Home >Documents >Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun Nkri

Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun Nkri

Date post:23-Dec-2015
Category:
View:74 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
industri minyak sawit
Transcript:
  • GAPKI 2014 i

    INDUSTRI MINYAK SAWIT INDONESIA

    MENUJU 100 TAHUN NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi, Energi dan Pangan

    Secara Berkelanjutan

    GABUNGAN PENGUSAHA KELAPA SAWIT INDONESIA

    GAPKI 2014

  • ii GAPKI -Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 2050 - PASPI

    INDUSTRI MINYAK SAWIT INDONESIA MENUJU 100 TAHUN NKRI

    Copyright 2014 GAPKI

    Edisi Pertama

  • GAPKI 2014 iii

    KATA PENGANTAR Industri minyak sawit merupakan industri strategis dalam

    perekonomian Indonesia khususnya dimasa yang akan datang. Para ahli pertanian dunia telah lama mengakui bahwa pertanian termasuk perkebunan Kelapa sawit memiliki fungsi ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat. Berbagai studi baik dari lembaga internasional maupun lembaga di Indonesia, telah membuktikan bahwa industri minyak sawit Indonesia berkontribusi besar baik bagi perekonomian nasional, pembangunan ekonomi daerah, pengurangan kemiskinan maupun untuk pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, pengembangan industri minyak sawit perlu dilihat sebagai upaya memperbesar manfaat ekonomi, sosial dan kelestarian lingkungan hidup yang lebih besar dan lebih berkualitas.

    Kedepan, selain meningkatkan peran yang telah ada selama ini industri minyak sawit Indonesia juga dituntut pada peran baru yakni menyediakan energi pengganti energi fosil. Sebagaimana diketahui, bahwa ketergantungan Indonesia pada solar impor sudah sangat tinggi dan akan makin tinggi kedepan jika tidak ada upaya untuk menggantikannya. Impor, solar selain berisiko tinggi secara ekonomi, penggunaan solar juga menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca yang cukup besar dan secara global menjadi kontributor utama perubahan iklim global. Oleh karena itu penggantian solar dengan biodiesel berbahan baku minyak sawit menjadi tuntutan baru kedepan. Selain membangun kemandirian energy, pengembangan biodiesel tersebut jauh lebih ramah lingkungan.

    Dengan tambahan peran baru industri minyak sawit tersebut yakni menyediakan biodiesel tentu memerlukan penigkatan ketersediaan bahan baku berupa minyak sawit mentah (CPO). Sementara untuk kebutuhan hilirisasi oleopangan dan oleokimia juga terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk Indonesia. Dengan kata lain, hilirisasi dan pengembangan biodiesel perlu disertai dengan peningkatan produksi CPO agar tidak terjadi trade-off fuel-food sebagaimana dialami banyak negara dunia.

    Dengan latar belakang dan harapan masa depan yang demikian, GAPKI menyusun cetak biru (blue print) dan peta jalan (roadmap) industri minyak sawit Indonesia (HuluHilir) untuk periode 2015-2050. Untuk bagian hulu (perkebunan kelapa sawit) disajikan cetak biru dan

  • iv GAPKI -Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 2050 - PASPI

    peta jalan peningkatan produktivitas CPO melalui peningkatan produktivitas dan perluasan luas areal baik perkebunan rakyat, perkebunan swasta dan perkebunan negara. Dibagian hilir disajikan cetak biru dan peta jalan hilirisasi baik melaui jalur industri oleopangan, jalur industri oleokimia dan jalur industri biodiesel. Dan bagian terpenting dari cetak biru dan roadmap ini adalah Kebijakan Strategis yang perlu didukung pemerintah untuk industri minyak sawit Indonesia kedepan.

    Pengurus GAPKI Pusat mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada PASPI (Palm Oil agribusiness Staregic Policy Institute) yang telah kerja keras menyusun Cetak Biru dan Peta Jalan Industri Minyak Sawit ini. Dan kepada seluruh asosiasi industi minyak sawit : DMSI, APROBI, APOLIN, GIMNI, AMNI, APKASINDO, MAKSI kami sampaikan terimakasih atas masukan yang telah diberikan. Dan mari kita semua bergandengan tangan untuk menjadikan industri minyak sawit Indonesia meraih prestasi terbaik kedepan dan menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

    Bogor, Juli 2014

    PENGURUS GAPKI PUSAT

  • GAPKI 2014 v

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .................................................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................... v DAFTAR TABEL ........................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiii BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1

    BAB II. EVALUASI PERKEMBANGAN MUTAKHIR PASAR

    MINYAK NABATI DUNIA ......................................................... 5 2.1 Populasi, Distribusi dan Pertumbuhan Penduduk Dunia .. 5

    2.2 Perekonomian Kawasan/Global .......................................... 7 2.3 Perkembangan Konsmsi Minyak Nabati Dunia ................. 9 2.4 Perkembangan Konsumsi Minyak Nabati Per Kawasan .... 11

    2.5 Pola Konsumsi Minyak Nabati Berdasarkan Kawasan ...... 18 2.6 Perkembangan Produksi Minyak Nabati Utama Global

    Menurut Negara Produsen ............................................. 42 2.7 Ekspor- Impor Minyak Nabati Global................................. 49 2.8 Perkembangan Mutakhir Industri Oleokimia Dunia ......... 52 2.9 Perkembangan Produksi Oleokimia Global ....................... 57

    2.10 Industri Penggunaan Produk Oleokimia Global ................ 58 2.11 Volume Konsumsi Oleokimia Global .................................. 60 2.12 Perkembangan Harga Oleokimia ........................................ 60 2.13 Industri Biodiesel Dunia ...................................................... 61 2.14 Dinamika Industri Oleokimia Global .................................. 71

    BAB III. EVALUASI PERKEMBANGAN MUTAKHIR INDUSTRI

    MINYAK SAWIT INDONESIA .................................................... 73 3.1 Industri Perbenihan Kelapa Sawit ....................................... 73 3.2 Perkembangan Luas Area ..................................................... 75

    3.2.1 Perkembangan Luas Areal Menurut Pengusahaan dan Provinsi ................................................................ 75

    3.2.2 Perkembangan Komposisi Umur Kelapa Sawit Menurut Pengusahaan dan Provinsi ......................... 80

    3.3 Perkembangan Produksi CPO .............................................. 84 3.3.1 Penyebaran dan Kapasitas Produksi PKS .................. 84 3.3.2 Perkembangan Produksi CPO Menurut Pengusahaan

    dan Provinsi ................................................................ 85 3.3.3 Perkembangan Produktivitas CPO Menurut

  • vi GAPKI -Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 2050 - PASPI

    Pengusahaan dan Provinsi......................................... 89 3.4 Perkembangan Ekspor dan Konsumsi Domestik CPO ...... 95 3.5 Industri Hilir Minyak Sawit ................................................. 98

    3.5.1 Industri Minyak Goreng Sawit/Margarin/ Shortening .................................................................... 98

    3.5.2 Industri Margarin/Shortening ..................................... 106

    3.6 Perkembangan Industri Oleokimia ...................................... 108 3.6.1 Industri Sabun/Detergen ........................................... 115

    3.7 Evolusi Kebijakan Pemerintah ............................................. 121 3.8 Perkembangan Harga Energi Dunia, Pupuk dan Rasio

    Harga ..................................................................................... 135 3.8.1 Pergerakan Harga Emisi Dunia, Minyak Mentah .... 135 3.8.2 Pergerakan Indeks Harga Pupuk .............................. 138 3.8.3 Pergerakan Harga CPO Dunia .................................. 142

    BAB IV. ANALISIS PERUBAHAN DAN PROYEKSI PASAR MINYAK

    NABATI GLOBAL MENUJU 2050 .............................................. 146 4.1 Proyeksi Populasi Penduduk Menuju 2050 ........................ 146 4.2 Proyeksi Ekonomi Global Menuju 2050 .............................. 148 4.3 Proyeksi Konsumsi Minyak Nabati Utama Global 2050 .... 152 4.4 Proyeksi Produksi Minyak Nabati Utama Global 2050...... 154 4.5 Proyeksi Biodiesel ................................................................. 156 4.6 Proyeksi Harga dan Ratio Harga ......................................... 158 4.7 Perubahan Selera Pasar Global ........................................... 161 4.8 Perubahan Iklim Global ........................................................ 162 4.9 Perubahan Kebijakan Pasar Minyak Nabati Global ........... 164

    BAB V. PERANAN INDUSTRI MINYAK SAWIT DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA ................................................ 167 5.1 Kontribusi Persawitan Indonesia dalam Pertumbuhan

    Ekonomi ................................................................................ 167 5.1.1 Keterkaitan Pertumbuhan Kelapa Sawit dengan

    Sektor Lain .................................................................. 167 5.1.2 Dampak Perkebunan Kelapa Sawit pada Sektor Lain 169 5.1.3 Peran Ekspor Minyak Sawit dalam Perekonomian .. 171 5.1.4 Menyediakan Minyak Nabati yang Kompetitif Bagi

    Dunia: Feeding The World ........................................... 175

    5.2 Peran Industri Minyak Sawit Dalam Pembangunan Pedesaan ................................................................................ 178 5.2.1 Perkebunan Kelapa Sawit: Menumbuhkan Pusat

    Pertumbuhan Baru Pedesaan .................................... 179 5.2.2 Menarik Pertumbuhan Sektor Lain di Kawasan

    Pedesaan ..................................................................... 182 5.2.3 Pertumbuhan Produksi CPO Memacu Pertumbuhan

    Ekonomi Sentra Sawit ................................................ 183

  • GAPKI 2014 vii

of 283

Embed Size (px)
Recommended