Jembo Kabel

Date post:07-Jul-2015
Category:
View:200 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAANLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut N e r a c a Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Laporan Arus Kas Konsolidasi Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 2 4 5 6 7 1

Laporan Auditor Independen No. 180305 JCC RES SA Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi P.T. Jembo Cable Company Tbk Kami telah mengaudit neraca konsolidasi P.T. Jembo Cable Company Tbk dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas, dan arus kas konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan P.T. Jembo Cable Company Tbk dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, dan hasil usaha, serta arus kas konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 37 atas laporan keuangan konsolidasi, pada tahun 2004, Perusahaan mengubah akuntansi imbalan pasca kerja untuk disesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 24 (Revisi 2004), dan secara retrospektif menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasi tahun 2003 atas perubahan tersebut. HANS TUANAKOTTA MUSTOFA & HALIM

Restiawan Adimuryanto, SE, BAP Izin No. 03.1.0874 18 Maret 2005

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 1.907.087 ribu tahun 2004 dan Rp 3.354.567 ribu tahun 2003 Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Uang muka pembelian Biaya dibayar di muka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Aktiva pajak tangguhan Investasi saham Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 164.247.919 ribu tahun 2004 dan Rp 163.084.649 ribu tahun 2003 Uang jaminan Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA

2004

2003 (Disajikan kembali Catatan 37)

2d,3 2e,4 33

2.314.086 29.116.858

5.048.154 19.943.324

2f,5 2m,7 8,11 2g

57.943.279 908.491 86.386.969 5.158.879 12.817.010 1.102.034 195.747.606

47.883.610 1.411.273 87.557.360 4.069.214 13.750.869 395.267 180.059.071

6,33 2m,30 2h,9

4.775.687 3.595.425 900.000

3.137.034 3.110.025 660.000

2i,2j,10,20

96.178.442 825.097 106.274.651 302.022.257

90.548.216 475.416 97.930.691 277.989.762

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

-2-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan) 2003 (Disajikan kembali Catatan 37)

Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank Hutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang perolehan aktiva tetap Hutang lain-lain Hutang pajak Uang muka penjualan Biaya yang masih harus dibayar Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Wesel bayar Bank Sewa guna usaha Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Wesel bayar Bank Sewa guna usaha Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor - 151.200.000 saham Agio saham Selisih penilaian kembali aktiva tetap Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Saldo laba (defisit) Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 22 11 12 33 2i,13 14 15 16 17 18 19 20

2004

71.607.559 8.161.138 44.880.458 8.926.351 17.616.169 1.324.376 7.048.330 29.386.934 943.897 14.703.664 475.311 205.074.187

24.658.127 14.645.865 23.105.123 11.108.449 19.066.122 1.118.328 20.894.081 25.829.412 4.796.299 28.716.009 255.394 174.193.209

6,33 18 19 20 2l,32

2.078.204 22.565.361 300.507 6.954.466 31.898.538 5.267

1.794.751 8.233.736 23.921.000 274.572 5.691.502 39.915.561 5.713

23 24 2i,10 9

75.600.000 3.900.000 33.676.181 500.000 774.497 (49.406.413) 65.044.265 302.022.257

75.600.000 3.900.000 33.676.181 260.000 774.497 (50.335.399) 63.875.279 277.989.762

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

-3-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) 2003 (Disajikan kembali Catatan 37) 282.031.428 253.513.522 28.517.906 18.337.466 8.414.643 26.752.109 1.765.797 3.154.118 276.039 (15.098.190) 5.774.204 (903.820) (2.849.757) (9.647.406) (7.881.609) 603.566 (7.278.043) 8.932.586 1.654.543 577 1.655.120 11

Catatan PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penjualan scrap Penghasilan bunga Keuntungan penjualan aktiva tetap Beban bunga Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih Provisi dan administrasi bank Lain-lain - bersih Beban Lain-Lain - Bersih RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN PAJAK RUGI DARI AKTIVITAS NORMAL POS LUAR BIASA - BERSIH SETELAH PAJAK LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS RUGI BERSIH ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR (dalam Rupiah penuh) Laba Bersih 2n,31 2b,22 21 2m,30 2k 3 2i 2k,29 2c 2k,28 2k,25,33 2k,26,27,33

2004 360.915.650 311.024.253 49.891.397 27.403.419 10.042.277 37.445.696 12.445.701 1.233.054 52.704 439.038 (15.442.868) (6.094.443) (1.585.285) (57.565) (21.455.365) (9.009.664) 485.400 (8.524.264) 9.452.804 928.540 446 928.986 6

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

-4-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

Catatan Saldo per 1 Januari 2003 Perubahan akuntansi atas imbalan pasca kerja Saldo setelah disajikan kembali Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2003 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2004

Modal disetor 75.600.000

Agio saham 3.900.000 3.900.000

Selisih penilaian kembali aktiva tetap 33.676.181 33.676.181

Laba belum direalisasi dari pemilikan efek 145.202 145.202

Saldo laba (defisit) Ditentukan Tidak ditentukan penggunaannya penggunaannya 774.497 774.497 (49.015.974) (2.974.545) (51.990.519)

Jumlah ekuitas 65.079.906 (2.974.545) 62.105.361

37

75.600.000

2h,9

75.600.000

3.900.000 3.900.000

33.676.181 33.676.181

114.798 260.000 240.000 500.000

774.497 774.497

1.655.120 (50.335.399) 928.986 (49.406.413)

114.798 1.655.120 63.875.279 240.000 928.986 65.044.265

2h,9

75.600.000

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

-5-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada: Pemasok Direksi dan karyawan Kas dihasilkan dari operasi Pembayaran bunga dan beban keuangan Pembayaran pajak penghasilan Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan bunga Hasil penjualan aktiva tetap Perolehan aktiva tetap Kenaikan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Kenaikan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penurunan uang jaminan Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pencairan hutang bank Pembayaran wesel bayar Pembayaran hutang bank Pembayaran hutang sewa guna usaha Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas: Aktivitas normal: Perolehan aktiva tetap yang berasal dari hutang Pos luar biasa: Pengurangan pokok hutang bank dan beban bunga sehubungan dengan penyelesaian hutang bank sebelum beban pajak Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

2003

328.482.314 (302.888.247) (21.735.291) 3.858.776 (17.141.407) (3.830.077) (17.112.708)

294.057.535 (236.280.665) (20.493.140) 37.283.730 (12.960.073) (1.457.508) 22.866.149

52.704 699.538 (15.264.119) (1.638.653) 283.453 (349.681) (16.216.758)

276.039 (11.242.745) (1.221.450) 214.103 (11.974.053)

62.897.402 (466.402) (31.315.954) (519.648) 30.595.398 (2.734.068) 5.048.154 2.314.086

(1.688.336) (8.940.837) (255.394) (10.884.567) 7.529 5.040.625 5.048.154

3.935.993

2.078.894

11.942.002

10.411.417

-6-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

1.

UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Jembo Cable Company Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 juncto No. 12 tahun 1970 pada tanggal 17 April 1973 berdasarkan akta No. 51 dari Lody Herlianto S.H., notaris di Jakarta. Anggaran Dasar beserta perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A. 5/106/17 tanggal 30 Maret 1974 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 35 tanggal 3 Mei 1983, Tambahan No. 490 dan 491. Anggaran Dasar tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, diubah dengan akta notaris No. 29 tanggal 10 Juli 1997 dari Imas Fatimah S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut juga memuat perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per saham. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6960.HT.01.04.TH.97 tanggal 24 Juli 1997. Perusahaan berdomisili di Tangerang, propinsi Banten, Kantor dan pabriknya terletak di Desa Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang usaha industri kabel listrik dan telekomunikasi. Kegiatan usaha komersial Perusahaan dimulai sejak tahun 1974. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata 640 karyawan tahun 2004 dan 713 karyawan tahun 2003. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris : Drs. IGM Putera Astaman : Soebiantoro : Hauw Ay Lan Nany Ang Santoso Ir. Haroen Drs. Andreas Soewatjono Soedjianto, MBA : Santoso : Sugono Widjaya : Mary Ang Santoso Antonius Benady Mohammad Chalidy Abbas Cahayadi Santoso Takashi Shimmoto

Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur

Imbalan yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 1.865.032 ribu dan Rp 1.778.929 ribu. b. Anak Perusahaan Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar 99,89% pada PT Jembo Energindo, anak perusahaan yang berkedudukan di Jakarta dengan bidang usaha industri pembangkit tenaga listrik. Anak perusahaan tersebut mulai berproduksi secara komersial pada tanggal

-7-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan) 5 Agustus 2002. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 jumlah aktiva masing-masing sebesar Rp 77.457.839 ribu dan Rp 79.958.813 ribu. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 9 Oktober 1992, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1676/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 10.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 18 Nopember 1992, saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2004, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 151.200.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp), dan laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (dan anak perusahaan) yang disusun sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aktiva bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi.

c.

-8-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

c.

Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

d.

Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

e.

Penyisihan Piutang Ragu-Ragu Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.

f.

Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

g.

Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

h.

Investasi Saham Investasi dalam efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan.

i.

Aktiva Tetap Pemilikan Langsung Aktiva tetap, kecuali aktiva tertentu yang dinilai kembali, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva tertentu telah dinilai kembali berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas.

-9-

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Aktiva tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan Instalasi listrik dan mesin Mesin Peralatan pabrik Peralatan pembangkit listrik Peralatan laboratorium Peralatan kantor Kendaraan bermotor 8 20 5 5 15 4 15 8 15 45 4 4

Pada tahun 2004, anak perusahaan melakukan perubahan taksiran masa manfaat ekonomis untuk beberapa aktiva tetap tertentu berdasarkan penelaahan kondisi fisik aktiva tetap oleh manajemen. Aktiva tetap disusutkan selama sisa masa manfaat ekonomis yang baru untuk masing-masing aktiva tetap. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount), maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dari nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. j. Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai capital lease apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha. Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa dapat menutup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha beserta bunganya sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha. Masa sewa guna usaha minimum dua tahun.

2)

3)

- 10 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap (lihat kebijakan akuntansi mengenai aktiva tetap - pemilikan langsung). k. Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point) dan hak kepemilikan berpindah ke pelanggan. Penjualan tenaga listrik oleh anak perusahaan diakui pada saat penyerahan atau supply tenaga listrik kepada PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis). l. Imbalan Pasca Kerja Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, dan biaya jasa lalu yang belum diakui. m. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

- 11 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aktiva dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini. n. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah ratarata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. o. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Aktiva dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aktiva tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut. p. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasikan.

- 12 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

3.

KAS DAN SETARA KAS

2004

2003

Kas Bank Rupiah Bank Central Asia Bank Finconesia Bank Rakyat Indonesia Bank Negara Indonesia Bank Lippo Bank Internasional Indonesia Bank Jasa Jakarta Bank Niaga Bank Mandiri Bank NISP Bank BNP Lippo Indonesia Dollar Amerika Serikat Bank Finconesia DBS Singapura Bank Internasional Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Negara Indonesia Bank Hanvit Indonesia Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Bank Niaga Dollar Singapura DBS Singapura Bank Lippo Euro Bank Finconesia Deposito berjangka Rupiah Bank Finconesia Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah

306.497

186.259

544.530 507.298 333.717 261.011 125.932 85.438 11.684 11.653 6.215 200 25.956 12.850 7.670 4.066 62.234 2.857 4.278

1.232.125 657.768 69.004 85.095 111.845 11.653 353.124 727.721 953.502 34.238 3.959 21.256 12.596 2.004 489 183.264 42.922 72.162

2.314.086

287.168 5.048.154

-

6% - 11%

- 13 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

4.

PIUTANG USAHA a. Jumlah piutang usaha berdasarkan langganan adalah sebagai berikut:

2004 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Monaspermata Persada Nextrom Enterprice Pte Ltd PT Gapura Kridatama PT Alumina Metal Utama PT Upaya Bersama Catur Perdana CV Sarihon Elektrik PT Sinarmonas Industries Jumlah Pihak ketiga PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara PT (Persero) Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Pelayanan Listrik Nasional - Batam Pelanggan luar negeri Pelanggan dalam negeri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih Jumlah piutang usahab.

2003

18.298.430 9.803.752 726.232 263.886 21.994 2.564 29.116.858

12.342.133 6.533.378 841.230 129.172 1.727 95.684 19.943.324

28.895.232 3.394.612 1.456.543 6.442.252 19.661.727 59.850.366 (1.907.087) 57.943.279 87.060.137

19.290.665 2.215.163 2.400.191 9.431.350 17.900.808 51.238.177 (3.354.567) 47.883.610 67.826.934

Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

2004

2003

Belum jatuh tempo Lewat jatuh tempo 1 s/d 30 hari Lewat jatuh tempo 31 s/d 60 hari Lewat jatuh tempo 61 s/d 90 hari Lewat jatuh tempo 91 s/d 120 hari Lewat jatuh tempo > 120 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih

33.629.864 22.637.590 11.492.086 2.684.296 5.231.651 13.291.737 88.967.224 (1.907.087) 87.060.137

23.848.729 15.290.721 7.942.259 3.012.717 3.081.945 18.005.130 71.181.501 (3.354.567) 67.826.934

- 14 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

c.

Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

2004

2003

Rupiah Dollar Amerika Serikat Dollar Singapura Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu BersihMutasi penyisihan piutang ragu-ragu

67.311.406 12.278.985 9.376.833 88.967.224 (1.907.087) 87.060.137

53.628.594 11.019.529 6.533.378 71.181.501 (3.354.567) 67.826.934

2004

2003

Saldo awal Penambahan Penghapusan Saldo akhir

3.354.567 1.090.219 (2.537.699) 1.907.087

3.254.420 100.147 3.354.567

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang pada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan terhadap piutang pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga. Piutang usaha dijadikan jaminan atas hutang Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (Catatan 11 dan 19). 5. PERSEDIAAN

2004 Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Suku cadang Bahan pembungkus Jumlah 30.111.541 20.002.147 31.393.749 3.409.011 1.470.521 86.386.969

2003 40.968.006 12.966.441 28.794.093 3.319.874 1.508.946 87.557.360

- 15 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2004, seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia terhadap risiko kebakaran dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 100.000.000 ribu. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan dan anak perusahaan. Perusahaan tidak membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan karena manajemen berpendapat bahwa seluruh persediaan masih dapat dijual dengan harga diatas nilai tercatat persediaan. Persediaan dijadikan jaminan atas hutang Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (Catatan 11 dan 19). 6. PIUTANG DAN HUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

2004 Piutang PT Aluminametal Utama (Alumina) Tn. Santoso PT Multi Tembaga Utama (MTU) Nextrom Enterprice Pte. Ltd. Singapore (Nextrom) Tn Muhammad Chalidy Abbas PT Sinarmonas Industries (SMI) Jumlah Hutang PT Monaspermata Persada (Monas) Tn. Soebiantoro PT Sinarmonas Industries (SMI) CV Sarihon Elektrik PT Multi Tembaga Utama (MTU) Jumlah

2003

4.039.270 316.368 300.484 97.636 21.929 4.775.687

1.401.867 97.484 168.016 413.352 1.056.315 3.137.034

880.005 852.913 188.675 156.611 2.078.204

347.635 861.343 65.888 519.885 1.794.751

Piutang kepada Alumina merupakan penjualan aluminium ingot (bahan baku). Piutang kepada Tn. Santoso merupakan uang muka yang belum dipertanggung jawabkan. Piutang kepada MTU dan SMI merupakan piutang yang timbul atas penjualan tembaga dan alumunium sisa (barang scrap). Piutang kepada Nextrom merupakan piutang yang timbul atas penjualan barang jadi. Piutang kepada Tn. Muhammad Chalidy Abbas merupakan fasilitas kredit atas pembelian kendaraan bermotor. Hutang kepada Monas dan SMI timbul dari pembelian barang jadi. Hutang kepada Tn. Soebiantoro, CV Sarihon Elektrik dan MTU merupakan pinjaman tunai yang tidak dikenakan bunga dan tanpa jadwal pengembalian yang pasti.

- 16 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada pihak tersebut tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu. 7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

2004 Pajak Pertambahan Nilai - Bersih Pajak Penghasilan Badan - lebih bayar Jumlah 3.818.000 1.340.879 5.158.879

2003 2.951.487 1.117.727 4.069.214

Pada tanggal 24 Pebruari 2004, Perusahaan memperoleh Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas pajak penghasilan badan tahun 2002 sebesar Rp 493.231 ribu dan pada tanggal 28 Januari 2004, Perusahaan juga memperoleh SKPLB atas pajak penghasilan badan tahun 2001 sebesar Rp 398.036 ribu. 8. UANG MUKA PEMBELIAN

2004 Pembelian bahan baku dan pembantu Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Multi Tembaga Utama PT Aluminametal Utama Uang muka lain-lain Jumlah

2003

10.095.699 2.721.311 12.817.010

2.336.429 165.131 9.437.078 1.812.231 13.750.869

9.

INVESTASI SAHAM

2004 Biaya perolehan Saham PT Tembaga Mulia Semanan Tbk sebanyak 300.000 lembar Laba yang belum direalisasi Nilai pasar

2003

400.000 500.000 900.000

400.000 260.000 660.000

- 17 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

10. AKTIVA TETAP1 Januari 2004 Biaya Perolehan: Pemilikan langsung Tanah Bangunan Instalasi listrik Mesin Peralatan pabrik Peralatan pembangkit listrik Peralatan laboratorium Peralatan kantor Kendaraan bermotor Aktiva dalam penyelesaian Bangunan Mesin Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor Jumlah Akumulasi Penyusutan: Pemilikan langsung Bangunan Instalasi listrik Mesin Peralatan pabrik Peralatan pembangkit listrik Peralatan laboratorium Peralatan kantor Kendaraan bermotor Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2004

7.559.005 22.795.544 27.677.494 149.173.226 21.735.969 7.491.004 4.274.637 3.477.962 3.852.048 14.896 4.322.580 1.258.500 253.632.865

3.697.577 693.680 24.539 3.381.789 996.125 435.551 3.771.153 2.263.705 765.500 16.029.619

7.684.029 1.552.094 9.236.123

14.896 2.078.398 1.809.902 434.280 (14.896) (4.322.580) -

11.256.582 23.504.120 27.702.033 146.949.384 24.541.996 7.926.555 4.708.917 7.249.115 4.563.659 2.024.000 260.426.361

7.854.673 9.738.272 115.389.591 18.200.652 810.762 4.231.656 2.940.237 3.551.743 367.063 163.084.649 90.548.216

1.125.664 1.266.550 5.044.932 1.026.706 489.540 22.114 323.820 496.684 342.883 10.138.893

7.684.029 1.291.594 8.975.623

(2.062.991) 1.669.489 393.502 -

8.980.337 11.004.822 110.687.503 20.896.847 1.300.302 4.647.272 3.264.057 2.756.833 709.946 164.247.919 96.178.442

- 18 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

1 Januari 2003 Biaya Perolehan: Pemilikan langsung Tanah Bangunan Instalasi listrik Mesin Peralatan pabrik Peralatan pembangkit listrik Peralatan laboratorium Peralatan kantor Kendaraan bermotor Aktiva dalam penyelesaian Bangunan Mesin Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor Jumlah Akumulasi Penyusutan: Pemilikan langsung Bangunan Instalasi listrik Mesin Peralatan pabrik Peralatan pembangkit listrik Peralatan laboratorium Peralatan kantor Kendaraan bermotor Aktiva sewa guna usaha Kendaraan bermotor Jumlah Jumlah Tercatat

Penambahan

Pengurangan

Reklasifikasi

31 Desember 2003

3.611.965 22.032.730 27.658.733 149.129.728 20.555.485 4.611.967 4.272.137 3.313.037 3.852.048 14.896 1.258.500 240.311.226

3.947.040 762.814 18.761 43.498 1.180.484 2.879.037 2.500 164.925 4.322.580 13.321.639

-

-

7.559.005 22.795.544 27.677.494 149.173.226 21.735.969 7.491.004 4.274.637 3.477.962 3.852.048 14.896 4.322.580 1.258.500 253.632.865

6.126.582 6.999.925 103.030.376 16.953.696 238.563 4.176.840 2.667.472 3.438.058 52.438 143.683.950 96.627.276

1.728.091 2.738.347 12.359.215 1.246.956 572.199 54.816 272.765 113.685 314.625 19.400.699

-

-

7.854.673 9.738.272 115.389.591 18.200.652 810.762 4.231.656 2.940.237 3.551.743 367.063 163.084.649 90.548.216

Perusahaan melakukan penilaian kembali aktiva tetap untuk beberapa jenis mesin dan peralatan pabrik, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 384/KMK/04/1998 tanggal 14 Agustus 1998 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-29/PJ.42/1998 tanggal 17 September 1998. Berdasarkan laporan penilaian dari PT Shantika Valuindo Lestari tanggal 26 November 1998, nilai pasar seluruh mesin pabrik adalah sebesar Rp 122.264.133 ribu, tetapi Perusahaan hanya mengajukan beberapa jenis mesin yaitu mesin kabel tembaga, mesin kabel aluminium, mesin kabel telepon dan peralatan pabrik kabel telepon. Pada tanggal 19 Maret 1999, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa sesuai Surat Keputusan No. KEP05/WPJ.06/KP.0404/1999. Selisih penilaian kembali aktiva tetap sebesar Rp 33.676.181 ribu dicatat sebagai bagian dari ekuitas. Pada tahun 2004, anak perusahaan melakukan perubahan taksiran masa manfaat ekonomis atas beberapa aktiva tetap berdasarkan penelaahan kondisi fisik aktiva tetap oleh manajemen. Sebagai akibat adanya perubahan taksiran manfaat ekonomis beberapa aktiva tetap tersebut, maka pada tahun 2004 beban penyusutan aktiva tetap turun sebesar Rp 4.807.010 ribu dan nilai tercatat aktiva tetap meningkat sejumlah yang sama.

- 19 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jakarta, Tangerang dan Pulau Batam dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20-30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2004 - 2006 dan tahun 2028. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Hak atas tanah milik anak perusahaan dengan luas 1.128 m2 yang terletak di pulau Batam belum atas nama anak perusahaan. Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

2004 Pemilikan langsung: Beban produksi tidak langsung Beban usaha Sewa guna usaha: Beban usaha Jumlah 9.001.120 794.890 342.883 10.138.893

2003 18.733.811 666.888 19.400.699

Pada tanggal 31 Desember 2004, seluruh aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran kepada PT Asuransi Central Asia dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 127.867.200 ribu dan PT Asuransi Sinar Mas dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 200.000 ribu, serta PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar US$ 8.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yang dipertanggungkan. Pada tahun 2004 anak perusahaan juga telah mengasuransikan mesin-mesin terhadap gangguan bisnis dan kerusakan mesin (business interruption and machinery breakdown) kepada konsorsium beberapa asuransi yang dipimpin oleh PT Asuransi Ramayana Tbk dengan nilai pertanggungan US$ 5.500.000. Aktiva tetap dijadikan jaminan atas hutang Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (Catatan 11 dan 19). 11. HUTANG BANK

2004 Bank Mandiri Rupiah US$ (USD 2.753.040,25) Bank Finconesia Bank Akita Bank Jasa Jakarta Bank Rakyat Indonesia Jumlah

2003

36.322.296 25.575.744 8.710.157 817.518 181.844 71.607.559

23.904.637 753.490 24.658.127

- 20 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Ringkasan perjanjian untuk masing-masing pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: Bank Mandiri Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dan non cash loan, sebagai berikut: a. b. c. Kredit Modal Kerja (Revolving Rekening Koran) sebesar USD 3.687.960 dan Rp 30 miliar dengan suku bunga masing-masing sebesar 9% per tahun dan 15% per tahun. Kredit Modal Kerja (Revolving Transaksional) sebesar Rp 10 miliar dengan suku bunga 15% per tahun. Non Cash Loan sebesar USD 6.000.000 untuk pembukaan bank garansi dan L/C Import bahan baku. Perusahaan wajib melakukan setoran tunai (setoran jaminan) sebesar 5% pada setiap penerbitan non cash loan, jumlah setoran tunai pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp 3,3 miliar yang dicatat sebagai uang muka pembelian (Catatan 8).

Seluruh fasilitas kredit tersebut mempunyai jangka waktu satu tahun yang dapat diperpanjang yang akan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2005 dan dijamin dengan seluruh piutang usaha, persediaan dan aktiva tetap Perusahaan. Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris, menambah hutang selain hutang yang sudah ada dan melakukan pembayaran dividen serta mengharuskan Perusahaan untuk mempertahankan rasio laporan keuangan dalam jumlah tertentu. Bank Finconesia Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah sebesar Rp 34 miliar untuk L/C preexport financing, bank garansi dan modal kerja (maksimum Rp 15 miliar) dengan tingkat bunga yang berlaku pada bank yang bersangkutan. Fasilitas kredit ini dilaksanakan tanpa jaminan dengan pembatasan tertentu dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2004 dan masih dalam proses perpanjangan. Bank Akita Pada bulan Desember 2004, Perusahaan memperoleh pinjaman uang tunai dari Bank Akita sebesar Rp 817.518 ribu untuk membiayai pembelian 6 unit kendaraan bermotor dengan jangka waktu 5 tahun, pembayaran cicilan pertama bulan Januari 2005 dan dijamin dengan kendaraan yang bersangkutan. Kredit ini dikenakan bunga 10% per tahun flat di depan. Bank Jasa Jakarta Dalam tahun 2004, anak perusahaan memperoleh pinjaman uang tunai dari Bank Jasa Jakarta sebesar Rp 272.115 ribu untuk membiayai pembelian 2 unit kendaraan bermotor dengan jangka waktu 47 bulan dan dijamin dengan kendaraan yang bersangkutan. Kredit ini dikenakan bunga 9% dan 9,75% per tahun flat di depan. Pada tanggal 31 Desember 2004 saldo hutang tersebut adalah sebesar Rp 181.844 ribu. Bank Rakyat Indonesia Dalam tahun 2002, anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 1.000.000 ribu dengan tingkat bunga 19% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan kredit investasi dari bank yang sama (Catatan 19) dan telah diperpanjang yang akan jatuh tempo tanggal 10 Juni 2005.

- 21 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

12. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban Perusahaan kepada pemasok atas pembelian bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu dengan rincian sebagai berikut: a. Jumlah hutang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:

2004 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Multi Tembaga Utama PT Sinarmonas Industries PT Aluminametal Utama Fujikura Asia Ltd. CV Sarihon Elektrik Jumlah Pihak ketiga Glencore PT Wonosari Jaya PT Peni PT Panca Surya Gemilang PT Ultra Persada CV Budi Agung PT Walsin Lippo Industri Indonesia PT Hoetama Chemindo Sepakat A PT Prima Kabelindo PT Makmur Abadi Shenyang Tianrong PT Alcarindo Prima CV Gelora Mas Dae Yang Material PT Andalan Karya Teknik M PT Tembaga Mulia Semanan PT Satya Lestari Makmur DOW Chemical Ltd. PT Stafina Inti Mandiri India Foil Limited Namdang PT Bojong Westplas Lain-lain Jumlah Jumlah Hutang Usaha

2003

5.199.331 1.633.343 658.461 629.612 40.391 8.161.138 25.980.586 2.800.381 2.766.313 1.938.114 1.666.331 1.167.678 1.095.410 612.924 542.358 496.928 482.545 427.114 405.690 375.149 231.329 3.891.608 44.880.458 53.041.596

7.250.747 1.559.616 5.099.548 735.954 14.645.865 2.275.991 377.434 1.111.257 938.698 705.779 889.191 967.093 947.272 235.621 386.431 6.249.694 1.816.802 840.903 391.229 368.629 199.399 4.403.700 23.105.123 37.750.988

- 22 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

b.

Jumlah hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

2004 Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah 4.580.182 48.461.414 53.041.596

2003 9.925.665 27.825.323 37.750.988

Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai dengan 60 hari. 13. HUTANG PEROLEHAN AKTIVA TETAP

2004

2003

PT Tata Murdaya Laksana Guangdong Shineng E. AP & E Co. Ltd. PT Assindo Perniagaan Indonesia Sun King Hing Hangzhou Steam Turbine Foshan Co. Ltd Lainnya Jumlah

2.728.892 3.959.827 788.435 573.407 170.007 132.746 573.037 8.926.351

4.470.927 4.331.085 1.135.864 522.485 154.910 120.958 372.220 11.108.449

Hutang tersebut merupakan hutang yang timbul dalam rangka pembangunan, pemasangan dan pembelian impor sparepart untuk mesin pembangkit listrik anak perusahaan dan tidak dikenakan bunga. 14. HUTANG LAIN-LAIN

2004

2003

Tn. Ronald Delano Tn. Suryanto Tn. Suryamin Anwar Tn. Budi Santoso Lain-lain dibawah Rp 300 juta Jumlah

12.155.500 1.240.951 1.055.250 1.000.000 2.164.468 17.616.169

13.095.260 2.770.643 1.000.000 2.200.219 19.066.122

Hutang Tn. Ronald Delano dan Tn. Suryamin Anwar merupakan pinjaman tunai dengan tingkat bunga antara 1,5%-2% per bulan, sedangkan pinjaman ke Tn. Suryanto tidak dikenakan bunga. Semua pinjaman tunai ini tanpa jadwal pengembalian yang pasti.

- 23 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

15. HUTANG PAJAK

2004 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 26 Jumlah

2003

823.814 375.992 124.570 1.324.376

672.726 395.720 49.882 1.118.328

16. UANG MUKA PENJUALAN

2004 PT Sumber Rejeki Asea Brown Boveri AG PT Sinar Artha Mulia PT Wisma Sarana Teknik Tri Putra Utama PT Albatec Inti Guna Semesta Lainnya Jumlah 1.965.642 1.420.074 1.232.155 574.200 486.210 262.068 228.828 879.153 7.048.330

2003 1.000.000 19.772.368 121.713 20.894.081

Perusahaan menerima uang muka pembelian kabel listrik tegangan rendah dari Asea Brown Boveri AG, Jerman merupakan sebesar 90% dari keseluruhan nilai kontrak penjualan untuk tahun 2003. 17. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

2004

2003

Technical fee Komisi Bunga pinjaman Royalti Gaji dan tunjangan Pengangkutan Listrik Pemakaian bahan bakar Asuransi Lain-lain Jumlah

16.686.054 5.468.641 2.462.549 1.366.298 601.796 959.818 609.545 223.112 283.100 726.021 29.386.934

15.443.209 3.259.646 2.898.069 1.366.298 901.473 827.138 587.671 197.025 42.055 306.828 25.829.412

- 24 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

18. WESEL BAYAR

2004

2003

Cobdan Limited Bibiro Investment and Trading Limited Jumlah Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang

943.897 943.897 943.897

1.410.299 11.619.736 13.030.035 (4.796.299) 8.233.736

Cobdan Limited Anak perusahaan menerbitkan surat sanggup bayar (promes) kepada Cobdan Limited, Singapura. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, wesel bayar masing-masing berjumlah US$ 101.603,56 yang jatuh tempo pada tanggal 17 Januari 2005 dan US$ 166.603,56 yang jatuh tempo pada tanggal 6 Januari 2004. Wesel bayar ini dilaksanakan tanpa perjanjian dan jaminan dengan tingkat bunga 10% per tahun. Bibiro Investment and Trading Limited Pada tanggal 26 Desember 2003, Perusahaan mendapatkan pemberitahuan dengan Notice of Assignment bahwa hutang kepada Sumitomo Mitsui Banking Corporation telah dialihkan kepada Bibiro Investment and Trading Limited melalui Dominion Investments Pte. Ltd (Dominion). Seluruh hutang yang dialihkan itu berjumlah US$ 2.287.800 dimana Perusahaan menempatkan dana sebesar US$ 915.120 yang akan digunakan sebagai bagian pembayaran sehingga hutang disajikan secara netto sebesar US$ 1.372.680. Atas pengalihan hutang tersebut Perusahaan menerbitkan enam lembar wesel bayar dengan tingkat bunga SIBOR + 0,5%, lima lembar masing-masing nominal US$ 200.000 dengan tanggal jatuh tempo setiap enam bulan antara 30 Juni 2004 sampai dengan 30 Juni 2006 serta satu lembar nominal US$ 372.680 jatuh tempo 31 Desember 2006. Pada tanggal 4 Maret 2004 hutang tersebut telah diselesaikan (Catatan 21). 19. HUTANG BANK JANGKA PANJANG

2004

2003

Bank Rakyat Indonesia Banque Nationale de Paris Paribas, Singapura ABN-Amro Bank, Singapura Bank BNP Paribas Indonesia Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Jumlah Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang jangka panjang - Bersih

30.565.361 6.703.664 37.269.025 (14.703.664) 22.565.361

30.571.000 6.455.409 9.683.114 4.177.486 1.750.000 52.637.009 (28.716.009) 23.921.000

- 25 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Bank Rakyat Indonesia Dalam tahun 2002, anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan jumlah sebesar Rp 38.571.000 ribu dengan jangka waktu 5,5 tahun yang akan jatuh tempo tanggal 31 Desember 2007 dengan tingkat bunga 19% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2004, kredit telah dijadwal ulang yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan pada tahun 2004 dibebaskan dari cicilan pokok pinjaman. Kredit ini dijamin dengan sebidang tanah HGB No. 101 dengan luas 3.965 m2 atas nama anak perusahaan yang terletak di Batam, bangunan, mesin-mesin, piutang dagang dan persediaan. Anak perusahaan wajib memenuhi beberapa ketentuan (covenant) sesuai dengan yang ditetapkan dalam perjanjian, yang membatasi antara lain: a. Melakukan pembagian dividen kepada para pemegang saham kecuali dipergunakan kembali sebagai tambahan setoran modal disetor perusahaan, melunasi dan atau membayar hutang kepada pemegang saham sebelum hutang di BRI dilunasi terlebih dahulu. Mengambil pinjaman dari bank lain. Mengikatkan sebagai penjamin terhadap pihak lain atau menjaminkan kekayaan perusahaan kepada pihak lain.

b. c.

Banque Nationale De Paris Paribas, Singapura Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja maksimum US$ 1.000.000 dengan tingkat bunga sebesar SIBOR + 2,5% dan dilaksanakan tanpa jaminan. Pada tanggal 10 Oktober 2001 fasilitas kredit tersebut telah memperoleh penjadwalan ulang pembayarannya hingga tanggal 30 Desember 2003 dengan angsuran triwulanan. Sampai dengan tanggal neraca saldo sebesar US$ 762.600 sudah jatuh tempo dan sampai saat ini belum ada penjadwalan ulang pembayaran. Perusahaan sedang melakukan negosiasi dengan pihak bank untuk menyelesaikan tunggakan cicilan pokok tersebut dengan mengajukan rencana 6 kali cicilan bulanan mulai 30 Januari 2005 sampai dengan Juni 2005. Sampai dengan akhir bulan Februari 2005 Perusahaan telah melakukan pembayaran dua kali angsuran dengan jumlah pembayaran pokok dan bunga sebesar US$ 283.007,97. Perusahaan wajib memenuhi beberapa ketentuan (covenant) sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian antara lain: a. b. c. Saldo kas lebih dari US$ 1,5 juta. Rasio hutang pada ekuitas tidak lebih dari 1,5:1,0 Rasio total aktiva lancar kepada kewajiban lancar tidak boleh kurang dari 1

ABN-Amro Bank, Singapura Perusahaan memperoleh fasilitas kredit (short-term revolving credit facility) dengan jumlah maksimum US$ 1.500.000 dan tingkat bunga sebesar SIBOR + 2,5% yang dilaksanakan tanpa jaminan. Pada tanggal 25 Oktober 2001 fasilitas kredit tersebut telah memperoleh penjadwalan ulang pembayarannya hingga tanggal 30 Desember 2003 dengan angsuran triwulanan.

- 26 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Perusahaan wajib memenuhi beberapa ketentuan (covenant) sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian. Pada tanggal 28 Juli 2004, hutang tersebut telah dilunasi seluruhnya. Bank BNP Paribas Indonesia Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja (short term Loan) US$ 655.945,46 dengan tingkat bunga yang berlaku pada bank yang bersangkutan dan dilaksanakan tanpa jaminan. Pada tanggal 16 Oktober 2001 fasilitas kredit tersebut telah memperoleh penjadwalan ulang pembayarannya hingga tanggal 30 Desember 2003 dengan angsuran triwulanan. Perusahaan wajib memenuhi beberapa ketentuan (covenant) sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian. Pada tanggal 2 Agustus 2004, hutang tersebut telah dilunasi seluruhnya. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja Rp 2.880.000 ribu, dengan tingkat bunga sebesar tingkat bunga yang berlaku pada bank yang bersangkutan. Pada tanggal 29 Desember 2003, fasilitas kredit ini telah memperoleh penjadwalan ulang pembayarannya hingga tanggal 25 Desember 2005 dengan angsuran triwulan. Fasilitas kredit ini dilaksanakan tanpa jaminan. Selama masih ada hutang, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa ketentuan (covenant) sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian. Pada tanggal 28 Juni 2004, hutang tersebut telah dilunasi seluruhnya. 20. HUTANG SEWA GUNA USAHA Pembayaran sewa minimum sewa guna usaha berdasarkan perjanjian sewa guna usaha pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: a. Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan jatuh tempo:

2004 Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun: 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah pembayaran minimum sewa guna usaha Bunga Nilai tunai pembayaran minimum sewa guna usaha Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang Sewa Guna Usaha Jangka Panjang - Bersih 542.147 165.583 87.097 87.097 87.097 969.021 (193.203) 775.818 (475.311) 300.507

2003 400.020 283.472 683.492 (153.526) 529.966 (255.394) 274.572

- 27 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

b.

Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan lessor:

2004 PT Tunas Financindo Sarana PT Clipan Finance Indonesia PT Stacomita Sedaya Finance Jumlah 290.322 253.446 232.050 775.818

2003 529.966 529.966

Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan kebijakan untuk membeli kendaraan melalui pembiayaan sewa guna usaha (finance lease). Jangka waktu sewa adalah 3 tahun dengan tingkat bunga efektif 7,5%-10%% flat per tahun. Semua hutang sewa guna usaha didenominasi dalam Rupiah yang dibayar setiap bulan dalam suatu jumlah tetap. Hutang ini dijamin dengan aktiva tetap sewa guna usaha yang bersangkutan (Catatan 10). 21. POS LUAR BIASA Berdasarkan surat konfirmasi tanggal 4 Maret 2004 dari Bibiro Investment and Trading Limited (Catatan 18), Bibiro telah menerima pembayaran sebesar US$ 915.120 dan wesel bayar Perusahaan sebesar US$ 2.287.800 dan bunga sebesar US$ 38.070,38 dinyatakan selesai dengan diskon sebesar US$ 1.410.750,38 equivalent Rp 11.942.002 ribu. Diskon atas wesel bayar tersebut dicatat sebagai laba pos luar biasa sebesar Rp 9.452.804 setelah pajak. Berdasarkan surat konfirmasi tanggal 20 Juni 2003, atas hutang Perusahaan kepada Agnitio, Agnitio menyatakan bahwa telah menerima pembayaran dari Perusahaan melalui AAA sebesar US$ 650.792,45 dan wesel bayar Perusahaan sebesar US$ 1.972.098,32 dinyatakan selesai dengan diskon sebesar US$ 1.321.305,87 equivalent Rp 10.411.417 ribu. Diskon atas wesel bayar tersebut dicatat sebagai laba pos luar biasa sebesar Rp 8.932.586 ribu setelah pajak. 22. HAK MINORITAS Akun ini merupakan hak minoritas atas aktiva bersih pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 dan laba bersih untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2004 dan 2003 sebesar 0,11% atas saham PT. Jembo Energindo, anak perusahaan. 23. MODAL SAHAM

Nama Pemegang Saham

31 Desember 2004 dan 2003 Jumlah Persentase Jumlah Saham Pemilikan Modal Disetor

PT Monaspermata Persada PT Indolife Pensiuntama Fujikura Ltd, Japan Fujikura Asia Ltd, Singapore Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) Jumlah

79.485.000 26.578.300 20.430.000 9.810.000 14.896.700 151.200.000

52,57% 17,58% 13,51% 6,49% 9,85% 100,00%

39.742.500 13.289.150 10.215.000 4.905.000 7.448.350 75.600.000

- 28 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

24. AGIO SAHAM Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, akun ini merupakan agio saham sehubungan dengan: Rupiah

Penjualan saham Perusahaan pada penawaran umum kepada masyarakat tahun 1992 Jumlah yang diterima untuk pengeluaran 10.000.000 saham Jumlah yang dicatat sebagai modal disetor Saldo agio saham - bersih sebelum kapitalisasi Kapitalisasi menjadi modal saham pada tahun 1994 Saldo agio saham

47.500.000 (10.000.000) 37.500.000 (33.600.000) 3.900.000

25. PENJUALAN BERSIH a. Rincian penjualan bersih menurut kelompok barang adalah sebagai berikut:

2004 Kabel listrik tegangan rendah: Kabel aluminium Kabel tembaga Kabel listrik tegangan menengah Kabel telepon: Kabel metalik Kabel serat optik Energi listrik Potongan penjualan Bersihb.

2003

121.800.989 100.978.907 64.992.178 43.201.636 7.763.031 22.252.769 (73.860) 360.915.650

66.647.706 71.279.429 37.827.768 77.309.338 5.821.028 23.284.585 (138.426) 282.031.428

Rincian penjualan bersih menurut kelompok langganan adalah sebagai berikut:

2004

2003

Lokal Ekspor Potongan penjualan Bersih

287.158.924 73.830.586 (73.860) 360.915.650

218.304.663 63.865.191 (138.426) 282.031.428

16,60% dan 17,20% dari penjualan masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 33).

- 29 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Berikut ini adalah rincian penjualan yang melebihi 10% dari penjualan bersih masing-masing pada tahun 2004 dan 2003: 2004 2003

PT (Persero) PLN PT Monaspermata Persada REB. Bangladesh PT (Persero) Telekomunikasi Indonesia Tbk Jumlah

104.536.389 51.004.481 35.247.394 12.544.113 203.332.377

68.814.281 41.921.873 11.175.822 121.911.976

26. BEBAN POKOK PENJUALAN

2004 Persediaan bahan baku Awal tahun Pembelian Tersedia untuk dipakai Akhir tahun Bahan baku yang digunakan Upah langsung Beban produksi tak langsung (Catatan 27) Jumlah Beban Produksi Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun Beban Pokok Produksi Persediaan barang jadi Awal tahun Pembelian Akhir tahun Beban Pokok Penjualan

2003

28.794.093 264.555.591 293.349.684 (31.393.749) 261.955.935 13.685.590 28.433.152 304.074.677

38.451.748 176.725.751 215.177.499 (28.794.093) 186.383.406 14.440.690 35.344.367 236.168.463

12.966.441 (20.002.147) 297.038.971

13.817.831 (12.966.441) 237.019.853

40.968.006 3.128.817 (30.111.541) 311.024.253

56.186.223 1.275.452 (40.968.006) 253.513.522

78,24% dan 71,13% dari jumlah pembelian bahan baku dan jasa pemrosesan masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 33).

- 30 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Berikut ini adalah rincian pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih masing-masing tahun 2004 dan 2003:

2004

2003

PT Multi Tembaga Utama PT Aluminametal Utama Glencore PT Indonesia Asahan Alluminium PT Tembaga Mulia Semanan Tbk Jumlah

95.381.060 82.284.678 38.445.312 33.611.918 8.909.385 258.632.353

58.430.763 48.827.392 722.944 6.404.859 114.385.958

27. BEBAN PRODUKSI TAK LANGSUNG

2004

2003

Penyusutan Listrik, air dan gas Perbaikan dan pemeliharaan Bahan bakar dan pelumas Sewa gudang Pengepakan Jasa profesional Asuransi Laboratorium/pengujian Perjalanan dinas Pertemuan dan pergaulan Komunikasi Pemakaian bahan lain-lain Lain-lain Jumlah

9.001.120 7.361.429 3.845.191 3.315.377 966.211 940.812 820.728 610.281 381.631 310.051 148.304 28.675 21.043 682.299 28.433.152

18.733.811 7.626.582 3.043.954 3.668.870 18.220 629.988 36.500 314.214 339.817 165.304 177.170 67.134 14.751 508.052 35.344.367

- 31 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

28. BEBAN USAHA

2004 Beban Penjualan Komisi penjualan Pengangkutan Denda keterlambatan pengiriman Gaji dan tunjangan Beban piutang ragu-ragu Penyusutan Pertemuan dan pergaulan Perjalanan dinas Advertensi dan promosi Sewa Perbaikan dan pemeliharaan Alat tulis dan cetak Bahan bakar dan pelumas Lain-lain Jumlah Beban Umum dan Administrasi Gaji dan tunjangan Beban imbalan pasca kerja Jasa profesional Pertemuan dan pergaulan Penyusutan Perbaikan dan pemeliharaan Perjalanan dinas Alat tulis dan cetak Bahan bakar dan pelumas Pajak bumi dan bangunan Komunikasi Sewa Representasi dan sumbangan Lain-lain Jumlah Jumlah beban usaha 5.767.490 1.361.913 659.595 481.962 317.240 263.015 179.084 175.539 130.342 126.718 87.993 40.000 4.125 447.261 10.042.277 37.445.696 11.334.151 5.615.972 2.848.477 1.982.534 1.090.219 820.533 800.324 561.934 429.241 245.393 132.546 104.794 87.506 1.349.795 27.403.419

2003 (Disajikan kembali Catatan 37)

9.375.760 3.207.258 245.758 1.997.063 100.174 500.964 800.815 504.077 411.088 232.169 98.310 77.217 99.295 687.518 18.337.466

4.956.860 1.089.452 343.500 520.829 165.924 191.923 263.627 165.422 114.253 109.314 91.383 7.334 394.822 8.414.643 26.752.109

- 32 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

29. BEBAN BUNGA Akun ini meliputi bunga atas pinjaman-pinjaman sebagai berikut:

2004 Bank Sewa guna usaha Jumlah 15.269.923 172.945 15.442.868

2003 14.934.696 163.494 15.098.190

30. PAJAK PENGHASILAN Beban (penghasilan) pajak Perusahaan terdiri dari:

2004 Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah Pajak kini atas pos luar biasa Jumlah 2.489.198 (485.400) 2.003.798 (2.489.198) (485.400)

2003 (Disajikan kembali Catatan 37) 1.478.831 (603.566) 875.265 (1.478.831) (603.566)

- 33 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Pajak Kini Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut: 2003 (Disajikan kembali 2004 Catatan 37)

Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi Keuntungan hasil restrukturisasi hutang Rugi anak perusahaan Laba Perusahaan Perbedaan temporer: Beban imbalan pasca kerja Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perbedaan tetap Komisi penjualan Beban pergaulan dan pertemuan Penyisihan piutang ragu-ragu Representasi dan sumbangan Penghasilan bunga Jumlah Laba sebelum kompensasi kerugian Kompensasi kerugian Laba Kena Pajak Perusahaan

(9.009.664) 11.942.002 575.846 3.508.184

(7.881.609) 10.411.417 701.912 3.231.720

1.262.964 (212.524) 1.050.440 2.371.820 1.089.960 281.140 87.101 (32.984) 3.797.037 8.355.661 8.355.661 2004

1.077.614 2.886.173 3.963.787 1.049.199 100.174 84.325 (57.011) 1.176.687 8.372.194 (3.384.423) 4.987.771 2003 4.987.771 5.000 7.500 1.466.331 1.478.831 1.690.291 15.000 1.705.291 226.460

Laba kena pajak Pajak penghasilan sesuai tarif yang berlaku 10% X Rp 50.000 ribu 15% X Rp 50.000 ribu 30% X Rp 8.255.661 ribu tahun 2004 dan Rp 4.887.771 ribu tahun 2003 Jumlah Dikurang pajak penghasilan dibayar dimuka: Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah Pajak penghasilan badan lebih bayar

8.355.661 5.000 7.500 2.476.698 2.489.198 3.695.281 70.796 64.000 3.830.077 1.340.879

- 34 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:Disajikan kembali - Catatan 37 Dikreditkan Dikreditkan (dibebankan) (dibebankan) 1 Januari ke laporan 31 Desember ke laporan 31 Desember 2003 laba rugi 2003 laba rugi 2004 Aktiva pajak tangguhan: Kewajiban imbalan pasca kerja Rugi fiskal Kewajiban pajak tangguhan: Penyusutan aktiva tetap Aktiva pajak tangguhan - bersih

4.544.482 (2.038.023) 2.506.459

1.707.451 (2.372.859) 1.268.974 603.566

1.707.451 2.171.623 (769.049) 3.110.025

378.889 462.765 (356.254) 485.400

2.086.340 2.634.388 (1.125.303) 3.595.425

Sampai dengan tahun 2004, sisa kerugian fiskal anak perusahaan yang masih dapat dikompensasikan dengan laba fiskal adalah sebesar Rp 8.781.295 ribu. Rekonsiliasi antara penghasilan beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: 2003 (Disajikan kembali 2004 Catatan 37)

Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi Pajak penghasilan sesuai tarif Pengaruh pajak atas penghasilan (beban) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Komisi penjualan Beban pergaulan dan pertemuan Penyisihan piutang ragu-ragu Representasi dan sumbangan Penghasilan bunga Penyesuaian karena penyajian kembali dan atas SKPLB Jumlah Beban Pajak Penghasilan pajak anak perusahaan Jumlah Beban Pajak

3.508.184 1.034.955

3.231.720 969.516

711.546 326.988 84.342 26.130 (9.895) 1.139.111 2.174.066 (170.268) 2.003.798

314.759 30.052 25.298 (17.103) (322.086) 30.920 1.000.436 (125.171) 875.265

- 35 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

31. LABA PER SAHAM Laba Per Saham Dasar Laba bersih yang digunakan Perusahaan untuk perhitungan laba dan rugi per saham dasar masing-masing adalah laba Rp 928.986 ribu dan Rp 1.655.120 ribu untuk tahun 2004 dan 2003. Jumlah rata-rata saham yang beredar untuk tahun 2004 dan 2003 adalah 151.200.000 saham. Laba Per Saham Dilusian Perusahaan tidak menghitung laba per saham dilusian karena Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham. 32. IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 640 karyawan di tahun 2004 dan 629 karyawan di tahun 2003. Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi adalah:

2004

2003 (Disajikan kembali Catatan 37)

Beban jasa kini Beban bunga Amortisasi bersih JumlahKewajiban imbalan pasca kerja di neraca adalah sebagai berikut:

577.882 709.032 74.999 1.361.913

463.167 551.286 74.999 1.089.452

2004 Nilai kini kewajiban Biaya jasa lalu yang belum diakui Kerugian aktuarial yang belum diakui Kewajiban bersih 8.232.149 (991.543) (286.140) 6.954.466

2003 (Disajikan kembali Catatan 37) 7.403.849 (1.066.540) (645.807) 5.691.502

- 36 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Mutasi kewajiban bersih di neraca adalah sebagai berikut :

2004

2003 (Disajikan kembali Catatan 37)

Saldo awal Pembayaran manfaat Beban tahun berjalan Saldo akhir

5.691.502 (98.949) 1.361.913 6.954.466

4.613.888 (11.839) 1.089.453 5.691.502

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independent PT Dayamandiri Dharmakonsilindo yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut :

2004 dan 2003 Tingkat diskonto per tahun Tingkat kenaikan gaji per tahun Tingkat kematian Tingkat cacat Tingkat pengunduran diri per tahun Tingkat pensiun normal 10% 8% 100% CSO'80 10% 4% sampai dengan 20 tahun dan 1% pada usia 45 tahun 100%

33. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa a. Perusahaan yang merupakan pemegang saham Perusahaan adalah PT Monaspermata Persada dan Fujikura Asia Ltd., Singapura. b. Perusahaan yang pemegang saham utamanya juga merupakan pemegang saham utama Perusahaan adalah PT Multi Tembaga Utama, PT Aluminametal Utama dan PT Sinarmonas Industries. c. Tn. Santoso, Tn. Muhammad Chalidy Abbas dan Tn. Soebiantoro adalah pengurus Perusahaan.

d. Perusahaan dimana salah satu pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan adalah PT Upaya Bersama Catur Perdana. e. Perusahaan yang pengurusnya merupakan keluarga dari pengurus Perusahaan adalah PT. Gapura Kridatama, C.V. Sarihon Elektrik dan Nextrom Enterprice Pte. Ltd., Singapore (NEL).

- 37 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang meliputi antara lain: a. 16,60% dan 17,20% dari jumlah penjualan masing-masing pada tahun 2004 dan 2003, merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 14,37% dan 7,15% dari jumlah aktiva masing-masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut:

2004

2003

PT Monaspermata Persada Nextrom Enterprice Pte. Ltd, Singapore PT Upaya Bersama Catur Perdana PT Sinarmonas Industries C.V Sarihon Elektrik PT Gapura Kridatama Jumlahb.

51.004.981 7.032.361 1.737.310 132.490 2.331 59.909.473

41.921.873 4.230.588 1.572.670 22.595 665.271 103.139 48.516.136

56,61% dan 70,70% dari jumlah pembelian masing-masing pada tahun 2004 dan 2003, merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha, yang meliputi 3,59% dan 7,85% dari jumlah kewajiban lancar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Rincian pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut:

2004 PT Multi Tembaga Utama PT Aluminametal Utama PT Sinarmonas Industries CV Sarihon Elektrik Fujikura Asia Ltd., Singapura Jumlah 95.381.060 82.284.678 24.572.464 1.590.273 721.237 204.549.712

2003 58.430.763 48.827.392 17.683.386 124.941.541

- 38 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

c.

Perusahaan melakukan perjanjian pengolahan bahan baku Aluminium ingot dengan PT Aluminametal Utama (Alumina). Jasa yang dibayarkan selama tahun 2003 sebesar Rp 628.537 ribu dicatat sebagai bagian dari harga pembelian bahan baku. Sedangkan untuk hutang yang timbul dari transaksi tersebut dicatat sebagai hutang usaha. Pada tahun 2004 perjanjian tersebut tidak diperpanjang. Perusahaan melakukan perjanjian pengolahan bahan baku PVC dengan PT Sinarmonas Industries. Jasa yang dibayarkan selama tahun 2003 sebesar Rp 132.677 ribu dicatat sebagai bagian dari harga pembelian bahan baku. Sedangkan untuk hutang yang timbul dari transaksi tersebut dicatat sebagai hutang usaha. Pada tahun 2004 perjanjian tersebut tidak diperpanjang. Perusahaan memberikan komisi penjualan atas jasa perantara penjualan yang dilakukan PT Upaya Bersama Catur Perdana. Beban yang terjadi atas transaksi ini dicatat sebagai beban komisi. Beban komisi yang diberikan kepada PT Upaya Bersama Catur Perdana untuk tahun 2004 dan 2003 masing masing sebesar Rp 33.920 ribu dan Rp 876.010 ribu. Bangunan kantor milik Perusahaan yang terletak di Jalan Tangki Sekolah, Jakarta di tempati oleh PT. Monaspermata Persada tanpa dikenakan biaya sewa, sedangkan Perusahaan, sampai dengan bulan Desember tahun 2004 menempati ruang kantor milik PT Monaspermata Persada yang terletak di Menara Batavia, Jakarta, juga tanpa dikenakan biaya sewa. Perusahaan hanya membayar service charges, sebesar Rp 164.099 ribu dan Rp 232.168 ribu masing-masing untuk tahun 2004 dan 2003. Perusahaan menggunakan sebidang tanah berikut bangunan gudang milik PT Multi Tembaga Utama untuk menyimpan persediaan barang jadi. Atas penggunaan bangunan gudang tersebut pada tahun 2004 Perusahaan dikenakan biaya sewa sebesar Rp 949.133 ribu. Perusahaan menjual tembaga sisa dan aluminium sisa (barang scrap) kepada PT Multi Tembaga Utama dan PT Aluminametal Utama. Pada tahun 2004 dan 2003, Perusahaan menjual barang jadi kepada Nextrom Enterprice Pte., Ltd. masing-masing sebesar Rp 7.032.361 ribu dan Rp 4.230.589 ribu. Pada tahun 2003 Perusahaan menerima jasa pengolahan kabel dari CV Sarihon Elektrik sebesar Rp 2.502.884 ribu.

d.

e.

f.

g.

h. i. j.

- 39 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

34. INFORMASI SEGMEN Segmen Usaha Perusahaan pada saat ini melakukan kegiatan usaha manufaktur kabel yang dibedakan antara kabel listrik dan kabel telepon. Untuk tujuan penyajian informasi segmen usaha, manajemen membedakan segmen usaha dalam komponen kabel listrik dan kabel telepon. Sedangkan anak perusahaan melakukan kegiatan usaha penyedia energi listrik untuk PLN Batam. Berikut ini adalah informasi segmen yang disajikan:2004 Kabel listrik % Rp'Juta 80 81 287.772 251.876 35.896 Kabel telepon % Rp'Juta 14 15 50.891 46.268 4.623 Energi % Rp'Juta 6 4 22.253 12.880 9.373 % Jumlah Rp'juta

Penjualan Beban pokok penjualan Laba kotor Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan Laba usaha Rugi lain - lain yang tidak dapat dialokasikan Rugi sebelum pajak Beban pajak Rugi dari aktivitas normal Pos luar biasa Laba sebelum hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Laba bersih

100 360.916 100 311.024 49.892 37.446 12.446 (21.456) (9.010) 485 (8.525) 9.453 928 1 929

2003

Kabel listrik % Rp'Juta 63 60 175.591 153.624 21.967

Disajikan kembali - Catatan 37 Kabel telepon Energi % Rp'Juta % Rp'Juta 29 33 83.155 82.950 205 8 7 23.285 16.765 6.520

%

Jumlah Rp'juta

Penjualan Beban pokok penjualan Laba kotor Beban usaha yang tidak dapat dialokasikan Laba usaha Penghasilan lain - lain yang tidak dapat dialokasikan Rugi sebelum pajak Beban pajak Rugi dari aktivitas normal Pos luar biasa Laba sebelum hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Laba bersih

100 282.031 100 253.513 28.518 26.752 1.766 (9.647) (7.881) 603 (7.278) 8.932 1.654 1 1.655

Sampai saat ini manajemen belum dapat menyajikan aktiva per segmen baik dalam jumlah uang atau dalam bentuk persentase.

- 40 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

35. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:2004 Mata Uang Asing Aktiva Kas dan setara kas US$ SG$ EUR 5.440 11.449 338 Ekuivalen Rupiah 50.542 65.091 4.278 Mata Uang Asing 121.446 94.173 6.780 2003 Ekuivalen Rupiah 1.028.044 468.652 72.162

Piutang usaha - Pihak yang mempunyai hubungan istimewa - Pihak ketiga Uang Jaminan Jumlah aktiva Kewajiban Hutang bank Hutang usaha - Pihak yang mempunyai hubungan istimewa - Pihak ketiga

SG$ US$ US$

1.654.443 1.321.742 2

9.406.254 12.278.985 19.540 21.824.690

1.312.846 1.301.775 -

6.533.378 11.019.529 19.121.765

US$

3.741.605

34.759.506

3.772.681

31.935.745

Biaya yang masih harus dibayar Hutang wesel Hutang perolehan aktiva tetap Jumlah kewajiban Jumlah Kewajiban - Bersih

US$ US$ EUR RMB US$ US$ US$ SG$

817.534 4.289.300 62.317 209.537 1.799.360 101.604 520.558 479.978

7.594.888 39.847.601 788.435 230.490 16.716.054 943.897 4.835.987 2.728.892 108.445.750 86.621.060

3.287.102 1.824.360 166.604 605.958 898.408

27.825.323 15.443.209 1.410.299 5.129.434 4.470.927 86.214.937 67.093.172

Pada tahun 2004 mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp 6.094.443 ribu dan tahun 2003 Perusahaan memperoleh laba selisih kurs sebesar Rp 5.774.204 ribu. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 18 Maret 2005 sebagai berikut:

18 Maret 2005 Rp Mata uang 1 US $ 1 SG $ 1 EUR 9.369,00 5.770,52 12.531,05

31 Desember 2004 2003 Rp Rp 9.290,00 5.685,45 12.652,06 8.465,00 4.976,50 10.643,06

- 41 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

36. IKATAN a. Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Pada tanggal 16 Mei 2001, Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama jual beli tenaga listrik berjangka 20 MW dengan PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam). Perusahaan dan anak perusahaan akan membangun dan mengoperasikan sebuah fasilitas pembangkit listrik tenaga diesel dengan kapasitas 20 MW yang berlokasi di Baloi, Batam. PLN Batam akan membeli tenaga listrik dari PT Jembo Energindo (anak perusahaan) sebesar Rp 160 per kwh tidak termasuk bahan bakar. Perjanjian ini berlaku selama 8 tahun, sejak tanggal operasi komersil yang telah ditetapkan antara PLN Batam dan Perusahaan yaitu tanggal 15 Mei 2002. Pada akhir masa perjanjian, PLN Batam mempunyai hak opsi untuk membeli seluruh hak, kepemilikan dan kepentingan Perusahaan atas fasilitas pembangkit tenaga listrik diesel tersebut dengan harga yang ditetapkan kemudian. b. Bank Garansi Dalam rangka kontrak penjualannya, Perusahaan telah menyerahkan bank garansi sebagai jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh Bank Finconesia untuk kepentingan langganannya terutama PT (Persero) Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara. Pada tanggal 31 Desember 2004, jumlah bank garansi yang masih berlaku adalah sebesar Rp 6.097.757 ribu. 37. PERUBAHAN AKUNTANSI Pada tahun 2004, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 24 (Revisi 2004) tentang imbalan kerja. Perubahan akuntansi ini diterapkan secara retrospektif, oleh karenanya angka-angka komparatif tahun 2003 telah disajikan kembali. Selisih nilai kini kewajiban pada tanggal penerapan dengan biaya jasa lalu yang seharusnya diakui pada periode berikutnya disesuaikan ke saldo laba awal tahun 2003 setelah dikurangi dengan kewajiban yang telah diakui Perusahaan dengan menggunakan kebijakan akuntansi sebelum perubahan.

- 42 -

P.T. JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - (Lanjutan)

Berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2003 sesudah dan sebelum penyajian kembali: 2003 Sesudah disajikan Sebelum disajikan kembali kembali

Aktiva pajak tangguhan Jumlah aktiva Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah kewajiban tidak lancar Ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas Beban umum dan administrasi Jumlah penghasilan (beban) pajak Laba (rugi) bersih Laba (rugi) per saham - Dasar Saldo laba Awal tahun Akhir tahun

3.110.025 277.989.762 5.691.502 39.915.561 63.875.279 277.989.762 8.414.643 603.566 1.655.120 11

2.307.949 277.187.686 3.226.830 37.450.889 65.537.875 277.187.686 8.924.516 (198.510) 343.171 2

(51.216.022) (49.560.902)

(48.241.477) (47.898.306)

38. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan dari halaman 2 sampai dengan 43 telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 18 Maret 2005.

********

- 43 -

Embed Size (px)
Recommended