Home >Documents >Jong Indonesia Edisi 01 Agustus2009

Jong Indonesia Edisi 01 Agustus2009

Date post:20-Jan-2016
Category:
View:74 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
majalah suka duka kuliah di belanda
Transcript:
  • No. 1 - 17 Agustus 2009 - Tahun I - JONG INDONESIA

    1| Majalah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda | No. 1 - 17 Agustus 2009 |

    Suka DukaKuliah diBelanda

    Suka DukaKuliah diBelanda

    J O N GI N D O N E S I AJ O N GI N D O N E S I A

    Foto: Jimmy Perdana (Wageningen)

  • JONG INDONESIA - No. 1 - 17 Agustus 2009 - Tahun I

    2

    organisasi yang didirikan di Bandung1927. Mereka menggunakan warnamerah putih dan kepala bantengsebagai simbol. Nama organisasi inikemudian diubah menjadi PemudaIndonesia untuk yang berjeniskelamin laki-laki dan Putri Indonesiabagi yang perempuan.

    Pemuda Indonesia membuatkongres di mana pada kongres yangkedua menghasilkan SumpahPemuda, 28 Oktober 1928. Dengansemangat Sumpah Pemuda 1928,JONG Indonesia JONG Indonesia JONG Indonesia JONG Indonesia JONG Indonesia ingin mengajakpara pemuda, khususnya pelajar In-donesia di Belanda, untukmenyumbangkan pemikirannyauntuk Indonesia yang lebih baik.

    Majalah ini diharapkan menjadimedia pembelajaran, transferinformasi dan pengetahuan; mem-pererat-memperluas persaudaranantarmahasiswa Indonesia diBelanda; dan memberikan masukanterhadap perubahan menuju Indone-sia yang lebih baik.

    Penerbitan majalah versi onlinedipilih karena pertimbangan: lebihmurah dan hemat kertas; dan pelajarIndonesia di Belanda sebagian besarbisa mengakses internet. Majalahonline ini berbasis web di http://http://http://http://http://majalah.ppibelanda.org.majalah.ppibelanda.org.majalah.ppibelanda.org.majalah.ppibelanda.org.majalah.ppibelanda.org. Format webjuga memungkinkan untuk meng-up-date informasi-informasi penting danaktual dalam bentuk berita (straightnews). Versi majalah dengan formatPDF juga kami sediakan, sehinggabisa diunduh dan dicetak.

    Jong IndonesiaJong IndonesiaJong IndonesiaJong IndonesiaJong Indonesia mengajak kawan-kawan PPI Belanda dan siapa sajauntuk menulis dan berbagi. Sebab,seperti kata Pramoedya Ananta Toer,Orang boleh pandai setinggi langit,tapi selama ia tak menulis, ia akanhilang di dalam masyarakat dan darisejarah.

    YYYYYohanes Masboi Widodoohanes Masboi Widodoohanes Masboi Widodoohanes Masboi Widodoohanes Masboi WidodoPemimpin Umum/

    Sekjen PPI Belanda

    Apalah arti sebuah nama? kataShakespeare. Bukankah mawarakan tetap harum, meski kita sebutdengan nama lain? Mungkin, bagiShakespeare nama hanya sekedarnama. Berbeda ketika IndischeVereeniging atau PerhimpunanHindia yang berdiri tahun 1908diubah namanya menjadiIndonesische Vereeniging atauPerhimpunan Indonesia. Namabuletinnya pun diubah dari HindiaPoetera menjadi Indonesia Merdekatahun 1924. Perubahan nama itu danpencantuman nama Indonesiamembawa pengaruh yang luar biasa.

    Setelah 101 tahun berlalu,Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)Belanda, yang punya kaitan historisdan semantis dengan IndischeVereeniging dan Perhimpunan Indo-nesia, menerbitkan sebuah majalahonline, untuk menghidupkan kembalisemangat perjuangan lewat media.Ada sekitar 1500 pelajar Indonesia diBelanda. Mereka adalah anakbangsa yang cerdas dan militan.Masa untuk menerbitkan sebuahmajalah, tidak bisa? Itulah yangmenggerakkan penerbitan majalahini.

    Proses inisiasi dan perekrutandimulai sejak Maret 2009. Namun,memilih dan menentukan nama me-dia itu tidak selesai dalam semalam.Sebelumnya ada beberapa namayang muncul: Jembatan, IndonesiaMuda, Agora, van Indonesie, TintaIlmu, Penggiat Indonesia, dan Indo-nesia Maju. Dari nama-nama ituakhirnya mengerucut menjadi dua:Indonesia Muda dan van Indonesie.

    Perdebatan di redaksi cukup alot.Ketika di-voting, hasilnya 50:50.Akhirnya, kami meminta warga PPIBelanda untuk menentukan namamajalah ini lewat poling online.Sebanyak 208 voters berpartisipasi.Ketika deadline ternnyata hasilnyamasih sama 50: 50. Lalu dalam rapatonline redaksi, muncul usulan namaJong IndonesiaJong IndonesiaJong IndonesiaJong IndonesiaJong Indonesia. Nama itulah yangakhirnya dipilih dan disepakati.

    Kenapa Jong Indonesia? Sepertikita tahu, menjelang SumpahPemuda 1928, banyak munculperkumpulan seperti Jong Java, JongSumateranen Bond, Jong Celebes,dan lain-lain. Jong Indonesia atauJong Indonesie adalah nama

    JONG INDONESIA - Majalah online PPI Belanda. Pemimpin Umum: YohanesWidodo (Wageningen) Pemimpin Redaksi: Yon Daryono (Denhaag) SekretarisRedaksi: Yessie Widya Sari (Wageningen) Staf Redaksi: Asti Rastiya (Denhaag)Sujadi (Leiden) Dian Kusumawati (Amsterdam) Amar Maruf (Amsterdam)Rahma Saiyed (Denhaag) Henky Widjaja (Denhaag) Prita Wardani (Denhaag)Meditya Wasesa (Rotterdam) Hosea Sapto Handoyo. Fotografer: Qonita S(Eindhoven) Jimmy Perdana (Wageningen)

    Salam Redaksi

  • No. 1 - 17 Agustus 2009 - Tahun I - JONG INDONESIA

    3

    Suka DukaKuliah diBelanda

    Wah enaknya, ya, bisa kuliah diBelanda. Demikian komentar yangseringkali dilontarkan oleh teman

    atau kerabat terhadap orang yangbelajar di luar negeri, khususnya di

    Belanda. Kuliah di Belanda itu enak,menyenangkan, bisa jalan-jalan,

    dan lain-lain. Benarkah demikian?Qonita S, Yessie Widya Sari, danAsti Rastiya dari Jong Indonesia

    mengumpulkan kisah, pengalaman,dan komentar anggota PPI Belanda

    tentang suka, duka, perjuanganmereka selama belajar dan hidup diBelanda. Laporan dirangkum oleh

    Yohanes Masboi Widodo. -Redaksi

    Picture is taken from http://www.readerbookpatch.com

    Suka DukaKuliah diBelanda

    Utama

    Picture is taken from http://www.readerbookpatch.com

  • JONG INDONESIA - No. 1 - 17 Agustus 2009 - Tahun I

    4

    Jika ditanya apa enaknyabelajar di Belanda, yangmesti disebutkan pertamaadalah bahasa. Ini harus diakui.NESO Indonesia, penyelenggarabeasiswa Stuned, bahkan punyatagline: In English, for sure! Ya,meskipun kita belajar di Belandanamun kita cukup menguasaiBahasa Inggris. Di Belanda, BahasaInggris bisa dibilang bahasa kedua.Hampir 80 persen orang Belandabisa berbahasa Inggris. Dimanapunkita berada, setiap kali ketemu orang,mereka bisa berbahasa Inggris.

    Ini diakui oleh Arya Adriansyahdari TU Eindhoven, bidang ComputerScience and Engineering,spesialisasi Architecture of Informa-tion System. Sebagian besar orangBelanda bisa berbahasa Inggris,sehingga tidak terlalu sulitberkomunikasi, termasuk ketikakuliah, ujar Arya. Dibandingkandengan negara tetangga sepertiJerman, Italia, dan Perancis, orangBelanda lebih lebih foreigner friendly,relatif lebih rapi atau teratur, ujarRenaldi, mahasiswa TU Eindhovenjurusan Sustainable Energy Technol-ogy.

    Kedua, banyaknya mahasiswayang belajar di Belanda. Menurutcatatan Nuffic, ada sekitar 1.500pelajar Indonesia di Belanda.Banyaknya teman-teman dari Indo-nesia memungkinkan prosesadaptasi dengan lingkungan relatifcepat dan meminimalisir cultureshock, tambah Arya. Satu hal yangsangat menyenangkan bisamemasak dan makan bareng, pergijalan-jalan bareng, dan nongkrong-nongkrong bareng dengan teman-teman Indonesia.

    Ketiga, kualitas universitas,perkuliahan dan pendidikan. Dilihatdari semua sisi universitas diBelanda. Setidaknya, ia melihatnyadari tiga hal: human resource,fasilitas, dan support center univer-sitas. Perkuliahan di kampus Belandamerupakan sistem yang lebih banyakdiskusi dan berbagi pengalamandengan sesama mahasiswa dariberbagai Negara, tidak melulu fokuspada buku teks, ujar Dilli Sagala,

    alumni ICHD KIT Amsterdam 2008.Dosen di Belanda berkompeten

    dan egaliter. Para dosen terbukauntuk diskusi diluar jam kuliah danmelek teknologi. Dosen juga punyariset yang sejalan dengan kuliah,sehingga ilmu-ilmunya benar-benar

    up to date, bahkan kadang-kadangpunya tools sendiri, papar Arya.

    Dosen tidak pernahmemaksakan idenya kepadamahasiswa. Dengan kata laintersedia ruang untuk kebebasandalam berfikir dan memaksimalkanpotensi diri, jelas Hustarna, master

    Kuliah tidak hanya belajarselama di kampus saja tapi jugadari faktor eksternal lingkungan,masyarakat, pergaulan, persoalanhidup, dan lain-lain. Selama saya diBelanda, kuliah sebagai AiO (PhD)dengan anak tiga orang, tentu sajamerupakan perjuangan yangsangat berat. Namun pelajaran,hikmah, yang saya petik tiadabandingnya.

    Saya tidak hanya kuliah untukdiri saya sendiri, tapi kamisekeluarga dapat belajar banyakdari kehidupan selama di Belandadan daratan Eropa. Selama kurunitu saya aktif bersama mahasiswaIndonesia (PPI) di seluruh Eropadalam berbagai kegiatan PPI diberbagai kota Eropa. Tentu sajakegiatan lain yang berhubungandengan kuliah saya juga berjalanparalel.

    Belajar Kehidupan

    Pengalaman tersebut telahmenempa kemandirian,kemampuan mengorganisir,mengambil keputusan, danbersikap fokus seperti gayamanagemen Belanda padaumumnya. Saya selama di kampusjuga aktif mengikuti Phd Councildengan rekan-rekan dari berbagainegara untuk memperjuangkankami di fakultas. Interaksi itulahyang memberikan pelajaran di luarakademis terhadap budayamanagemen Belanda. Selain ituinteraksi kami dengan keluarga asliBelanda juga merupakanpengalaman indah buat kamisekeluarga. Rasa gotong royongrakyat Belanda kami rasakanmelebihi rakyat Indonesia padaumumnya. Empati akan sesamajauh lebih kuat, dan rasa sosial dankesetia kawanan juga menonjol.Hal ini kami rasakan bukan sebagaiteori namun kenyataan hidup kamisekeluarga.

    Saat ini dalam pekerjaan danjabatan saya di tanah air,pengalaman tersebut dan jaringanyang ada sangat membantukehidupan kami ditanah air. Kamitetap melanjutkan hubungantersebut hingga saat ini.***

    DrDrDrDrDr.Ir.Ir.Ir.Ir.Ir. Gembong Baskor. Gembong Baskor. Gembong Baskor. Gembong Baskor. Gembong Baskoro, M.Sc.o, M.Sc.o, M.Sc.o, M.Sc.o, M.Sc.

    Technische UniversiteitEindhoven JurusanTechnologie Management(PhD 2001-2006).Saat ini Rektor UniversitasWidya Kartika Surabaya

    Sukanya kuliah di Belanda

  • No. 1 - 17 Agustus 2009 - Tahun I - JONG INDONESIA

    5

    Linguistics di Radboud UniversityNijmegen menyoroti hubungan dosendan mahasiswa yang setara.

    Mahasiswa