Home >Business >Innovation Strategy

Innovation Strategy

Date post:14-May-2015
Category:
View:2,634 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1.Managing Innovation Strategy

2. Tipe-tipe Inovasi Inovasi Produk Inovasi Proses Inovasi Strategi 3. Inovasi Produk Inovasi berupa penciptaan produk baru guna memenuhi kebutuhan konsumen; misal penciptaan produk iPod atau Mobil Hybrid 4. Inovasi Proses Inovasi pada proses bisnis seperti penciptaan sistem Kaizen, zero inventory, penerapan Six Sigma, dan proses otomatisasi. Inovasi proses meningkatkan provftabilitas, menurunkan biaya, meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan kepuasan kerja karyawan . 5. Inovasi strategi berkaitan dengan perubahan radikal pada model bisnis yang dijalankan, atau juga pada strategi bisnis yang diterapkan. Penyewaan software secara online dengan harga yang jauh lebih murah merupakan tantangan dan model bisnis baru dibanding model konvensional penjualan sofwate seperti yang dilakukan Microsoft. Inovasi Strategi 6. Level Inovasi Incremental Innovation Substantial Innovation Breakthrough Innovation 7. McDonalds Innovation Boston Markets Acquisition New French Fry CookersGreen Milkshakes for St. Pats DayIncrementalOpening for Breakfast Hamburger University Value MealsSubstantialGlobal Expansion Franchisee Regulations of Quality Big Mac BreakthroughStrategy Process Product INNOVATION 8. Model Inovasi Model 1: Suggestion System Model 2: Continuous Improvement Teams Model 3: New Venture Teams Model 4: Incubator Lab Model 5: Innovation Teams 9. Suggestion System memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengajukan gagasan inovasi .Gagasan ini kemudian akan dievaluasiolehpanelis independen. Gagasan ini bisa diterima atau ditolak berdasar kriteria yang ditetapkan sebelumnya dari pihak manajemen.Model 1 : Suggestion System 10.

  • SistemContinuous Improvement Modelmerupakan model inovasi yang didasarkan pada kerjasama team.

Model 2: Continuous Improvement Teams 11.

  • Sering juga dinamakan Kaizen Teams,(kaizenadalah bahasa Jepang yang artinya peningkatan secara terus menerus), model ini berfokus pada inovasi incremental, dan bukan pada perubahan proses secara radikal

Model 2: Continuous Improvement Teams 12.

  • Meskipun nampaknya kecil, perbaikan-perbaikan incremental yang dihasilkan oleh secara terus menerus, dapat memberikan dampak signifikan bagi kemajuan perusahaan

Model 2: Continuous Improvement Teams 13. Model 4:New Venture Teams

  • Sasaran dari New Venture Team Model tidak berfokus pada penghematan biaya,peningkatan incremental, ataupun inovasi proses.
  • Sasaran model ini lebih ingin mencarigagasan-gagasan strategis yang in-konvensional danberpotensi menjadi terobosan baru .

14. Model 5: Incubator Lab

  • Incubator Model pernah populer pada tahun 80 hingga 90-an, namun kemudian menghilang dengan cepat.

15. Model 5: Incubator Lab

  • Pada dasarnya model ini menekankan pada pembentukanteam kecil dan terpisah dari birokrasiperusahaan induk mereka .
  • Team kecil ini ditempatkan pada lokasi terpisah, dan memiliki satu misi, yakni menciptakan produk inovatif yang revolusioner.

16. Model 7: Innovation Teams Esensi dari pendekatan ini adalah pembentukan company-wide network dimana para anggotanya memiliki skill inovasi yang tinggi. Tugas utama tim ini adalah menemukan beberapa gagasan baru yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut 17. Strategi Inovasi

  • Meneliti dan mengamati sumber-sumber peluang inovasi.
  • Menciptakan sistem future-scan
  • Mengintegrasikan future scanning dengan sistem pengelolaan gagasan perusahaan anda.

18. Strategi Inovasi

  • Assault industry assumptions.
  • Broaden your company's vision.
  • Strategize your place in the first mover, fast follower race.

19.

  • Mempelajari produk terobosan sebelumnya.
  • Benar-benar fokus pada penciptaan nilai (value creation) dalam proses pengembangan.
  • Mendesain dan melaksanakan proses pengembangan produk baru yang sistematis

Menghasilkan Produk Inovatif 20. Menghasilkan Produk Inovatif

  • Menggunakan strategi pembelajaran (learning strategy) untuk menciptakan gagasan yang lebih radikal.
  • Menggunakan cross-functional team.
  • Menggunakan rapid prototyping.

21. Selesai Composed by : Yodhia Antariksa, Msc Dimohon untuk tidak mengcopy, menggandakan, dan mendistribusikan file presentasi ini melalui email atau piranti digital lainnya tanpa ijin darirajapresentasi.com Mari kita saling berikhtiar membangun kejujuran. Jika Anda berminat menggunakan slide ini untuk kepentingan training di organisasi Anda, silakan terlebih dahulu baca aturan pemakaiannya di Menu TANYA JAWAB pada situswww.rajapresentasi.com 22. Sumber Lanjutan yang Direkomendasikan: Robert B. Tucker,Driving Growth Through Innovation ,Berrett-Koehler Publishers.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended