Home >Documents >K o Z W Z ] Ì o < o ] W Z, W/ [ , ] u v

K o Z W Z ] Ì o < o ] W Z, W/ [ , ] u v

Date post:09-Apr-2022
Category:
View:0 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
Microsoft PowerPoint - PERHAPI-Bahan utk TEKMIRA 9 Maret 2021 final(Tantangan dan Peluang)
Oleh : Rizal Kasli
PERHAPI’s CHairman
Dipresentasikan pada Acara Road to 1st ISMCT BLU tekMIRA, 9 Maret 2021
Dipresentasikan pada Sosialisasi ISMCT
Tekmira, 9 Maret 2021
1. Perkenalan & PERHAPI 2021 2. Green Revolution Materials 3. Sebaran Loaksi Pertambangan Mineral & Batubara 4. Kondisi 2021 & Tantangan Pertambangan Indonesia 5. Revolusi industry 4.0 & 5G 6. Teknologi Pertambangan Masa Depan (Smart Mining) 7. Penutup
Outline :
Ir. Rizal Kasli, IPM, MAusIMM Lahir : Sigli, 15 Desember 1963 Kontak : [email protected] ; WA : +62 811-907-204 Pendidikan Terakhir : S1 - Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung (ITB) Sekarang : 1. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI)
2. Wakil Ketua Badan Kejuruan Teknik Pertambangan (BKTP – PII)
AGENDA PERHAPI 2021
Berkelanjutan
Berkelanjutan
Untuk Ekonomi Berkelanjutan
Conference (Jakarta)
(TPT), Kongres X – Pemilihan Ketum & Waketum – E-Vote).
March 2021 : Int’l UG Mining Conference
(Supported by Canada Embassy)
1. Pekan Working Group (PWG) 2. Kode Penilaian Mineral Indonesia (KPMI) / Valmin Code (on progress)
Mar-Apr. 2021 : Launching Mining Policy Paper
(Supported by World Bank)
(Antam)
(MNK)
(2)
Keynote Speaker (confirmed) : Menteri ESDM, Dirjen Minerba dan Canada Ambassasdor to Indonesia Confirmed Speaker : Chili, Canada, Malaysia dan Indonesia
Event PERHAPI 24 -26 Maret 2021
(Rescue Underground Mining,San Jose, Chili, 2010)
Raw Material for Green Technology
Source : Badan Geologi, Desember 2019
Sebaran Lokasi Pertambangan Mineral & Batubara
Mine Life of Indonesia Main Commodities Reserve 2019 Production (Tpa)
(Ton Ore) Tonne Eksisting Plan 120,000,000 Copper Ore 1 smelter 1 smelter 3,000,000 (1 juta ton per tahun) (2 juta ton per tahun)
Cu Concentrat NPI, FeNi
3,900,000 Iron Ore & Sand
3,100,000 Iron Concentrate
2,000,000 2 smelter 4 smelter CGA Washed Bauxite (4,4 juta ton per tahun) (15 juta ton per tahun) SGA
8,000 Lead Pb Ore (Pb) 5,000
Pb Concentrate 3 smelter 18,000 (450.000 ton konsentrat)
Zink Zn Ore (Zn) 9,000
Zn Conc. 73,000
Mangan Mn Ore 1 smelter 1 smelter (Mn) 54,000 (4 ribu ton per tahun) (26 ribu ton)
Zn Conc.
3.999 Billion
2.868 Billion
120,000,000 Nickel Ore
tahun)
Katoda Tembaga
Probable Proven Total
Very High Rank > 7100 0,227 0,195 0,422
Total 17,067 20,538 37,605
Diolah dari : BP Statistical Review, 2010
USA 29%
11
• Cadangan Batubara Nasional per Desember 2019 36.7 juta ton • Jumlah produksi tetap, sekitar 550 juta ton/tahun • Cadangan Batubara Nasional habis pada tahun 2068
Total Produksi Tahunan
Produksi Batubara Kumulatif
2088 ???
01
02
03
04
05
*Isu Regulasi, Pembinaan, Pengusahaan & Pengawasan: *Penerapan UU 03 Tahun 2020 & turunannya *Penerapan UUCK 11 Tahun 2020 *Kewenangan Minerba ke Pemerintah Pusat
* Hilirisasi & Pemanfaatan Batubara * Blueprint Kebijakan Nasional Minerba
KONDISI 2021 & TANTANGAN PERTAMBANGAN INDONESIA
*Tambang Rakyat, Illigal Mining, Penegakan Hukum *Modernisasi Perizinan, Pengusahaan ,Pengawasan *Tataruang, Pesisir, Hutan Masalah Lahan *Claim Kerusakan Lingkungan & Sosial
06
Drilling
Real Time Deformation Monitoring (IDS GeoRadar)
Tantangan Perkembangan Kegiatan Produksi Tambang di Indonesia
Sumber : Modifikasi dari Spearing, 2016
• Tambang menjadi lebih dalam (Opsi Underground Mining) • Tambang bergeser ke penambangan bawah laut (seabed mining) atau bahkan
penambangan asteroid. • Grade dari mineral yang akan ditambang menjadi lebih rendah (seiring
kemajuan teknologi untuk eksplorasi dan pengolahan) • Perlunya interaksi terhadap komunitas lingkar tambang yang semakin baik • Peraturan di bidang lingkungan yang lebih ketat, penurunan emisi rumah kaca • Otomatisasi industri dan sistem robotik akan mempengaruhi sistem kerja
pada industri pertambangan • Penambangan jarak jauh (Remote control equipment) • Pemantauan real-time (suhu, gas, pergerakan lereng, dll) • Integrasi data secara langsung dari alat ukur ke perangkat lunak • Artificial Inteligence dalam industri pertambangan
Revolusi Industri 4.0toward G5 Inovasi & Teknologi Mengapa diperlukan?
1.Faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol : harga & permintaan (price index)
2.Kondisi tambang yang makin sulit : luas area, jarak hauling, elevasi, area remote, geometri badan bijih, kedalaman, dll
3.Faktor sosial : tenaga kerja, lingkungan, peraturan 4.Faktor internal yang dapat dikontrol : penambahan peralatan, karyawan,
fuel consumption, efisiensi, management K3L 5.Sebaran tambang (remote location) : head office di kota (Jakarta,
Balikpapan, Makasar, dll)
INDUSTRI 4.0 & 5G
IoT in Mining Industry
1. Cost optimization & improved productivity 2. Ensure the safety of people and equipments 3. Moving from preventive to predictive maintenance 4. Improved and fast-decision making
Trends in Mining Technology (Coal) 1. Spatial data visualization 2. Geographic information systems 3. Artificial intelligence 4. Automated drones 5. Autonomous Equipments
Smart Mining is a choice !
(Underground)
Tantangan Penerapan Smart Mining (IoT) di Pertambangan Indonesia
1. Biaya akuisisi teknologi (owning cost) yang mahal 2. Keamanan (Cyber security) 3. Lokasi yang terisolir, tersebar di banyak pulau 4. Infrastruktur yang belum memadai 5. Biaya tenaga kerja yang masih kompetitif 6. Penyiapan Sumberdaya Manusia (SDM)
Kecakapan Sumber Daya Manusia dalam industri Pertambangan
Peluang Penerapan Smart Mining di Indonesia
1. Peningkatan produktifitas & akurasi 2. Efisiensi biaya (fuel & maintenance) 3. Meningkatkan performance K3LH dengan
berkurangnya interaksi langsung tenaga kerja dengan resiko
4. Real time reporting & monitoring 5. Respon dan pengambilan keputusan yang
cepat
Kesimpulan
1. Industri pertambangan di Indonesia sudah mulai menerapkan “Smart Mining” secara parsial untuk peningkatan produktifitas, K3LH dan efisiensi operasi.
2. Penggunaan Autonomous Equipment masih dalam tahap adaptasi untuk implementasi untuk beberapa tahun mendatang karena beberapa factor seperti Biaya Akuisisi teknologi yang tinggi, Tenaga Kerja masih kompetitif, infrastruktur dan skala operasi.
3. Untuk mendapatkan keunggulan bersaing secara global penerapan “Smart Mining” sangat diperlukan di masa yang akan datang.
‘’TERIMA KASIH”
Sekretariat PERHAPI Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9
Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 Tebet – Jakarta Selatan 12870
Mobile/WA : 0878 8385 5566
of 26/26
Teknologi Pertambangan Terkini di Indonesia (Tantangan dan Peluang) Oleh : Rizal Kasli PERHAPI’s CHairman Dipresentasikan pada Acara Road to 1 st ISMCT BLU tekMIRA, 9 Maret 2021 Dipresentasikan pada Sosialisasi ISMCT Tekmira, 9 Maret 2021
Embed Size (px)
Recommended