Home >Investor Relations >Kebutuhan air baku

Kebutuhan air baku

Date post:17-Nov-2014
Category:
View:12,308 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Materi IRIGASI tgl 12 maret 2012...
Transcript:
  • 1. KEBUTUHAN AIR BAKU1) Kebutuhan air Rumah Tangga (domestik)2) Kebutuhan air non domestik (perkotaan)3) Kebutuhan air industri4) Kebutuhan air peternakan5) Kebutuhan air perikanan6) Kebutuhan air penggelontoran /pemeliharaan sungai 7). KEBUTUHAN AIR BAKU IRIGASI

2. KEBUTUHAN AIR BAKU NON IRIGASI 1) Kebutuhan air Rumah Tangga (domestik)Meliputi kebutuhan untuk ;- minum, memasak, mandi, cuci, kakus (MCK), dan lain-lain seperticuci mobil, menyiram tanaman dan sebagainya.Kebutuhan air perkapita dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan kebiasaanatau tingkat kesejahteraan. Oleh karena itu dalam memperkirakanbesarnya kebutuhan air domestik perlu dibedakan antara kebutuhan airuntuk penduduk daerah urban (perkotaan) dan daerah rural(perdesaan).Adanya pembedaan kebutuhan air dilakukan dengan pertimbangan bahwapenduduk di daerah urban cenderung memanfaatkan air secara berlebihdibandingkan penduduk di daerah rural.Sedangkan besarnya kebutuhan air untuk tiap orang per hari berdasarkanstandar dari Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebagai berikut:a) Kebutuhan untuk penduduk kota besar sebesar 120 liter/kapita/hari.b) Kebutuhan untuk penduduk kota kecil sebesar 80 liter/kapita/hari.c) Kebutuhan untuk penduduk pedesaan sebesar 60 liter/kapita/hari. 3. Gambaran Pemakaian Air Rumah Tangga di Beberapa NegaraStandar Kebutuhan Air Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Kota dan Jumlah Penduduk. 4. Contoh 1 : Kota Malang memiliki jumlah penduduk pada Tahun 2011 sebesar 693.220 jiwa (asumsi).Berapa kebutuhan air baku domestik pada tahun tersebut ?2. Data perkembangan penduduk suatu kota diuraikan pada tabel berikut ini. Hitung proyeksi kebutuhan air baku domestik Tahun 2015, 2020 dan 2030, bila laju perkembangan penduduk dianggap tetap ! Tahun Jumlah penduduk (jiwa) 2008 570,314 2009594,829 2010618,7712011 670,209 2012693,220 5. 2) Kebutuhan air non domestik (perkotaan)Kebutuhan air non domestik atau sering juga disebut kebutuhan airperkotaan (municipal) adalah kebutuhan air untuk fasilitas kota, sepertifasilitas komersial, fasilitas pariwisata, fasilitas ibadah, fasilitas kesehatandan fasilitas pendukung kota lainnya misalnya pembersihan jalan, pemadamkebakaran, sanitasi dan penyiraman tanaman perkotaan.Besarnya kebutuhan air perkotaan ditentukan oleh banyaknya fasilitasperkotaan. Kebutuhan ini sangat dipengaruhi oleh tingkat dinamika kota danjenjang suatu kota. Untuk memperkirakan kebutuhan air perkotaan suatukota maka diperlukan data lengkap tentang fasilitas pendukung kotatersebut.Cara lain untuk menghitung besarnya kebutuhan perkotaan adalah denganmenggunakan standar kebutuhan air perkotaan yang didasarkan padakebutuhan air rumah tangga.Besarnya kebutuhan air perkotaan dapat diperoleh dengan prosentase darijumlah kebutuhan rumah tangga, berkisar antara 25 - 40% darikebutuhan air rumah tangga. Angka 40% berlaku khusus untuk kotametropolitan yang memiliki kepadatan penduduk sangat tinggi sepertiJakarta. 6. Besar Kebutuhan Air Perkotaan Berdasarkan Fasilitas Perkotaan 7. Besarnya Kebutuhan Air Non Domestik Menurut Jumlah PendudukBesar Kebutuhan Air Perkotaan Menurut Kepadatan Penduduk 8. Contoh 2 :Dengan menggunakan data pada Contoh 1,hitung kebutuhan air non domestik ! 9. 3) Kebutuhan air industriKebutuhan air industri kebutuhan air untuk proses industri, termasukbahan baku, kebutuhan air pekerja industri dan pendukung kegiatanindustri.Besarnya standar kebutuhan industri adalah sebagai berikut :Untuk pekerja industri kebutuhan air merupakan kebutuhan air domestikyang telah disesuaikan dengan kebutuhan pekerja pabrik, yaitu 60 liter/pekerja/hari.Untuk proses industri, kebutuhan air diklasifikasi sesuai dengan tabelberikut ini. 10. Kebutuhan Air Industri Berdasarkan Beberapa Proses IndustriApabila data industri yang diperoleh adalah data luas lahan areal industri makakita dapat menggunakan Kriteria Perencanaan Air Baku yang dikeluarkan olehDirektorat Jenderal Cipta Karya (1994) sebagai berikut:- Industri berat membutuhkan air sebesar 0,50-1,00 liter/detik/ha.- Industri sedang membutuhkan air sebesar 0,25-0,50 liter/detik/ha.- Industri kecil membutuhkan air sebesar 0,15-0,25 liter/detik/ha. 11. Banyak cara untuk memprediksikan kebutuhan air industri tergantung pada ketersediaan data yang ada. Jabotabek Water Resources Management Study - JWRMS (1994) telah melakukanstudi terhadap lebih dari 6.000 industri dari skala kecil sampaibesar untuk mendapatkan korelasi antara jumlah karyawandengan kebutuhan air untuk industri. Meskipun demikian ditemukanbahwa keanekaragaman parameter produksi sangat besar sehinggahubungan tersebut tidak dapat ditemukan. Akhirnya dipakai angka kebutuhan sebesar 500 liter/karyawan/hari untukmemperhitungkan kebutuhan air untuk sektor industri. 12. 4) Kebutuhan air peternakanKebutuhan air rata-rata untuk ternak ditentukan dengan mengacu pada hasilpenelitian dari FIDP yang dimuat dalam Technical Report National WaterResources Policy tahun 1992. Rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut.Kebutuhan Air untuk TernakSecara umum kebutuhan air untuk ternak dapat diestimasikan dengan caramengkalikan jumlah ternak dengan tingkat kebutuhan air. 13. 5) Kebutuhan air perikananKebutuhan ini meliputi untuk mengisi kolam pada saat awal tanam dan untukpenggantian air.Penggantian air bertujuan untuk memperbaiki kondisi kualitas air dalam kolam.Intensitas penggantiannya tergantung pada jenis ikan yang dipelihara. Jenisikan gurami (Osphronemus gouramy) dan karper (Cyprinus) membutuhkanpenggantian air minimal 1 kali dalam seminggu, sedangkan ikan lele dumbo(Clarias glariepinus) hanya membutuhkan minimal 1 bulan sekali.Estimasi besarnya kebutuhan air untuk perikanan ditentukan sesuai denganstudi yang dilakukan oleh FIDP. Ditetapkan bahwa untuk kedalaman kolamikan kurang lebih 70 cm, banyaknya air yang diperlukan per hektar adalah35-40 mm/hari, air tersebut nantinya akan dimanfaatkan untukpengaliran/pembilasan.Namun karena air tersebut tidak langsung dibuang, tetapi kembali lagi, makabesar kebutuhan air untuk perikanan yang diperlukan hanya sekitar 1/5hingga 1/6 dari kebutuhan yang seharusnya, dan ditetapkan angka sebesar 7mm/hari/ha sebagai kebutuhan air untuk perikanan. 14. 6) Kebutuhan air penggelontoran /pemeliharaan sungaiKebutuhan air untuk pemeliharaan sungai bisa diestimasi berdasarkan studiyang dilakukan oleh IWRD (The Study for Formulation of IrrigationDevelopment Program in The Republic of Indonesia (FIDP), Nippon Koei Co.,Ltd., 1993), yaitu perkalian antara jumlah penduduk perkotaan dengankebutuhan air untuk pemeliharaan per kapita.Menurut IWRD, kebutuhan air untuk pemeliharaan sungai diperkirakan sebesar360 liter/kapita/hari, sedangkan untuk tahun 20152020 diperkirakankebutuhan air untuk pemeliharaan sungai akan berkurang menjadi 300liter/kapita/hari dengan pertimbangan bahwa pada tahun 2015 akan semakinbanyak penduduk yang mempunyai/memanfaatkan sistem pengolahan limbah. 15. KEBUTUHAN AIR BAKU IRIGASIKebutuhan air di pintu pengambilan atau bangunan utama tidakterlepas dari kebutuhan air di sawah/lahan.Untuk memenuhi jumlah air yang harus tersedia di pintu pengambilanguna mengairi lahan pertanian dinyatakan sebagai berikut : DR = ( q . A ) / Efdengan,DR= kebutuhan air di pintu pengambilan (1/dt)q = unit kebutuhan air irigasi (l / det / ha)A =luas areal irigasi (ha)EF= Efisiensi irigasi (%) 16. Unit kebutuhan air irigasi (q) dipengaruhi oleh beberapa faktor :a. Kebutuhan untuk penyiapan lahan.b. Kebutuhan air konsumtif untuk tanaman.c. Kebutuhan air untuk penggantian lapisan air.d. Perkolasi.e. Efisiensi air irigasi.f. Luas areal irigasi.g. Curah hujan efektif.Kebutuhan total air di sawah mencakup faktor a sampai dengan f,sedangkan untuk kebutuhan bersih air irigasi di sawah mencakupfaktor a sampai g. 17. Persamaan untuk menghitung unit kebutuhan bersih air irigasi di sawah:IG = IR + Etc + RW + P - ERq = (konversi satuan) * IGdengan:IG= tinggi kebutuhan air (mm/periode)IR= kebutuhan air untuk penyiapan lahan (mm/periode),Etc = kebutuhan air konsumtif (mm/periode),RW= kebutuhan air untuk penggantian lapisan air (mm/periode),P = perkolasi (mm/periode),ER= hujan efektif (mm/periode),EI= efisiensi irigasi (%),q = unit kebutuhan air (l/detik/ha) 18. Contoh 3 : Pada masa pengolahan lahan, diketahui : - Kebutuhan air untuk pengolahan lahan= 12.50 mm/hari - Kebutuhan konsumtif = 0 - Kebutuhan air untuk penggantian lapisan air = 0 - Perkolasi = 2.00 mm/hari - Hujan efektif = 8.00 mm/hariPertanyaan :a). Hitung IG (mm/hari) dan q (l/det/ha) !b). Bila luas baku lahan 700 Ha dan efisiensi total irigasi 60%, berapakebutuhan debit di pintu pengambilan (intake) dalam l/detk atau m3/detik ? 19. a. Kebutuhan Air untuk Penyiapan Lahan (IR)- Kebutuhan air untuk penyiapan lahan umumnya sangat menentukankebutuhan maksimum air irigasi.- Pemberian air bertujuan untuk mempermudah pembajakan dan menyiapkankelembaban tanah guna pertumbuhan tanaman.- Metode ini didasarkan pada kebutuhan air untuk mengganti kehilangan airakibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan selamaperiode penyiapan lahan.- Faktor-faktor penting yang menentukan besarnya kebutuhan air untukpenyiapan lahan adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untukmenyelesaikan penyiapan lahan dan jumlah air yang diperlukan untukpenyiapan lahan.Untuk perhitungan kebutuhan air irigasi untuki penyiapan lahan dapatdigunakan metode yang dikembangkan van de Goor dan Zijlstra (1968). 20. Persamaannya ditulis sebagai berikut.dengan:IR= kebutuhan air irigasi di tingkat persawahan (mm/hari),M = kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi danperkolasi di sawah yang telah dijenuhkan,= Eo + P,Eo= 1,1 x Eto,P = perkolasi (mm/hari),k = M x (T/S),T = jangka waktu penyiapan lahan (hari),S = kebutuhan air untuk penjenuhan ditambah dengan lapisan air 50 mm.Perhitungan kebutuhan air untuk penyiapan lahan digunakan T = 30 hari danS = 250 mm untuk penyiapan lahan padi pertama dan S = 200 mm untukpenyiapan lahan padi kedua. I

Embed Size (px)
Recommended