Home >Documents >Journal Reading Kirim

Journal Reading Kirim

Date post:29-Oct-2015
Category:
View:26 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
paru
Transcript:

Journal reading Ditemukan Kesetaraan Placebo dengan Amoksisilin untuk pengobatan bronkitis akut di Nairobi, Kenya: ujicoba kesamaan, randomisasi, equivalence trial

Journal reading Ditemukan kesetaraan placebo dengan amoksisilin untuk pengobatan bronkitis akut di Nairobi, Kenya: triple blind, randomisasi, uji kesetaraanPembimbing dr. Niwan Tristanto Martika, Sp.POleh:Sulchan Kris S.kedMios agung S.kedNdarumas Vany K.NS.kedYenu Nur ikwal S.kedSuryani S.ked1Abstraks

23Kesimpulan: Pengobatan dengan antibiotik pada bronkitis akut tidak membantu, bahkan pada populasi dengan prevalensi tinggi pada infeksi HIV.

45Metode pasien yang berusia >18 tahun yang datang dengan batuk produktif durasi < 2 minggu di Klinik Dewan Kota Rhodes antara bulan Oktober 2001 sampai Februari 2004 dan di Departemen Rawat Jalan di RSUD Mbagathi Nairobi antara Oktober 2002 sampai Agustus 2003.Persyaratan ditentukan dengan salah satu dari dua studi perawat konselor yang berpengalaman dan terlatih untuk mengidentifikasi pasien yang memenuhi kriteria kelayakan.6Pasien tidak masuk kriteria yaitu potensi batuk (riwayat bronkitis kronis, rhinitis alergi, sinusitis, asma atau refluks lambung), komorbiditas medis yang serius (penyakit jantung atau diabetes), alergi penisilin, penggunaan antibiotik dalam 2 minggu sebelumnya atau infeksi konkuren (termasuk TBC) yang memerlukan pengobatan antibiotik. Jika ada pasien yang memenuhi syarat tidak didaftar jika mereka tidak mau atau tidak ingin berpartisipasi atau jika mereka tinggal di luar Nairobi7Pasien yang memenuhi syarat, memberikan informed consent tertulis untuk tes HIV seropositive x ray dada posteroanterior dilakukan pada semua subyekSecara acak subyek diberikan satu dari dua studi obat, amoksisilin 500 mg atau plasebo, tiga kali sehari selama 7 hari.

Subjek diberi nomor percobaan berurutan sebelum plasebo atau amoksisilin dialokasikanSelama percobaan jadwal alokasi disimpan di kantor bagian Farmasi, Masking dipertahankan sampai analisis pengobatan selesai Analisis dilakukan dengan membandingkan kelompok'' A'' dengan'' kelompok B

petugas terlatih menangani kuesioner informasi sosiodemografi dan riwayat kesehatan. Para dokter studi melakukan pemeriksaan klinis dan mengisi formulir standar yang mencakup penilaian terhadap Akut Bronchitis Severity Score (ABSS)Untuk beberapa gejala, subjek ditanya untuk mengukur tingkat keparahan pada skala 5 poin, dari tidak ada (0) sampai sangat serius (4)Validasi ABSS dilakukan selama kunjungan, seperti laporan sebelumnya. Selama kunjungan, dahak dikumpulkan untuk mikroskopi dan kultur

Tabel 1. Acute Bronchitis Severity Score untuk bronkitis akut berdasarkan dari 0 sampai 4 untuk masing-masing ke lima gejala (skor maksimal 20)

Subjek direkrut pada hari Senin, Selasa dan Jumat diharapkan kembali untuk follow-up lanjut setelah 3 hariSubyek juga diminta kembali untuk evaluasi ulang setelah 7 dan 14 hariMereka yang lebih dari 2 hari terlambat untuk setiap kunjungan follow-up itu ditelusuri baik ke tempat tinggal atau tempat kerja mereka dan dirujuk ke klinik untuk dievaluasiHasil primer (kesembuhan klinis) didefinisikan sebagai >75% penurunan pada ABSS selama 14 hari. ABSS pada setiap kunjungan follow-up lebih besar dari pada pendaftaran menyebabkan terbukanya pengobatan label dengan eritromisin oral 500 mg setiap 8 jam selama 7 hari.Analisis statistik Kami merancang penelitian untuk mengevaluasi hipotesis utama: kesetaraan tingkat kesembuhan untuk orang dewasa yang dirawat dengan amoksisilin atau plasebo selama bronkitis akut. Analisis Data: SPSS for Windows 10.0 (SPSS, Chicago, Illinois, USA)Tujuan Analisis: mengevaluasi terapi pada poin akhir primer dan sekunder.poin akhir primer didapatkan perbedaan tingkat kesembuhan pada terapi amoksisilin dan plasebo poin akhir sekunder didapatkan subjek yang mengalami kegagalan terapi15Rencana: melakukan analisis dari poin akhir primer dan sekunder yang dikelompokkan berdasarkan status HIVEvaluasi: perbedaan tingkat keberhasilan terapi amoksisilin dan placebo pada subyek yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi HIV16

Gambar 1. Profil Percobaan triple blind, random, placebo terkontrol dari amoksisilin untuk pengobatan bronkitis akut. Foto toraks, x ray dada .17HASIL2677 ->sampel batuk akut yang produktif1.230 -> tidak memenuhi syarat karena masuk kriteria eksklusi787 -> dikeluarkan karena didapatkan x ray dada yang abnormal

18

Tidak didapatkan perbedaan statistik pada saat Follow up hari ke 3,7 dan 14 dalam dua kelompok terapi Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan pada pemberian terapi amoksisilin dan plaseboEfek samping yang muncul selama masa terapi sebesar 183 (58,5%) dan 186 (60,4%) dari mereka yang menerima amoksisilin dan plasebo, (p = 0,34)

20Efek samping yang muncul selama masa terapi sebesar 183 (58,5%) dan 186 (60,4%) dari mereka yang menerima amoksisilin dan plasebo, (p = 0,34)21Untuk populasi penelitian secara keseluruhan, perbedaan tingkat penyembuhan adalah 2,3% (95% CI 28,6% menjadi 4,0%,dalam 95% dari uji coba yang dirancang identik dalam populasi yang sama,22

Gambar 2. Distribusi berdasarkan Acute Clinical Severity Score digunakan untuk menentukan keparahan bronkitis akut pada 660 kasus terdaftar (rata-rata 11,0 23PEMBAHASAN

Dengan demikian temuan studi di Amerika Utara dan Eropa mungkin tidak berlaku untuk sub-Sahara di Afrika dan negara berkembang lainnyaLanjutan diskusianalisis dipisahkan antara pasien terinfeksi HIV dan yang tidak terinfeksi terhadap respon pemberian amoksisilin dan plasebo. Hasilnya, 95% CI (-21,7% menjadi 8,6%) sedikit melebihi di luar kriteria standar kami dalam perbedaan terapi.Kurangnya keefektifan terapi antibiotik mungkin dikaitkan dengan penggunaan antibiotik yang salah

Alasan penggunaan amoksisilinlebih terjangkau, banyak tersedia, lebih banyak digunakan dalam peresepan, direkomendasikan oleh WHO untuk pengelolaan pasien bronkitis akut yang terinfeksi HIV.Hasil x ray15% subyek menunjukkan hasil x ray yang abnormalHampir semua kasus didapatkan prominent vaskuler marking pneumonitis atau berhubungan infeksi pernapasan akutTingkat kegagalantingkat kegagalan pada kedua kelompok penelitian sebanyak 17,6% karena tidak menyelesaikan evaluasi sepenuhnya. Sayangnya, kita tidak dapat menentukan hasil follow up pada beberapa pasien apakah membaik, memburuk atau menetap.Penelitian ini bekerja sama dengan Manajemen Penyakit Terpadu pada Remaja dan Dewasa (IMAI), Hasil penelitian ini tidak hanya diperlukan untuk pedoman terapi, tetapi juga memberi kesadaran pasien dalam menggunakan antibiotik untuk terapi RTIPendanaan: Penelitian ini didukung oleh dana dari Yayasan Rockefeller.Kepentingan dalam Bersaing: Tidak ada.Persetujuan: secara Prosedural telah disetujui oleh Komite penelitian Medis institut Kenya,

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended