Home >Education >Kelompok 4 sistem regulasi pada manusia

Kelompok 4 sistem regulasi pada manusia

Date post:12-Jul-2015
Category:
View:766 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

Sistem Regulasi pada ManusiaMakalah ini disusun untuk Memenuhi TugasMata Kuliah Konsep Dasar IPADosen Pengampu : Dhuta Sukmarani, M.Si

Disusun oleh:13.0305.0014Barokatus Tsani A13.0305.0015Eka Noviana M13.0305.0022Putri Budi U13.0305.0032Anis Khoirunnisa13.0305.0033Zumrotul InayahREGULER 3/APROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG2014DAFTAR ISIHalaman Judul1Daftar Isi2BAB I PENDAHULUAN3A. Latar Belakang3B. Rumusan Masalah3C. Tujuan3BAB II PEMBAHASAN4A. Sistem Saraf6B. Sistem Endokrin15C. Sistem Indera18BAB III PENUTUP23A. Kesimpulan27DAFTAR PUSTAKA28

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangTubuh manusia merupakan satu kesatuan dari berbagai sistem organ. Suatu sistem organ terdiri dari berbabagai organ tubuh atau alat-alat tubuh. Dalam melaksanakan kegiatan fisiologisnya diperlukan adanya hubungan atau kerjasama anatara alat-alat tubuh yang satu dengan yang lainnya. Agar kegiatan sistem-sistem organ yang tersusun atas banyak alat itu berjalan dengan harmonis (serasi), maka diperlukan adanya sistem pengendalian atau pengatur. Sistem pengendali itu disebut sebagai sitem koordinasi.System regulasi pada manusia terdiri dari sistem saraf, sitem endokrin/hormon, dan indra. Sistem saraf bekerja cepat dalam menganggapi perubahan, sedangkan sistem hormon bekerja lambat dalam. Indra adalah reseptor rangsang dari luar.Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan lingkungan yang merangsangnya. Semua kegiatan tubuh manusia dikendalikan dan diatur oleh sistem saraf. Sebagai alat pengendali dan pengatur kegiatan alat-alat tubuh, susunan saraf mempunyai kemampuan menerima rangsang dan mengirimkan pesan-pesan rangsang atau impuls saraf ke pusat susunan saraf, dan selanjutnya memberikan tanggapan atau reaksi terhadap rangsang tersebut. Impuls saraf tersebut dibawa oleh serabut-serabut saraf. (Kus Irianto. 2004)B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan sistem saraf, serta pembagiannya ?2. Apa yang dimaksud dengan hormon ?3. Apa saja alat indera pada manusia ?C. Tujuan1. Mengetahui pengertian sistem saraf dan pembagian ssistem saraf pada manusia.2. Menginformasikan mengenai hormon dan macam fungsinya.3. Untuk mengetahui alat indera pada manusia.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Sistem SarafSistem saraf adalah suatu jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan lainnya. Sistem tubuh yang pentng ini juga mengatur kebanyakan aktivitas system-system tubuh lainnya, karena pengaturan saraf tersebut maka terjalin komunikasi antara berbagai system tubuh hingga menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis. Dalam system inilah berasal segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan. Jadi kemampuan untuk dapat memahami, belajar dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari system saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku individu.Jaringan saraf terdiri Neuroglia dan Sel schwan (sel-sel penyokong) serta Neuron (sel-sel saraf). Kedua jenis sel tersebut demikian erat berkaitan dan terintegrasi satu sama lainnya sehingga bersama-sama berfungsi sebagai satu unit.Fungsi Sistem SarafSebagai alat pengatur dan pengendali alat-alat tubuh, maka sistem saraf mempunyai 3 fungsi utama yaitu : Sebagai Alat KomunikasiSebagai alat komunikasi antara tubuh dengan dunia luar, hal ini dilakukan oleh alat indera, yang meliputi : mata, hidung, telinga, kulit dan lidah. Dengan adanya alat-alat ini, maka kita akan dengan mudah mengetahui adanya perubahan yang terjadi disekitar tubuh kita. Sebagai Alat PengendaliSebagai pengendali atau pengatur kerja alat-alat tubuh, sehingga dapat bekerja serasi sesuai dengan fungsinya. Dengan pengaturan oleh saraf, semua organ tubuh akan bekerja dengan kecepatan dan ritme kerja yang akurat. Sebagai Pusat Pengendali TanggapanSaraf merupakan pusat pengendali atau reaksi tubuh terhadap perubahan atau reaksi tubuh terhadap perubahan keadaan sekitar. Karena saraf sebagai pengendali atau pengatur kerja seluruh alat tubuh, maka jaringan saraf terdapat pada seluruh pada seluruh alat-alat tubuh kita,Peta KonsepPenglihat (mata)Pendengar(telinga)Peraba (kulit)Pembau (hidung)Pengecap (lidah)Sistem saraf tak sadarSistem saraf sadarSistem saraf tepiSumsum tulang belakangotakKelenjar endrokrindihasilkan olehSistem saraf pusatSistem InderaHormonSistem SarafSistem Regulasi Manusia

B. Sistem SarafSistem saraf merupakan sistem koordinasi/sistem kontrol yang bertugas menerima rangsangan ke semua bagian tubuh sekaligus memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut (jaringan komunikasi dalam tubuh). Sel-selnya dibedakan menjadi dua, yaitu sel-sel saraf (neuron) dan neuroglia (memberi nutrisi dan bahan untuk hidupnya neuron).1. Sel Saraf (neuron)Merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Tersusun atas badan sel saraf, dendrit, dan neurit (akson).

Gambar Sel Saraf Badan sel, mengandung nucleus dan nucleolus yang dikelilingi oleh sitoplasma. Dendrit, merupakan serabut saraf pendek yang bercabang-cabang keluar dari badan sel. Berfungsi menerima impuls (rangsangan) yang datang dari neuron lain untuk dibawa menuju badan sel saraf. Neurit (akson), merupakan serabut saraf panjang dan umumnya impuls dari badan sel saraf ke kelenjar-kelenjar dan serabut-serabut ke otot. Kebanyakan diselubungi selubung myelin yang berfungsi melindungi, memberi nutrisi, dan mempercepat jalannya impuls. Nukleusadalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Selubung Mielinadalah sebuah selaput yang banyak mengandung lemak yang berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier. Sel Schwannadalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit (akson). Nodus ranvierberfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan. Sinapsisadalah pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.2. Macam-Macam Sel Sarafa. Sel saraf motorik(eferen): sel saraf yang membawa rangsang dari sistem saraf pusat ke sel-sel efektor (otot dan kelenjar).b. Sel saraf sensorik(aferen): sel saraf yang membawa rangsang dari reseptor ke dalam sistem saraf pusat.c. Sel saraf asosiasi: penghubung sel saraf sensorik dan motorik. Berdasarkan tempatnya dibagi menjadi dua:1) Sel saraf konektor(Interneuron): menghubungkan antar neuron.2) Sel saraf adjustor: penghubung sel saraf sensorik dan motorik.3. Struktur/susunan Sistem Sarafa. Sistem Saraf Pusat1) Otak

Gambar Otaka) Otak Besar (Cerebrum)

Gambar Belahan pada Otak BesarOtak besar dibagi menjadi empat bagian, yaitu: Bagian dahi (lobus frontalis): berperan dalam aktivitas motorik volunter, kemampuan berbicara dan berbahasa, danelaborasipikiran. Bagian tengah/ubun-ubun (lobus parientalis): berperan sebagai pengatur kerja kulit dan otot terhadap pengaruh panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan nyeri serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh. Bagian samping (lobus temporalis): berperan sebagai pusat pendengaran. Bagian belakang (lobus oksipitalis): berfungsi sebagai pusat penglihatan. Otak Depan (Diensefalon)Otak depan dibagi : talamus dan hipotalamus. Talamus merupakan pusat pengatur sensorik yang berasal dari otak besar, menerima semua rangsan yang berasal dari sensorik cerebrumsedangkan hipotalamusmerupakan pengontrol suhu tubuh, pengontrol rasa haus dan pengeluaran urine, pengontrol asupan makanan, pengontrol perilaku dan emosi.b) Otak Tengah (Mesencefalon)Otak tengah merupakan pusat keseimbangan otak depan dan otak belakang. Otak tengah merupakan pusat dari refleks mata dan pendengaran.c) Otak Belakang, terdiri atas dua bagian yaitu otak kecil dan medulla oblongata. Medula oblongata berfungsi mengatur denyut jantung, tekanan darah, mengatur pernafasan, sekresi ludah, menelan, gerak peristaltic, batuk, dan bersin. Otak Kecil (cerebelum)Fungsi utama sebagai pusat keseimbangan otot dan koordinasi otot.

Gambar Otak kecil, pons varoli, dan medula oblongata Sumsum lanjutan (medula oblongata)Berfungsi mengatur refleks fisiologi (denyut jantung, pernapasan, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah).2) MedulaSpinalis(SumsumTulang Belakang)Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari medulla oblongata ke bawah sampai ruas kedua tulang pinggang. Sumsum tulang belakang berfungsi untuk menghubungkan impuls dari dan ke otak, memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks.

Gambar Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)Bagian-bagian sumsum tulang belakang:b) Lapisan luarberwarna putih dan mengandung akson.c) Lapisan dalamberwarna kelabu dan mengandung badan sel saraf.d) Bagian dalamterdapat bagian yang berbentuk kupu-kupu yang disebut akar dorsal (mengandung sensorik, dendritnya berhubungan dengan reseptor), dan akar ventral (mengandung neuron motorik, aksonnya menuju efektor).Pelindung pusat susunan sarafotak dan sumsum tulang belakang) disebutmeninges, yang meliputi :(a) Piameter, merupakan selaput paling dalam yang menyelubungi permukaan otak dan sumsum tulang belakang, banyak mengandung pembuluh darah, berperan memberi oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.(b) Arakhnoid, berupa jaringan yang lembut, terletak diantara piameter dan durameter.(c) Durameter, merupakan lapisan terluar ya

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended