaingan sempurna kurva average

revenue berbentuk garis lurus horizontal, maka koefisien elastisitasnya tak

hingga () atau elastis sempurna.bila dimasukkan di rumus baru maka

penulisannya :

=

Lalu, oleh karena sesuatu bilangan itu juga dibagi dengan tak terhingga

akan menghasilkan nol (0), maka AR/ itu pun menghasilkan nol pula,

sehingga:

= , atau

=

Di dalam industri persaingan sempurna atau persaingan murni,

penerimaan marginal (marginal revenue) selalu sama dengan average

revenue (penerimaan rerata). Dan sebagai akibatnya, maka kurva

penerimaan marginal (MR) itu pun selalu berimpit dengan kurva

penerimaan rerata (AR), sebagaimana yang terlihat dalam Gambar 13.5.

Keseimbangan dalam Persaingan Sempurna Di Industri Persaingan Sempurna, masalah cost atau biaya di

industri yang bertipe bagaimanapun adalah sama saja; revenuenyalah

yang berbeda dari satu tipe keadaan pasar ke tipe yang lainnya.

Untuk memperlihatkan posisi keseimbangan firm dalam suatu

industri persaingan sempurna, maka berikut ini disertakan sebuah contoh

tabel.

Tabel 13.2 Keseimbangan Firm dalam Persaingan Sempurna

Output

(Q)

Ton

Harga

(P)

Rp

Total

Revenu

e

(TR)

Rp

Margina

l

Revenu

e

(MR)

Rp

Total

Cost

(TC)

Rp

Averag

e

Cost

(AC)

Rp

Marginal

Cost

(MC)

Rp

Averag

e

Profit

Rp

Margina

l

Profit

Rp

Total

Profit

Rp

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

0

1

2

3

4

5

6

7

5

5

5

5

5

5

5

5

0

5

10

15

20

25

30

35

-

5

5

5

5

5

5

5

1

4

6

9

14

21

30

49

-

4

3

3

3,5

4,20

5

7

-

3

2

3

5

7

9

19

-

1

2

2

1,5

0,75

0

-2

-

2

3

2

0

-2

-4

-7

-1

1

4

6

6

4

0

-149

Total revenue (TR) atau penerimaan total adalah hasil kali antara

output dengan harga. Sedangkan, marginal revenue (MR) atau

penerimaan marginal didapatkan melalui rumus

. Total cost (TC) atau

biaya total didapatka dari penjumlahan antara fixed cost (FC) atau biaya

tetap dengan variable cost (VC) atau biaya variabel, average cost (AC)

atau biaya rerata adalah biaya total dibagi dengan jumlah output, marginal

cost atau biaya marginal adalah

.

Baik marginal revenue maupun marginal cost, kedua-duanya

menunjukkan koefisien arah daripada masing-masing kurva totalnya.

Embed Size (px)
Recommended