Home >Documents >kasus peritonitis

kasus peritonitis

Date post:04-Jan-2016
Category:
View:37 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
kasus peritonitis
Transcript:

Modul Gastrointestinal Enterohepatik

Pria 55 Tahun dengan Keluhan Nyeri Seluruh PerutKELOMPOK 5

03 011 011Agnestia Selviani Tanic03 011 021Amydhea Garnetta

03 011 013Akhmad03 011 022Anastasia Widha Sylviani

03 011 014Akhta Yudistira03 011 025Andrian Valerius Chrono Dama

03 011 015Aldisa Puspitasari03 011 026Andriany Chairunnisa

03 011 016Alkithyar Adithyargio03 011 027Andry Dimas Dwi Putra

03 011 018

03 011 019Amanda Nabila Faradina

Amanda Shabrina Putri03 011 028

03 011 029Anggi Calapi

Anggi Saputri

03 011 020Amanda Ulfah Demili03 011 030

Anggi Wulandari

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TRISAKTIJakarta

Desember 2012

BAB I

PENDAHULUAN

Gawat abdomen menggambarkan keadaan klinik akibat kegawatandi rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyerisebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada perforasi, perdarahan intraabdomen, infeksi, obstruksi danstrangulasi jalan cerna dapat menyebabkan perforasi yangmengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga terjadilah peritonitis.

Peradangan peritoneum merupakan komplikasi berbahaya yangsering terjadi akibat penyebaran infeksi dari organ-organ abdomen(misalnya apendisitis, salpingitis, perforasi ulkus gastroduodenal),ruptura saluran cerna, komplikasi post operasi, iritasi kimiawi, atau dari luka tembus abdomen.

Pada keadaan normal, peritoneum resisten terhadap infeksi bakteri(secara inokulasi kecil-kecilan); kontaminasi yang terus menerus,bakteri yang virulen, resistensi yang menurun, dan adanya bendaasing atau enzim pencerna aktif, merupakan faktor-faktor yang memudahkan terjadinya peritonitis.

Keputusan untuk melakukan tindakan bedah harus segera diambilkarena setiap keterlambatan akan menimbulkan penyakit yang berakibat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Ketepatandiagnosis dan penanggulangannya tergantung dari kemampuanmelakukan analisis pada data anamnesis, pemeriksaan fisik danpemeriksaan penunjang.

Dalam penulisan makalah ini akan dibahas mengenai penangananperitonitis. Peritonitis selain disebabkan oleh kelainan di dalamabdomen yang berupa inflamasi dan penyulitnya, juga oleh ileusobstruktif, iskemia dan perdarahan. Sebagian kelainan disebabkanoleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkanperforasi saluran cerna atau perdarahan.

BAB II

LAPORAN KASUS

Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri seluruh perut. Penderita mengalami nyeri perut kanan atas 8 jam yang lalu dan mual. Penderita kemudian berobat ke klinik dan mendapat obat mag, tetapi keluhan tidak berkurang. Nyeri kemudian menjalar ke perut kanan bawah. Sejak tiga jam yang lalu penderita merasakan nyeri bertambah hebat dan meluas ke seluruh perut.

Penderita menderita DM sejak lima tahun yang lalu dan kurang teratur berobat.

Keadaan umum lemah, tampak kesakitan, dengan tanda-tanda dehidrasi. Pada pemeriksaan fisik diagnostik ditemukan tanda-tanda rigiditas dan nyeri tekan seluruh tubuh.

BAB IIIPEMBAHASANIdentitas Nama

: -Usia

: 55 tahunKelamin: Laki-lakiRiwayat Penyakit Sekarang Pasien mengalami nyeri perut kanan atas 8 jam yang lalu dan mual, nyeri kemudian menjalar ke perut kanan bawah. Sejak 5 jam yang lalu pasien merasa nyeri bertambah hebat dan meluas ke seluruh tubuhRiwayat Pengobatan Penderita kemudian berobat ke klinik dan mendapat obat maag, tetapi keluhan tidak berkurang. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengaku menderita DM, dan kurang teratur berobatDari hasil amnanesis didapatkan bahwa pasien mengalami nyeri di perut kanan atas 8 jam yang lalu dan mual, dari riwayat penyakit yang dialami pasien di perut kanan atas, maka kami menduga bahwa pasien menderita kolesistitis, kolangitis, kolesistolitiasis, choledoclithiasis ataupun hepatitis. Pasien kemudian berobat ke klinik dan mendapat obat maag, tetapi keluhan tidak mereda, obat maag berfungsi untuk menekan asam lambung, hal ini menandakan bahwa nyeri yang dirasakan pasien bukan berasal dari asam lambingNyeri kemudian menyebar ke perut kanan bawah, kami mencurigai bahwa pasien menderita appendicitis karena organ appendix terletak pada kuadran kanan bawah, dan inervasi saraf yang sama antara umnilikus dan sekitar kuadran kanan atas serta kuadran kanan bawah, maka nyeri itu akan menyebar.setelah itu nyeri bertambah hebat dan meluas ke seluruh perut, menandakan bahwa appendix yang kita curigai mengalami rupture sehingga dapat menyebabkan peritonitis yang nyerinya ke seluruh abdomenSelain itu pasien pernah mengalami DM dan kurang teratur berobat, menandakan bahwa sistem imun pasien menurun, sehingga proses infeksi pada saluran cerna gampang terjadiPemeriksaan fisikKeadaan umum Kesan sakit : tampak kesakitan Sikap : tampak lemah Didapatkan tanda-tanda dehidrasi. Abdomen Ditemukan tanda-tanda rigiditas dan nyeri tekan seluruh abdomen. Tanda rigiditas merupakan tanda kekakuan seluruh abdomen, sedangkan nyeri tekan menandakan adanya gangguan pada dinding abdomen.Pemeriksaan penunjang1. USGMemiliki tingkat sensitivitas sekitar 85% dan spesitifitas lebih dari 90% dalam mendiagnosa apendisitis.2. CT scanMenunjukan distensi edematosa dan gas pada usus halus dan mendukung diagnosis.3. Pemeriksaan x-rayIleus merupakan penemuan yang khas pada peritonitis, usus halus dan usus besar berdilatasi. Udara bebas dapat memperlihatkan di kasus-kasus perforasi.4. Tes darah lengkap- Leukositosis (>20.000)- Hb = untuk menilai apakah terjadi syokDiagnosis Kerja

Peritonitis Generalisata et causa Apendisitis Akut

Pasien tampak payah, sakit berat (toksis), perforasi menjalar ke seluruh abdomen, perut nyeri dan tegang di seluruh abdomen walaupun punctum maximum mungkin di sebelah kanan. Nyeri mulai di epigastrium atau regio umbilikus disertai mual dan anoreksi, lalu nyeri pindah ke kanan bawah dan menunjukkan tanda rangsangan peritoneum lokal di titik McBurney, nyeri tekan, nyeri lepas, dan defans muskuler.

Diagnosis Banding

1. Pankreatitis akut

Gejala yang ditimbulkan berawal dari nyeri pada ulu hati (midepigastrium) kemudian menyebar ke seluruh abdomen sehingga pasien tidak dapat menentukan lokasinya. Hal ini disebabkan oleh pankreas yang mengalami inflamasi dan menekan saraf-saraf disekitarnya

2. Kolesistitis akut

Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri perut pada kuadran kanan bagian atas yang tajam dan konstan. Nyeri dapat meyebar ke seluruh abdomen hingga ke punggung atau ujung skapula.1Penatalaksanaan1. Rehidrasi: dengan NaCl, apabila Hb