Home >Documents >KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL .Komite menyetujui MEPC.1 /Circ.875 / Add.1 tentang...

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL .Komite menyetujui MEPC.1 /Circ.875 / Add.1 tentang...

Date post:23-May-2019
Category:
View:213 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT

GEDUNG KARYA LANTAI 12 S.D 17

JL. MEDAN MERDEKA BARAT No. 81 TEL : 3811308, 3505006, 3813269, 34470171 TLX : 3844492, 3458540 3842440

JAKARTA-10110 PST : 4213, 4227, 4209, 4135 FAX : 3811786, 3845430, 3507576

SURAT EDARAN Nomor : UAt. ()!"j-.$/ / / rf1. /~I:. ... ~

PENYAMPAIAN HASIL SIDANG KOMITE PERLINDUNGAN LINGKUNGAN PERAIRAN (MARINE ENVIRONMENT PROTECTION COMM/TEE) KE 73 DI KANTOR PUSAT ORGANISASI MARITIM INTERNASIONAL (/MO) LONDON

1. Menunju~ Gircf..!lqr U~tter IMO No. 383 t~nggal 16 April 2018 m~ngenai S~ventythird session of the Marine Environment Protection Committee (22 to 26 October 2018) dimana Delegasi Indonesia telah mengikuti Sidang IMO MEPC ke 73 di Markas Besar Organisasi Maritim lnternasional pada tanggal 22 - 26 Oktober 2018.

2. Sehubungan butir 1 (satu) diatas bersama disampaikan hasil sidang dimaksud sebagai berikut : -a. Komite mengadopsi resolusi MEPC.305 (73) yang mengubah peraturan 14 dari

MARJ?OL Annex VI dan bentuk Suplemen untuk Sertifikat IAJ?I? terkait pelarangan mengangkut atau membawa bahan bakar untuk sistem propulsi/ penggerak atau bahan bakar untuk operasi di atas kapal yang tidak memenuhi persyaratan, larangan ini tidak berlaku untuk kapal yang menggunakan metode alternatif (misalnya meRJJURakan sistem f)emeersil"lan Jas euang) yang aisetujui berd.asar~an peraturan 4.1 MARPQL Annex VI, larangan ini rnulai berlaku pada 1 Maret 2020 yaitu dua bulan setelah tanggal 1 Januari 2020 sebagai tanggal larangan menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai untuk propulsi atau operasi di atas kapal sesuai resolusi MEPC.280 (70) yaitu larangan menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5%;

b. Komite menyetujui MEPC.1 /Circ.875 / Add.1 tentang Pedoman Best Practice bagi Pemasok Bahan Bakar Minyak (Fuel Oil Suppliers) untuk memastikan kualitas bahan bakar minyak yang dikirim ke kapal, Best f2ractice membahas p~ng~ng~li~D kt:t~lit?~ ~~h~n ~?k?r miDY?k ~~l?f1l? pr9g~k~i ~ynk~r, d~l?m r?nt~i pasokan mulai pengangkutan, penyimpanan, dan transfer namun tidak termasuk bagi bahan bakar dengan titik nyala rendah seperti LNG, LPG atau metil/ etil alketlel daA eiefuel mumi dimaAa 13eA~ameilaA sam13el daA r;>eA~ujiaA tlarus dilakukan dan didokumentasikan pada setiap titik transfer produk bunker di seluruh rantai pasokan dan di manifold bunker kapal penerima sesuai dengan resolusi MEPC.182 (59) untuk memberikan transparansi dan keterlacakan dalam rantai pasokan, catatan pemindahan kargo, sertifikat kualitas, nomor segel sampel, dan laporan analisis kualitas yang harus didokumentasikan;

c. Komite menyetujui tiga interpretasi terpadu (unified interpretations) pada MEPC.1 /Circ.795 I Rev.3 yang berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan dan

I Model Takah 02 I

I pelaporan ...

1/6 ~~~~9Jemrti~~~v

pelaporan spesifikasi data kapal terkait dengan konsumsi bahan bakar yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2019 berdasarkan ketentuan MARPOL Annex VI, Bab 4, sesuai resolusi MEPC.278 (70) yaitu:

Data yang berkaitan dengan Boil-off Gas (BOG) yang dikonsumsi di atas kapal untuk penggerak atau operasi harus dikumpul~an dan dilaporkan sebagai bahan bakar yang dikonsumsi di bawah Sistem Pengumpulan Data; Kapal yang lunasnya dipasang sebelum 1 Januari 2019 (awal periode awal pengumpulan data bahan bakar) tetapi delivery pada atau setelah 1 Januari 2019 harus dilengkapi dengan Rencana Manajemen Efisiensi Energi Kapal (SEEMP) yang termasuk deskripsi tentang metodologi yang akan digunakan untuk mengumpulkari dafa korisurrisi bafiari 6akar yang disyaratkan oreh peraturan MARPOL VI , peraturan 22A; Data sumber konsumsi bahan bakar, yang digunakan untuk menyediakan data agregat untuk dilaporkan ke IMO, tidak diharuskan disimpan di kapal dengan ketentuan bahwa akses ke sumber data dapat disediakan oleh Perusah'aan.

d. Komite pada pnns1pnya menyetujui amandemen tentang penerimaan penggunaan buku catatan elektronik sebagai pengganti buku catatan kertas berikut : - MARP0b. Annex k Bukl:f Gatatan Mtnyak Bagian I (0~erast rnang mesin) dan

Bagian II (Operasi muatan I ballast) MARPOL Annex II: Buku Catatan Muatan NLS MARPOL Annex V: Buku Catatan Sampah

- MARPOL Annex VI: Buku catatan zat perusak ozon, buku catatan tentang status hidup I mati mesin marine diesel untuk Standar Tier Kode Teknis NOx dan buku catatan untuk operasi penggantian bahan bakar minyak ketika memasuki ECA Kode Teknis NOX: Buku Catatan Parameter Mesin

Pada MEPC 74 bulan Mei 2019 dijadwalkan untuk mengadopsi amandemen ini, dan akan mulai berlaku pada bulan Januari 2021.

e. Komite menyetujui amandemen untuk MARPOL Annex II yang mengatur residu muatan dan pembersihan tangki dari floating product dengan viskositas tinggi dan/ atau titik lebur tinggi yang disebut dengan floaters persisten, ketika kapal beroperasi di area perairan Eropa Barat Laut, wilayah Laut Baltik, perairan Eropa Barat d~n Laut_Norwe_gia, p_roseduJ prewash yan_g direvisi untuk floaters persisten harus dimasukkan dalam Manual Prosedur dan Pengaturan, residu/ campuran air yang dihasilkan selama prewash dibuang ke fasilitas penerimaan di pelabuhan bongkar dan setiap air yang selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki dapat dibuang sesuai dengan standar pembuangan saat ini di MARPOL Annex II peraturan 13.2:

kapar 6er]aran dal'am per]al'arian dengan kecepafan sefidaknya 1 knof; - debit dibuat di bawah garis air melalui, dan sesuai dengan desain, outlet

pembuangan bawah air; - debit dibuat pada jarak tidak kurang dari 12 mil laut dari garis pantai terdekat

di kedalaman air tidak kurang dari 25 m. Amandemen tersebut dapat diadopsi otetl MEPC 74 pacta bulan Mer 2019.

/f. Komite ...

2/6

f. Komite mengadopsi resolusi MEPC.307 (73) yang berisi Pedoman 2018 tentang Resirkulasi Gas Buang (Exhaust Gas Recirculation!EGR) Water Bleed-off. Kondensat gas buang yang dihasilkan dan dibuang sebagai air yang dikeluarkan, yang ditangani secara berbeda tergantung pada kandungan sulfur bahan bakar miny?k: . . . . . . . __ _ - Bleed off Water dari EGR yang menggunakan bahan bakar minyak yang tidak

sesuai dengan nilai batas sulfur yang relevan di MARPOL VI, harus disimpan di atas kapal dalam tangki penampung. Namun, itu dapat dibuang ke laut asalkan kapal dalam perjalanan di luar perairan kutub, pelabuhan, pelabuhan atau estuari dan asalkan air yang mengalir memenuhi kriteria debit air pencuci 6erdasarkari P'edorrian 2

penandaan mandat semua alat tangkap dengan Nomor IMO ldentifikasi Kapal terkait

- merevisi MARPOL Annex V untuk mewajibkan kapal yang lebih besar dari 100 gt (saat ini 400 gt) untuk dilengkapi dengan Buku Catatan Sampah

- mengembangkan sistem wajib untuk melaporkan kehilangan kontainer di laut - meningkatkan efektivitas fasilitas penerimaan dan fasilitas penanganan

sampah plastik dari kapal di pelabuhan - mensyaratkan agar Rencana Pengelolaan Sampah disetujui berdasarkan

MARPOL Annex V Sebuah kelompok korespondensi telah ditugaskan untuk menentukan mekanisme yang pafing fepaf (finjauan Hterafur dan I afau studi kuanfifafif) urifuk studi IMO yang diusulkan tentang sampah plastik laut dari kapal dan mengidentifikasi masalah yang harus ditangani oleh Studi dan semua instrumen peraturan internasional dan praktik terbaik terkait dengan masalah sampah plastik laut dari kapal.

1. Komite menyetujui BWM.2 I Circ. 70 yang berisi panduan untuk memvalidasi kepatuhan masing-masing sistem pengelolaan air balas yang disetujui berdasarkan peraturan 0-2 Konvensi BWM bersama dengan komisioning mereka di atas kapal, pedoman ini merekomendasikan bahwa Sertifikat Manajemen Air Ballast lnternasional tidak boleh dikeluarkan sampai pengujian commissioning berhasil diselesaikan. Panduan ini merekomendasikan bahwa sampel, yang mungkin merupakan perairan lokal yang kompatibel dengan desain sistem, harus diambil sesuai dengan Pedoman G2 untuk Pengambilan Sampel IMO (resolusi MEPC.173 (58)). Sampel-sampel ini harus mewakili seluruh pembuangan air balas dari tangki tunggal atau kombinasi dari tangki yang dibuang. Sampel harus dianafisis derigan merigguriakan, minimaf, metode anafisis rndikatif yang terairr dari pengukuran parameter langsung atau tidak langsung yang relatif cepat (misalnya kadar oksigen terlarut dan kadar klor sisa) yang sebanding dengan yang digunakan untuk menilai kepatuhan terhadap D- 2 standar (lihat BWM.2 I Circ.42 I Rev.1 ). Komite mengundang Delegasi untuk mengajukan proposal ke MEPC 74 (Mer 2019) untuk mengamanatkan bahwa: uJr komrsrcmrng drtakukan untuk sistem pengelolaan air balas yang baru dipasang pada kapal baru dan yang sudah dipasang pada kapal selain kapal baru.

j. Kode untuk Persetujuan Sistem BWM (resolusi MEPC.300 (72)) diklarifikasi oleh pendekatan K-omfte Approval.2 / 0irc:S9 untuk pendekatan K-eterbatasan 9esafn Sistem (System Design Limitations/ SOL) ke proses persetujuan jenis SistemBWM dan ketentuan fungsi swa-monitor terus-menerus yang mungkin terkait dengan SOL ini. Klarifikasi ini berdampak pada pengoperasian Sistem BWM (laju aliran minimum, maksimum dan maksimum, pengambilan dan pembuangan waktu-ke-ballast) dan batas desain 'mis. Kualitas air yang dinyatakan oleh permintaan oksidan dan transmisi ultraviolet), fungsi swa-monitor Sistem BWM harus menyediakan data yang berkaitan dengan SOL yang dapat diukur secara langsung, jika memungkinkan, atau secara tidak langsung.

k. Komite mengadopsi MEPC.306 (73) yang merev1s1 Pedoman untuk Pengembangan BWM Pian (G4) sesuai resoiusi MEPC.127 (53) dengan merekomendasikan BWM Plan baru dapat mencakup langkah-langkah darurat

I yang ...

4/6

yang harus diambil jika ditentukan bahwa air balas yang akan dibuang tidak sesuai dengan standar b

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended