Home >Documents >IRR ( Internal Rate Ratio )

IRR ( Internal Rate Ratio )

Date post:31-Dec-2015
Category:
View:50 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Cara Perhitungan IRR untuk proposan usaha
Transcript:

PowerPoint Presentation

Evaluasi ProyekMadya Yoga F C1A011009Rudy Nurcahyo C1A011061Dimas Praramadhan Y C1A011074Sukmoaji Setiawan C1A011107Sulung Herlambang R C1A011116Internal Rate of Returnpendahuluan

business plan mutlak perlu dikuasai oleh calon pengusahaApa itu IRR?IRR merupakan tingkat diskonto yang menyamakan PV cashflow masuk dan cashflow keluar.IRR juga merupakan tingkat keuntungan (%) yang diperkirakan akan dihasilkan proyekIRR berasal dari bahasa Inggris Internal Rate of Return disingkat IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasiTingkat kembali internal (internal rate of return) didefinisikan sebagai tingkat diskonto riil yang terjadi karena adanya serangkaian aliran kas masuk terhadap pengeluaran awal investasi. Dengan kata lain, tingkat kembali internal adalah tingkat bunga (diskonto) yang akan menyebabkan nilai sekarang bersih sama dengan 0 (nol) sebab jika nilai sekarang bersih sama dengan nol, maka nilai sekarang aliran kas masuk akan, sama dengan nilai sekarang pengeluaran awal investasiJika dalam investasi proyek dilakukan dengan jalan pemilihan salah satu atau beberapa alternatif proyek, maka yang dipilih adalah proyek yang menghasilkan IRR yang terbesar, , akan tetapi untuk perusahaan menengah ke atas, justru analisis inilah yang paling banyak digunakanPenggunaan IRRMetode Internal Rate of Return (IRR) ini menggambarkan profitabilitas suatu proyek yang dinyatakan dalam persentaseInternal Rate of return (IRR) adalah cara mengevaluasi profitabilitas rencana investasi proyek kedua, yang mempergunakan nilai waktu dari uangIRR adalah discount rate yang digunakan untuk mengkonversi seluruh Net Cash Flow, dan akan menghasilkan jumlah Present value yang sama dengan jumlah investasi proyek.IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return IRR harus dibandingkan dengan bunga bank.Jika IRR > bunga bank maka proyek diterima.

SOCC (Social Opportunity Cost of Capital) merupakan discount factor yang biasanya digunakan sebagai acuan dalam perhitungan IRR, untuk menentukan layak tidaknya gagasan usaha yang diajukan. SOCC berhubungan erat dengan IRR, yaitu jika IRR > SOCC usaha dikatakan layak, jika IRR = SOCC maka usaha mencapai BEP, dan jika IRR < SOCC maka usaha dikatakan tidak layak.Contoh Perhitungan IRR dan penyelesaianIRR = i1 + NPV1 x (i2 i1) NPV1 - NPV2Rumus IRRSuatu pabrik mempertimbangkan ususlan investasi sebesar Rp. 130.000.000 tanpa nilai sisa dapat menghasilkan arus kas per tahun Rp. 21.000.000 selama 6 tahun.Diasumsikan RRR sebesar 13 %, hitunglah IRR!

Dicoba dengan faktor diskonto 10 %...NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) - Investasi AwalNPV = (21.000.000 x 5.8979) - 130.000.000NPV = Rp 659.000,00Dicoba dengan faktor diskonto 12 %NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) - Investasi AwalNPV = (21.000.000 x 5,7849 ) - 130.000.000NPV = RP -6.649.000,00Karena NPV mendekati nol, yaitu Rp. 659.000,00 dan -Rp. 6.649.000,00...Artinya tingkat diskonto antara 10% sampai 12%, untuk menentukan ketepatannya dilakukan Interpolasi sbb :

IRR = 10% + (659.000/7.308.000) x 2%IRR = 10,18%Kesimpulan :Proyek investasi sebaiknya ditolakKarena IRR < 13 %

Aplikasi IRR, arus kas setiap tahun jumlahnya tidak sama.Perusahan Zamanria sedang mempertimbangkan suatu usulan proyek investasisenilai Rp. 150.000.000, umur proyek diperkirakan 5 tahun tanpa nilai sisa.Arus kas yang dihasilkan :Tahun 1 adalah Rp. 60.000.000Tahun 2 adalah Rp. 50.000.000Tahun 3 adalah Rp. 40.000.000Tahun 4 adalah Rp. 35.000.000Tahun 5 adalah Rp. 28.000.000Jika diasumsikan RRR = 10 % berapakah IRR?

IRR=10% + (Rp.17.202.200/Rp. 67.070.500) x 6 %IRR=11,5388 %Kesimpulan : Usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima, karena IRR > 10%Keunggulan dari Internal Rate Of Return (IRR) Tidak mengakibatkan aliran kas selama periode proyekMemperhitungkan nilai waktu dari pada uangMengutamakan aliran kas awal dari pada aliran kas belakanganKelemahan dari Internal Rate Of Return (IRR)IRR umumnya digunakan untuk pengambilan keputusan untuk single project bukan mutually exclussive project (proyek yang saling menghilangkan).

Memerlukan perhitungan COC (Cost Of Capital) sebagai batas minimal dari nilai yang mungkin dicapaiLebih sulit dalam melakukan perhitunganKesimpulan

Terima kasih

tanya jawabISNAENI:-CARA MENENTUKAN RRR 13% DARIMANA?-KEUNGGULAN TIDAK MENGAKIBATKAN ALIRAN KAS,MAKSUDNYA SEPERTI APA?RIESKA:PERHITUNGAN,DI CONTOH 6%,TETAPI TETAP DILAKUKAN?

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended