Home >Documents >January 2015 indonesian

January 2015 indonesian

Date post:07-Apr-2016
Category:
View:232 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
January 2015 indonesian
Transcript:
  • 01 - 2015

    W a r t a G e r e j a M a s e h i A d v e n t H a r i K e t u j u h

    Selamat TinggalKesamaran

    12 Teruji danTerpercaya

    24

    Menggali

    Berapa BanyakkahSangat Banyak26

    Itu?

    Lakhis

  • C E R I T A S A M P U L

    16 Menggali LakhisOleh Gerald A. KlingbeilApakah yang arkeologi lakukan dalam menyinari pengertian kita tentang Alkitab?

    8 P A N O R A M A S E D U N I A Membawa Obor Kebenaran Oleh Ted N. C. Wilson Mengingat masa lalu kita sementara kita melihat kepada masa depan.

    10 F I T U R K E S E H A T A N Penghentian Oleh William Hayden Memastikan kecanduan kita satu-satunya adalah

    jenis yang sehat.

    12 R E N U N G A N Selamat Tinggal Kesamaran Oleh Myron Madden Kalau saja kita selalu melihat berbagai hal sebagaimana Allah melihat hal itu.

    14 K E P E R C A Y A A N D A S A R Saksi Kasih Allah Oleh Denis Kaiser Seorang nabi yang tidak hanya memprediksi masa depan.

    22 R O H N U B U A T Jurukabar Allah: Bagaimana Dimulai Oleh James R. Nix Allah menggunakan seorang wanita.

    24 P E L A Y A N A N A D V E N T Teruji dan Terpercaya Oleh Mikhail E. D. Byng Bila Anda tahu jawabannya, tetapi Anda tidak me-

    miliki kata-kata untuk mengatakannya.

    26 P E R T A N Y A A N D A N J A W A B A N A L K I T A B

    Berapa Banyakkah Sangat Banyak Itu?

    27 P E R T U K A R A N I D E

    31-40 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent (WGA)

    D E P A R T E M E N T A L

    Januar y 2015

    T h e I n t e r n a t i o n a l P a p e r f o r S e v e n t h - d a y A d v e n t i s t s

    Farewell toFuzziness

    12 TestedandApproved

    24 How Many IsToo Many?26

    01 - 2015

    3 L A P O R A N S E D U N I A 3 Sekilas Berita 7 Fitur Berita 21 Sebuah One Day Church 27 Kisah GLOW

    www.adventistworld.orgTersedia daring dalam 11 bahasa

    F O T O S A M P U L O L E H G E r A L d A . K L i n G b E i L / A d v e n t i s t W o r l d2 Adventist World | 01 - 2015

  • L A P O R A N S E D U N I A

    B e r s a m b u n g k e s e b e l a h

    D E P A R T E M E N T A L

    n Seorang pendeta dan penatua tewas dalam penyergapan bersenjata di Guatemala dan Filipina dalam waktu dua hari, menyoroti bahaya yang di-hadapi beberapa pelayan gereja di wilayah bergejolak di dunia ini.

    Penyerang bertopeng menyerang Pendeta Noe Gonzalez, 54 tahun, dan istrinya ketika mereka melaju ke rumah dengan sepeda motor setelah per-temuan penginjilan yang ia telah pimpin di Kota Hierbabuena di Guate-mala Timur pada 23 Oktober.

    Gonzalez ditembak empat kali dan istrinya, Oralia, dipukul di kepala dan dibiarkan agar mati. Oralia sempat dirawat di rumah sakit dan dikelu-arkan beberapa jam kemudian.

    Sehari sebelumnya, gerombolan bersenjata bertopeng menembaki enam orang yang bersiap-siap untuk naik kendaraan di sebuah desa di Pro-vinsi Zamboanga del Norte Filipina, membunuh Penatua Ramil Ansong, 29 tahun, dan ayahnya 50 tahun, bernama Jos.

    Empat orang lain dalam kelompok itu, termasuk Ibu Ansong, terlepas dan tidak terluka, menurut laporan media lokal.

    Serangan mematikan pada pendeta Advent jarang terjadi, tapi bukan tidak pernah terdengar.

    Kami merasa sedih dengan serangan kekerasan pada pendeta Advent, kata Derek Morris, Associate Sekretaris Asosiasi Kependetaan gereja Advent sedunia, yang melatih dan mendukung pendeta. Dalam masa sulit seperti

    Menggali Masa Depan

    Sejumlah pria bersenjata membunuh orang di Guatemala dan Filipina.

    Pendeta dan Penatua AdventTerbunuh dalam

    Dua Hari

    PENDETA YANG GUGUR: Ratusan anggota gereja menghadiri pemakaman pendeta yang terbunuh, Noe Gonzalez di Jalapa, Guatemala.

    GU

    AT

    EM

    AL

    A

    Un

    iO

    n

    Salah satu yang paling kontroversi, di hati nurani, sesungguhnya adalah mengenai masa depan.

    Hal ini akan tampak aneh bagi mereka yang telah menghabiskan karier mereka berdebat ten-tang fakta-fakta dan makna masa lalu.

    Apakah penyebab kekerasan ekonomi Revo-lusi Perancis pada akhir abad kedelapanbelas? Ba-gaimanakah perdagangan kapas di Amerika Seri-kat berkontribusi terhadap bencana moral per-budakan Afrika Amerika di era awal orang Ad-vent? Apakah kekuatan politik dan sosial yang menghasilkan genjatan senjata yang membuat persitiwa mengerikan di Sarajevo pada 1914?

    Pada pandangan pertama, ini semua tampak-nya argumenatau setidaknya diskusimasa la-lu, seolah-olah masa lalu adalah satu, urutan pe-ristiwa yang dapat sepenuhnya dijelaskan. Sejara-wan dan bahkan pelajar sekolah menengah men-jadi penganut satu teori atau yang lainnya. Mere-ka tahu, bagaimanapun, bahwa mereka benar-benar mendebatkan validitas perspektif mereka untuk menafsirkan peristiwa masa depan, mem-berikan makna terhadap situasi yang belum ter-buka.

    Bahkan pasangan yang telah menikah berde-bat tentang apakah pasta gigi harus ditekan se-ngaja dari bawah kemasan atau dari tengah seba-gaimana biasanya, pada kenyataannya, negosiasi persamaan kekuasaan di antara mereka adalah untuk masa yang akan datang. Akankah yang sa-tu memerintah dan yang lain mengikutinya? Akankah mereka temukan, dalam kasih karunia, harmonis yang Tuhan ciptakan di antara pria dan wanita?

    Jadi itulah sekelumit kontroversi yang terletak di cerita sampul bulan ini oleh Associate Editor dan Pakar Perjanjian Lama Gerald Klingbeil yang tidak hanya mendiskusikan tentang apa Lakhis kuno berarti untuk apa yang sayangnya beberapa orang anggap hal itu sebagai ilmu arkeologi kuno yang berdebu di Timur Dekat. Hal itu, pada ke-nyataannya, adalah kontroversi tentang masa de-pan iman kita, terutama iman dalam catatan se-jarah yang tersedia di dalam Alkitab. Jika, peristi-wa penggalian arkeologi seperti di Lakhis terung-kap, kita miliki dalam Alkitab sesuatu yang dapat dipercaya, perlindungan Tuhan dari masa lalu yang menyakitkan, maka kita bisa dengan tepat benar-benar menitikberatkan pada janji-janji-Nya untuk memelihara umat-Nya yang sisa da-

    lam zaman yang menggetarkan jiwa se-perti yang dinyatakan Alkitab yang

    terpampang di depan kita.Bacalah edisi Adventist

    World ini dengan doa untuk masa depan Anda sendiri: Tuhan, buatlah saya percaya

    pada-Mu, dan menurut Firman-Mu.

    01 - 2015 | Adventist World 3

  • L A P O R A N S E D U N I A

    itu kita dapat menemukan dorongan dari kata-kata Yesus dalam Matius 5:10: Ber-bahagialah orang yang dianiaya oleh se-bab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

    Beberapa media di Filipina melapor-kan bahwa Ansong adalah Pendeta Ad-vent, tapi Divisi Asia Pasifik Selatan, yang mencakup Filipina, kemudian menjelas-kan bahwa ia menjabat sebagai penatua di gerejanya.

    Di Guatemala, Gonzalez meninggal di tengah meningkatnya kekerasan yang telah mengkhawatirkan para pemimpin gereja lokal.

    Kami ingin Anda untuk hidup setiap hari di hadapan Yesus sehingga Anda da-pat dipersiapkan untuk insiden apa pun yang mungkin Anda hadapi setiap hari, Guenther Garcia, ketua gereja Advent di Guatemala, katakan dalam sebuah per-nyataan kepada 117 pendeta di negara-nya. Jangan berkecil hati dengan keja-hat an, ketidakadilan, dan kebobrokan karena Anda dipanggil untuk mengha-

    Pengadilan HAM, bagian dari Depar-temen Kehakiman Selandia Baru, mene-mukan bahwa Meulenbroek dihentikan karena alasan keyakinan agamanya, dan diberikan 40.000 dolar Selandia Baru (31.025 dolar AS) untuk upah yang hi-lang, biaya hukum, dan tekanan emosio-nal.

    Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Selandia Baru menyambut baik putus-an pengadilan pada akhir Oktober itu.

    Ini merupakan kemenangan bagi se-mua orang yang berusaha untuk secara aktif menghidupi iman mereka sebagai karyawan loyal, kata Damien Rice Ketua Konferens Selandia Baru Selatan.Linden Chuang, South Pacific Adventist Record.

    Curaao: Wisuda Besar-besaran

    n Hampir 200.000 anggota Advent di Amerika Tengah dan Karibia telah dibe-rikan sertifikat untuk menjalani jam pe-latihan di berbagai bidang seperti bagai-mana memberikan pelajaran Alkitab, ba-

    dapinya saat Anda memberitakan kabar baik tentang keselamatan.

    Gonzalez, meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang telah dewasa, ia adalah pendeta Advent keempat yang tewas di Guatemala di 33 tahun terakhir ini.Andrew McChesney, editor berita, Ad-ventist World.

    Selandia Baru: Pengadilan Menjunjung Tinggi Sabat

    n Sebuah perusahaan di Selandia Ba-ru telah dituntut untuk membayar upah yang hilang dari orang Advent yang di-pecat karena menolak untuk bekerja pa-da hari Sabat.

    Mark Meulenbroek diberhentikan dari posisinya di Vision Antena di Kota Invercargill, pada bulan September 2012 setelah ia menolak untuk bekerja pada hari Sabtu. Meulenbroek, yang pernah bekerja di Vision Antena sejak 2004, me-minta berhenti pada Sabat setelah berga-bung kembali dengan gereja Advent, yang ia tinggalkan pada usia 16 tahun.

    BERDIRI DEMI TUHAN: Noe Gonzalez berdiri di area pegunungan di Guate-mala Timur di mana ia telah layani se-lama 10 tahun.

    SELESAI KURSUS: Seorang anggota gereja tersenyum setelah menerima sertifikat pendidikan kesehatan dari Departemen Pelayanan Kesehatan Divisi Inter-Amerika di Willemstad, Curaao.

    GU

    AT

    EM

    AL

    A

    Un

    iO

    n

    MA

    Gd

    A

    SA

    Li

    nA

    S

    /

    iA

    d

    4 Adventist World | 01 - 2015

  • L A P O R A N S E D U N I A

    B e r s a m b u n g k e s e b e l a h

    gaimana melakukan seri penginjilan, atau bagaimana untuk membagikan Ye-sus kepada anak-anak.

    Inisiatif selama setahun, yang dise-lenggarakan oleh Divisi Inter-Amerika dengan spanduk Year of Nonformal Edu-cation, bertujuan untuk mempertahan-kan peningkatan pesat dalam keanggota-an gereja di wilayah tersebut, salah satu wi

Embed Size (px)
Recommended