Home >Documents >Jajanan Sehat bagi Anak

Jajanan Sehat bagi Anak

Date post:08-Aug-2015
Category:
View:70 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
Jajanan sehat merupakan kebutuhan bagi anak terutama di zaman sekarang ini. Para orang tua harus lebih selektif dalam memilihkan jajan bagi anak-anaknya.
Transcript:

2. 1. Makanan Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari makanan. Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, disamping udara (oksigen). Menurut World Health Organization (WHO), makanan adalah semua substansi yang diperlukan oleh tubuh, kecuali air dan obat-obatan dan substansisubstansi yang digunakan untuk pengobatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia mendefenisikan makanan dan minuman sebagai semua bahan, baik dalam bentuk alamiah maupun dalam bentuk buatan yang dimakan manusia, kecuali air dan obat-obatan. Makanan yang kita konsumsi harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Berdasarkan segi kualitasnya, makanan harus memenuhi syarat-syarat, yakni enak rasanya, bersih dan sehat, memenuhi gizi yang cukup, serta mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Sedangkan dari segi kuantitasnya, makanan harus disesuaikan dengan usia seseorang, jenis kelamin, macam pekerjaan yang dilakukan, iklim, tinggi dan berat badan, serta keadaan individu. Makanan juga harus memberikan panas dan tenaga pada tubuh, membangun jaringan tubuh yang baru, memelihara dan memperbaiki yang tua, serta mengatur proses alamiah, kimiawi, atau faali tubuh. Menurut Notoadmodjo (2003), ada empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia, yaitu: 1. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/ perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak. 2. Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari.

3. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral, dan cairan tubuh yang lain. 4. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. 2.2. Makanan Jajanan Makanan yang kita konsumsi biasanya selain makanan pokok juga ada makanan jajanan. Makanan Jajanan adalah jenis-jenis masakan yang dimasak sepanjang hari, tidak terbatas pada waktu, tempat, dan jumlah yang dimakan. Makanan jajanan adalah makanan yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk di jual bagi umum selain yang disajikan oleh jasa boga, rumah makan/restorant dan hotel. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, terdapat beberapa aspek yang diatur dalam penanganan makanan jajanan, yaitu penjamah makanan, peralatan, air, bahan makanan, penyajian, sarana penjaja dan lokasi penjualan. Beberapa aspek tersebut sangat mempengaruhi kualitas makanan. Makanan jajanan sebagai salah satu jasa pelayanan masyarakat dibidang makanan, yang keberadaan sering kali masih jauh dari memenuhi persyaratan kesehatan sehingga menimbulkan dampak penyakit kepada masyarakat. Dengan melihat potensi makanan jajanan yang demikian besar dan tingkat kerawanan yang cukup tinggi perlu diupayakan pengawasan kualitas pengelolaan makanan jajanan dengan memperhatikan kaidah-kaidah kebersihan hygiene dan sanitasi serta persyaratan kesehatan. Sekitar 80% penyakit yang tertular melalui makanan

disebabkan oleh bakteri pathogen. Beberapa jenis bakteri yang sering menimbulkan penyakit antara lain : Salmonella, Staphylocokkus, Escherichia coli, Vibrio, Clostridium, Shigella dan Psedomonas Cocovenenous. Bakteri Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri ini merupakan flora normal saluran pencernaan manusia dan hewan.Pada umumnya bakteri ini hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare, muntaber, dan masalah pencernaan lainnya.

Menurut Kepmenkes RI No. 942/ MENKES/ SK/ VII/ 2003 Tentang persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan, yang dimaksud dengan makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/ restoran, dan hotel. Fungsi makanan jajanan yang kita konsumsi adalah: 1. Sebagai pengganti makanan utama, misalnya makanan pada waktu bepergian atau bekerja. 2. Menambah zat-zat yang tidak ada atau kurang pada makanan utama. 3. Sebagai hiburan. 2.3. Zat Tambahan dan Pencemar Makanan Dengan semakin meningkatnya penduduk dunia, kebutuhan makanan akan semakin meningkat. Bebagai cara fisik dan kimia dikembangkan dan digunakan untuk meningkatkan pasokan makanan. Meningkatnya efisiensi pertanian mengurangi jumlah petani. Selain itu, dengan industrialisasi dan urbanisasi, semakin banyak orang yang bertempat tinggal jauh dari tanah pertanian. Perubahan sosial ini mengakibatkan makin meningkatnya kebutuhan akan

makanan olahan yang diangkut dari daerah pertanian ke kota dengan tetap mempertahankan nilai gizi serta sifat organoleptiknya. Kebutuhan ini sebagian besar dapat dipenuhi oleh penambahan bahan kimia yang dikenal sebagai zat tambahan makanan. Zat tambahan makanan menurut Komisi Codex Alimentarius adalah bahan apa pun yang biasanya tidak dimakan sendiri sebagai suatu makanan dan biasanya tidak digunakan sebagai bahan-bahan khas untuk makanan, baik mempunyai nilai gizi atau tidak, yang bila ditambahkan dengan sengaja pada makanan untuk tujuan teknologi (termasuk organoleptik) dalam pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, pengangkutan, atau penanganan makanan akan mengakibatkan, atau dapat diharapkan berakibat (secara langsung atau tak langsung) makanan itu atau hasil sampingannya menjadi bagian komponen makanan itu atau mempengaruhi ciri-ciri makanan itu. Istilah ini tidak mencakup pencemar atau zat-zat yang ditambahkan pada makanan untuk mempertahankan atau memperbaiki mutu gizi. Zat tambahan makanan dapat diklasifikasikan menjadi: (1) zat tambahan makanan langsung, dan (2) zat tambahan makanan tidak langsung. 2.3.1. Zat Tambahan Makanan Langsung Beberapa zat kimia ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan keawetannya, untuk membuat makanan itu dapat diproduksi secara massal, atau untuk meningkatkan daya tarik bagi konsumennya dalam segi warna, rasa, bentuk, dan kemudahan. Bahan kimia ini dikelompokkan berdasarkan fungsi

teknologinya. Daftar yang rinci dari berbagai kelompok zat tambahan makanan

dan penggunaannya diberikan dalam suatu terbitan NAS (1965) dan suatu dokumen Codex. Berikut ini adalah beberapa contohnya: 1. Bahan pengawet ditambahkan untuk memperpanjang shelf-life makanan dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan mikroba. 2. Antioksidan ditambahkan pada minyak untuk mencegah tengik yang merupakan hasil perubahan oksidatif. Sebagian ditambahkan pada buah dan sayuran untuk mencegah pencokelatan enzimatik. 3. Zat pengemulsi, pemantap, dan pengental ditambahkan untuk memperbaiki kehomogenan, stabilitas, dan badan dari berbagai jenis produk makanan. 4. Zat warna digunakan untuk mempertinggi daya tarik visual produk makanan. 5. Bumbu dan penyedap, merupakan kelompok terbanyak zat tambahan makanan. Umumnya zat tamabahan ini digunakan dalam jumlah sedikit dalam makanan. 6. Bahan pemanis buatan, mempunyai rasa manis yang kuat tetapi nilai kalorinya sedikit atau tidak ada. 7. Zat gizi, antara lain vitamin, mineral, dan asam amino esesensial. 8. Kelompok lain-lain, mencakup (a) pengaturan keasaman (asam dan basa) yang digunakan untuk menyesuaikan pH minuman dari buah kalengan dan sayur-sayuran kalengan; (b) zat anti-gumpal yang ditambahkan pada garam, gula, dll. untuk mempertahankan sifatnya yang dapat bergerak bebas; (c) zat anti-busa yang ditambahkan pada cairan untuk mencegah busa; (d) zat pengolah tepung yang

ditambahkan

dalam

tepung

untuk

memperbaiki

mutu

pemanggangannya; (e) zat pengilap; (f) propelan; dan (g) zat pengembang. 2.3.2. Zat Tambahan Makanan Tidak Langsung Selain zat tambahan makanan langsung, ada sejumlah besar zat tambahan tidak langsung dan beberapa pencemar yang merupakan masalah toksikologi makanan dan membutuhkan upaya pengendalian yang berbeda. Yang terpenting dari zat tambahan makanan tidak langsung ini adalah unsur dalam bahan pengemas yang dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya. Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai pelindung makanan. Namun sebenarnya kemasan pada makanan juga mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Beberapa zat dapat berpindah dari wadah makanan, pembungkus, dan lainlain ke dalam makanan yang dibungkus di dalamnya. Kebanyakan bahan kimia yang dapat berpindah dari bahan konvensional, misalnya kertas dan kayu dianggap aman dan tercantum dalam GRAS (Generally Recognized as Safe) FDA. Tetapi belakangan ini banyak dipakai kemasan yang terbuat dari bahan polimer. Polimer sendiri biasanya bersifat lambat, tetapi komponen-komponennya, yaitu monomer yang ada dalam jumlah tertentu, sisa reaktan, zat antara, bahan bantu

pengolahan, pelarut, dan zat tambahan plastik, serta hasil reaksi sampingan dan degradasi kimia dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya. Sebagian besar polimer yang dipakai untuk mengemas atau kontak dengan bahan makanan adalah jenis termoplastik. Plastik ini dapat menjadi lunak jika dipanaskan dan mengeras lagi setelah dingin. Contoh plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah polietilena (sebagai bahan pembungkus, kantung plastik, mainan anak, dan botol), teflon (sebagai pengganti logam, pelapis alat-alat masak), polivinilklorida (untuk pipa, alat rumah tangga, cat, piringan hitam), polistyrene (bahan insulator listrik, pembungkus makanan, Styrofoam, dan mainan anak), dan lain-lain. 2.4. Pencemaran Bahan Toksik Pada Makanan Pencemaran adalah perubahan yang tidak diinginkan sifat-sifat fisik, kimia, atau biologi li

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended