Home >Documents >IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD …/Tujuan...perpustakaanaunaaaid s...

IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD …/Tujuan...perpustakaanaunaaaid s...

Date post:25-Jul-2019
Category:
View:212 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN

    IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD N

    SAPEN 03 KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

    TAHUN PELAJARAN 2009/2010

    SKRIPSI

    Disusun oleh:

    AJI WASITO

    X7108611

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2010

    i

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN

    IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD N

    SAPEN 03 KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

    (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri

    Sapen 03 Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo

    Tahun Pelajaran 2009/ 2010)

    Oleh :

    AJI WASITO

    NIM : X7108611

    Skripsi

    Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar

    Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    Jurusan Ilmu Pendidikan

    PROGRAM STUDI S1 PGSD KUALIFIKASI

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

    TAHUN 2010

    ii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PERSETUJUAN

    Skripsi dengan judul :

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN IPA

    MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD N SAPEN 03

    KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO (Penelitian

    Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sapen 03 Kecamatan

    Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009/ 2010)

    Oleh :

    Nama : Aji Wasito

    NIM : X7108611

    Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Pada Hari :

    Tanggal :

    Persetujuan Pembimbing

    Pembimbing I

    Dra. JENNY I.S POERWANTI, M.PdNIP. 19630125 198703 2 001

    Pembimbing II

    Dr. PEDUK RINTAYATI, M. Pd NIP. 19540224 198203 2 001

    iii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    LEMBAR PENGESAHAN

    Skripsi dengan judul :

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN IPA

    MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA KELAS IV SD N SAPEN 03

    KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO (Penelitian

    Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sapen 03 Kecamatan

    Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009/ 2010)

    Oleh :

    Nama : Aji Wasito

    NIM : X7108611

    Telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan

    dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk

    memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Pada Hari :

    Tanggal :

    Tim Penguji :

    Nama Terang : Tanda Tangan

    Ketua : Drs. Kartono, M. Pd .

    Sekretaris : Drs. Hasan Mahfud, M. Pd .

    Anggota I : Dra. Jenny I.S Poerwanti, M. Pd .

    Anggota II : Dr. Peduk Rintayati, M. Pd .

    Disahkan Oleh :

    Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret SurakartaDekan

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M. PdNIP. 19600727 198702 1 001

    ABSTRAK

    AJI WASITO, PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF

    PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA

    SISWA KELAS IV SD N SAPEN 03, KECAMATAN MOJOLABAN

    KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2009/2010. SKRIPSI,

    SURAKARTA : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET, JULI 2010.

    Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah : untuk meningkatkan

    kemampuan kognitif pada pembelajaran IPA melalui metode quantum pada siswa

    kelas IV SD Negeri Sapen 03,kecamatan Mojolaban, kabupaten sukoharjo tahun

    pelajaran 2009/2010.

    Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus.

    Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan,

    observasi dan refleksi. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri

    Sapen 03. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumen,

    wawancara. Teknik analisis data menggunakan tehnik analisis model interaktif

    yang terdiri dari tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan

    kesimpulan atau verifikasi.

    Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Ada peningkatan

    kemampuan kognitif pada pembelajaran IPA melalui metode quantum. Hal ini

    ditunjukkan dari nilai rata- rata tes kognitif sebelum tindakan 61,38 dan siswa

    belajar tuntas 55,55%, pada siklus I nilai rata- rata tes kognitif 62,22 dan siswa

    belajar tuntas 72,22%, pada siklus II nilai rata-rata tes kognitif 73,05 dan siswa

    belajar tuntas 100%.

    v

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ABSTRACT

    AJI WASITO, IMPROVING THE COGNITIVE ABILITY IN NATURAL

    SCIENCE LEARNING THROUGH THE QUANTUM LEARNING METHOD OF

    THE STUDENTS IN GRADE IV OF STATE PRIMARY SCHOOL OF SAPEN 03

    IN MOJOLABAN SUB-DISTRICT, SUKOHARJO REGENCY, IN THE

    ACADEMIC YEAR OF 2009/2010. SKRIPSI: THE FACULTY OF TEACHER

    TRAINING AND EDUCATION, SEBELAS MARET UNIVERSITY, SURAKARTA,

    JULY 2010.

    The objective of this research is to improve the cognitive ability in Natural

    Science through the Quantum learning method of the students in Grade IV of

    State Primary School of Sapen 03 in Mojolaban Sub-district, Sukoharjo Regency

    in the academic year of 2009/2010.

    This research is a classroom action one with two cycles. Each cycle

    consisted of four phases, namely: planning, implementation, observation, and

    reflection. The subject of the research was all of the students in grade IV of State

    Primary School of Sapen 03 in Mojolaban Sub-district, Sukoharjo Regency in the

    academic year of 2009/2010. Its data were gathered through observation,

    document analysis (content analysis), and in-depth interview. The data were then

    analyzed by using an interactive model of analysis comprising three components,

    namely: data reduction, data display, and conclusion drawing or verification.

    The result of the research shows that there is an improvement of cognitive

    ability in Natural Science of the students in grade IV of State Primary School of

    Sapen 03 in Mojolaban Sub-district, Sukoharjo Regency in the academic year of

    2009/2010, who were taught with the Quantum learning method. This is indicated

    by their cognitive tests. Prior to the treatment, the average score of their cognitive

    test is 61.38, and the percentage of the students completing the learning is

    vi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    55.55%. Following the treatment of cycle I, the average score improves to 62.22

    and the percentage of students completing the learning is 72.22%. After the

    treatment of cycle II, the average score improves to 73.05, and the percentage of

    the students completing the learning is 100%.

    MOTTO

    Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,

    mencintai hidup dan pekerjaannya.

    (Kahlil Gibran)

    Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi

    yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang

    bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian.

    (Henry Van Dyke)

    Hakekat hidup di dunia agar tidak bingung berpeganglah pada empat usaha;

    pertama contohlah apa yang baik, kedua tirulah kehendak yang baik, ketiga

    indahkanlah apa yang nyata, keempat pilihlah apa yang membawa keberhasilan,

    itulah bekal hidup

    vii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Dengan segenap hati yang paling dalam,

    Aji Wasito mempersembahkan skripsi ini

    kepada :

    1. Ayahku Suripto, BA dan Ibuku Tri

    murni Wiji Lestari yang saya cintai

    yang telah memberikan motivasi,

    bimbingan dan kasih sayang dengan

    tulus ikhlas serta mendukungku,

    menuntunku di setiap langkahku.

    2. Rekan-rekan guru SD N Sapen 03.

    3. Rekan-rekan S1 PGSD.

    4. Almamaterku.

    viii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,

    taufik dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi penelitian

    tindakan kelas dengan lancar.

    Skripsi yang berjudul Peningkatan kemampuan kognitif pada

    pembelajaraan IPA melalui metode quantum pada siswa kelas IV SD N Sapen 03

    kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2009/2010 ini

    diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana

    Pendidikan pada Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Penulis menyadari bahwa penelitian tindakan kelas ini tidak akan

    berhasil tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah

    berpartisipasi dalam penyusunan skripsi ini, untuk itu dengan segala kerendahan

    hati penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sangat tulus

    kepada semua pihak, khususnya kepada :

    1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd selaku Dekan Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    2. Drs. Rusdiana Indianto, M. Pd selaku Ketua Jurusan Ilmu

    Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

    Sebelas Maret Surakarta.

    3. Drs. Kartono, M. Pd selaku Ketua Program Studi PGSD Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    4. Dra. Jenny I.S Poerwanti, M. Pd selaku pembimbing I yang dengan

    sabar memberikan motivasi serta bimbingan sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi ini.

    ix

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5. Dr. Peduk Rintayati, M. Pd selaku pembimbing II yang dengan sabar

    membimbing sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

    6. Hj. Dwi Atmini, S. Pd selaku Kepala SD Negeri Sapen 03

    Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo yang telah memberi

    motivasi dan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

    7. Rekan-rekan di SD Negeri Sapen 03 yang telah membantu dalam

    penyusunan skripsi ini.

    8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang

    telah memberi bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.

    Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari masih banyak

    kekurangan, karena keterbatasan dan pengetahuan yang ada dan tentu hasilnya

    juga masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang

    bersifat membangun sangat penulis harapkan. Harapan penulis semoga skripsi

    penelitian tindakan kelas ini dapat memberi manfaat kepada penulis khususnya

    dan para pembaca pada umumnya. Semoga amal kebaikan semua pihak mendapat

    pahala dari Allah SWT. Amin.

    Surakarta, Juli 2010

    Penulis

    Aji Wasito

    x

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL

    HALAMAN PENGESAHAN .

    HALAMAN PERSETUJUAN .

    LEMBAR PENGESAHAN ...

    HALAMAN ABSTRAK ..

    HALAMAN ABSTRAK ..

    HALAMAN MOTTO

    HALAMAN PERSEMBAHAN ..

    KATA PENGANTAR .

    DAFTAR ISI

    DAFTAR TABEL..

    DAFTAR GAMBAR

    DAFTAR LAMPIRAN .

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ..

    B. Rumusan Masalah..

    C. Tujuan Penelitian ..

    D. Manfaat Penelitian ...

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka ..

    1. Kemampuan Kognitif

    ..

    2. Pengertian Metode Quantum ....................................

    xi

    i

    ii

    iii

    iv

    v

    vi

    vii

    viii

    ix

    xi

    xiii

    xiv

    xv

    1

    5

    5

    6

    8

    8

    13

    24

    24

    27

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    B. Penelitian yang Relevan.

    C. Kerangka Berpikir..

    D. Hipotesis Tindakan ...

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    A. Tempat dan Waktu Penelitian

    B. Bentuk dan Strategi Penelitian .

    C. Subjek Penelitian ..

    D. Data dan Sumber Data .....

    E. Teknik Pengumpulan Data ...

    F. Validitas Data

    G. Teknik Analisis Data

    H. Prosedur Penelitian ...

    I. Indikator Kinerja ..

    BAB IV HASIL PENELITIAN

    A. Deskripsi Awal Kemampuan Menghitung Siswa..

    B. Deskripsi Hasil Penelitian..

    C. Deskripsi Permasalahan Penelitian ...

    D. Temuan dan Pembahasan Hasil Penelitian ...

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

    A. Simpulan ..

    B. Implikasi ..

    C. Saran

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN...

    xii

    28

    29

    29

    29

    30

    31

    32

    33

    39

    40

    40

    41

    56

    66

    67

    69

    71

    73

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1. Data Frekuensi Nilai Tes Kognitif Siswa Materi Pokok

    Perubahan kenampakan bumi sebelum tindakan ..

    Tabel 2. Data Frekuensi Nilai Tes Kognitif Siswa Materi Pokok

    Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siklus I ..

    Tabel 3. Data Frekuensi Nilai Tes Kognitif Siswa Materi Pokok

    Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siklus II ..

    Tabel 4. Prosentase siswa yang memperoleh nilai tes kognitif > 63

    sebelum dan sesudah tindakan siklus I ................................................

    Tabel 5. Prosentase siswa yang memperoleh nilai tes kognitif > 63

    sebelum dan sesudah tindakan siklus II ................................................

    Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Nilai Tes Kognitif dengan

    Kriteria Nilai Terendah, Nilai Tertinggi dan Rata-Rata Nilai

    sebelum Tindakan dan setelah Tindakan melalui

    Metode Quantum pada siklus I dan II.................................................

    xiii

    57

    59

    61

    63

    64

    64

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 1. Bagan Kerangka berpikir ........

    Gambar 2. Model Analisis Interaktif .

    Gambar 3. Gambar Model Kemmis dan MC Taggart ................................

    Gambar 4. Gambar Media Globe (sebagai Tiruan Bumi) ..........................

    Gambar 5. Deskripsi Kenampakan Bumi...........

    Gambar 6. Grafik Nilai Tes Kognitif Materi Pokok Perubahan

    Kenampakan Bumi sebelum Tindakan ........................

    Gambar 7. Grafik Nilai Tes Kognitif Materi Pokok Perubahan

    Kenampakan Bumi pada Siklus I..................................

    Gambar 8. Grafik Nilai Tes Kognitif Materi Pokok Perubahan

    Kenampakan Bumi pada Siklus II ................................

    Gambar 9. Proses Pembelajaran pada Pertemuan Pertama Siklus I .........

    Gambar 10. Proses Pembelajaran pada Pertemuan Kedua Siklus II ...........

    Gambar 11. Proses Pembelajaran pada Pertemuan Pertama Siklus II .........

    Gambar 12. Proses Pembelajaran pada Pertemuan Kedua Siklus II ............

    xiv

    26

    32

    38

    43

    45

    58

    60

    62

    116

    117

    118

    119

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1. Kriteria Ketuntasan Minimal .....

    Lampiran 2. Indikator Materi pokok perubahan kenampakan bumi

    dan Silabus .................................................................................

    Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I .....

    Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II....

    Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuan I .................................

    Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa Siklus I Pertemuan 2 ................................

    Lampiran 7. Lembar Kerja Siswa Siklus II Pertemuan I ...............................

    Lampiran 8. Lembar Kerja Siswa Siklus II Pertemuan 2 ...............................

    Lampiran 9. Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan I ...........................................

    Lampiran 10. Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan 2 ..........................................

    Lampiran 11. Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan I ..........................................

    Lampiran 12. Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan 2 .........................................

    Lampiran 13. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan 1 ............................

    Lampiran 14. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan 2 ............................

    Lampiran 15. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan 1 ...........................

    Lampiran 16. Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan 2 ...........................

    Lampiran 17. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan 1 .....

    Lampiran 18. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I Pertemuan 2 ....

    Lampiran 19. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan 1..

    Lampiran 20. Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II Pertemuan 2

    Lampiran 21. Lembar Panduan Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I ......

    Lampiran 22. Lembar Panduan Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II......

    Lampiran 23. Lembar Panduan Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I .......

    xv

    72

    73

    76

    79

    82

    83

    84

    85

    86

    89

    92

    95

    98

    99

    100

    101

    102

    103

    104

    105

    106

    107

    108

    109

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Lampiran 24. Lembar Panduan Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus II........

    Lampiran 25. Lembar Wawancara untuk Siswa ...............................................

    Lampiran 26. Lembar Wawancara untuk Guru .................................................

    Lampiran 27. Lembar Angket Siswa....................................... 113

    Lampiran 28. Daftar Nilai Tes Kognitif Materi Pokok

    Perubahan Kenampakan Bumi Sebelum Tindakan ......................

    Lampiran 29 Daftar Nilai Tes Kognitif Materi Pokok

    Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siklus I........................

    Lampiran 30. Daftar Nilai Tes Kognitif Materi Pokok

    Perubahan Kenampakan Bumi Pada Siklus II.........................

    Lampiran 31. Foto Kegiatan Penelitian ........................................................

    Lampiran 32. Materi Pokok Perubahan kenampakan Bumi

    dan Peta Konsep .....................................................................

    Lampiran 33. Jadwal Penelitian ....................................................................

    Lampiran 34. Jurnal Internasional, Surat Ijin Penelitian dan

    Surat Keterangan Penelitian .................................................

    xvi

    110

    111

    112

    113

    114

    115

    116

    120

    124

    125

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    BAB IPENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah.

    Pada era globalisasi, perkembangan IPTEK semakin marak di masyarakat.

    Maraknya perkembangan IPTEK disebabkan oleh adanya tuntutan manusia untuk

    berkembang dan maju dalam berbagai bidang sesuai dengan perkembangan

    zaman. Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk sumber daya manusia

    yang dapat meningkatkan kualitas kehidupannya. Dengan demikian, kebutuhan

    manusia yang semakin kompleks akan terpenuhi. Selain itu melalui pendidikan

    akan dibentuk manusia yang berakal dan berhati nurani. Kualitas sumber daya

    manusia sangat diperlukan dalam menguasai dan mengembangkan ilmu

    pengetahuan dan teknologi sehingga mampu menghadapi persaingan global.

    Dalam pembangunan nasional, pendidikan diartikan sebagai upaya

    meningkatkan harkat dan martabat manusia serta dituntut untuk menghasilkan

    kualitas manusia yang lebih tinggi guna menjamin pelaksanaan dan kelangsungan

    pembangunan. Peningkatan kualitas pendidikan harus dipenuhi melalui

    peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

    Pembaharuan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan

    dan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur sopan santun dan etika

    serta didukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena

    pendidikan yang dilaksanakan sedini mungkin dan berlangsung seumur hidup

    menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.

    Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam

    keberhasilan pembangunan disegala bidang, hingga kini pendidikan masih

    diyakini sebagai wadah dalam pembentukan sumber daya manusia yang

    diinginkan. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber

    daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib

    dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. Masalah

    peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan dengan masalah

    proses pembelajaran.

    1

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    Proses pembelajaran yang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga

    pendidikan terutama untuk sekolah dasar pada pembelajaran IPA masih banyak

    yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya. Pembelajaran

    IPA memiliki fungsi yang fundamental dalam menimbulkan serta

    mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Agar tujuan

    tersebut dapat tercapai, maka pelajaran IPA perlu diajarkan dengan cara yang

    tepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dan sikap

    ilmiah. Oleh sebab itu kemampuan kognitif anak sangat diperlukan dalam

    pembelajaran IPA.

    Pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluruh dalam

    melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek, baik aspek kognitif, afektif,

    maupun psikomotorik, sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilannya selain

    dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-

    sekolah.

    Akhmad Sudrajat (2009) mengemukakan : di dalam kemampuan kognitif

    meliputi berbagai domain diantarannya : pengetahuan, pemahaman, aplikasi,

    analisa, sintesa dan evaluasi (http://localhost).

    Permasalahan yang dihadapi siswa di SD N SAPEN 03, Kecamatan

    Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo adalah rendahnya kemampuan kognitif dalam

    pembelajaran IPA terutama kemampuan kognitif pada aspek pengetahuan dan

    pemahaman materi pokok perubahan kenampakan bumi, hal ini bisa dilihat dari

    rata-rata hasil ulangan harian IPA materi pokok perubahan kenampakan bumi

    yang hanya 61.38 di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) untuk pelajaran

    IPA dimana KKM untuk pelajaran IPA yaitu 63.00, salah satu sebab rendahnya

    kemampuan kognitif pada pembelajaran IPA adalah guru kurang menggunakan

    metode bervariasi dalam pembelajaran IPA sehingga anak-anak kurang aktif

    dalam pembelajaran IPA dan pendapat siswa bahwa pelajaran IPA dianggap sulit

    sehingga tidak menarik untuk belajar, sehingga berdampak pada rendahnya

    kemampuan kognitif yang diperoleh siswa dan rendahnya pemahaman konsep

    pada materi pokok perubahan lingkungan fisik dan pengaruh terhadap daratan.

    http://localhost/
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    Para siswa menganggap pelajaran IPA sulit dipahami. Untuk anak-anak

    yang taraf berpikirnya masih berada pada tingkat konkret, semua yang diamati,

    diraba, dicium, dilihat dan didengar akan kurang berkesan kalau sesuatu itu hanya

    diceritakan, karena mereka belum dapat menyerap hal yang bersifat abstrak. Perlu

    diketahui bahwa tingkat pemahaman tiap-tiap siswa tidak sama, sehingga

    kecepatan siswa dalam mencerna bahan pengajaran berbeda. Dalam proses

    pembelajaran IPA (sains) kurang adanya penggunaan pendekatan, media dan

    metode yang tepat, sehingga cenderung guru yang aktif dan siswa pasif.

    Pembelajaran IPA memiliki fungsi yang fundamental dalam menimbulkan

    serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Agar

    tujuan tersebut dapat tercapai, maka IPA perlu diajarkan dengan cara yang tepat

    dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dan sikap ilmiah.

    Krisna (2009) menyatakan bahwa : belajar adalah proses perubahan

    perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar

    individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui

    berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu yang

    dipelajari (http://krisna1.blog.uns.ac.id).

    Pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana

    yang melibatkan siswa secara langsung, komprehensif baik fisik, mental maupun

    emosi. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih

    mementingkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. Salah satu upaya

    guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif, efektif dan menyenangkan

    dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dapat

    membantu guru dalam menggerakkan, menjelaskan gambaran ide dari suatu

    materi.

    Pada pembelajaran IPA diperlukan kemampuan guru dalam mengelola

    proses belajar dan mengajar sehingga keterlibatan siswa dapat optimal, sehingga

    pada akhirnya berdampak pada kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran

    dapat meningkat. Hal tersebut sangat penting karena dalam kehidupan sehari-hari,

    siswa tidak pernah lepas dengan dunia IPA (Sains), yang dekat dengan aktivitas

    kehidupan mereka. Untuk itu dalam pembelajaran diperlukan metode yang sesuai

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    4

    dengan tingkat perkembangan siswa. Dengan pemilihan metode yang tepat dan

    efektif diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada pembelajaran

    IPA.

    Pada pembelajaran IPA sangat berkaitan dengan dunia nyata dalam

    kehidupan sehari-hari. Guru dapat membuka berbagai pikiran dari siswa yang

    bervariasi sehingga siswa dapat mempelajari konsep-konsep dalam

    penggunaannya pada aspek yang terkandung dalam mata pelajaran IPA untuk

    memecahkan suatu masalah atau persoalan serta mendorong siswa membuat

    hubungan antara materi IPA dan penerapannya yang berkaitan dalam kehidupan

    sehari-hari.

    Di dalam penyampaian materi pelajaran IPA perlu dirancang suatu

    strategi pembelajaran yang tepat, yakni anak akan mendapatkan pengalaman baru

    dalam belajarnya, selain itu siswa akan merasa nyaman. Perlu diketahui bahwa

    tingkat pemahaman tiap-tiap siswa tidak sama, sehingga kecepatan siswa dalam

    mencerna bahan pengajaran berbeda. Dengan menerapkan metode quantum, maka

    dalam mengusahakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan

    meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di pendidikan dasar dapat tercapai.

    Selain itu juga dapat memperbaiki penerapan kurikulum saat ini dan

    meningkatkan pemahaman serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

    Mutu pembelajaran IPA perlu ditingkatkan secara berkelanjutan untuk

    mengimbangi perkembangan teknologi.

    Pembelajaran IPA memiliki fungsi yang fundamental dalam

    mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Agar tujuan

    tersebut dapat tercapai, maka IPA perlu diajarkan dengan cara yang tepat dan

    dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dan sikap ilmiah. Untuk

    menggali potensi anak agar selalu kreatif dan berkembang perlu diterapkan

    pembelajaran yang bermakna yang akan membawa siswa pada pengalaman

    belajar yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa makin berkesan

    apabila proses pembelajaran yang diperoleh merupakan hasil dari pemahaman dan

    penemuan sendiri yaitu proses yang melibatkan siswa sepenuhnya untuk

    merumuskan konsep.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5

    Menurut Bobbi dan Mark Reardon (2005:5) quantum adalah interaksi

    yang mengubah energi menjadi cahaya. Pembelajaran quantum dengan demikian

    adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar

    momen belajar. Pembelajaran IPA dengan menggunakan metode quantum akan

    membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan.

    Siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam

    belajarnya, sehingga kemampuan kognitif pada siswa diharapkan dapat tumbuh

    dalam kegiatan belajar siswa.

    Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengadakan penelitian dengan

    judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA

    PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE QUANTUM PADA SISWA

    KELAS IV SD NEGERI SAPEN 03, KECAMATAN MOJOLABAN,

    KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2009/2010.

    B. Perumusan Masalah.

    Berdasarkan pada latar belakang dan data yang diperoleh dari hasil

    observasi yang dilakukan peneliti dan untuk membatasi permasalahan yang

    telah diuraikan diatas, maka penulis merumuskan permasalahan di atas, penulis

    merumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

    Apakah pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode

    Quantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada siswa kelas IV

    SD Negeri Sapen 03, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo tahun

    pelajaran 2009/2010 ?

    C. Tujuan Penelitian.

    Sesuai dengan permasalahan pokok di atas, tujuan yang ingin dicapai

    peneliti dalam penelitian ini adalah:

    Untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada pembelajaran IPA melalui

    metode Quatum pada siswa kelas IV SD N Sapen 03, Kecamatan

    Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009/2010

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

    D. Manfaat Hasil Penelitian.

    Hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan

    memberikan manfaat yang berarti bagi siswa, guru, dan sekolah sebagai suatu

    sistem pendidikan yang mendukung peningkatan proses belajar dan mengajar

    siswa.

    1. Manfaat Teoretis

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi

    atau masukan kepada pengajar (guru) dalam memberikan pelajaran-

    pelajaran yang dinilai sulit dipahami oleh siswa dalam menerima

    pelajaran. Metode quantum memberikan cara belajar dalam suasana

    yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih

    bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya.

    2. Manfaat Praktis.

    a. Manfaat bagi Siswa.

    1) Siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar IPA terutama

    pada materi pokok perubahan kenampakan bumi.

    2) Kemampuan kognitif siswa meningkat terutama kemampuan

    kognitif pada domain pengetahuan dan pemahaman pada

    materi pokok perubahan kenampakan bumi.

    3) Siswa lebih dapat mencintai alam sekitar.

    b. Bagi Guru.

    1) Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan metode quantum

    sebagai metode pembelajaran.

    2) Guru lebih termotivasi untuk melakukan penelitian tindakan

    kelas yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses

    pembelajaran.

    3) Guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi

    pembelajaran yang lebih bervariasi, sehingga materi pelajaran

    akan lebih menarik.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    7

    c. Bagi Sekolah.

    Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam

    rangka perbaikan proses pembelajaran, sehingga dapat

    meningkatkan kualitas pendidikan.

    d. Bagi Peneliti.

    Memberikan sumbangan pengalaman tentang penelitian

    tindakan kelas.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    8

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka.

    1. Kemampuan Kognitif.

    a. Pengertian Kemampuan.

    Chaplin (1997) mengemukakan bahwa kemampuan (ability) adalah

    tenaga/daya kekuatan untuk melakukan suatu perbuatan. Kemampuan biasa

    merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan/praktek.

    (Http:digilib.petra.ac.id/jiunkpe-ns-s1-2008-31403361-9052-hanurda chapter2.)

    Robbins (2002) mengemukakan bahwa kemampuan terdiri dari dua faktor

    yaitu :

    1) Kemampuan Intelektual (Intelektual ability).

    Kemampuan Intelektual merupakan kemampuan melaukan aktivitas secara

    mental .

    2) Kemampuan fisik (Physical ability).

    Kemampuan fisik merupakan kemampuan melakukan aktivitas

    berdasarkan stamina kekuatan dan karakteristik fisik

    (Http:digilib.petra.ac.id/jiunkpe-ns-s1-2008-31403361-9052-hanurda

    chapter2).

    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan (ability)

    adalah kecakapan/potensi menguasai suatu keahlian yang merupakan bawaan

    sejak lahir, atau merupakan hasil latihan dan digunakan untuk mengerjakan

    sesuatu yang diwujudkan melalui tindakan.

    8

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    9

    b. Pengertian Kognitif.

    Amin Susilo (2008) mengemukakan bahwa kognitif adalah suatu proses

    dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental

    seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah,

    menciptakan dan berfantasi (Http:etd.eprints.ums.ac.id).

    Akhmad Sudrajat (2009) menyatakan : di dalam kemampuan kognitif

    meliputi berbagai domain diantarannya : pengetahuan, pemahaman, aplikasi,

    analisa, sintesa dan evaluasi (http://localhost).

    Berdasarkan uraian di atas kognitif adalah suatu proses dan produk pikiran

    untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat,

    mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan

    berfantasi di dalam melakukan suatu kegiatan.

    Kegiatan belajar melibatkan semua aspek kepribadian manusia di

    antaranya pikiran, perasaan, dan bahasa tubuh di samping pengetahuan, sikap,

    keyakinan sebelumnya serta persepsi masa mendatang. Kegiatan belajar yang

    dilakukan seorang siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan kognitif anak

    tersebut. Kemampuan kognitif siswa dapat dilihat dari keaktifan siswa dan

    kemandirian siswa maupun kemampuan siswa dalam pembelajaran. Dalam

    melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar dapat meningkatkan kemampuan

    kognitif siswa bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali ditemukan siswa yang

    mendapat nilai rendah dalam sejumlah mata pelajaran, ada pula yang dapat nilai

    tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun mereka masih kurang mampu

    menerapkan dengan baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan

    situasi yang lain.

    Di dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru harus bisa membimbing

    anak untuk beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-

    kejadian sekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari objek-

    objek seperti mainan, perabot dan makanan serta objek-objek sosial seperti diri,

    orang tua dan teman. Bagaimana cara anak mengelompokan objek-objek untuk

    mengetahui persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya, untuk

    memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek-objek, peristiwa-

    http://localhost/
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    10

    peristiwa dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut.

    Kognitif merupakan suatu proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan

    yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan,

    memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.

    Dalam pengembangan variasi mengajar tidak sembarangan, tetapi ada

    tujuan yang hendak di capai yaitu meningkatkan dan memelihara perhatian anak

    didik terhadap relevensi proses belajar mengajar, memberikan kesempatan

    fungsinya motivasi, membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah

    memberikan kemungkinan pilihan, fasilitas belajar individual dan mendorong

    anak untuk belajar. Inti pokok dari pembelajaran adalah siswa yang belajar.

    Belajar dalam arti perubahan dan peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan

    psikomotorik untuk memperoleh prestasi belajar yang tinggi.

    Perkembangan kognitif sendiri adalah perkembangan fungsi intelek atau

    proses-proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak. Kemampuan

    kognitif berkaitan dengan pengetahuan kemampuan berfikir dan kemampuan

    memecahkan masalah, tanpa kemampuan kognitif sulit dibayangkan seorang

    siswa dapat memahami materi-materi pelajaran yang disajikan kepadanya. Upaya

    pengembangan kognitif secara terarah, baik oleh orang tua maupun guru sangat

    penting.

    Piaget memandang perkembangan intelektual berdasarkan perkembangan

    struktur kognitif. Piaget mengidentifikasikan empat tahap perkembangan kognitif

    anak-anak. Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget

    sebagai berikut :

    1) Tahap sensorimotor : dari lahir hingga 2 tahun (anak mengalami

    dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi

    obyek).

    2) Tahap pra-operasional : dari 2 hingga 7 tahun (mulai memiliki

    kecakapan motorik).

    3) Tahap operasional konkret : dari 7 hingga 11 tahun (anak mulai

    berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret).

    Perkembangan dari satu tahap ke tahap yang lainnya disebabkan oleh

    http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif#Tahap_pra-operasionalhttp://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif#Tahap_sensorimotor
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    11

    akumulasi kesalahan di dalam pemahaman anak tentang

    lingkungannya pada akhirnya menyebabkan suatu tingkat

    ketidakseimbangan kognitif yang perlu ditata ulang oleh struktur

    pemikiran (http:id.wikipedia.org/wiki/Jean_Piaget).

    Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif di dalam

    menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif menerima

    informasi, walaupun proses berfikir dalam konsepsi anak mengenai realitas telah

    dimodifikasi oleh pengalaman dengan dunia sekitarnya, namun anak juga

    berperan aktif dalam menginterpretasikan informasi yang ia peroleh melalui

    pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi

    mengenai dunia yang telah ia punyai (http:id.wikipedia.org/wiki/Jean_Piaget).

    Piaget percaya bahwa pemikiran anak-anak berkembang menurut tahap-

    tahap atau periode-periode yang terus bertambah kompleks. Menurut teori tahapan

    Piaget, setiap individu akan melewati serangkaian perubahan kualitatif yang

    bersifat selalu tetap, tidak melompat atau mundur.

    Perubahan kualitatif ini terjadi karena tekanan biologis untuk

    menyesuaikan diri dengan lingkungan serta adanya pengorganisasian struktur

    berpikir. Perilaku individu mencakup segala pernyataan hidup, untuk keperluan

    studi tentang perilaku kiranya perlu ada sistematika pengelompokan berdasarkan

    kerangka berfikir tertentu (taksonomi). Bloom (1956) mengungkapkan tiga

    kawasan (domain) perilaku individu beserta sub kawasan dari masing-masing

    kawasan, yakni : kawasan kognitif, kawasan afektif dan kawasan psikomotor

    (Http:id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom).

    Kawasan kognitif yaitu kawasan yang berkaitan aspek-aspek intelektual

    atau berfikir/nalar terdiri dari :

    1) Pengetahuan (knowledge).

    Pengetahuan merupakan aspek kognitif yang paling rendah tetapi

    paling mendasar. Dengan pengetahuan individu dapat mengenal

    dan mengingat kembali suatu objek, ide prosedur, konsep, definisi,

    nama, peristiwa, tahun, daftar, rumus, teori, atau kesimpulan.

    2) Pemahaman (comprehension).

    http://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin_S._Bloom
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    12

    Pemahaman atau dapat dijuga disebut dengan istilah mengerti

    merupakan kegiatan mental intelektual yang mengorganisasikan

    materi yang telah diketahui. Temuan-temuan yang didapat dari

    mengetahui seperti definisi, informasi, peristiwa, fakta disusun

    kembali dalam struktur kognitif yang ada.

    3) Penerapan (application).

    Menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau

    menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang

    dikatakan menguasai kemampuan ini jika ia dapat memberi contoh,

    menggunakan, mengklasifikasikan, memanfaatkan, menyelesaikan

    dan mengidentifikasi hal-hal yang sama.

    4) Penguraian (analysis).

    Menentukan bagian-bagian dari suatu masalah dan menunjukkan

    hubungan antar bagian tersebut, melihat penyebab-penyebab dari

    suatu peristiwa atau memberi argumen-argumen yang menyokong

    suatu pernyataan.

    5) Memadukan (synthesis).

    Menggabungkan, meramu, atau merangkai berbagai informasi

    menjadi satu kesimpulan atau menjadi suatu hal yang baru.

    Kemampuan berfikir induktif dan konvergen merupakan ciri

    kemampuan ini.

    6) Penilaian (evaluation).

    Kemampuan untuk mempertimbangkan, menilai dan mengambil

    keputusan benar/salah, baik-buruk, atau bermanfaat dan tak

    bermanfaat berdasarkan kriteria-kriteria tertentu baik kualitatif

    maupun kuantitatif .

    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian

    kemampuan kognitif adalah kecakapan/potensi menguasai suatu keahlian suatu

    dalam proses berpikir untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental

    seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah,

    menciptakan dan berfantasi di dalam kegiatan belajar.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    13

    2. Pengertian Metode Quantum.

    Metode berasal dari Bahasa Yunani Methodos yang berarti cara atau

    jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode

    menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi

    sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk

    mencapai tujuan (Http : tiptk.blogspirit.com/archive/pengertian-metode).

    Charlotte Shelton (1998:1) menjelaskan tentang pengertian quantum

    sebagai berikut :

    The word quantum literally means a quantity of something, mechanics refers to the study of motion. Quantum mechanic is, therefore, the study of sub atomic particles in motion. It is however, erroneous to think of these subatomic particle as quantities of something. Subatomic particles are not material things, rather, they are probability tendencies-energy with potentiality. The energy, as the term mechanics implies, is never static. It is always in continous motion, uncceasingly changing from wave to particle and particle to wave, forming the atoms and molecules that subsequently create a material world. It is really quite amazing that those seemingly stable and stationary things we observe in the material world ore composed solely of energy.

    Kata quantum dalam literatur berarti banyaknya sesuatu, secara

    mekanik berarti studi tentang gerakan. Jadi mekanika quantum adalah ilmu

    yang mempelajari tentang partikel-partikel sub atom yang bergerak.

    Namun demikian kekeliruan berpikir tentang partikel sub atom ini

    merupakan banyaknya benda. Partikel sub atom bukan merupakan

    kecenderungan energi dengan potensial. Energi sebagai implikasi dalam

    istilah mekanika tidak pernah statis. Energi selalu bergerak secara terus

    menerus, tidak pernah berhenti berubah dari gelombang menjadi partikel

    dan dari partikel menjadi gelombang, membentuk atom-atom dan molekul

    yang seterusnya membentuk dunia materi. Ini benar-benar hal yang

    menakjubkan yang terlihat stabil dan statis, apabila kita cermati, ternyata

    dunia materi ini tersusun energi (http: quantumdc.wordpress.com).

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    14

    Menurut Bobbi dan Mark Reardon (2005:5) quantum adalah interaksi

    yang mengubah energi menjadi cahaya. Pembelajaran quantum dengan demikian

    adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar

    momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif

    yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah

    kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi

    dirinya dan orang lain.

    a. Lahirnya Konsep Quantum Learning.

    Bobbi DePorter dalam artikelnya yang berjudul The Impact of Quantum

    Learning (http://learningforum.com) menjelaskan pengertian Quantum Learning

    sebagai berikut :

    Quantum Learning adalah keseluruhan model yang mencakup kedua teori

    pendidikan dan pelaksanaan di kelas dengan cepat. Ini menggambarkan praktek

    dasar penelitian terpadu yang terbaik dalam pendidikan ke dalam keseluruhan,

    yang membuat isi lebih bermakna dan relevan bagi kehidupan siswa.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (dalam Alwiyah

    Abdurrahman 2009:14) bahwa Quantum Learning berakar dari upaya Dr. Georgi

    Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan

    apa yang disebutnya dengan suggestology atau suggestopedia (yang menurut

    sebagian orang memicu seluruh gerakan accelerated Learning). Prinsipnya adalah

    bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail

    apa pun memberikan sugesti positif ataupun negatif. Beberapa teknik yang

    digunakannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukkan murid

    secara nyaman, memasang musik latar di dalam ruang kelas, meningkatkan

    partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberikan kesan besar

    sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik

    dalam seni pengajaran sugestif.

    Istilah yang hampir dipertukarkan dengan sugestology adalah percepatan

    belajar (accelerated learning). Permercepatan belajar didefinisikan sebagai

    memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan

    http://learningforum.com/
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    15

    upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Cara ini menyatukan unsur-unsur

    yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan : hiburan, permainan,

    warna, cara berfikir positif, kebugaran fisik dan kesehatan emosional, namun

    semua unsur ini bekerja sama menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (dalam Alwiyah

    Abdurrahman 2009:16) Quantum Learning didefinisikan sebagai interaksi-

    interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi.

    Rumus fisika yang terkenal dalam fisika quantum adalah massa kali kecepatan

    cahaya kuadrat sama dengan energi, dan ditulis sebagai E = mc2.

    Tubuh manusia secara fisik adalah materi, sebagai pelajar, tujuannya

    adalah untuk meraih sebanyak mungkin cahaya, interaksi, hubungan, inspirasi

    agar menghasilkan energi cahaya. Quantum Learning mencakup aspek-aspek

    penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang

    bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa

    dan perilaku yang dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara

    siswa dan guru.

    Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana

    menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif,

    merupakan faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif.

    Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari

    setiap orang, dan menciptakan pegangan dari saat-saat keberhasilan yang

    meyakinkan.

    Quantum Learning menggabungkan sugestology, teknik pemercepatan

    belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode kami sendiri. Termasuk

    diantaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar lain,

    seperti : teori otak kanan/kiri, teori otak trione (3 in 1), pilihan modalitas (visual,

    audotorial, kinestetik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistic (menyeluruh),

    belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan symbol (Metaphoric learning),

    simulasi/permainan.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (dalam Alwiyah

    Abdurrahman 2009:12) dengan belajar menggunakan Quantum Learning akan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    16

    didapatkan berbagai manfaat : bersikap positif, meningkatkan motivasi,

    keterampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri, sukses atau hasil belajar

    yang meningkat. Di dalam pembelajaran melalui konsep Quantum Learning

    mempunyai langkah-langkah salah satunya dengan cara : Ambak, Ambak

    adalah singkatan dari Apa Manfaat Bagi Ku.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (dalam Alwiyah

    Abdurrahman 2009:49) Ambak adalah motivasi yang didapat dari pemilihan

    secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan. Motivasi sangat

    diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka keinginan untuk

    belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi motivasi oleh guru

    dengan memberi penjelasan tentang manfaat apa saja setelah mempelajari suatu

    materi, selain itu langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran

    melalui konsep Quantum Learning yaitu: penataan lingkungan belajar, memupuk

    sikap juara, bebaskan gaya belajarnya, membiasakan membaca, jadikan anak lebih

    kreatif dan melatih kekuatan memori anak untuk melaksanakan/praktek

    pembelajaran metode quantum.

    b. Penerapan metode quantum dalam pembelajaran IPA.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (2005:6) karakteristik

    pembelajaran quantum adalah

    1) Pembelajaran quantum berpangkal pada psikologi kognitif.

    2) Pembelajaran quantum bersifat humanintis, pembelajaran menjadi pusat

    perhatiannya, potensi diri dan kemampuan pikiran daya motivasi manusia

    diyakini dapat berkembang secara maksimal atau optimal.

    3) Pembelajaran quantum bersifat konstruktivitas, pembelajaran quantum

    bersifat menekankan pentingnya peranan lingkungan dalam mewujudkan

    pembelajaran yang efektif dan optimal yang memudahkan dalam mencapai

    keberhasilan tujuan pembelajaran. Pembelajaran quantum berupaya

    memadukan faktor potensi diri siswa dengan lingkungan (fisik dan mental)

    sebagai konteks pembelajaran.

    4) Pembelajaran quantum memusatkan perhatian pada interaksi yang

    bermutu dan bermakna bukan sekedar transaksi makna. Pembelajaran

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    17

    quantum memberikan tekanan pada pentingnya interaksi, frekuensi dan

    akumulasi interaksi yang bermutu dan bermakna yang dapat mengubah

    energi kemampuan pikiran dan bakat ilmiah siswa menjadi sesuatu yang

    bermanfaat bagi keberhasilan pembelajaran.

    5) Pembelajaran quantum menekankan pada alamiah dan kewajaran proses

    pembelajaran, sehingga menimbulkan suasana nyaman, segar, sehat,

    rileks, santai dan menyenangkan.

    6) Pembelajaran quantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi

    pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang

    memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang mengarahkan

    dan rancangan belajar yang dinamis. Isi pembelajaran meliputi suasana

    yang memberdayakan, fasilitas, ketrampilan belajar dan ketrampilan

    hidup.

    7) Pembelajaran quantum memusatkan perhatian pada pembentukan

    ketrampilan akademis, ketrampilan dalam hidup dan prestasi. Ketiganya

    harus diperhatikan, diperlukan dan dikelola secara seimbang.

    8) Pembelajaran quantum menginteraksi totalitas tubuh dan pikran dalam

    proses pembelajaran. Aktivitas total antara tubuh dan pikiran membuat

    pembelajaran biasa langsung lebih nyaman dan hasilnya lebih optimal.

    Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi dua faktor utama yakni

    faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar siswa atau faktor

    lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang

    dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil

    belajar yang dicapai. Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan

    mempengaruhi hasil belajar di sekolah, ialah kualitas pengajaran yaitu tinggi

    rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar dan mengajar dalam mencapai

    tujuan pembelajaran. Oleh karena itu hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi

    oleh kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran.

    Di beberapa sekolah dasar para guru menyadari bahwa setiap orang

    mempunyai cara yang optimal dalam mempelajari informasi baru. Mereka

    memahami bahwa beberapa murid perlu diajarkan cara-cara yang lain dari metode

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    18

    mengajar standar. Jika dalam mengajar dengan metode standar, maka

    kemungkinan kecil mereka dapat memahami apa yang diberikan. Gaya belajar

    merupakan suatu kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di

    sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi.

    Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (2003:7-8) prinsip

    pembelajaran quantum adalah :

    1) Prinsip utama

    Bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam dunia kita (pengajar) dan

    dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka (pembelajar).

    2) Prinsip dasar

    a) Ketahuilah bahwa segalanya berbicara. Dalam pembelajaran quantum

    segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran, bahasa tubuh pengajar,

    sampai sikap guru, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.

    b) Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam

    proses pembelajaran mempunyai tujuan.

    c) Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan. Proses

    pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami

    informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka

    pelajari. Dikatakan demikian karena otak manusia yang akan

    menggerakkan rasa ingin tahu.

    d) Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran. Pada waktu

    siswa melakukan langkah pembelajaran, mereka patut memperoleh

    pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka, bahkan

    sekalipun siswa melakukan kesalahan perlu diberi pengakuan atas

    usaha yang mereka lakukan.

    e) Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan

    keberhasilannya.

    Pembelajaran dengan menggunakan metode quantum lebih mengutamakan

    keaktifan peran serta siswa dalam berinteraksi dengan situasi belajarnya melalui

    panca inderanya baik melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan

    pengecapan, sehingga hasil penelitian dengan metode quantum terletak pada

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    19

    modus berbuat yaitu katakan dan lakukan, dimana proses pembelajaran quantum

    mengutamakan keaktifan siswa, siswa mencoba mempraktekkan media melalui

    kelima inderanya dan kemudian melaporkannya dalam laporan praktikum dan

    dapat meningkatkan daya ingat. Semakin banyak indera yang terlibat dalam

    interaksi belajar, maka materi pelajaran akan semakin bermakna. Selain itu dalam

    proses pembelajaran perlu diperdengarkan musik untuk mencegah kebosanan

    dalam belajarnya. Pemilihan jenis musik pun harus diperhatikan, agar jangan

    musik yang diperdengarkan mengganggu konsentrasi belajar siswa.

    Siswa dikatakan aktif jika ikut serta mempersiapkan pelajaran, gembira

    dalam belajar, mempunyai kemauan dan kreativitas dalam belajar, keberanian

    menyampaikan gagasan dan minat, sikap kritis dan ingin tahu, kesungguhan

    bekerja sesuai dengan prosedur, pengembangan penalaran induktif dan

    pengembangan penalaran deduktif. Belajar akan benar-benar dipahami sebagai

    aktivitas kreasi ketika seorang siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa

    mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan

    cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri.

    Dalam pembelajaran quantum dikenal dengan pendekatan TANDUR,

    TANDUR adalah :

    T : Tumbuhkan, tumbuhkan minat dengan memuaskan Apakah manfaatnya

    Bagiku (AMBAK) dan manfaatkan kehidupan siswa.

    A : Alami, ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat

    dimengerti semua siswa.

    N : Namai, sediakan kata kunci, konsep, modal, rumus strategi sebagai

    sebuah masukan.

    D : Demonstrasikan, sediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan

    bahwa mereka tahu.

    U : Ulangi, tunjukkan kepada siswa cara-cara mengulang materi dan

    menegaskan aku tahu bahwa aku memang tahu.

    R : Rayakan, bentuk reward yang harus senantiasa diberikan setiap siswa

    berhasil dalam pembelajaran (Bobbi DePorter dan Mark Readon

    2005:10).

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    20

    Kemampuan guru sangat diperlukan dalam pembelajaran IPA, seorang

    guru harus pandai di dalam mengelola proses belajar dan mengajar sehingga

    keterlibatan siswa dapat optimal, seperti penggunaan metode quantum dalam

    pembelajaran IPA materi pokok perubahan kenampakan bumi, dengan adanya

    penerapan alat peraga globe dan gambar-gambar benda langit dalam metode

    pembelajaran quantum pada pelajaran IPA materi pokok perubahan kenampakan

    bumi, siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam

    belajarnya, sehingga kemampuan kognitif khususnya aspek pengetahuan dan

    pemahaman pada siswa diharapkan dapat tumbuh dalam kegiatan belajar siswa.

    Dalam proses belajar dan mengajar diperlukan penataan lingkungan yang

    dapat membuat siswa merasa betah dalam belajarnya, dengan penataan

    lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.

    Selain itu motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya

    motivasi maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa

    akan diberi motivasi oleh guru dengan memberi penjelasan tentang manfaat apa

    saja setelah mempelajari suatu materi.

    Berdasarkan uraian di atas pengertian metode quantum adalah suatu cara

    dalam pembelajaran dimana terdapat interaksi-interaksi antara guru dan siswa,

    dimana dalam pembelajaran tersebut terdapat pertumbuhan minat, keaktifan

    siswa. Semua kehidupan adalah energi, tubuh manusia secara fisik adalah materi,

    sebagai pelajar, tujuannya adalah untuk meraih sebanyak mungkin cahaya,

    interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya.

    Ilmu Pengetahuan Alam (sains) merupakan hasil kegiatan manusia berupa

    pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisir, tentang alam sekitar yang

    diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah.

    Pada hakikatnya sains terdiri atas tiga komponen, yaitu produk, proses dan

    sikap ilmiah. Jadi tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau fakta yang

    dihafal, namun juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran

    dalam mempelajari rahasia gejala alam atau peristiwa-peristiwa alam. Ilmu

    berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    21

    utama yaitu filsafat alam kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural

    sciences) dan filsafat moral kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the

    social sciences). Ilmu-ilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam

    (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences). Ilmu alam ialah

    ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat

    mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu alam bercabang lagi menjadi

    fisika, kimia dan astronomi. Ilmu fisika mempelajari massa dan energi, ilmu kimia

    mempelajari substansi zat, ilmu astronomi mempelajari benda-benda langit dan

    ilmu bumi (the earth sciences) mempelajari bumi kita (http:

    id.wikipedia.org/wiki/ilmu pengetahuan alam).

    The word science comes from the Latin "scientia," meaning knowledge. How do we define science? According to Webster's New Collegiate Dictionary, the definition of science is "knowledge attained through study or practice," or "knowledge covering general truths of the operation of general laws, esp. as obtained and tested through scientific method and concerned with the physical world" (www. science made simple.com/science-definition. html).

    c. Pengertian Pembelajaran IPA (Sains) di SD.

    Rochman Natawidjaja dan H.A. Moein Moesa (1991:23) mengemukakan

    bahwa : pembelajaran adalah upaya pembimbingan terhadap siswa agar siswa itu

    secara sadar dan terarah berkeinginan untuk belajar dan memperoleh hasil belajar

    sebaik-baiknya, sesuai dengan keadaan dan kemampuan siswa yang bersangkutan.

    Menurut Gagne dan Briggs (1979:3) pembelajaran adalah suatu sistem

    yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian

    peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan

    mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal

    (http:blog.persimpangan.com/blog/pengertian-pembelajaran).

    Menurut Srini M.Iskandar (2001 : 2) kata IPA merupakan singkatan kata

    Ilmu Pengetahuan Alam. Kata-kata ilmu pengetahuan alam merupakan

    terjemahan dari kata-kata bahasa inggris natural science. Natural artinya alamiah,

    berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam. Science artinya

    ilmu pengetahuan. Jadi pengertian ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science itu

    secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu alam ini. Ilmu yang mempelajari

    http://www.science/
  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    22

    peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Untuk selanjutnya kita akan

    menggunakan kata IPA sebagai suatu istilah. IPA merupakan ilmu yang

    berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang

    tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi

    dan eksperimen. Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait

    dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup,

    energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya.

    Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran IPA atau sains berorientasi pada

    siswa. Peran guru bergeser dari menentukan apa yang akan dipelajari ke

    bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa.

    Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk

    mengeksploitasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan

    nara sumber lain. Dalam pembelajaran IPA hendaknya guru dapat merancang dan

    mempersiapkan suatu pembelajaran dengan memotivasi awal sehingga dapat

    menimbulkan suatu pertanyaan. Dengan begitu, guru dapat mendorong,

    membimbing dan menilai kemampuan berfikir siswa dalam melaksanakan

    pembelajaran.

    Salah satu ciri utama pembelajaran IPA adalah dimulai dengan pertanyaan

    atau masalah dilanjutkan dengan arahan guru menggali informasi,

    mengkonfirmasikan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dan mengarahkan

    pada tujuan apa yang belum dan harus diketahui. Jadi terlihat bahwa siswa akan

    lebih aktif di dalam pembelajaran dan dapat menemukan sendiri jawaban dari

    masalah atau pertanyaan yang timbul di awal pembelajaran. Pengetahuan dan

    keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak dengan jalan mengingat

    seperangkat fakta-fakta, tetapi dengan jalan menemukan dan menggeneralisasi

    sendiri sebagai hasil kemandiriannya.

    d. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) di SD.

    Pembelajaran IPA bertujuan membantu siswa memperoleh ide,

    pemahaman, dan keterampilan (life skill) sebagai warga negara sehingga siswa

    dapat mengaitkan konsep-konsep IPA tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    23

    Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas, kreativitas, efektivitas, dan membuat

    siswa menjadi senang (http: kezia-lophemyself.blogspot.com).

    Di dalam pembelajaran, hasil belajar menjadi lebih bermakna bukan

    merupakan hafalan yang mudah lupa, tetapi memiliki resistensi di otak lebih lama.

    Sains berfaedah bagi suatu bangsa, kiranya tidak perlu dipersoalkan panjang lebar.

    Kesejahteraan suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu

    dalam bidang sains, sebab sains merupakan dasar teknologi, sering disebut-sebut

    sebagai tulang punggung pembangunan. Pengetahuan dasar untuk teknologi ialah

    sains. Orang tidak menjadi insinyur elektronika yang baik, atau dokter yang baik,

    tanpa dasar yang cukup luas mengenai berbagai gejala alam. Bila diajarkan sains

    menurut cara yang tepat, maka sains merupakan suatu mata pelajaran yang

    memberikan kesempatan berpikir kritis, misalnya : sains diajarkan dengan

    mengikuti metode menemukan sendiri. Dengan ini anak dihadapkan pada suatu

    masalah, umpamanya dapat dikemukakan suatu masalah demikian : dapatkah

    tumbuhan hidup tanpa daun?, anak diminta untuk mencari dan menyelidiki hal ini.

    Bila sains diajarkan melalui percobaan-percobaan yang dilakukan sendiri oleh

    anak, maka sains tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka.

    Mata pelajaran ini mempunyai: nilainilai pendidikan yaitu mempunyai potensi

    yang dapat membentuk kepribadian anak secara keseluruhan.

    Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar dalam Garis-garis Besar Program

    Pengajaran (GBPP) sekolah dasar dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran Ilmu

    Pengetahuan Alam atau Sains adalah sebagai berikut :

    1) Menanamkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap teknologi

    dan masyarakat.

    2) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,

    memecahkan masalah dan membuat keputusan.

    3) Menanamkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang

    akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    4) Mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya IPA (sains)

    kehidupan sehari-hari.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    24

    5) Mengalihgunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman ke

    bidang pengajaran lainnya.

    6) Ikut serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan

    alam.

    7) Menghargai ciptaan Tuhan akan lingkungan alam.

    Berdasarkan uraian di atas salah satu tujuan dari pembelajaran IPA di SD

    adalah menanamkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang

    akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi seorang

    guru di dalam pembelajaran IPA harus bisa menanamkan pengetahuan dan

    pemahaman konsep-konsep sains kepada siswa.

    B. Hasil Penelitian yang Relevan.

    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hermawan

    Widyastantyo ( http : digilib.unnes.ac.id ) menemukan bahwa : Penerapan metode

    Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA bagi

    siswa Kelas V SD Negeri Kebonsari Kabupaten Temanggung.

    C. Kerangka Berpikir .

    Dalam proses belajar dan mengajar apabila seorang guru menggunakan

    metode yang tepat, media pendidikan sebagai alat bantu mengajar, dan dapat

    berkomunikasi dengan baik pada saat menyajikan pelajaran, siswa akan lebih

    mudah menerima materi yang disampaikan oleh guru. Dalam hal ini pembelajaran

    IPA melalui metode quantum merupakan salah satu metode pembelajaran yang

    diharapkan akan menjadi metode yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif.

    Permasalahan yang dihadapi siswa kelas IV di SD N Sapen 03, Kecamatan

    Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo adalah rendahnya kemampuan kognitif dalam

    pembelajaran IPA terutama kemampuan kognitif pada aspek pengetahuan dan

    pemahaman materi pokok perubahan kenampakan bumi, hal ini disebabkan

    karena guru masih menggunakan metode ceramah, belum menggunakan metode

    quantum pada pelajaran IPA materi pokok perubahan kenampakan bumi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    25

    Melihat permasalahan yang dihadapi siswa kelas IV di SD N Sapen 03,

    Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo adalah rendahnya kemampuan

    kognitif dalam pembelajaran IPA terutama kemampuan kognitif pada aspek

    pengetahuan dan pemahaman materi pokok perubahan kenampakan bumi maka

    guru melakukan tindakan yaitu dalam pembelajaran IPA materi pokok perubahan

    kenampakan bumi, guru menggunakan metode quantum dengan alat peraga globe,

    gambar-gambar benda langit, melalui metode quantum guru berharap dapat

    meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan nilai rata-rata kelas 63 dan

    siswa yang mendapat nilai 63 mencapai 80%.

    Melalui metode quantum dalam pembelajaran IPA dapat menimbulkan

    minat siswa, membantu siswa mendapatkan konsep yang jelas dan tepat, bersifat

    konkret, menguatkan ingatan siswa, menghindari kesalahpahaman, suasana

    pembelajaran IPA menyenangkan dengan media globe dalam pembelajaran IPA

    materi pokok kenampakan bumi. Sehingga minat siswa meningkat (siswa tertarik

    belajar IPA), dengan demikian, kemampuan kognitif siswa akan meningkat,

    terutama aspek pengetahuan dan pemahaman dalam pembelajaran IPA materi

    pokok kenampakan bumi. Kegiatan belajar dan mengajar dengan penggunaan

    metode quantum dalam pembelajaran IPA dapat menciptakan suasana belajar

    yang menarik dan materi akan terkesan pada diri siswa. Hal ini siswa akan

    menjadi lebih jelas dalam menerima materi yang disampaikan guru, sehingga

    kemampuan kognitif siswa dalam pembelajaran IPA lebih meningkat, terutama

    pada materi pokok perubahan kenampakan bumi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    Alur kerangka pemikiran yang ditujukan untuk mengarah jalannya

    penelitian tindakan agar tidak menyimpang dari pokok permasalahan seperti pada

    Gambar 1 :

    Siklus I

    Siklus II

    Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir.

    Kondisi awal

    Guru masih meggunakan metode ceramah, belum menggunakan metode quantum pada pelajaran IPA materi pokok perubahan kenampakan bumi

    Kemampuan kognitif dalam pembelajaran IPA rendah.

    Melalui metode quantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan nilai rata-rata kelas 63

    Tindakan

    Dalam pembelajaran IPA materi pokok perubahan kenampakan bumi, guru menggunakan metode quantum quantum dengan alat peraga globe, gambar-gambar benda langit

    Kondisi akhir

    Melalui metode quantum dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa.

    Melalui metode quantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa khususnya aspek pengetahuan dan pemahaman dengan nilai rata-rata kelas 63 dan siswa yang mendapat nilai 63 mencapai 80%

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    D. Hipotesis.

    Berdasarkan kajian teori dan kerangka pemikiran di atas, hipotesis

    tindakan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Penggunaan

    metode quantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam

    pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD N Sapen 03, Kecamatan,

    Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    Menurut Zainal Aqib (2006:33) metode penelitian adalah tahapan-tahapan

    cara dalam melaksanakan penelitian. Metode yang dipergunakan dalam penelitian

    merupakan salah satu bagian dalam yang ikut menentukan tingkat kebenaran hasil

    penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Istilah dalam

    bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR).

    A. Tempat dan waktu penelitian.

    Penelitan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sapen 03 Kecamatan

    Mojolaban Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan pada semester 2 tahun

    pelajaran 2009/2010. Alasan dipilihnya Sekolah Dasar Negeri Sapen 03 sebagai

    tempat penelitian karena peneliti sebagai guru di SD N Sapen 03, sehingga

    peneliti sudah mengetahui seluk beluk Sekolah Dasar Negeri Sapen 03 yang

    dapat membantu penulis dalam melaksanakan penelitian. Selain itu, latar belakang

    intelegensi dan kehidupan sosial siswa yang cenderung heterogen, guru-guru yang

    sudah cukup berpengalaman, dan fasilitas sekolah yang cukup memadai, sehingga

    peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah Dasar Negeri Sapen 03.

    Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan MaretJuni tahun 2010 atau

    selama 4 bulan. Pelaksanaan dilakukan dengan dua siklus. Penelitian ini adalah

    salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan kognitif pada

    pembelajaran IPA melalui metode quantum pada siswa kelas IV SD N Sapen 03

    Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2009/2010.

    28

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    B. Bentuk dan Strategi Penelitian

    Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action

    research). Menurut Sarwiji Suwandi (2008:15), penelitian tindakan kelas

    merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan

    yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan.

    Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan

    oleh siswa.

    Strategi dalam penelitian tindakan kelas adalah dengan model siklus.

    Langkah-langkah pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut Sarwiji Suwandi

    (2008:34) ada 4 tahapan yaitu: Perencanaan (planning), Tindakan (acting),

    Pengamatan (observing), dan Refleksi (reflecting).

    C. Subjek Penelitian

    Subjek penelitian ini adalah Siswa kelas IV SDN Sapen 03, Kecamatan

    Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010, yang terdiri dari 18

    siswa yaitu 9 putra dan 9 putri yang akan dibagi menjadi 3 kelompok.

    D. Data dan Sumber Data

    Data atau informasi yang paling penting untuk dikumpulkan dan dikaji

    dalam penelitian ini berupa informasi tentang hasil kemampuan kognitif pada

    pembelajaran IPA, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan

    pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran. Adapun sumber data yang akan

    dimanfaatkan dalam penelitian ini antara lain:

    1. Informasi data dari narasumber yang terdiri dari siswa kelas IV SD N Sapen

    03, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009/2010.

    2. Hasil tes kognitif materi pokok perubahan kenampakan bumi.

    3. Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

    4. Hasil pengamatan selama pelaksanaan pembelajaran IPA.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    30

    E. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi

    pengamatan, diskusi, kajian dokumen, dan tes yang masing-masing secara singkat

    diuraikan sebagai berikut:

    1. Pengamatan (observasi)

    Pengamatan itu dilakukan terhadap guru ketika melaksanakan kegiatan

    belajar mengajar di kelas maupun kinerja siswa selama proses belajar

    mengajar berlangsung pada tanggal 21 Mei 2010, selain itu pengamatan juga

    dilakukan pada tindakan siklus I pada tanggal 24, 28 Mei 2010 dan pada

    siklus II pada tanggal 1 dan 4 Juni 2010 untuk mengetahui tingkat partisipasi

    siswa dalam mengikuti pelajaran.

    2. Diskusi

    Diskusi dengan guru dilaksanakan setelah pengamatan pertama selesai

    pembelajaran pada siklus I yaitu pada tanggal 24, 28 Mei 2010 dan pada

    siklus II yaitu pada tanggal 1 dan 4 Juni 2010. Diskusi dilakukan untuk

    mengetahui ketertarikan siswa terhadap pembelajaran IPA. Diskusi tersebut

    dapat peneliti lakukan sampai data yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

    3. Kajian dokumen

    Kajian dilakukan untuk mencari berbagai dokumen atau arsip data

    yang ada seperti kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus,

    materi pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan nilai pelajaran IPA.

    Kajian dokumen dilakukan tanggal 21 Mei 2010, selain itu kajian dokumen

    juga dilakukan pada siklus I yaitu pada tanggal 24, 28 Mei 2010 dan pada

    siklus II yaitu pada tanggal 1 dan 4 Juni 2010.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    31

    4. Tes

    Pemberian tes untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa dalam

    sebelum maupun setelah penerapan metode quantum. Tes dilakukan pada

    dilakukan tanggal 21 Mei 2010, selain itu tes juga dilakukan pada siklus I

    yaitu pada tanggal 24, 28 Mei 2010 dan pada siklus II yaitu pada tanggal 1

    dan 4 Juni 2010. Tes disusun dan dilakukan untuk mengetahui kemampuan

    kemampuan kognitif sesuai dengan siklus yang ada.

    F. Validitas Data

    Validitas data merupakan kebenaran dari proses penelitian. Validitas

    data dipertanggungjawabkan dan dijadikan sebagai dasar yang kuat dalam

    menarik simpulan. Trianggulasi merupakan cara yang digunakan dalam penelitian

    kualitatif. Menurut Lexy J. Moleong (1995: 178) trianggulasi adalah teknik

    pemeriksaan validitas data dengan memanfaatkan sarana di luar data itu untuk

    keperluan pengecekan atau pembandingan data itu.

    Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan trianggulasi data dan

    triangulasi teori.

    1. Trianggulasi data

    Trianggulasi data juga sering disebut sebagai trianggulasi sumber. Cara ini

    mengarahkan agar di dalam mengumpulkan data menggunakan beragam

    sumber yang tersedia. Selain itu juga memanfaatkan jenis sumber data yang

    berbeda-beda. Untuk menggali data yang sejenis bisa diperoleh dari nara

    sumber (manusia), dari kondisi lokasi, dari sumber yang berupa catatan/arsip

    yang memuat catatan yang berkaitan dengan data yang dimaksud. Dengan

    cara ini data yang sejenis bisa teruji kemantapan dan kebenarannya dari

    sumber data yang berbeda-beda. Pada penelitian ini, sumber data yang

    digunakan diantaranya adalah arsip daftar nilai, dokumen portofolio siswa,

    dan hasil diskusi dengan guru kelas pada tahun pelajaran sebelumnya.

    2. Trianggulasi teori

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    32

    Trianggulasi teori merupakan teknik yang digunakan dengan menggunakan

    perspektif lebih dari satu teori dalam membahas masalah yang dikaji. Selain

    itu juga digunakan informasi dari informan yang digunakan untuk

    menanyakan kembali kepada informan tentang kevalidan data tersebut.

    Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data

    yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori

    telah di jelaskan pada bab II diantaranya adalah teori tentang metode quantum,

    kemampuan kognitif dan hakekat pembelajaran IPA.

    G. Teknik Analisis Data

    Data yang berupa hasil pengamatan atau observasi diklasifikasikan sebagai

    data kualitatif. Data ini diinterpertasikan kemudian dihubungkan dengan data

    kuantitatif (tes) sebagai dasar untuk mendeskripsikan keberhasilan pelaksanaan

    pembelajaran yang telah dilakukan.

    Data hasil tes dianalisis secara deskriptif, yakni dengan membandingkan

    hasil tes antar siklus. Yang dianalisis adalah perubahan kemampuan kognitif

    sebelum dan sesudah mengalami tindakan tergantung dari berapa banyak

    siklusnya. Selanjutnya data hasil tes antar siklus dibandingkan sehingga dapat

    mencapai batas ketercapaian atau ketuntasan yang diharapkan.

    Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif

    Milles dan Hubberman, (1984:15-21) yang terdiri dari tiga komponen analisis,

    yaitu Reduksi data, sajian data, penarikan simpulan atau verifikasi. Aktivitas

    ketiga komponen tersebut dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses

    pengumpulan data sebagai siklus (http:docstoc.com).

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    33

    Gambar 2

    Model Analisis Interaktif.

    Analisis data adalah proses menyeleksi, menyederhanakan, memfokuskan,

    mengabstraksikan, mengorganisasikan data secara sistematis dan rasional sesuai

    dengan tujuan penelitian, serta mendeskripsikan data hasil penelitian itu dengan

    menggunakan tabel sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam

    menginterpretasikan. Kemudian data hasil penelitian pada masing-masing tabel

    tersebut diinterpretasikan (pengambilan makna) dalam bentuk naratif (uraian) dan

    dilakukan penyimpulan.

    Pada dasarnya, analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi

    data, penyajian/paparan data dan penyimpulan.

    1. Reduksi data adalah proses penyederhanaan data hasil penelitian yang

    dilakukan melalui proses seleksi, pengelompokkan data sesuai dengan

    tujuan penelitian dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang

    bermakna.

    Pengumpulan Data(Data Collection)

    Reduksi Data(Data Reduction)

    Kesimpulan-kesimpulanPenarikan/Verifikasi

    Penyajian data(Data Display)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    34

    2. Penyajian data adalah proses penampilan atau penyajian data secara lebih

    sederhana dalam bentuk tabel untuk diinterpretasikan dalam bentuk

    naratif.

    3. Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari keseluruhan paparan

    atau penyajian data yang telah dideskripsikan untuk diformulakan dalam

    bentuk kalimat yang singkat dan padat sebagai jawaban terhadap tujuan

    penelitian.

    H. Prosedur Penelitian.

    Pada penelitian tindakan kelas ini, direncanakan melalui 2 siklus. Tiap

    siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti apa yang

    sudah dibuat dalam variabel penelitian.

    Suwarto dan St.Y.Slamet (2007:79) mengemukakan variabel ialah sesuatu

    yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian. Penelitian ini ada dua variabel

    yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah suatu variabel

    yang dapat mempengaruhi variabel terikat, sedangkan variabel terikat tidak dapat

    mempengaruhi variabel bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode

    quantum disebut variable X. Sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan

    kognitif disebut variabel Y.

    Observasi awal dilakukan untuk mengetahui tindakan yang tepat yang

    diberikan dalam rangka meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa dalam

    mempelajari materi pokok perubahan kenampakan bumi dengan menerapkan

    quantum sebagai metode pembelajaran.

    Dari hasil observasi awal, maka dalam refleksi ditetapkanlah bahwa

    tindakan yang digunakan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode

    quantum dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa, khususnya aspek

    pengetahuan dan pemahaman. Dengan berpatokan pada refleksi awal tersebut

    akan dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini dengan prosedur penelitian :

    perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observe) dan

    refleksi (reflecting). Pada penelitian tindakan kelas ini digunakan beberapa

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    35

    instrumen yaitu: 1) Silabus, 2) Rencana Pembelajaran, 3) Media globe, 4) Lemb