Home >Documents >ITS Undergraduate 12822 ITS Undergraduate 12822 Presentation

ITS Undergraduate 12822 ITS Undergraduate 12822 Presentation

Date post:28-Jan-2016
Category:
View:251 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Presentasion
Transcript:
  • STUDI KOORDINASI RELE PENGAMAN PADA STUDI KOORDINASI RELE PENGAMAN PADA STUDI KOORDINASI RELE PENGAMAN PADA STUDI KOORDINASI RELE PENGAMAN PADA SISTEM KELISTRIKAN DI PT. CHANDRA SISTEM KELISTRIKAN DI PT. CHANDRA SISTEM KELISTRIKAN DI PT. CHANDRA SISTEM KELISTRIKAN DI PT. CHANDRA

    ASRI, CILEGON, JAWA BARATASRI, CILEGON, JAWA BARATASRI, CILEGON, JAWA BARATASRI, CILEGON, JAWA BARAT

    Dosen Pembimbing:

    Prof.Dr.Ir. Adi Soeprijanto, M.T

    Ir. R.Wahyudi

    Oleh:

    Aris Widodo (2207100612)

  • LatarLatarLatarLatar BelakangBelakangBelakangBelakang

    PT. Chandra Asri yang berlokasi di Cilegon, Jawa Barat, merupakan perusahaan memproduksi bahan-bahan kimia. Hasil produksinya antara lain ethylene, p r o p y l e n e d a n p y r o l i s i s g a s o l i n e ( p y g a s ) .

    Karena memproduksi bahan-bahan kimia, dimana tidak boleh terjadi black out selama proses produksi maka d i bu tuhkan s i s t em ke l i s t r i kan yang handa l .

    Untuk memperoleh keandalan sistem kelistrikannya maka diperlukan sistem pengaman yang lebih sensitif dengan me-review kembali sistem pengamannya.

  • TujuanTujuanTujuanTujuan Melakukan analisis terhadap sistem pengaman tenaga

    listrik di PT. Chandra Asri, Cilegon, Jawa Barat.

    Analisis dilakukan pada tegangan 20 kV, 6 kV dan

    tegangan rendah 0,4 kV.

    Melakukan simulasi koordinasi sistem pengaman

    tenaga listrik dan mengevaluasi unjuk kerja dari sistem

    pengaman tersebut.

    BatasanBatasanBatasanBatasan MasalahMasalahMasalahMasalah Rele pengaman yang disetting dan dikoordinasikan

    adalah rele arus lebih (overcurrent relay) dan rele

    gangguan ketanah (ground fault / ground overcurrent

    relay).

  • GangguanGangguanGangguanGangguan----gangguangangguangangguangangguan padapadapadapada sistemsistemsistemsistem tenagatenagatenagatenagalistriklistriklistriklistrik

    Gangguan adalah setiap keadaan sistem yang

    menyimpang dari keadaan normal, dimana kondisi ini

    dapat menyebabkan terganggunya kontinuitas pelayanan

    tenaga listrik.

    Bila ditinjau dari asalnya:

    Dari dalam sistem

    Dari luar sistem

    Bila ditinjau dari sifatnya

    Gangguan sementara (temporary)

    Gangguan permanen (stationary)

  • SebabSebabSebabSebab----sebabsebabsebabsebab terjadinyaterjadinyaterjadinyaterjadinya gangguangangguangangguangangguan Gangguan beban lebih ( overload )

    Arus yang mengalir melebihi arus nominal yang diijinkan (I>In).

    Gangguan hubung singkat (shunt / paralel)

    Gangguan simetri dan asimetri.

    Gangguan hubung terbuka (seri)

    Satu saluran terbuka dan dua saluran terbuka.

    Gangguan gangguan serentak (simultan)kombinasi : gangguan shunt-shunt, shunt-seri dan

    atau seri-seri

  • ReleReleReleRele pengamanpengamanpengamanpengamanRele merupakan bagian dari peralatan sistem

    tenaga listrik yang digunakan untuk memberikan

    sinyal kepada pemutus tenaga. Rele ini akan

    memberikan sinyal kepada pemutus tenaga untuk

    memutuskan sistem tenaga listrik jika terjadi

    gangguan

  • SyaratSyaratSyaratSyarat----syaratsyaratsyaratsyarat relerelerelerele pengamanpengamanpengamanpengaman Kecepatan Bereaksi

    Saat rele mulai merasakan adanya gangguan sampai dengan pelaksanaan pembukaan pemutus tenaga.

    Kepekaan Operasi ( sensitivity )

    Kemampuan untuk memberikan respon bila merasakan gangguan.

    Selektif ( selectivity )

    Kemampuan untuk menentukan titik dimana gangguan muncul dan memutuskan rangkaian dengan membuka pemutus tenaga terdekat.

    Keandalan ( reliability )

    Kemampuan unutk dapat bekerja dengan baik dalam mengatasi gangguan dan menghindari operasi yang tidak diperlukan.- Dependable : harus trip ketika dibutuhkan.- Secure : tidak boleh trip saat tidak dibutuhkan.

    Ekonomisharus disesuaikan dengan harga peralatan yang diamankan.

  • KarakteristikKarakteristikKarakteristikKarakteristik relerelerelerele pengamanpengamanpengamanpengaman Rele waktu seketika (instantenous)

    Rele waktu tertentu (definite)

    Rele waktu terbalik (inverse)

    terdiri dari beberapa karakteristik:

    - Normal inverse - Very inverse

    - Extremely inverse - Long inverse

    Rele waktu IDMT

  • Rele Arus Lebih (Overcurrent Relay)

    Pada dasarnya rele arus lebih berfungsi sebagai

    pengaman gangguan hubung singkat, tetapi dalam

    beberapa hal dapat berfungsi sebagai pengaman beban

    lebih. Fungsi rele ini disamping sebagai pengaman

    utama untuk seksi yang diamankan juga berfungsi

    sebagai pengaman cadangan pada seksi berikutnya.

    Rele arus lebih merupakan suatu jenis rele yang bekerja

    berdasarkan besarnya arus masukan, dan apabila

    besarnya arus masukan melebihi suatu harga tertentu

    yang dapat diatur (Ip) maka rele arus lebih bekerja.

  • ReleReleReleRele gangguangangguangangguangangguan ketanahketanahketanahketanah (ground fault / (ground fault / (ground fault / (ground fault / ground ground ground ground overcurrentovercurrentovercurrentovercurrent relay)relay)relay)relay)

    Gangguan satu fasa ketanah dan dua fasa ketanah

    dapat diamankan dengan rele gangguan tanah. Rele ini

    tidak lain adalah merupakan pengaman arus lebih yang

    dilengkapi zero sequence current filter. Contoh rele

    gangguan tanah dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:

  • SistemSistemSistemSistem KelistrikanKelistrikanKelistrikanKelistrikan didididi PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra AsriAsriAsriAsri (1)(1)(1)(1)Tipikal

    setting

  • SistemSistemSistemSistem KelistrikanKelistrikanKelistrikanKelistrikan didididi PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra AsriAsriAsriAsri (2) MAIN_UTY 1 S/S(2) MAIN_UTY 1 S/S(2) MAIN_UTY 1 S/S(2) MAIN_UTY 1 S/S

  • SistemSistemSistemSistem KelistrikanKelistrikanKelistrikanKelistrikan didididi PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra AsriAsriAsriAsri (3) MAIN_UTY 2 S/S(3) MAIN_UTY 2 S/S(3) MAIN_UTY 2 S/S(3) MAIN_UTY 2 S/S

  • SistemSistemSistemSistem KelistrikanKelistrikanKelistrikanKelistrikan didididi PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra AsriAsriAsriAsri (4) ETHYLENE S/S(4) ETHYLENE S/S(4) ETHYLENE S/S(4) ETHYLENE S/S

  • SistemSistemSistemSistem KelistrikanKelistrikanKelistrikanKelistrikan didididi PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra PT. Chandra AsriAsriAsriAsri (5) Polyethylene (5) Polyethylene (5) Polyethylene (5) Polyethylene S/SS/SS/SS/S

  • ArusArusArusArus hubunghubunghubunghubung singkatsingkatsingkatsingkat maksimummaksimummaksimummaksimum dandandandan arusarusarusarus hubunghubunghubunghubung singkatsingkatsingkatsingkat minimum.minimum.minimum.minimum.

    Bus Isc Max 4

    cyle

    Isc Min 30

    cycle

    ID kV A A

    3500-SWM-2010,2020 20,00 34.928 1.967

    3510-SWM-6001A,B 6,00 20.254 4.347

    3510-SWM-6002A,B 6,00 18.857 4.496

    3530-SWM-6001A,B 6,00 23.161 4.410

    3514-SWM-6001 6,00 15.289 4.100

    3515-SWM-6001 6,00 18.852 4.281

    3510-SWL-3801A 0,4 30.614 17.961

    3510-SWL-3801B 0,4 30.614 17.959

    3511-SWL-3801A,B 0,4 25.520 16.027

    3512-SWL-3801A 0,4 15.214 10.309

    3512-SWL-3801B 0,4 17.595 11.860

    3513-SWL-3801 0,4 17.676 11.909

    3514-SWL-3801 0,4 24.985 15.737

    3515-SWL-3801 0,4 31.074 18.682

    3530-SWL-3801A 0,4 31.563 18.830

    3530-SWL-3801B 0,4 31.610 18.853

    3530-SWL-3802A,B 0,4 31.610 18.853

    Tabel arus hubung singkat maksimum danminimum hasil perhitungan Etap 4.0

    1. Arus hubung singkat maksimum

    adalah arus hubung singkat tiga fasa pada

    pembangkitan maksimum (saat kondisi

    P L N - S T G - G T G = O N ) .

    2. Arus hubung singkat minimum adalah

    arus hubung singkat dua fasa pada

    pembangkitan minimum (saat kondisi

    STG = ON, PLN dan GTG = OFF).

    Dalam hal ini arus hubung singkat

    maksimum yang dipakai adalah arus

    hubung singkat 4 cycle pada saat

    pembangkitan maksimum. Sedangkan

    arus hubung singkat minimum yang

    dipakai adalah arus hubung singkat 30

    cycle pada saat pembangkitan minimum.

  • Rele dan jenis peralatan yang diamankan

    Jenis Rele Peralatan yang

    dilindungi

    Rating

    Tegangan

    (kV)

    Buatan

    IC03F-AT1 Busbar, Transformator 6; 0,4 Thosiba

    IC03F-AT2H Busbar, Transformator 6 Thosiba

    TC023B-

    DU2K

    Busbar, Transformator,

    Generator 11, 20 Thosiba

    SE-K1N Motor 355 kW 6 ; 0,4 ABB

    S2E20 Motor > 355 kW 6 Thosiba

    Jenis Rele Peralatan yang

    dilindungi

    Rating

    Tegangan

    (kV)

    Buatan

    TCG16B-FS1 Generator, Busbar,

    Transformator 11, 20 Thosiba

    ICG2D-AT1 Busbar, Transformator,

    motor 355 kW 6; 0,4 Thosiba

    S2E20 Motor > 355 kW 6 Thosiba

    Rele pengaman arus lebih dan beban lebih

    Rele pengaman gangguan ketanah

  • Setting rele bus 3515-SWL-3801 hingga bus 3500-SWM-2010 (1)

    a. Rele 51.F.1.1

    Jenis Rele = Toshiba IC03F-AT1

    Dipilih kurva = Very Inverse

    Isc Max 4Cl 3515-SWL-3801A = 31.074 A

    Isc Min 30 Cl 3515-SWL-3801A = 18.682 A

    FLA = =1804,2 A

    CT = 2000/5 A

    .kV3

    kVA =

    )4,0(3

    1250:

    2000/5

    1894,41 Ips

    2000/5

    14945,6,

    4,74 Ips 37,36

    Setting Arus ( I> )

    1,05 x FLA Ipp 0,8 x Isc Min 30Cl

    3515-SWL- 3801A

    1,05 x 1804,2 Ipp 0,8 x 18.682

    1894,41 Ipp 14945,6 A

    nCT : 2000/5, maka tap setting arus:

    Dipilih tap setting arus : 5

    Setelan aktual Ipp = 5 x(2000/5)= 2000 A

    Setting Waktu ( Time Dial )

    Waktu operasi td = 0,1 + t= 0,1 + 0,3 = 0,4s

    Multiple of Tap Current Seting (MOTCS) :

    = (31074/2000) = 15,5

    Ipp

    I kV 0,4 3801,-SWL-3515 Cycle 4Max sc

  • Setting rele bus 3515-SWL-3801 hingga bus 3500-SWM-2010 (2)

    .kV3

    kVA =

    )6(3

    1250

    Berdasarkan kurva karakteristik rele Toshiba

    IC03F seperti ditunjukkan pada Gambar, dengan

    waktu operasi dipilih 0,4 detik dan MOTCS 15,5

    maka dipilih TDS = 3s.

    b. Rele 51.F.1

    Jenis Rele = Toshiba IC03F-AT1 - very Inverse

    Isc max 4Cl 3515-SWL-3801 kon 6 kV = (0,4/6) x

    31.074 = 2071,6 A

    Isc min 30 cycle 3515-SWM-6001, 6 kV = 4.281A

    FLA = = 433 A

    CT = 200/5

    Perhitungan setting arus dan waktu sama seperti

    rele 51.F.1.1, didapat tap setting arus = 4 A. Dengan

    td = 0,4 += 0,4 + 0,3 = 0,7detik, maka dipilih time

    dial = 5 s.

    c. Rele 51.AF.5

    Jenis Rele = Toshiba IC03F-AT2H

    Dipilih kurva = Very Inverse

    Isc max 4 cycle 3515-SWL-3801, 0,4 kV Konversi ke 6 kV =

    2071,6 A

    Isc min 30 cycle 3515-SWM-6001, 6 kV = 4.281A

    FLA = = 162 A

    CT : 300/5 A

    Perhitungan setting arus dan waktu sama seperti

    rele 51.F.1.1, didapat tap setting arus = 3. Dengan

    td = 0,7 += 0,7 + 0,3 = 1detik maka dipilih time dial =

    7 s. current setting high set (I>>) = 37 A dan time delay

    (t>>) = 0,4 detik.

    .kV3

    kVA =

    )6(3

    1684

  • Setting rele bus 3515-SWL-3801 hingga bus 3500-SWM-2010 (3)

    Koordinasi dengan

    pengaman dibawahnya

    kurang tepat karena

    perbedaan waktu trip

  • Setting Rele Transformator 51AF2, 5IAI1 dan 5IAI2 (1)

    a. Rele 51AF2Jenis Rele = Toshiba TC023B-DU2K

    Dipilih kurva = Very Inverse

    Isc Max 4Cl 3510-SWM-6001 = 20.254 A

    Konversi ke 20 kV= (6/20) x 20254 = 6076,2 A

    Isc Min 30 Cl 3500-SWM-2010 = 1.967 A

    FLA= = 433 A

    CT = 600/5

    Current setting IDMT ( I> )

    1,05 x FLA Ipp 0,8 Isc Min 30 Cl 3500-SWM-2010

    1,05 x 443 Ipp 0,8 x 1967454,6 Ipp 1573,6 A

    .kV3

    kVA =

    )20(3

    15000=

    Tap setting arus :

    Dipilih tap current setting In

    Setelan aktual I = 1 x 600 = 600 A

    Time Setting IDMT ( Time Dial )

    Waktu operasi td = 0,7 + t = 0,7 + 0,3 = 1 s

    Isc Max 4Cl 3510-SWM-6001 Konv ke 20 kV = 6076,2A

    I set = 600

    I/Ieb = 10,12, sehingga:

    , k = 0,68

    Dipilih Time multiplier (k) setting = 0,7 s

    td =

    1)/(

    5,13

    EBII

    xk

    I/Ieb =600

    I

    kV 20 ke Konversi kV 6 6001,-SWM-3510 Cycle 4Max sc

    1 =

    112,10

    5,13xk

    6006,454

    x In Ip 600

    6,1573x In

    0,76 In Ip 2,63 In

  • Setting Rele Transformator 51AF2, 5IAI1 dan 5IAI2 (2)

    Iset 600

    I kV 20 ke dikonversi 6001-SWM-3510 cycle 4Max sc In

    Iset 600

    6076,27 In , I

    set 10,12 In

    Dipilih Iset

    = 11In

    Current Setting High Set (I>>)Isc Max 4Cl 3510-SWM-6001 Konv ke 20 kV

    Iset 0,8 x Isc Min 30 Cl 3500-SWM-2010

    Isc Max 4Cl 3510-SWM-6001 Konv ke 20 kV

    >0,8 x Isc Min 30 Cl 3500-SWM-2010

    Maka setting =

    Setting waktu ( t>> ) : 0,1 detik

    b. Rele 5IAI1

    Setting arus dan setting waktu ( time dial )

    Perhitungan setting arus dan waktu sama

    seperti rele 51AF2 (nCT : 1500/5 serta daya trafo

    33000 kVA), didapat tap current setting = In.

    Dengan waktu operasi td = 1 += 1 + 0,3 = 1,3

    detik serta persamaan untuk menghitung waktu

    operasi td seperti dibawah ini, dipilih k = 0,29.

    td =

    Current Setting High Set (I>>)

    Penghitungan current setting high set sama seperti

    rele 51AF2 dengan nCT = 1500/5 maka dipilih I = 7 In.

    Setting waktu ( t>> ) : 0,4 detik

    b. Rele 5IAI2

    Perhitungan setting arus dan waktu sama seperti

    rele 5IAI1 (nCT : 1000/5 dan daya trafo 21000 kVA)

    didapat tap current setting = In, k = 0,65, current

    setting high set (I>>) = 9In dan waktu tunda (t>>)

    = 0,4 detik.

    1)/(

    80

    2EBII

    xk

  • Setting Rele Transformator 51AF2, 5IAI1 dan 5IAI2 (3)

    Rele tidak mampu

    mengamankan trafo

    karena disetting diatas

    damage curve trafo

    Koordinasi setting eksisting Koordinasi resetting

    Rele mampu

    mengamankan trafo

    karena disetting

    dibawah damage

    curve trafo

  • Setting Rele Motor GA-1803A-M pada Bus 3515-SWM-6001

    Untuk mengamankan motor dengan daya

    keluaran 355 KW digunakan rele:

    Jenis Rele = ABB SE-K1N

    Dipilih kurva = Inverse

    Data spesifikasi motor :

    In : 21 A

    Istarting : 676 %

    Tstarting : 3 detik

    Setting rele beban lebih :

    Ipp = (110-120)% x In

    Karakteristik rele ABB-SEK1N

    Overload relay

    Fuse untuk

    melindungi motor

    dari gangguan

    hubung singkat

  • Setting Rele Motor GB-5101C-M hingga Bus 3500-SWM-2010

    Untuk mengamankan motor dengan daya

    keluaran > 355 KW digunakan rele:

    Jenis Rele = Toshiba S2E20

    Karakteristik = Definite

    Data motor :

    In = 81 A

    I starting motor = 675 %

    T starting = 8 detik

    Setting rele pengaman motor :

    Istarting < Ipp < 0,8 Isc min

    Fuse sebagai

    pengaman

    cadangan

    Rele disetting

    diatas arus starting,setting waktu 0,05

    detik dari

    sebelumnya 0,15

    detik

  • Setting Rele Gangguan ke Tanah pada Bus 3515-SWL-3801 hingga Bus

    3500-SWM-2010 (1)

    Setting Arus ( I> )

    10 % Imax Ipp 50 % Imax nCT : 200/5, Imax 100 A

    a. Rele 50G.F.1/51G.F.1

    Jenis Rele : Toshiba ICG2D-AT1

    Curve : Inverse time

    CT : 200/5 A

    Tap setting arus :

    5/200

    10 Ipp

    5/200

    50

    0,25 Ipp 1,25 dipilih tap : 0,3

    Setelan aktual Ipp = 0,3 x5

    200= 12 A

    Setting Waktu ( Time Dial )

    Dipilih time dial (TDS) = 1

    Multiple of Tap Current Setting :Ipp

    Imax =

    12

    100 = 8,5

    Dari pembacaan kurva karakteristik rele Toshiba ICG2D-AT1

    seperti ditunjukkan pada Gambar, dengan time dial = 1 dan multiple of

    tap current setting 8,5 didapat waktu operasi = 0,4 detik.

    Gambar Kurva karakteristik rele Toshiba ICG2D-AT1.

  • Setting Rele Gangguan ke Tanah pada Bus 3515-SWL-3801 hingga Bus

    3500-SWM-2010 (2)

    b. Rele 50G.AF.5/51G.AF.5

    Jenis Rele = Toshiba ICG2D-AT1

    Curve = Inverse time

    CT = 300/5 A

    Dengan perhitungan yang sama dan syarat : Ipp rele 50G.AF.5/ 51G.AF.5 > Ipp

    50G.F.1/51G.F.1 serta setting kelambatan waktu t = 0,3-0,4 detik terpenuhi, didapat

    tap 0,5, time dial 1 s dan waktu operasi 0,8 detik.

    c. Rele 51N.A1.1

    Jenis Rele = Toshiba ICG2D-AT1

    Curve = Inverse time

    CT =100/1 A

    Dengan perhitungan yang sama dan syarat : Ipp rele 51N.A1.1 > Ipp rele

    50G.AF.5 /51G.AF.5 serta setting kelambatan waktu t = 0,3-0,4 detik terpenuhi,

    didapat tap 0,4, time dial 1 s dan waktu operasi 1,1 detik.

  • Setting Rele Gangguan ke Tanah pada Bus 3515-SWL-3801 hingga Bus

    3500-SWM-2010 (2)

    Pada resetting

    ini selisih waktu

    trip diset 0,4

    detik

    Koordinasi

    kurang tepat

    karena selisih

    waktu trip

  • Setting Gangguan ke Tanah pada Rele 51GAF2, 5IGAI1 dan 5IGAI2

    a. Rele 51GAF2

    Jenis Rele : Toshiba TCG16B-FS1

    Curve : Definite

    CT : 100/5 A

    Dengan perhitungan sama seperti rele

    50G.F.1/ 51G.F.1 didapat tap 0,7A,

    delay setting dipilih 0,1 detik.

    b. 51GAI1 dan 51GAI2

    Perhitungan sama seperti rele 50G.F.1/

    51G.F.1. didapat tap tap 0,25, dan

    waktu operasi 0,4 detik.

    Koordinasi esksisting

    waktu operasi 51AF2,

    51GAI1 dan 51GAI1

    masing-masing 0,4 dan 0,7

    detik.

    Pada resetting ini selisih

    waktu trip diset 0,1 dan 0,4

    detik. Sehingga lebih

    sensitif bila ada gangguan

    hubung singkat ketanah

  • Setting Rele Gangguan ke Tanah pada Motor GA-1803A-M hingga Main

    Bus 3500-SWM-2010

    Rele 50G.F2/Rele 51G.F2 (Jenis rele = Toshiba ICG2D-AT1- Inverse time)

    Resetting :

    selisih waktu

    trip 0,4 detik.

    Sesuai

    standard

    pengamanan

    Eksisting :

    selisih waktu trip 0,15

    detik (

  • Setting Rele Gangguan ke Tanah pada Motor GB-5101C-M hingga Bus

    3500-SWM-2010

    Rele Gangguan tanah 2E.AF.5 (Jenis rele =Toshiba S2E20 Definite)

    Resetting : waktu

    trip 0,1 detik

    sehingga lebih

    sensitif bila terjadi

    gangguan.

    Eksisting :

    waktu trip 0,3

    detik.

  • KESIMPULAN

    Setting eksisting rele arus lebih pengaman trafo 3510-TR-6001, TR-2011 dan TR-2012 tidak tepat karena setelan berada diatas damage curve trafo. Pada kondisi resetting, kurva setelan berada dibawah damage curve sehingga mampu mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat dibus bawahnya.

    Koordinasi setting rele pengaman arus lebih mengacu pada kapasitas daya beban, arus hubung singkat minimum dan arus hubung singkat maksimum. Sedangkan koordinasi setting rele gangguan ketanah di PT Chandra Asri mengacu pada arus maksimum yang dapat mengalir melalui neutral grounding resistor.

    Koordinasi setting waktu pada resetting rele pengaman arus lebih dan rele gangguan ketanah sudah tepat karena perbedaan waktu minimumsatu langkah antara sisi hulu dan hilir 0,3-0,4 detik. Selain itu juga dalam koordinasinya sesuai dengan urutan grading waktu.

    Koordinasi resetting rele arus lebih dan rele gangguan ketanah pada sistem kelistrikan di PT. Chandra Asri, Cilegon, telah sesuai dengan standard pengamanan.

  • Daftar Pustaka[1] Anderson, P.M., Power System Protection,

    McGraw-Hill, USA, 1998.

    [2] Bergen, Arthur R., Vittal, Vijay, Power System Analysis 2 Edition, Prentice Hall, USA, 2000.

    [3] Gonen, Turan, Modern Power System Analysis, USA, 1988.

    [4] Gross , Charles A., Modern Power System Analysis, John Wiley & Sons, Inc., USA, 1986.

    [5] Hewitson, L.G., Brown, Mark, Balakrishnan, Ramesh, Practical Power System Protection, IDC Technologies, Netherland, 2004.

    [6] Horowitz, Stanley H. dan Phadke, Arun G., Power System Relaying 3 Edition, John Wiley & Sons Ltd, England, 2008.

    [7] Lazar, Irwin, Electrical Systems Analysis and Design for Industrial Plants, The Heyward-Robinson Company Inc., USA, 1980.

    [8] Manuals Rele Toshiba dan ABB

    [9] Marsudi, Djiteng, Operasi Sistem Tenaga Listrik, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2006.

    [10] Penangsang, Ontoeseno, Diktat Kuliah Analisa Sistem Tenaga 2, Teknik Elektro-ITS, Surabaya, 2006.

    [11] Preve, Cristophe, Protection of Electrical Network, ISTE Ltd, Great Britain and the United States, 2006.

    [12] Ravindranath, B., Chander, M., Power System Protection and Switchgear,

    [13] Reimert, Donald, Protective Relaying For PowerGeneration Systems, CRC Press,USA, 2006

    [14] Short, T.A., Electric Power Distribution Handbook, CRC Press, USA, 2004.

    [15] Stevenson, Jr., William D., Analisis Sistem Tenaga Listrik, alih bahasa oleh: Ir. Kamal Idris,Erlangga, 1990.

    [16] Sulasno, Analisa Sistem Tenaga Listrik, Satya Wacana, Semarang, 1993.

    [17] T., Davies, Protection of Industrial Power System second edition, Elsevier Ltd., UK, 1996.

    [18] Vijayaghravan G., Brown, Mark and Barnes, Malcolm, Grounding, Bonding, Shielding and Surge Protection, Newnes, 2004

    [19] Wahyudi R, Diktat Kuliah Sistem Pengaman Tenaga Listrik, Teknik Elektro-ITS,Surabaya, 2008.

    [20] Warne, D.F., Newnes Electrical Power Engineers Handbook Second Edition, Elsevier Ltd., UK, 2005.

    [21] Wayne Beaty, H. Handbook of Electric Power Calculation Third Edition, McGraw-Hill, USA, 2001.

  • Terima Kasih