Home >Documents >IPB 2015 Vol 185.pdfPDF fileIPB P a r i w a r a PARIWARA IPB/ Januari 2015/ Volume 185 Penanggung...

IPB 2015 Vol 185.pdfPDF fileIPB P a r i w a r a PARIWARA IPB/ Januari 2015/ Volume 185 Penanggung...

Date post:05-Apr-2019
Category:
View:212 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

IPBP a r i w a r

a

PARIWARA IPB/ Januari 2015/ Volume 185

Penanggung Jawab : Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: Rio Fatahillah

Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Farida Yasribi, Awaludin, Waluya S, Nabila Rizky A Layout : Devi Fotografer: Cecep

AW, Bambang A, Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat

Lt. 1, Kampus IPB Darmaga Telp. : (0251) 8425635, Email: [email protected]

Terbit Setiap Senin-Rabu-Jumat

Setiap Selasa, Pukul : 19.30 - 20.00 WIB

Nantikan Vol 186

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr Anas Miftah Fauzi menyambut kedatangan 13 mahasiswa dari Adelaide University Australia di Kampus IPB Dramaga Bogor (19/1). Kunjungan ini dalam rangka Summer Course, kerjasama Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB dengan Adelaide University Australia. "Program kerjasama ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun 2013. Tujuannya adalah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan internasional kedua pihak dalam mempersiapkan mahasiswa berdaya saing di dunia internasional pada era ekonomi dan perdagangan terbuka, juga untuk membangun para pemimpin baru masa depan", ujar Prof. Anas.

Selama di IPB, rombongan mahasiswa Fakultas Hukum, Bisnis, Ekonomi, dan Keuangan Program Undergraduate Adelaide University itu mendapatkan total delapan mata kuliah. Pada hari Senin (19/1), mereka mendapatkan tiga mata kuliah, yakni Financial Inclussion and Small Medium Enterprises Development in Indonesia, Regional and International Trade in Indonesia, Investment Climate and Industry Competitiveness in Indonesia. Selanjutnya di hari Selasa (20/1), mereka menerima empat mata kuliah, dan terakhir hari Sabtu (24/1) menerima satu mata kuliah. Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Program Internasional, Direktorat Kerjasama dan Program Internasional (KSPI) IPB, Dr. Eko Hari Purnomo mengatakan, Melalui kegiatan ini, IPB memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia Internasional. Selain juga mengenalkan bahwa IPB mengadakan program double degree untuk Pascasarjana jurusan Ekonomi dan Agroindustri. Selain itu, diharapkan agar kami mendapat ideide segar dari sudut pandang para mahasiswa tersebut guna perkembangan sektor pertanian Indonesia". (fy)

Summer Course 13 Mahasiswa Adelaide University di IPB

IPB Kementan RI Tandatangani MoU Pencapaian Swasembada Pangan Alat Pemindai Hiu Paus Prof. Noer Azam: AEC Menyatukan Kekuatan ASEAN

Laboratorium Selam Ilmiah (SI), Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan (Lab Biodiv) dan Marine Science and Technology Diving School (MSTDS) Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan The Nature (TNC) mengadakan pelatihan Identifikasi ConservancyKarang dengan Metode Coral Finder, Sabtu (17/1) di Lab Biodiv ITK IPB.

Identifikasi karang merupakan hal yang tidak mudah. Namun hal ini tidak menyurutkan peminat dari berbagai kalangan untuk mempelajari identifikasi karang. Pelatihan identifikasi karang sangat langka di Indonesia. Peminat pelatihan cukup tinggi, ujar Prakas Santoso Ketua Panitia Pelatihan. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti IPB, Unsoed, UI dan Univeritas Gajah Mada (UGM). Bahkan dari kalangan professional seperti konsultan lingkungan dan instruktur selam juga menjadi peserta, imbuhnya.

Pelatihan identifikasi karang disampaikan oleh instruktur Beginer Subhan, Dondy Arafat (IPB) dan Rizya Ardiwijaya (TNC). Pada pelatihan ini kami menggunakan format berbeda dengan yang telah kami lakukan di Bali tahun lalu, yaitu dengan mengoptimalkan sesi kelas dan laboratorium. Dengan adanya pelatihan ini kami berharap dapat meningkatkan minat dalam mengenal dan mengidentifikasi karang di Indonesia, ungkap Beginer Subhan yang diamini Rizya.***

Identifikasi Karang, Pelatihan yang Langka

Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Bogor mendapatkan

kunjungan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan

Transmigrasi Republik Indonesia, Marwan Jafar, Minggu (18/1).

Kunjungan ke Desa Cikarawang ini merupakan kunjungan pertama

di Provinsi Jawa Barat, ujar Marwan. Ia menilai Desa Cikarawang

sudah sangat maju. Budidaya jambu kristal yang menjadi andalan

desa ini dinilainya sudah sangat bagus. Untuk itu, ia berharap desa

desa lain bisa mencontoh keberhasilan Desa Cikarawang. Selain

Menteri Desa Berkunjung ke Cikarawang

jambu kristal, ia juga menyoroti setiap pekarangan rumah warga desa

binaan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini yang ditanami dengan aneka

tanaman obat keluarga (Toga).Budidaya jambu kristal ini harus terus

dikembangkan dan dipertahankan. Harus pula melibatkan perguruan

tinggi seperti IPB, paparnya.

Rektor IPB, Prof. Dr Herry Suhardiyanto yang menyatakan rasa

bangganya. Bangga dan selamat kepada Desa Cikarawang yang

menjadi desa pertama di Provinsi Jawa Barat yang mendapat kunjungan

langsung dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan

Transmigrasi. Kami berharap Desa Cikarawang bisa menjaga lahan

pertanian, peternakan, perikanan. Jangan dialih fungsi menjadi

perumahan. Untuk desadesa binaan yang lain harus terus maju dan

berkembang, jadikan Desa Cikarawang sebagai motor semangat untuk

bisa memajukan desanya lebih makmur dan sejahtera, tutur Rektor.

Kepala Desa Cikarawang, Sapturi Wijaya mengaku sangat bangga dan

terkejut desa yang dipimpinnya bisa dikunjungi oleh Menteri Desa,

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Kami akan

berkomitmen untuk terus menjaga, memelihara dan mempertahankan

budidaya jambu kristal. Bahkan sekarang sudah ada budidaya jambu

deli. Selain jambu, sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di

Desa Cikarawang yang sudah maju dan berkembang, juga akan terus

kami jaga dengan penuh semangat, imbuhnya. (Awl)

Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Studium General Pengembangan Karir di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor (19/1). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 orang calon wisudawan sarjana yang diwisuda pada Rabu (21/1), di Grha Widya Wisuda. Direktur DPKHA IPB Dr. Syarifah Iis Aisyah mengatakan, kegiatan Studium General kali ini bekerjasama dengan alumni angkatan 22 (Grasita), yang pada tahun 2015 ini tepat berusia 30 tahun. Sejumlah alumni angkatan 22 pun ambil bagian dalam memotivasi para calon wisudawan. Mereka adalah Ir. Agung Kuswandono, MM (Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Republik Indonesia) dan drh. Taryat Ali Sidik (Pengusaha mandiri ternak sapi dan Ketua Umum Perhimpunan Pengembangan Kewirausahaan Indonesia).

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menyampaikan, Bagi IPB melepas para lulusan sarjana adalah saatsaat penuh harap dan cemas. Berharap para lulusan dapat segera berkiprah di tengahtengah masyarakat, apakah itu sebagai karyawan, PNS, ataupun wirausahawan. Para lulusan harus melangkah keluar kampus dengan tegak. Yakin bahwa bekal ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan sudah cukup, tinggal belajar banyak di tengah masyarakat untuk maju ke depan menjadi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Ir. Agung Kuswandono, MM

Studium General Pembekalan Karir Pra Wisuda Sarjana

mengurai satu permasalahan besar bangsa Indonesia, yaitu semakin meningkatnya pengangguran terdidik dari tahun ke tahun. Meski demikian, ia memotivasi para calon wisudawan untuk tidak hilang semangat. Jangan hilang rasa kepercayaan, dan jangan hilang integritas. Para lulusan harus punya keberanian untuk maju. Bekal yang didapat dari bangku kuliah menjadi jembatan untuk berkembang dan sanggup untuk berjuang menjadi yang terbaik di tengah masyarakat, tandasnya. Sementara itu, drh. Taryat Ali Sidik berbagi pengalaman menjadi seorang wirausahawan. Menurutnya, jika ingin sukses berwirausaha, jangat patah arang. Bila gagal, terus maju belajar dan belajar. Itulah kuncinya. Prinsipnya pertanian harus diperjuangkan, dimulai dari daerah sendiri. Marilah kita bangun desa kita untuk dapat mensejahterakan bangsa, seru Taryat. (wal)

Page 1Page 2