Home >Documents >IPB P a r i w a r IPB 2015 Vol 284.pdf · PDF filepenyelenggaraan Tri Dharma Perguruan...

IPB P a r i w a r IPB 2015 Vol 284.pdf · PDF filepenyelenggaraan Tri Dharma Perguruan...

Date post:10-Mar-2019
Category:
View:223 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

IPBP a r i w a r

a

PARIWARA IPB/November 2015/ Volume 284Terbit Setiap Senin-Rabu-Jumat

Penanggung Jawab : Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: Rio Fatahillah CP

Editor : Nunung Munawaroh Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Awaluddin, Waluya S, Ahsan S, Aris Solikhah Fotografer: Cecep AW, Bambang A Layout : Devi Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB

Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Darmaga Telp. : (0251) 8425635, Email: [email protected]

Dr. Hajrial Aswidinnoor (Peneliti Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta)

Prof.Dr. Slamet Budijanto (Peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fateta)

Prof.Dr. Lilis Nuraida (Peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fateta)

Meraih Anugerah Indofood Riset Nugraha 2015

Selamat atas Prestasi Membanggakan

Pada (12/11) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) tahap II sebagai kelanjutan dari Musrenbang tahap I yang dilaksanakan pada bulan Oktober lalu. Kegiatan dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Kegiatan Musrenbang II dibuka secara resmi oleh Rektor IPB, Prof .Dr. Herry Suhardiyanto sekaligus menyampaikan arahan mengenai

program serta arah pengembangan IPB tahun 2016. Sesuai dengan Rencana Strategi (Renstra) IPB 2014-2018, tahun 2016 merupakan tahun reputasi inovasi yang mengedepankan riset yang unggulan. Saya ingin betul-betul melihat hasil penelitian dapat dijadikan inovasi yang efektif, karena dari hal itulah reputasi akan kita dapatkan, jelas Rektor.

Lebih lanjut Rektor menjelaskan makna dari tahun reputasi inovasi adalah penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat menghasilkan inovasi yang berguna, baik untuk meningkatkan mutu produk, sistem, model serta kebijakan yang mendorong daya saing nasional. Dalam kesempatan ini Rektor juga menyampaikan bahwa fokus pengembangan IPB hingga tahun 2018 adalah penguatan sistem dan fungsi, yakni pengarusutamaan pertanian. Pejabat boleh berganti, namun sistem harus tetap berjalan, terus melakukan penyempurnaan dan penguatan. Jangan lupakan sistem manajemen yang kuat, karena ini akan menjadi penentu lahirnya inovasi yang efektif, jelas Rektor.

Diantara progam prioritas tahun 2016 terdapat program penugasan khusus bagi IPB yakni IPB harus mencapai peringkat 500 dunia atau 200 di tingkat Asia. Program penugasan khusus ini termasuk dalam program peningkatan reputasi perguruan tinggi menuju world class university yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Output dari kegiatan Musrenbang tahap II ini diantaranya adalah deskripsi program yang akan dilaksanakan pada tahun 2016, sistem alokasi anggaran, mekanisme pengelolaan program, serta mekanisme tata cara pengajuan, pencairan dana, pembelanjaan, dan pertanggungjawaban program. (as)

Musrenbang IPB TAHAP II

Acara puncak Indonesian Ecologi Expo (INDEX) 2015 berupa seminar dan talkshow yang diselenggarakan di Auditorium Common Class Room (CCR) Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (7/11). Acara puncak INDEX 2015 ini dihadiri lebih dari 250 peserta, dari unsur mahasiswa, dosen, pelajar, dan masyarakat umum. Nampak hadir dalam kesempatan ini diantaranya Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB, Dr. Titik Sumarti.

Tahun ini, INDEX mengangkat tema Era Kebangkitan Ekologi Manusia. Seminar dan Talkshow dibagi dua sesi, sesi pertama mengangkat tema Peran Indonesia dalam Mengatas i Perubahan Ik l im d i Kancah Internasional dengan pembicara Ir. Hanni Ad iat i , M.S (Staf Khusus Kementer ian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), dan Dr. Setyawan Sunito (Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat). Sesi kedua mengangkat tema Actualisation Espirit Revival Ecologie dengan pembicara Drucella Belana Dyahati (Duta Scuba Diving Indonesia, Presenter), Ranitya Nurlita (Hillo Green Ambasador DKI Jakarta 2013, Project Director ASEAN Reuseable Bag Campaign), dan Aulia Damayanti (Pegiat Lingkungan, Ketua Indonesian Green Action Forum).***

Acara Puncak INDEX 2015

Pada tanggal 17-18 Oktober 2015, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu representatif untuk Provinsi Jawa Barat-Indonesia dalam acara Asia Pacific Urban Youth Assembly (APUFY) di Hotel Shangri La Jakarta. Ia adalah Alfandias Seysna Putra, mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB.

APUFY merupakan suatu platform diskusi bagi para pemuda yang telah diseleksi sebelumnya untuk berdiskusi tentang isu-isu dan tantangan di perkotaan. Dalam acara ini pemuda dijadikan sebagai subjek dan objek dalam perencanaan perkotaan. Karena sejatinya pemuda yang akan memimpin dan merasakan perubahan dari perencanaan perkotaan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerjasama dengan UN-HABITAT.

Hadir dalam kesempatan ini adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, dan Gubernur DKI Jakarta. Menteri berpesan kepada seluruh pemuda sebelum parallel session dimulai, bahwa smart is a must, but not sufficience yang artinya bahwa cerdas itu harus tapi hal tersebut tidak cukup perlu adanya aksi yang nyata dari pemikiran cerdas tersebut.

APUFY juga merupakan salah satu agenda penting menuju Habitat III, yaitu agenda pimpinan negara-negara di dunia untuk menyusun New Urban Agenda. APUFY dilaksanakan untuk menampung suara-suara anak muda khususnya di Asia Pasifik tentang wajah perkotaan seperti apa yang mereka inginkan dilihat dari berbagai aspek. Total delegasi APUFY sebanyak 300 orang dari 31 negara Asia Pasifik dan menghasilkan APUFY Declaration untuk dibawa pada agenda APUF-6 dan High Level Meeting for Habitat III di Jakarta.

Saya sangat beruntung terpilih menjadi satu diantara 300 anak muda yang memiliki passion di bidang perkotaan untuk melakukan diskusi serta perencanaan visi perkotaan dunia, ujar Alfandias setelah mengikuti APUFY.

Di akhir acara dipilih beberapa peserta APUFY yang diikutkan pada agenda APUF-6 sebagai youth representative dan Alfandias menjadi salah satu dari 20 peserta Indonesia yang diikutkan pada agenda APUF-6 pada tanggal 19-20 Oktober 2015 di Jakarta.***

Mahasiswa IPB Ambil Bagian dalam Asia Pacific Urban Youth Assembly 2015

Himpunan Profesi Centre of Management ([email protected]), Fakultas Ekonomi d a n M a n a j e m e n , I n s t i t u t Pe r ta n i a n B o g o r ( F E M I P B ) menyelenggarakan seminar dengan tajuk Insurance Goes To Campus (IGTC) 2015, Rabu (18/10). Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa IPB tersebut mengambil tema Strategi Pengelolaan Risiko dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Seminar dilaksanakan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, kampus IPB Dramaga, Bogor.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Manajemen yang diwakili oleh Dr. Anggraini Sukmawati. Dalam sambutannya Dr. Anggraini menyampaikan kepada peserta akan pentingnya mengasah kompetensi untuk menghadapi pasar bebas, terutama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA harus dijadikan peluang, sebagai tantangan. Kalian harus bergegas menyiapkan diri, saingan kalian bukan lagi mahasiswa lulusan kampus di Indonesia, namun Asean, tegasnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kegiatan seminar seperti ini menjadi penting karena dapat membuka wawasan ragam pekerjaan dengan berbagai kompetensi.

Dengan dimoderatori dosen FEM IPB, Dr. Budi Purwanto, kegiatan ini diisi dengan materi yang disampaikan oleh pakar asuransi sebagai pembicaranya, yakni Direktur Teknik PT Asuransi Jasa Tania Tbk, Ade Zulfikar serta Ketua Komisi Pendidikan Dewan Asuransi Indonesia, Antony Japari.

Dalam kesempatan yang sama, ketua pelaksana IGTC 2015, Ribkha Amelia Sutadi berharap dengan kegiatan ini peserta dapat memperoleh pengetahuan mengenai peran asuransi menghadapi MEA serta penerapan manajemen risiko yang baik dalam asuransi. Kita sebagai generasi bangsa harus mampu bersaing dengan negara lainnya, jelas Ribkha.

Kegiatan IGTC merupakan salah satu program Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang bertujuan untuk mengenalkan asuransi kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa. DAI tercatat telah menyelenggarakan seminar tentang asuransi sebanyak 107 kali di seluruh indonesia, dengan total institusi pendidikan yang berpartisipasi sebanyak 52 yang terdiri dari 41 perguruan tinggi, 7 SMA dan 3 pondok pesantren. (as)

Insurance Goes to Campus, Pencerdasan Asuransi kepada Mahasiswa

Page 1Page 2

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended