Home > Documents > Kelanjutan dari proses perencanaan pesan bisnis yaitu menulis pesan dan menyelesaikan pesan.

Kelanjutan dari proses perencanaan pesan bisnis yaitu menulis pesan dan menyelesaikan pesan.

Date post: 02-Feb-2016
Category:
Author: nero
View: 284 times
Download: 5 times
Share this document with a friend
Description:
Kelanjutan dari proses perencanaan pesan bisnis yaitu menulis pesan dan menyelesaikan pesan. Menulis pesan berkaitan dengan upaya untuk mengorganisir pesan dan memformulasikan pesan. Menyelesaikan pesan meliputi kegiatan menyunting , memproduksi dan mencetak pesan. - PowerPoint PPT Presentation
Embed Size (px)
of 24 /24
Kelanjutan dari proses perencanaan pesan bisnis yaitu menulis pesan dan menyelesaikan pesan. Menulis pesan berkaitan dengan upaya untuk mengorganisir pesan dan memformulasikan pesan. Menyelesaikan pesan meliputi kegiatan menyunting, memproduksi dan mencetak pesan.
Transcript
  • Kelanjutan dari proses perencanaan pesan bisnis yaitu menulis pesan dan menyelesaikan pesan.Menulis pesan berkaitan dengan upaya untuk mengorganisir pesan dan memformulasikan pesan.Menyelesaikan pesan meliputi kegiatan menyunting, memproduksi dan mencetak pesan.

  • CONTOHKepada Yth:Bapak/Ibu DosenFIA UB

    Dengan hormat,Sehubungan dengan upaya untuk membangun Data Base Dosen terkait pemetaan kompetensi dan minat dari seluruh dosen FIA Jurusan Administrasi Bisnis, maka Jurusan Administrasi Bisnis mengirimkan kepada Bapak/Ibu formulir Peta Kompetensi (terlampir) untuk diisi dan diserahkan kepada Staf Jurusan Administrasi Bisnis paling lambat hari Jum`at, 21 Pebruari 2014.Demikian surat pemberitahuan kami, atas perhatian disampaikan terima kasih.

  • Pengorganisasian PesanPengorganisasian pesan erat kaitannya dengan penyusunan kata, kalimat, dan paragraf.Pesan diorganisasikan dengan baik, bila kata, kalimat, dan paragraf yang digunakan adalah sederhana, mudah dimengerti, dan dapat dilaksanakan.Sebaliknya bila pesan tidak diorganisir dengan baik maka pesan tidak dapat mencapai sasaran dan respon audien tidak seperti yang diharapkan

  • Pesan-pesan yang Tidak Terorganisi dengan BaikMenurut Purwanto (2006:81) , Bovee & Thill (2007:144). Dewi (2007:65) ada beberapa hal yang dapat menyebabkan pesan-pesan tidak terorganisasi dengan baik. Bagian awal terlalu panjang (bertele-tele), sehingga akan mempersulit penerima dalam memahami maksud pesanMemasukan informasi yang tidak relevan, sehingga mengkaburkan pesan pokok dan membuang waktu untuk membacanya.Menyajikan ide-ide secara tidak logis, sehingga subtansi pesan sulit dipahami.Informasi penting sering terlupakan, karena perhatian terpusat pada penyadian ide pendukung dan pelengkap

  • CONTOHKepada Yth:Bapak/Ibu DosenFIA UB

    Dengan hormat,Sehubungan dengan upaya untuk membangun Data Base Dosen terkait pemetaan kompetensi dan minat dari seluruh dsen FIA Jurusan Administrasi Bisnis, maka Jurusan Administrasi Bisnis mengirimkan kepada Bapak/Ibu formulir Peta Kompetensi (terlampir) untuk diisi dan diserahkan kepada Staf Jurusan Administrasi Bisnis paling lambat hari Jum`at, 21 Pebruari 2014.Demikian surat pemberitahuan kami, atas perhatian disampikan terima kasih.

  • Untuk mencapai pengorganisasian yg baik diperlukan tiga langkah yaitu:Menetapkan ide/gagasan pokok.Mengelompokkan ide/gagasanMemutuskan pola/pendekatan urutan gagasan. (Dewi, 2007:66)Cara pengorganisasian pesan

  • Menetapkan Ide PokokSemua pesan bisnis memiliki tujuan umum dan tujuan khusus.Subyek yang luas atau topik dari setiap pesan bisnis dipadatkan menjadi satu ide pokok yaitu pernyataan spesifik mengenai topik pesan. Menetapkan ide pokok disesuaikan dengan tujuan pesan, seperti nampak pada gambar 4.1 yang berikut.

  • Tabel 4.1. Mendefinisikan Topik dan Ide Pokok Sumber: Bovee & Thill. (2007:148) Komunikasi Bisnis

    Tujuan UmumTujuan KhususTopikIde PokokMemberi informasiMemberitahu cara membuat berkas klaim asuransiKlaim asuransiPenyimpanan berkas yang tepat, menghemat waktu dan uang perusahaanMembujukMeminta TM me-nyetujui kenaikan anggara litbangAnggaran litbangPara pesaing membelanja-kan dana yang lebih banyak untuk litbang daripada perusahaan kitaKolaborasiMenghimpun ide-ide untuk sistem insentif yang meng-kaitkan gaji dengan laba.Pembayaran insentifMengkaitkan gaji dengan laba, memotivasi karyawan dan mengurangi kompen-sasi di tahun-tahun sulit.

  • Mengelompokkan ideIde pokok umumnya didukung oleh beberapa ide pendukung.Dalam menyiapkan pesan yang panjang dan kompleks maka perlu dibuat outline yang berfungsi:Membayangkan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya.Menuntun penyampaian ide-ide secara lebih sistematis, efisien dan efektif.Susunan suatu outline digolongkan menjadi: Ide pokok yaitu yang menjadi inti/tema sentral pesanPoin pendukung, sebagai ide pendukung dari ide pokokIlustrasi yang berupa bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan.

  • Memilih PendekatanSetelah mendefinisan ide, langkah berikutnya adalah menentukan urutan yang akan digunakan dalam penyajian ide.Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan yaitu: 1. Pendekatan langsung atau deduktif Dimana ide pokok ditempatkan di bagian awal diikuti ide-ide pendukung berupa argumentasi atau bukti-bukti.Pendekatan ini digunakan bila audiens diperkirakan akan bereaksi positip atau menyenangkan saat menerima pesan. 2. Pendekatan tak langsung atau induktif Argumentasi atau bukti-bukti pendukung disajikan di awal lalu diikuti ide pokokPendekatan ini digunakan bila audiens diperkirakan bereaksi negatif atau tidak menyenangkan saat menerima pesan

  • Gambar 4.2. Memilih Antara Pendekatan Langsung dan Tidak Langsung.

    Pendekatan langsungPendekatan tidak langsungReaksi penerimaIngin sekali/terta-rik/senang/netralTidak senangTidak tertarik/ tidak mauPembukaan pesanMemulai dengan ide pokok, permintaan, atau berita baikMulai dg pernyataan netral sbg transisi ke alasan untuk berita burukMulai dg pernyata-an atau pertanyaan yg dapat menarik perhatianIsi pesanBerikan detail-detail yang perluBerikan alasan untuk menjelaskan jawaban negatif. Sampaikan berita buruk dan berikan saran positifBangkitkan minat penerima . Bangun keinginan untuk mengikutiPenutupan pesanTutup komentar yang menyenangkan Tutup dengan ramahMintalah utk me-lakukan tindakan

  • Berdasarkan kemungkinan reaksi audiens, terdapat empat bentuk organisasi pesan Permintaan Langsung (Direct request)Yaitu pesan bisnis dalam bentuk surat atau memo yang penyampaian nya langsung pada poin yang dituju. Tipe ini lebih cocok bila audien diperkirakan tertarik (msl penawaran produk baru) dan sebaiknya menggunakan pendekatan langsungPesan rutin, good news atau good will Pesan rutin adalah pesan yang disampaikan secara rutinGood news atau good will adalah berita baik (msl penurunan harga) yang menimbulkan reaksi menyenangkan dari penerima. Cocok menggunakan pendekatan langsungPesan bad newsYaitu pesan-pesan yang tidak menyenangkan dan berpotensi menimbulkan kekecewaan (msl penolakan lamaran kerja, penolakan kredit). Sebaiknya pakai pendekatan tidak langsungPesan persuasifYaitu pesan yang bertujuan membujuk, karena penerima diperkirakan tidak tertarik pada pesan tersebut. Cocok pakai pendekatan tidak langsung

  • MEMFORMULASIKAN PESANMemformulasikan pesan adalah proses penyusunan naskah bisnis. Dalam penyusunan naskah untuk pertama kali, yang perlu mendapat perhatian adalah menentukan gaya dan nada.Gaya adalah cara menggunakan kata-kata, kalimat dan paragrap untuk mencapai nada atau kesan secara keseluruhan.Gaya dapat diubah-ubah untuk menciptakan nada yang sesuai dengan peristiwa.

  • Menggunakan Nada PercakapanSebagian besar pesan bisnis menggunakan nada percakapan yang hangat tetapi tetap lugas. Hindari penggunaan bahasa yang tidak familier dan muluk-muluk.Hindari menceramahi dan membualHati-hatilah dengan keakrabanBerhati-hatilah dengan humor. (Bovee & Thill 2007:181).

  • PEMILIHAN KATA YANG TEPATDalam menyampaikan pesan-pesan bisnis baik secara lisan maupun tertulis perlu memperhatikan hal-hal yang berikut;Gunakan kata yang familier/dikenal, dan lazim digunakan dan sesuai dengan pendidikan dan pengalaman audiensPilih kata-kata yang singkat dalam menyampaikan pesan bisnisHindari kata-kata yang bermakna ganda dan multitafsir.Gunakan kata-kata fungsional dan kata-kata isi dengan benar.

  • Kata Fungsional dan Kata IsiMenggunakan kata-kata fungsional dan kata-kata isi dengan benar.Kata-kata fungsional mengekspresikan hubungan dan hanya mempunyai satu arti dalam setiap konteks penggunaannya melputi kata penghubung, kata depan, kata sandang, dan kata ganti.Kata-kata isi, adalah kata-kata yang bersifat multi demensi meliputi kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan.

  • MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIFKalimat harus disusun secara sadar dan sengaja untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baikTerdapat tiga jenis kalimat yaitu;Kalimat sederhana, yaitu kalimat yang hanya memiliki satu induk kalimat (satu subyek dan satu predikat)Kalimat majemuk, yaitu berisi dua atau lebih klausa independen, dan dihubungkan kata penghubug spt dan, atau, tetapiKalimat kompleks, yaitu berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sbg anak kalimat.Jika memiliki dua ide yang memiliki tingkat kepentingan sama gunakan kalimat majemuk atau penggabungan kedua kalimat sederhana.Jika salah satu ide memiliki tingkat kepentingan yang lebih rendah, maka gunakan kalimat kompleks.

  • CARA MENGEMBANGKAN PARAGRAFAda dua pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf yaitu;Pendekatan induktif, dimulai dengan berbagai alasan baru dibuat kesimpulanPendekatan deduktif, dimulai dari kesimpulan baru diikuti alasan-alasannyaSuatu paragraf dapat dikembangkan dengan;Ilustrasi, yang dapat memperjelas ide pokokPerbandingan, yang menguraikan persamaan dan perbedaanPembahasan sebab akibat, yang memusatkan uraian pada alasan-alasan mengenai sesuatu.Klasifikasi, yaitu memecah ide umum menjadi beberapa kategori spesifik.Pembahasan pemecahan masalah.Dalam setiap paragraf pusatkan pada ide tunggal dan harus tetap dijaga sebagai kesatuan ide yang utuh. Gunakan kata transisi, kata ganti sebagai penghubung antar kalimat.

  • MEREVISI PESAN BISNISPesan bisnis yang efektif, untuk bisa sampai di tangan penerima pesan dan mendapat respons yang diharapkan membutuhkan beberapa tahapan proses pembuatan, yaitu: Perencanaan pesan, Pengorganisasian pesan, dan revisi pesanRevisi pesan berhubungan dengan:Keterampilan revisi pesan-pesan bisnisMembuat kalimat yang efektifMengembangkan paragraf

  • Revisi Pesan Bisnis (Tertulis)1. Penyuntingan Pesan (Editing) Proses penulisan pesan bisnis tertulis diawali dengan penulisan draf, kemudian ditelaah ulang (review) dan diperbaiki lagi baik dari sudut isi, maupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi dan formatnyaMengevaluasi isi dan organisasi pesan, diawali dengan membaca secara cepat (skimming) dengan memusatkan perhatian pada isi, organisasi, dan format pesan.Meninjau ulang gaya dan kemudahan pembacaan

  • 2. Menulis /membaca ulang pesanHindari tanpa melakukan penulisan ulang dan mengirim dokumen pada saat terakhir dibutuhkanKetika menulis ulang perhatian pada setiap kata dan kalimat.Kata/ungkapan yang tidak perlu sebaiknya dihapus3. Memproduksi pesan yang menarik dan efektifPemakaian desain yang konsisten untuk elemen desain yang muncul berulang spt.; marjin, jenis huruf, keseimbangan ruang antara teks, gambar dsbSederhana, tidak terlalu banyak elemen desain, atau terlalu banyak sentuhan dekoratif.4. Mencetak dan mendistribusikan pesanLewat print preview di layar komputer sudah WYSWYG (What You See is What You Get) namun pastikan margin, nomor halaman, gambar, margin sudah benar.Setelah dicetak baru distribusikan.

  • CONTOHKepada Yth:Bapak/Ibu DosenFIA UB

    Dengan hormat,Sehubungan dengan upaya untuk membangun Data Base Dosen terkait pemetaan kompetensi dan minat dari seluruh dsen FIA Jurusan Administrasi Bisnis, maka Jurusan Administrasi Bisnis mengirimkan kepada Bapak/Ibu formulir Peta Kompetensi (terlampir) untuk diisi dan diserahkan kepada Staf Jurusan Administrasi Bisnis paling lambat hari Jum`at, 21 Pebruari 2014.Demikian surat pemberitahuan kami, atas perhatian disampikan terima kasih.

  • CONTOH REVISI PESANKepada Yth:Bapak/Ibu DosenFIA UB

    Dengan hormat,Bahwa untuk melengkapi Data Base Dosen , maka perlu pemetaan kompetensi dan minat dosen .Sehubungan hal di atas maka bersama ini kami kirimkan formulir Peta Kompetensi untuk diisi dan diserahkan ke Jurusan Administrasi Bisnis paling lambat hari Jum`at, tanggal 21 Pebruari 2014Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya disampikan terima kasih.

    ************************


Recommended