Kb Hormonal

Date post:30-Jul-2015
Category:
View:92 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

1. KB HORMONAL Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah yang diberikan Oleh Dr. Farid, Ir., dr., SpC M.Kes. M.H.Kes. Disusun Oleh : Mery Tarlina ( D3E613005 ) NurAini ( D3E613007 ) AKADEMI KEBIDANAN MEDIKA OBGIN BANDUNG BARAT 2015 2. i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah KB Hormonal ini berdasar pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki. Dan kamipun berterimakasih kepada Dosen yang telah memberikan tugas ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami oleh semua pembacanya dan dapat berguna bagi kami sendiri maupun semuanya. Bandung, Maret 2015 Penulis, 3. 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang ................................................................................................ 1 1.2 Rumusan masalah ........................................................................................... 2 1.3 Tujuan .............................................................................................................2 BAB II ISI 2.1Definisi Kontrasepsi Hormonal ...................................................................... 3 2.2Sejarah Kontrasepsi Hormonal......................................................................... 3 2.3Macam-macam Kontrasepsi Hormonal .......................................................... 4 2.3.1 Kontrasepsi Pil .................................................................................... 4 2.3.2 Kontrasepsi Suntikan .......................................................................... 18 2.3.3 AKDR Dengan Progestin ................................................................... 27 2.3.4 Kontrasepsi Implan ............................................................................. 30 BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Mekanisme Kerja Dari COC (Combination Of Oral Contraception) ............. 39 3.2 Manfaat COC 39 3.3 Efek Positif Pada Seksualitas Perempuan ...................................................... 39 3.4 Pengaruh Kontrasepsi Hormonal Pada Penurunan Pelumasan ...................... 40 3.5 Pengaruh Kontrasepsi Hormonal Pada Estrogen Dan Progesteron ................ 40 3.6 Pengaruh Kontrasepsi Hormonal Pada Emosi ................................................ 41 3.7 Pengaruh Terhadap Libido ............................................................................. 41 3.8 Etonorgestrel Implan ...................................................................................... 42 3.9 AKDR-LNG (Mirena) .................................................................................... 42 BAB III PENUTUP Kesimpulan ........................................................................................................... 40 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... iii 4. 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Indonesia cukup besar, sehingga perlu dilakukan program pembatasan angka kelahiran. Program pembatasan angka kelahiran di Indonesia dikenal dengan program keluarga berencana yang disingkat dengan KB. Program KB di Indonesia dijalankan dengan cara kontrasepsi yaitu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya tersebut dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Namun sampai saat ini belum ada suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal, karena idealnya suatu kontrasepsi dilihat dari daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak memerlukan motivasi terus-menerus, dan efek samping minimal . Ada berbagai macam jenis Alat Kontrasepsi yang tersedia di pasaran yang dapat dibeli dengan bebas. Pil kontrasepsi dipergunakan oleh kurang lebih 50 juta akseptor di seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kurang lebih 60% akseptor mempergunakan pil kontrasepsi. Jumlah ini tampaknya akan tetap tinggi dibandingkan dengan jumlah akseptor yang mempergunakan cara kontrasepsi yang lain. Pil mengakibatkan perlunya tenaga pelayanan lebih banyak dibandingkan IUD, sehingga merupakan beban yang berat bagi tenaga medis serta para medis. Oleh karena itu perlu pelayanan yang diatur oleh tenaga terlatih yang terdapat dalam masyarakat sendiri. Sehubungan dengan ini diperlukan pengetahuan dasar serta petunjuk-petunjuk untuk pelaksana pelayanan tersebut, baik untuk seleksi akseptor maupun cara mengatasi keluhan-keluhan yang ditemukan. 5. 3 1.2Rumusan Masalah a. Apakah pengertian Kontrasepsi Hormonal ? b. Bagaimakah sejarah Kontrasepsi Hormonal ? c. Bagaimanakah macam-macam Kontrasepsi Hormonal ? d. Bagaimanakah Kontrasepsi Hormonal ? e. Mekanisme kerja dari Kontrasepsi Hormonal ? f. Pengaruh Kontrasepsi Hormonal ? 1.3 Tujuan a. Mengetahui pengertian Kontrasepsi Hormonal. b. Mengetahui sejarah Kontrasepsi Hormonal. c. Mengetahui macam-macam Kontrasepsi Hormonal. d. Mengetahui Kontrasepsi Hormonal. e. Mengetahui Mekanisme kerja dari Kontrasepsi Hormonal. f. Mengetahui Pengaruh Kontrasepsi Hormonal. 6. 4 BAB II ISI 2.1 Definisi Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan progesterone, atau salah satu hormonnya. 2.2 SejarahKontrasepsiHormonal Sejarah perkembangan kontrasepsi hormonal dimulai pada awal abad ke 20. Pada tahun 1921 Haberlandt melakukan transplantasi ovarium binatang percobaan yang sedang hamil kepada binatang lain dari spesies yang sama. Ia menemukan kemandulan sementara pada binatang yang menerima transplantasi. Pada tahun 1930 Allen melakukan isolasi progesteron, dan pada tahuntahun berikutnya Bickenbach dan von Massenbach menemukan bahwa progesteron, testosteron, dan estrogen dapat menghambat ovulasi. Walaupun demikian, sampai tahun 1950 hormon steroid ini belum mendapat tempat sebagai antifertilitas, tetapi banyak diselidiki untuk menghasilkan kortison.1 Barulah pada tahun 1950-an setelah Pincus, Chang,dan Rock menemukan bahwa pemberian progesteron per os pada hari ke 5 sampai ke 25 daur haid dapat menghambat ovulasi, hormon steroid ini dipakai untuk keperluan kontrasepsi. Percobaan pertama pemakaian kontrasepsi oral dengan noretindrel dan mestranol di Puerto Rico pada tahun 1956 membuktikan daya guna yang sangat tinggi sebagai kontrasepsi.1 Semenjak itu perkembangan kontrasepsi hormonal berlangsung terus. Tahun 1960 pil kombinasi estrogen-progesteron mulai digunakan. Tahun 1963 pil sekuensial diperkenalkan. Sejak tahun 1965 sampai sekarang banyak diadakan penyesuaian dosis atau penggunaan progesteron saja, sehingga muncul pil mini, dll. Perkembangan ini pada umumnya bertujuan mencari suatu kontrasepsi hormonal yang mempunyai daya guna tinggi, efek samping minimal, dan keluhan pasien yang sekecil-kecilnya.1 7. 5 2.3Macam-macam Kontrasepsi Hormonal 2.3.1 Kontrasepsi Pil A. Sejarah Perkembangan penggunaan pil kontrasepsi sebagai pencegah kehamilan diawali ketika pada tahun 1940 Sturgis dan Albright menjelaskan tentang efek hambatan ovulasi pada wanita yang mengkonsumsi preparat estrogen.. Penggunaan preparat progesteron untuk menghambat ovulasi pertama kali dilakukan oleh Rock, Pincus dan Gracia dengan menggunakan derivat dari 19 nortestosterone yang diberikan selama 20 (dua puluh) hari, dimulai dari hari ke 5 (lima) menstruasi sampai dengan hari ke 25 (duapuluh lima) dalam satu siklus menstruasi. Secara intensif, penelitian tentang penggunaan pil kombinasi dilakukan dibawah pimpinan Pincus dan Rock yang melakukan percobaan lapangan di Puerto Rico. Pil tersebut mengandung progestin norethynodrel dan estrogen mestranol, ternyata pil tersebut memiliki daya yang sangat tinggi untuk mencegah kehamilan sehingga menjadi permulaan terciptanya pil kombinasi. Pil yang terdiri dari kombinasi antara etinilestradiol atau mestranol dengan salah satu jenis progestagen (progesteron sintetik) kini banyak digunakan untuk kontrasepsi. Sebagai hasil penelitian lebih lanjut, ditemukan pil sekuensial, mini pill, morning after pill, dan Depo-Provera yang diberikan sebagai suntikan. Dewasa ini masih terus dilakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk menemukan suatu cara untuk menjadikan kontrasepsi hormonal yang mempunyai daya guna tinggi dan dengan efek samping yang sekecil mungkin. B. Jenis-Jenis Kontrasepsi Pil 1. Pil kombinasi Pil kombinasi ini dipakai oleh lebih dari 65 juta wanita di seluruh dunia. Dalam satu pil terdapat baik estrogen maupun progestin sinetik. Pil diminum setiap hari selama 3 minggu, diikuti dengan 1 minggu tanpa pil atau plasebo, pada saat mana suatu perdarahan surut akan terjadi. Estrogennya ialah etinil estradiol atau mestranol, dalam dosis 0.05; 0,08; atau 0,1 mg per tablet. 8. 6 Progestinnya bervariasi: yang yang merupakan androgen, yang merupakan progesteron, atau mempunyai pengaruh estrogen instrinsik. Daya guna teorotis hampir 100% (tigkat kehamilan 0,1/100 tahun-wanita). Daya guna pemakaian ialah 95 98% efektif (tingkat kehamilan 0,7/100 tahun-wanita).1 Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopouse. Mudah dihntikan setiap saat. Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan. Dapat digunkaan sebagai kontrasepsi darurat Membantu mencegah : Kehamilan ektofik, Kanker ovarium, Kanker endometrium, Kista ovarium, Penyakit radang panggul, Kelainan jinak pada payudara, Kelainan jinak pada payudara, Disminore, Akne. 2 1.A. Kontraindikasi Pil Kombinasi : Hamil atau dicurigai hamil, Menyusui ekslusif, Pendarahan pervaginam yang belu

Embed Size (px)
Recommended