Home >Documents >KB Hormonal IV Baru

KB Hormonal IV Baru

Date post:16-Jan-2016
Category:
View:27 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
kb hormonal
Transcript:
  • Mirza HeltomiListiani FauziaRatia RestiIntan OktarinaArif Fajar Maulana

  • Indonesia, pada tahun 2012 tercatat jumlah peserta KB aktif dari 64.133.347 jiwa.

  • Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.

  • dapat dipercaya,tidak menimbukan efek yang mengganggu kesehatan, daya kerjanya diatur menurut kebutuhan, tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus,tidak memerlukan motivasi terus-menerus, mudah pelaksanaannya, murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan.

  • Kontrasepsi Non- Hormonal

    Kontrasepsi HormonalNon-OperatifKoitus interuptusPembilasan pascasenggama (postcoital douche)Perpanjangan masa menyusui anak (Prolonged lactation)Pantang berkala (rhythm method)KondomKondom PriaKondom Wanita (pessairum)Diapragma vaginalCervical cap SpermatisidaIUDOperatifTubektomiVasektomi

    PilSuntik Implant

  • 1. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan2. Kontrasepsi secara mekanis baik untuk pria maupun wanita3. Kontrasepsi dengan obat-obat spermatisida4. Kontrasepsi Hormonal (oral, suntik, implant)5. Kontrasepsi dengan AKDR6. Kontrasepsi Mantap (tubektomi dan vasektomi)

  • Tahun 1960, kontrasepsi hormonal menjadi sebuah perubahan drastis dari metode tradisional sebelumnya. Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk, oral, injeksi, dan implant. Kontrasepsi oral adalah kombinasi estrogen dan progestin atau hanya progestin mini pil. Kontrasepsi injeksi atau implant hanya mengandung progestin atau kombinasi estrogen dan progestin.

  • a. Kontrasepsi estrogen + progestin (kombinasi)

    Kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dapat diberikan per oral, suntikan IM, atau dalam bentuk koyo. Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan terdiri dari kombinasi zat estrogen dan prosgesteron yang diminum tiap hari selama 3 minggu dan berhenti selama 1minggu, agar terjadi perdarahan lucut (with drawal bleeding) dari uterus.Efektivitasnya tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari.

  • Mekanisme Kerja :

    Efek gabungan dari estrogen dan progestin adalah supresi ovulasi yang sangat efektif, blockade penetrasi sperma oleh mucus serviks, dan penghambatan implantasi di endometrium apabila dua mekanisme pertama gagal. Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin, apabila diminum setiap hari selama 3 dari 4 minggu, menghasilkan proteksi terhadap kehamilan yang hampir absolute.

  • Keuntungan angka kegagalan min 0,32 per 100 wanita-tahun atau kurang. kepadatan tulang meningkat; pengeluaran darah menstruasi dan anemia berkurang; angka kehamilan ektopik lebih rendah sampai 90%; dismenorea yang berkaitan dengan endometriosis berkurang; kista ovarium fungsional sampai 80% dan salpingitis berkurang; keluhan premenstruasi berkurang; angka kanker endometrium dan ovarium berkurang sampai 40%; berbagai penyakit payudara jinak berkurang sampai 40%; insiden dan keparahan penyakit radang panggul berkurang; perbaikan rematoid artritis.3,5

  • Kerugian meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol total. Kontrasepsi oral menurunkan toleransi glukosa sehingga mampu memicu munculnya diabetes pada wanita yang rentan. Penyakit hati ( Kolestasis dan ikterus kolestatik). Hiperplasia, kanker hati, Adenoma hipofisis. defisiensi vitamin B6 (piridoksin). Tromboembolisme, Stroke dan Trombosis arteri, Hipertensi dan Infark Miocard. Efek pada reproduksi (Amenorea pasca pil, mengurangi jumlah ASI ). Efek lain : Mukorea, Kloasma, Mioma uteri, Pertambahan berat badan, dan Depresi;

  • b. Kontrasepsi progestasional

    Progestin oral (mini pil ).

    adalah pil yang hanya mengandung progestin 350 g atau kurang yang diminum setiap hari. Pil ini tidak terlalu populer karena insiden perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi. Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui, mulai diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan1,5. Pil ini mengganggu kesuburan tapi tidak selalu menghambat penetrasi ovulasi. Kemungkinan sebabnya adalah terbentuknya mukus serviks yang menghambat penetrasi sperma dan perubahan pematangan endometrium sehingga dapat menolak implantasi blastokista.

  • KEUNTUNGANKERUGIAN Resiko peningkatan penyakit kardiovaskular dan keganasan belum terbukti,peninggian tekanan darah atau nyeri kepala min, tidak berefek pada metabolisme karbohidrat danjarang menyebabkan depresi, dismenorea, dan gejala premenstruasi Kegagalan kontrasepsi dan meningkatnya insiden kehamilan ektopik apabila kontrasepsi gagal, perdarahan uterus yang tidak jelas, kista ovarium fungsional menjadi sering, dan pil ini harus diminum pd waktu yang sama atau hampir sama tiap harinya, yang jika terlambat sekalipun hanya 3 jam untuk 2 hari berikutnya harus digunakan kontrasepsi lain sebagai tambahan.

  • Kontraindiksai Kontrasepsi oral :

    Gangguan tromboflebitis atau tromboembolusRiwayat tromboflebitis vena dalam atau gangguan tromboembolus Penyakit sereborvaskular atau arteria koronerDiketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudaraKarsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen estrogenPerdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnyaIkterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pilAdenoma atau karsinoma hatiDiketahi atau dicurigai hamil

  • Progestin suntik .

    Depo medroksiprogesteron asetat (Depo provera) dan Noretindron etantat (Norgest) telah banyak dipakai secara luas diseluruh dunia, mekanisme kerja kedua obat tampaknya multipel, termasuk inhibisi ovulasi, peningkatan kekentalan mukus serviks, dan pembentukan endometrium yang kurang ramah bagi implantasi ovum.

    Depo medroksiprogesteron disuntikan dalam-dalam di kuadran luar atas bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahan-lahan. Dosis lazim adalah 150 mg setiap 90 hari3 .Noetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis 200mg, tetapi penyuntikan obat ini harus diulang setiap 60 hari.

  • KEUNTUNGAN KERUGIAN efektivitas kontrasepsi yang setara dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi, efek bertahan lama dengan hanya 4 6 kali penyuntikan setahun, dan gangguan laktasi yang minimal. amenorea berkepanjangan,perdarahan uterus selama dan setelah pemakaian, dan anovulasi yang lama setalah penghentian kontrasepsi. Pemulihan kesuburan akan lambat namun tidak terhambat,pada pemakaian jangka panjang trigliserida dan kolesterol HDL menurun, insiden anemia defisiensi besi menurun. peningkatan berat badan yang nyata.

  • c. Implan progestin (sistem Norplant)

    Sistem norplant menyalurkan levonorgestrel dalam wadah silastik yang diimplantasikan dijaringan subdermal. Setiap wadah memiliki panjang 34mm, garis tengah 2,4mm, dan mengandung 36 mg levonorgestrel. Dosis kombinasi sebesar 216 mg menghasilkan pembebasan ke dalam plasma sekitar 85 g/hari untuk 6 sampai 8 hari pertama dan menghasilkan kontrasepsi yang efektif. Ini merupakan salah satu metode yang efektif yg tersedia. Dimana setelah penghentian pemakaian fertilitas akan segera pulih dengan segera.

  • Keunggulan dan kekurangan hampir identik dengan progestin oral, kecuali efek pada metabolisme karbohidrat.

    Dilaporkan bahwa setelah pemakaian 6 bulan, kadar glukosa dan insulin mengalami perubahan bahkan pada wanita nondiebetik.

    Pada pemakaian sistem norplant tampaknya tidak terjadi pengurangan kepadatan tulang.

    Karena memerlukan tindakan bedah ringan, terdapat juga masalah yang berkaitan dengan infeksi lokal. Dan apabila tidak dimasukkan sesuai petunjuk, maka pengeluarnnya akan menjadi lebih sulit.

  • Saifuddin A B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Edisi Pertama cetakan Keempat. Jakarta , Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003 Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi kedua cetakan ketiga. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2002Cunningham F G, Gant NF. Williams Obstetri. Edisi ke-21.Volume 2. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2006Saifuddin A B. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Edisi pertama cetakan kedua. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2001www.pikas.bkkbn.go.id/article_detail.php?aid=498 www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1007347677,29897

Embed Size (px)
Recommended