Home >Documents >KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QUR’AN (Studi KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QUR’AN (Studi Tematik dengan...

KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QUR’AN (Studi KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QUR’AN (Studi Tematik dengan...

Date post:26-Apr-2018
Category:
View:229 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QURAN

    (Studi Tematik dengan Pendekatan Teologis-Filosofis)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

    Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Ushuluddin

    Jurusan Tafsir Hadits (TH)

    Disusun Oleh :

    ROFIUDIN (4103095)

    FAKULTAS USHULUDDIN

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

    SEMARANG

    2008

  • ii

    KEKEKALAN AKHIRAT DALAM AL-QURAN

    (Studi Tematik dengan Pendekatan Teologis-Filosofis)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

    Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Ushuluddin

    Jurusan Tafsir Hadits (TH)

    Oleh :

    R o f iu d i n NIM: 4103095

    Semarang, 15 Januari 2008

    Disetujui oleh:

    Pembimbing I

    H. Imam Taufiq, M.Ag NIP. 150 276 710

    Pembimbing II

    H. Sukendar, M.Ag, MA NIP. 150 286 885

  • iii

    PENGESAHAN

    Skripsi Saudara ROFIUDIN No. Induk

    4103095 telah dimunaqasahkan oleh Dewan

    Penguji Skripsi Fakultas Ushuluddin Institut

    Agama Islam Negeri Walisongo Semarang

    pada tanggal :

    31 Januari 2008

    Dan telah diterima serta disahkan sebagai

    salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana

    dalam Ilmu Ushuluddin.

    Ketua Sidang / Pembantu Dekan I

    Drs. Nasihun Amin, MA NIP. 150 261 770

    Pembimbing I

    H. Imam Taufiq, M.Ag NIP. 150 276 710

    Penguji I

    Moh. Masrur, M.Ag NIP. 150 303 026

    Pembimbing II

    H. Sukendar, M.Ag, MA NIP. 150 286 885

    Penguji II

    Muhtarom, M.Ag NIP. 150 279 716

    Sekretaris Sidang / Sekjur TH

    Zainul Adzfar, M.Ag NIP. 150 321 620

  • iv

    MOTTO

    . .

    Artinya : Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.)

    ) Qs. Hud (11) : 106-108

  • v

    PERSEMBAHAN

    Kupersembahkan skripsi ini kepada:

    Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya.

    Ibuku, ibuku, ibuku (Karimah) yang telah membesarkanku seorang diri

    dan dengan susah payah mendidikku hingga sekarang.

    Dan bapakku (Mahfudhi) yang meski telah tiada sejak bayiku, aku tahu engkau

    begitu berharga dalam keluarga ini.

    Kakakku, Mbak In dan suami (Mas Tri) serta Mbak Zul dan suami (Mas

    Anis) yang telah memberi semangat dan doa untuk keberhasilan adikmu

    ini. Juga untuk keponakan pertamaku, Najwa, yang selalu membinarkan

    mataku dan mencerahkan jiwaku.

    Special thank to my heart, Lucky Umi Arsianti, yang telah memberi

    warna terindah dalam hidup ini. Ada kedamaian, ada senyum

    mengembang, ada puisi di tengah riak sungai.

    Sahabat-sahabatku di Ushuluddin dan di PC NU Demak, yang telah

    memberi arti pertemanan yang tulus.

    Semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu, yang telah

    memungkinkan terwujudnya skripsi ini.

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt yang telah melimpahkan

    rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga skripsi yang berjudul Kekekalan

    Akhirat dalam Al-Quran (Studi Tematik dengan Pendekatan Teologis-Filosofis)

    ini dapat penulis selesaikan. Penyusunan skripsi ini adalah dalam rangka

    memenuhi tugas guna menempuh gelar kesarjanaan dalam ilmu Ushuluddin pada

    Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang.

    Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi

    Agung Muhammad Saw, yang sangat mencintai umatnya melebihi cinta pada diri

    beliau sendiri. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa

    shahbihi ajmain.

    Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak.

    Untuk itu, penulis haturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada yang

    terhormat :

    1. Rektor IAIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA, selaku

    penaggung jawab penuh terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar di

    lingkungan IAIN Walisongo Semarang.

    2. Bapak Dr. Abdul Muhaya, MA, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN

    Walisongo Semarang beserta stafnya, yang telah berkenan menerima judul

    skripsi yang penulis ajukan sekaligus memberi izin untuk penulisan skripsi ini.

    3. Bapak H. Imam Taufiq, M.Ag dan Bapak H. Sukendar, M.Ag, MA, selaku

    dosen pembimbing I dan dosen Pembimbing II yang telah bersedia

    meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan

    pengarahan hingga selesainya penulisan skripsi ini.

    4. Para dosen pengajar di lingkungan Ushuluddin IAIN Walisongo, yang telah

    membekali berbagai pengetahuan sehingga penulis mampu menyelesaikan

    penulisan skripsi ini.

    5. Ibu tercinta yang telah memberi dorongan serta doa restu hingga selesainya

    penulisan skipsi ini.

  • vii

    6. Berbagai pihak yang secara tidak langsung telah membantu, baik moral

    maupun materi dalam penyusunan skripsi.

    Selanjutnya penulis berharap, semoga amal kebaikannya yang telah

    diberikan kepada penulis mendapat imbalan dari Allah Swt. Amin.

    Pada akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini belum

    mencapai kesempurnaan dalam arti sebenarnya. Oleh karena itu kritik dan saran

    yang membangun sangat penulis harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan

    skripsi ini. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan

    para pembaca pada umumnya.

    Semarang, 15 Januari 2008

    R o f iu d i n NIM. 4103095

  • viii

    ABSTRAKSI

    Dalam Islam, salah satu bentuk keyakinan yang fundamental adalah

    keyakinan tentang adanya hari akhir atau alam akhirat. Keyakinan ini bahkan salah satu dari enam rukuk iman yang wajib diimani oleh setiap muslim. Tanpa adanya keyakinan tentang akhirat, maka seseorang belum dapat disebut sebagai seorang mukmin.

    Keimanan kepada Allah dan hari akhir begitu pentingnya, sehingga seringkali dalam beberapa ayat al-Quran dijumpai beberapa bentuk keimanan kepada Allah dan akhirat dengan tidak menyebutkan empat rukun iman yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa akhirat merupakan tujuan pokok dalam konsep eskatologis dalam Islam.

    Akhirat merupakan tempat pembalasan amal kebaikan maupun keburukan. Segala peristiwa yang terjadi di alam dunia akan mendapatkan konsekuensinya di akhirat kelak. Orang yang durhaka akan disiksa di neraka, sedangkan orang yang taat akan diberi kenikmatan di surga. Keduanya, menurut al-Quran, akan kekal di dalamnya selama-lamanya.

    Namun, keyakinan teologi dalam Islam menyatakan bahwa sifat kekekalan sepatutnya hanya dimiliki oleh Dzat yang tidak berpermulaan (qadim) dan tidak berakhir (baqa). Dialah Allah yang satu-satunya wajib al-wujud, yakni eksistensinya tidak ditentukan oleh selain-Nya. Inilah bedanya dengan makhluk yang mumkin al-wujud, yakni eksistensinya membutuhkan kepada sebab. Secara logika, segala sesuatu yang mumkin tidak akan menyamai yang wajib.

    Allah adalah Khaliq dan selain-Nya adalah makhluk. Dan makhluk tidak menerima kemungkinan memiliki sifat yang sama dengan Khaliq. Pernyataan bahwa akhirat adalah kekal tidak dapat disamakan pengertiannya dengan Allah yang Maha Kekal. Kekekalan yang disematkan pada akhirat berarti bersifat terbatas, yakni keberlangsungannya tergantung kepada kehendak yang menjadikannya kekal.

    Dalam penelitian yang telah dilakukan dengan cara kerja tematik, ditemukan bahwa pengertian kekal bukan berarti kebersinambungan yang tanpa akhir. Beberapa redaksi seperti khuld, baqa, muqim, qarar, dan lainnya yang disematkan pada akhirat mengindikasikan adanya bentuk kekekalan yang terbatas, apalagi apabila ditinjau secara teologis-filosofis yang semakin menguatkan asumsi tersebut.

    Penelitian yang dilakukan untuk mencari pengertian sesungguhnya dari konsep kekekalan akhirat dalam al-Quran ini bersifat library research (studi kepustakaan). Adapun metode yang penulis gunakan adalah langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, sumber data, baik primer maupun sekunder. Kedua, teknik pengumpulan data, karena penelitian ini kepustakaan, maka data-data atau informasi yang diperoleh berasal dari kepustakaan. Ketiga, metode analisis yang digunakan adalah metode tematik dengan pendekatan teologis-filosofis.

  • ix

    TRANSLITERASI

    Huruf Arab Nama Huruf Latin

    Alif Ba Ta Tsa Jim Ha Kha Dal Dzal Ra Za Sin Syin Shad Dhad Tha Zha Ain

    Ghain Fa Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha

    Hamzah Ya

    Tidak didefinisikan B T Ts J H Kh D Dz R Z S Sy Sh Dh Th Zh ... Gh F Q K L M N W H ... Y

    Panjang : = a u = i =

    Diftong : = aw = ay

  • x

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii

    HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii

    HALAMAN MOTTO ...................................................

Embed Size (px)
Recommended