Home >Economy & Finance >Instrumen pengendali moneter

Instrumen pengendali moneter

Date post:30-Jul-2015
Category:
View:28 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

1. 1 INSTRUMEN PENGENDALI MONETER MAKALAH Ditulis untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Ekonomi Moneter II Oleh Tatik Andriani (135020100111013) Natalia Firda G. (135020100111026) Rina Dwi A. (135020101111056) PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2015 2. 2 DAFTAR ISI DAFTAR ISI..............................................................................................................2 PEMBAHASAN.........................................................................................................3 2.1 Instrumen Pengendali Moneter A. Instrumen Langsung.....................................................................................5 B. Instrumen Tidak Langsung...........................................................................10 C. Instrumen yang Sering Digunakan ...............................................................23 D. Instrumen-Instrumen Pengendalian Moneter di Indonesia ..........................26 KESIMPULAN ..........................................................................................................29 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................30 3. 3 PEMBAHASAN 2.1 Instrumen Pengendali Moneter Kebijakan moneter merupakan suatu hal yang sangat penting bagi tiap-tiap negara. Hal ini dikarenakan, kebijakan moneter memiliki kendali dalam mempengaruhi sasaran- sasaran dan target akhir. Target akhir sebuah kebijakan moneter adalah suatu kondisi ekonomi makro yang ingin dicapai. Setiap negara memiliki target yang berbeda dan bersifat dinamis. Artinya target akhir setiap negara dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan perekonomiannya. Akan tetapi, kebanyakan negara menetapkan 4 hal yang menjadi ultimate target dari kebijakan moneter, yakni:1 a. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan; b. Kesempatan kerja; c. Kestabilan harga; d. Keseimbangan neraca pembayaran. Sasaran tersebut memiliki unsur kontradiktif, yang berarti bahwa untuk mencapai target-target tersebut tidak bisa dilakukan bersama-sama. Setiap target memiliki dampak yang saling bertolak belakang. Sebagai contoh untuk mencapai target akhir pemerataan pendapatan dan memperluas kesempatan kerja, berpengaruh terhadap kestabilan harga dan keseimbangan neraca pembayaran. Sekalipun suatu negara bisa mencapai keempat target tersebut secara bersama-sama, namun faktanya setiap target itu tidak bisa tercapai secara optimal. Di sisi lain, pengaruh moneter dalam jangka panjang hanya akan meningkatkan harga dan menimbulkan inflasi. Oleh karena itu, dalam Undang-Undang bank sentral ada kecenderungan bahwa sasaran akhir kebijakan moneter adalah stabilisasi harga.2Sejarah dari beberapa negara membuktikan bahwa kebijakan moneter yang memiliki multi sasaran akhir, kondisi perekonomian akan memburuk. Berkaca dari pengalaman-pengalaman tersebut, beberapa negara memfokuskan untuk mencapai sasaran tunggal termasuk Indonesia. 4. 4 Gambar 1 Perbandingan Sistem Operasi Kebijakan Moneter Sumber: Ascarya. Seri Kebanksentralan: Instrumen-Instrumen Pengendalian Moneter. Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK). Jakarta. 2002. Hal 3 Untuk mencapai sasaran akhir yang diinginkan, diperlukan adanya indikator dan instrumen untuk membantu proses pencapaian target. Untuk dapat mengontrol indikator, bank sentral perlu melakukan intervensi dengan menggunakan instrumen-instrumen yang dimiliki. Secara garis besar, instrumen ini dapat digolongkan menurut cara yang berbeda:3 1) Menurut cara instrumen tersebut mempengaruhi sasaran operasional, dapat dibagi langsung atau tidak langsung, 2) Menurut orientasinya di pasar keuangan, dapat dibagi berorientasi pasar (market oriented/based) dan tidak berorientasi pasar (non-market oriented/based), 3) Menurut diskresinya4, dapat dibagi diskresinya berada di bank sentral atau di peserta pasar. 5. 5 Dari penjelasan tersebut, topik yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mencakup intrumen baik langsung maupun tidak langsung, dan instrumen yang sering digunakan serta instrumen pengendalian moneter di Indonesia. A. Instrumen Langsung Instrumen langsung adalah instrumen pengendalian moneter yang dapat secara langsung mempengaruhi sasaran operasional yang diinginkan oleh bank sentral. Pada umumnya bersifat non-market dan diskresinya ada di bank sentral. Keuntungannya bahwa ia dapat dipergunakan sebagai alat yang efektif bagi bank sentral untuk mengendalikan harga atau kuantitas kredit, terutama dalam tahap-tahap awal pembangunan atau dalam keadaan krisis yang bersifat sementara. Biasanya dipergunakan oleh negara-negara berkembang. Jenis-jenis instrumen langsung yaitu: 1.) Penetapan Suku Bunga Berupa penetapan tingkat suku bunga baik untuk pinjaman maupun simpanan di dalam sistem perbankan. Keefektifan instrumen langsung ini terletak pada kredibilitas sistem penegakan dan pengawasannya. 2.) Pagu Kredit Berupa penetapan jumlah atau kuantitas maksimum kredit yang dapat disalurkan oleh perbankan. Berfungsi untuk mengendalikan jumlah uang beredar dengan secara langsung mempengaruhi jumlah kredit domestik yang dapat disalurkan oleh perbankan. 3.) Rasio Likuiditas (Statutory Liquidity Ratios) Digunakan bank sentral dengan mewajibkan banl-bank lain untuk memelihara cadangan primer juga untuk setiap saat memelihara surat-surat berharga tertentu atau mata uang tertentu dengan presentase tertentu. Bertujuan untuk menggalang dana yang dibutuhkan untuk pembiayaan anggaran pemerintah melalui surat-surat utang pemerintah kepada perbankan, sembari menciptakan pasarnya. 6. 6 4.) Kredit Langsung Berupa penyaluran kredit secara langsung kepada sektor, program, proyek, dan kegiatan tertentu yang sedang digalakkan pemerintah namun belum cukup menarik bagi sektor swasta. 5.) Kuota Rediskonto Mirip dengan kredit langsung namun dijamin dengan surat berharga pasar uang melalui kuota untuk memberikan intensif pengembangan sektor tertentu. 6.) Instrumen Lain Intrumen langsung yang pada masa dahulu pernah digunakan untuk mengendalikan uang beredar atau money supply: a. Pengguntingan Uang Ditunjukan untuk mengurangi uang beredar. Dengan pengguntingan uang, nilai pacahan uang yang terkena peraturan ini berkurang sejumlah presentase tertentu sedangkan sisanya diganti dengan surat berharga pemerintah jangka panjang. b. Pembersihan Uang (Monetary Purge) Dengan pembersihan uang, nilai uang diturunkan dengan presentase tertentu tanpa ada penggantian untuk jumlah yang diturunkan tersebut. Efek pembersihan uang sama dengan pengguntingan uang, yaitu penurunan jumlah uang beredar. c. Penetapan Uang Muka Impor Ketetapan ini berlaku bagi para importir yang akan melakukan transaksi pembelian dari luar negeri. Dengan ketetapan ini para importir diwajibkan untuk membayar sejumlah presentase tertentu sebagai uang muka untuk pembelian valuta asing yang mereka perlukan untuk mengimpor barang yang mereka perlukan dari luar negeri. Tabel 1: Instrumen Langsung Pengendalian Moneter5 Instrumen Cara kerja Keuntungan Kerugian 1. Penetapan sk bunga (interest rate Bank sentraldengan wewenangnya -Efektif untuk mengendalikan suku - Menghambat kompetisi di pasar- 7. 7 controls) menetapkan tingkat sk bunga baik untuk pinjaman maupun simpanan dalam sistem perbankan bunga kredit, terutama di masa krisis (sementara) - biasanya dicadangkan pada saat pemerintah tidak dapat mencapai sasaran suku bunga melalui pasar atau ketika suku bunga jangka panjang merupakan tujuan kebijakan - menganung pengaruh-pengaruh noncompetitive pricing ketika pembukaan bank terbatas - Membatasijumlah masalah adverse selection, terutama ketika informasi peminjam langka atau pengawasan bank lemah pasar keuangan - alokasi sumber- sumber keuangan tidak berdasarkan mekanisme pasar - pagu suku bunga mudah dihindari dengan mengubah simpanan bank menjadi aset yang menghasilkan bunga pasar (sepertivaslas) atau menjadi barang. - mendorong disintermediasi atau intermediasi nonbank. - murah untuk meminjam kredit sehingga mendorong penggunaan kapital yang berlebihan. 2. Pagu kredit (credit cellings) Bank sentral menetapkan jumlah atau kuantitas maksimum kredit yang dapat dialurkan oleh perbankan - Efektif untuk mengendalikan kuantitas kredit perbankan, terutama di masa krisis (sementara) - Dapat meminimalkan kehilangan kendali moneter selama masa transisi ke instrumen tidak langsung ketika mekanisme transisi tidak tentu - Menghambat alokasi perbankan - Dapat menyebabkan disintermediasi dan hilangnya kefektifan - Sulit diterapkan jika terdapat banyak bank dna capital inflows 3. Rasio likuiditas (statutory liquidity ratio) Bank sentral mewajibkan bank- bank untuk setiap saat memelihara surat-surat berharga - Dengan adanya captive demand untuk aset yang masuk kualifikasi (biasanya utang - Mengganggu kompetisi dengan menerapkan batasan- batasan pada manajemen aset 8. 8 tertentu atau mata uang tertentu dengan persentase tertentu (biasanya utang pemerintah) di luar CWM. pemerintah) rasio likuiditas dapat mengurangi biaya peminjaman untuk penerbit instrumen ini. bank. - mengganggu tingkat harga sekuritas dan menghambat perdagangan di pasar sekunder. - dapat menyebabkan disintermediasi dan dapat menurunkan disiplin fiskal pemerintah, yang pada akhirnya akan menyebabkan hilangnya keefektifan sebagai alat untuk mengendalikan uang. 4. Kredit langsung (directed credits) Bank sentral menyalurkan kredit secara langsung (atau melalui agen pemerintah) kepada sektor, program, proyek dan atau kegiatan tertentu yang sedang diprioritaskan - Pengendalian langsung terhadap agregat kredit bank sentral ke perbankan - Ada kemungkinan misalokasi sumber daya - dapat digunakan untuk menyalurkan kredit langsung ke BUMN sehingga mengurangi pengaruh langsung anggaran pemerintah 5. Kuota rediskonto Bank sentral menetapkan jumlah kuota surat-surat berharga sektor tertentu yang dapat di re-diskonto-kan dengan suku bunga dibawah harga pasar - Menetapka

Embed Size (px)
Recommended