Home >Documents >Kemampuan Kognitif dengan Media Dadu

Kemampuan Kognitif dengan Media Dadu

Date post:04-Jan-2016
Category:
View:1,155 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

103

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangKegiatan pembelajaran anak usia dini antara usia 0 sampai 6 tahun menggunakan metode belajar dengan bermain. Kegiatan tersebut yang diselenggarakan di Kelompok B Taman Kanak-kanak. Proses pembelajaran yang efektif bagi anak taman kanak-kanak akan dapat diwujudkan jika dilaksanakan pada lingkungan yang mampu memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan lingkungan secara produktif. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 14 menyatakan : Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003:3)

Anak merupakan sosok individu sebagai makluk sosiokultural yang sedang mengalami proses perkembangan yang sangat fundamental bagi kehidupan serta oragnisasi yang merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dengan segala struktur dan perangkat biologis dan psikologisnya sehingga menjadi sosok unik. Anak mengalami suatu proses perkembangan yang fundamental berarti dalam arti bahwa pengalaman perkembangan pada masa usia dini dapat memberikan pengaruh yang kuat dan berjangka waktu lama sehingga melandasi proses perkembangan anak selanjutnya. 1

Setiap anak memiliki sejumlah potensi, baik potensi fisik, biologis, kognisi maupun sosio emosi. Anak mengalami perkembangan sangat pesat sehingga membutuhkan pembelajaran yang aktif dan energik (Kemendiknas, 2008).Usia pra sekolah merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga, yang merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia. Masa anak sering dipandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggaraan pendidikan. Masa anak merupakan fase yang sangat fundamental bagi perkembangan individu, karena fase ini terjadinya peluang yang sangat besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang. Jika orang dewasa mampu menyediakan suatu taman yang dirancang sesuai dengan potensi dan bawaan anak, maka mereka akan berkembang secara wajar. Masa ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengejar prestasi, tetapi untuk mengembangkan sikap dan minat belajar serta berbagai potensi dan kemampuan dasar anak. Lingkungan sekolah, sebagai salah satu lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam menyiapkan generasi penerus. Proses pendidikan di sekolah dilaksanakan dalam bentuk belajar mengajar (Kemendiknas, 2010).Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anaksejaklahirsampaidenganusiaenamtahunyangdilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Anak usiani (PAUD) justru belum banyak mendapat perhatian.Salah satu kegiatan yang diajarkan di TK adalah Kemampuan kognitif. Kognitif merupakan suatu proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktifitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. Kemampuan kognitif diperlukan anak dalam rangka mengembangkan pengetahuannya tentang apa yang dilihat, didengar, dirasa, diraba ataupaun yang dicium melalui panca inderanya. Kemampuan kognitif anak seharusnya dilakukan sejak dini. Hal ini dikarenakan kemampuan kognitif merupakan perkembangan dari pikiran. Pikiran merupakan bagian dari otak, bagian yang digunakan untuk bernalar, berfikir dan memahami sesuatu. Setiap hari pemikiran anak akan berkembang ketika belajar tentang orang-orang yang ada disekitarnya, belajar berkomunikasi, dan mencoba mendapatkan lebih banyak pengalaman lainnya.Dalam usaha meningkatkan kemampuan kognitif anak, diusahakan pendidikan dan latihan yang lebih ditujukan pada latihan meneliti dan menemukan, yang memerlukan berfungsinya kedua belahan otak.

Pembebanan otak dengan pengetahuan, latihan ulangan, drill, yang berlebihan, tidak sepenuhnya akan mewujudkan penanjakan kemampuan kognitif, bahkan akan menjadikan seseorang tidak berfikir kreatif, dan menjadikan kemampuan kognitif mengarah terutama pada hasil (produk) berfikir yang konvergen. (Sujiono, 2006:3.4)

Diharapkan dengan pendidikan, latihan yang sesuai dengan karakteristik anak, sehingga akan tercapai optimalisasi perkembangan anak. Kemampuan kognitif yang didapatnya tersebut akan dapat digunakan untuk melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia yang utuh sesuai dengan kodratnya. Manusia yang mampu memberdayakan apa yang ada didunia ini untuk kepentingan dirinya dan orang lain.Kemampuan kognitif anak dapat dilihat dari : 1.Kemampuannya dalam memahami angka dan konsep logika, anak telah mampu membilang, mengenal lambang bilangan, dan sudah mampu mengoperasionalkan bilangan. 2. Mempunyai kemampuan sangat tinggi untuk menegemukakan sesuatu dengan alasan yang kuat sehingga anak mampu menceritakan kejadian yang dilihatnya, mengenal sebab akibat yang terjadi di sekitarnya dan mengetahui asal mula sesuatu. 3. Mampu menjelaskan ide secara konseptual mampu menciptakan bentuk dari geometri, mampu menemukan ide gagasan, memiliki daya imajinasi tinggi. 4. Mampu menyelesaikan tugas dari awal hingga akhir sehingga anak berusaha untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru dari awal sampai selesai.Untuk itu kognitif sangat penting diajarkan pada anak didik karena apabila daya pikir anak dikembangkan dengan baik maka akan menjadi penerus bangsa yang cerdas. Apabila kemampuan kognitif anak tidak dikembangkan dengan baik maka anak akan menjadi berfikir pasif dalam menghadapi sesuatu. Kemampuan kognitif anak untuk dapat mengolah pemerolehan belajarnya yang dapat menemukan macam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematiknya dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah atau mengelompokkan serta mempersiapkan pengembangan daya pikir yang telitiKemampuan kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi. Kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarki yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.Peneliti melakukan pengamatan di TK PKK Banjardowo, pada tahun pelajaran 2011/2012. Kemampuan kognitif anak kelompok B masih rendah, hal ini karena kurang kreatifitasnya guru dalam mengajar tanpa media pembelajaran dan hanya ceramah saja, klasikal, monoton sehingga mengakibatkan motivasi belajar peserta didik rendah, anak kurang termotivasi dengan model pembelajaran yang digunakan guru.Anak merasa bosan dengan metode yang digunakan guru. Rendahnya kemampuan kognitif anak merupakan suatu permasalahan yang ada di TK PKK Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, Hal ini ditandai rendahnya kemampuan anak dalam mengelompokkan benda dan membuat urutan bilangan dengan benda-benda. Alat-alat peraga yang digunakan selama bermain mesti bisa menstimulasi kemampuan kognitif anak. Gunakan alat bermain edukatif yang memiliki fungsi mendidik dan juga menghibur. Dengan begitu anak bisa terstimulasi untuk menyenangi proses belajar, hingga imajinasinya pun berkembang.Dengan menggunakan dadu diharapkan anak dapat mengenal angka dan sekaligus bisa melakukan penjumlahan, susunan dadu yang selanjutnya bisa meningkatkan kemampuan Kognitif Anak usia dini.Berdasarkan uraian di atas maka kami mengambil judul MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN DADU DI KELOMPOK B TK PKK DESA BANJARDOWO KECAMATAN LENGKONG KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2011/2012.B.Rumusan MasalahBerdasarkan uraian pada latar belakang maka rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut :1. Bagaimana kemampuan kognitif anak usia dini di Kelompok B TK PKK Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2011/2012 ?2. Bagaimana pelaksanaan penggunaan alat peraga edukatif dadu di Kelompok B TK PKK desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2011/2012 ?3. Bagaimana pengaruh pelaksanaan kemampuan kognitif anak usia dini dengan menggunakan permainan dadu di Kelompok B TK PKK desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2011/2012 ?

C. Tujuan Penulisan1. Mengetahui kemampuan kognitif anak usia dini di Kelompok B TK PKK Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2011/2012.2. Mengetahui pelaksanaan penggunakan alat peraga edukatif dadu di Kelompok B TK PKK desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2011/2012.3. Mengetahui pengaruh pelaksanaan kemampuan kognitif anak usia dini dengan menggunakan permainan dadu di Kelompok B TK PKK desa Banjardowo Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2011/2012.

D. Manfaat PenelitianPenelitian ini dilakukan dengan harapan agar dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak diantaranya adalah :Penelitian ini dilakukan dengan harapan agar dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak diantaranya adalah :1. Bagi Penulis sekaligus sebagai guru Hasil penelitian dapat menambah wawasan guru tentang pengembangan kognitif anak usia dini dan membantu guru memperbaiki proses pembelajaran khususnya dalam penggunaan alat permainan edukatif Dadu.

2. Bagi Peserta DidikHasil penelitian bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan kognitif

3. Bagi Lembaga TKHasil penelitian Dapat membantu lembaga TK untuk lebih maju dan berkembang dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini melalui penggunaan permainan edukatif dadu dan dapat memberikan masukan bagi dunia pendidikan pada umumnya dalam rangka pembinaan kepada guru un

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended