Home >Documents >Indra Angga Wibowo (k2509036) - Laporan 1 Praktek Motor Bakar Lanjut (Diesel)

Indra Angga Wibowo (k2509036) - Laporan 1 Praktek Motor Bakar Lanjut (Diesel)

Date post:19-Jul-2015
Category:
View:201 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

LAPORAN PRAKTEK MOTOR BAKAR LANJUT

DIESELDIRECT, INDIRECT, dan DEKOMPRESI

Disusun oleh : INDRA ANGGA WIBOWO K2509036

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

I.

JUDUL DIESEL (DIRECT, INDIRECT, dan DEKOMPRESI)

II.

TUJUAN 1. Mahasiswa mengetahui prinsip kerja nozzle. 2. Mahasiswa mengetahui komponen nozzle. 3. Mahasiswa mengetahui perbedaan direct dan indirect. 4. Mahasiswa mampu melakukan overhaul nozzle.

III.

WAKTU DAN TEMPAT Jumat, 3 & 10 Maret 2012 Pukul 13.00 16.00 Ruang praktek UNS Pabelan

IV.

ALAT DAN BAHAN 1. Engine stand diesel 2. Toolbox

V.

KESELAMATAN KERJA 1. Mahasiswa menggunakan pakaian wearpack 2. Mahasiswa mematuhi tata tertib bengkel 3. Mahasiswa menggunakan alat ukur sesuai fungsinya 4. Mahasiswa mengikuti intruksi dari dosen pembimbing

VI.

LANDASAN TEORI Motor diesel merupakan motor pembakaran dalam yang memiliki efisiensi tinggi. Pembakaran terjadi akibat semprotan bahan bakar ke dalam ruang bakar bertekanan tinggi dan membentuk droplet. Semprotan bahan bakar ditentukan oleh beberapa parameter injeksi dan memiliki karakteristik yang berbeda untuk setiap jenis bahan bakar yang digunakan.

Motor diesel ditemukan oleh Rudolf Diesel, pada tahun 1872. Dahulu motor diesel menggunakan siklus diesel tapi sekarang ini menggunakan siklus sabathe. Motor diesel mempunyai tekanan kompresi yang tinggi (30 45 kg/cm2) agar temperatur udara yang dikompresikan mencapai 500C atau lebih.

Karakteristik motor diesel : Efisiensi panasnya tinggi. Bahan bakarnya hemat. Kecepatannya lebih rendah dibanding motor bensin. Getarannya besar dan berisik. Harganya lebih mahal. Digunakan pada kendaraan niaga.

Pandangan Samping Motor Diesel 4 Langkah

MACAM-MACAM RUANG BAKAR MOTOR DIESEL Tipe Injeksi Langsung (Direct Injection)

Injection nozzle menyemprot-kan bahan bakar langsung ke ruang bakar utama (main combustion) yang terdapat pada piston dan cylinder head. Macam-macam Ruang Injeksi Langsung

1. Multi-spherical. 2. Hemispherical. 3. Spherical.

Keuntungan : 1. Effisiensi panas tinggi (tidak memerlukan glow plug). 2. Konstruksi cylinder head sederhana. 3. Karena kerugian panas kecil, perbandingan kompresi dapat diturunkan.

Kerugian : 1. Pompa injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi. 2. Kecepatan maksimum lebih rendah. 3. Suara lebih besar (berisik). 4. Bahan bakar harus bermutu tinggi.

Tipe Ruang Bakar Kamar Depan Bahan bakar disemprotkan oleh injection nozzle ke precombustion chamber. Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di ruang bakar utama (main chamber).

Keuntungan : 1. Pemakaian bahan bakar lebih luas. 2. Detonasi dapat dikurangi karena menggunakan injektor tipe throttle. 3. Motor tidak terlalu peka terhadap perubahan timing injeksi. Kerugian : 1. Cylinder head rumit dan biaya pembuatan mahal. 2. Memerlukan glow plug. 3. Pemakaian bahan bakar lebih boros.

Tipe Kamar Pusar (Swirl Chamber Type)

Kamar pusar mempunyai bentuk spherical. Udara yang dikompresikan piston me-masuki kamar pusar dan membentuk aliran

turbulensi. Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di main combustion chamber. Keuntungan : 1. Kecepatan motor tinggi. 2. Gangguan pada nozzle (tipe pin) lebih kecil. 3. Operasi motor lebih halus. Kerugian : 1. Konstruksi cylinder head rumit. 2. Effisiensi panas rendah. 3. Menggunakan glow plug.4. Detonasi lebih mudah terjadi.

KELENGKAPAN MOTOR DIESEL Injection Nozzle

Injection nozzle terdiri nozzle body dan needle dan ber-fungsi untuk mengabutkan bahan bakar. Antara nozzle body dan needle dikerjakan dengan presisi dengan toleransi 1/1000 mm karena itu kedua komponen itu apabila perlu diganti harus diganti secara bersama.

Tipe Injection Nozzle

Nozzle dapat diklasifikasikan : - Hole type : 1. Single hole 2. Multiple hole Pin type : 3. Throttle 4. Pintle

Pada direct injection digunakan injektor tipe multiple hole. Pada precombustion chamber dan swirl chamber digunakan tipe pintle.

Kebutuhan untuk Menyetel Tekanan Injeksi Tekanan injektor yang tidak tepat akan mengganggu saat injeksi dan volume injeksi. Tekanan Pembukaan Saat Injeksi Volume Injeksi Cara Kerja Injektor 1. Sebelum Penginjeksian Sangat Rendah Maju Besar Sangat Tinggi Mundur Kecil

Bahan bakar yang ber-tekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi melalui oil passage menuju oil pool pada bagian bawah nozzle body. 2. Penginjeksian Bahan Bakar

Bila tekanan pada oil pool naik, ini akan menekan permukaan nozzle needle. Bila tekanan ini melebihi tegangan pegas, maka nozzle needle terdorong ke atas dan menyebabkan nozzle menyemprotkan bahan bakar.

3. Akhir Penginjeksian

Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar, tekanan bahan bakar turun, dan pressure spring mengem-balikan nozzle needle ke posisi semula (menutup saluran bahan bakar). Sebagian bahan bakar yang tersisa antara nozzle needle dan nozzle body, melumasi semua komponen dan kembali ke over flow pipe.

Sistem Dekompresi Motor Diesel

Motor diesel generator 4 tak biasanya juga dilengkapi dengan sistem dekompresi yang berfungsi untuk membocorkan atau mengurangi tekanan kompresi saat start awal dengan cara menekan / membuka katup, sehingga pemutaran engkol menjadi lebih ringan. Cara kerja sistem dekompresi yaitu: saat tuas dekompresi ditarik bagian penekan katup menekan katup sehingga terbuka. Bila saat tersebut adalah langkah kompresi maka tekanan kompresi akan bocor melalui katup yang terbuka. Dengan demikian tenaga yang dibutuhkan untuk memutar engkol starter relatif lebih kecil dan ringan.

VII. LANGKAH KERJA Alat: Kunci ring 14 Kunci ring 12 Obeng + Obeng Compression tester

Bahan: Injection tester

Lakukan pemeriksaan bentuk penyemprotan, kebocoran dan tekanan penyemprotan sebelum pembongkaran dilakukan 1. Pasang injector pada tester dengan longgar saja. 2. Lakukan pembuangan udara yang ada pada saluran tester, dengan menggerakkan tuas sampai solar keluar pada sambungan pipa.

3. Tutup kran saluran tekan ke manometer, lakukan pengetesan betuk penyemprotan dengan menggerakkan tuas dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat.

Pemeriksaan bentuk penyemprotan A, B, C D = Jelek = Baik

Sudut penyemprotan yang baik adalah 40. Lihat pada manual book.

Tes kebocoran 1. Buka kran Gerakkan

saluran tuas

tekan

ke

manometer. manometer

tester

sampai

menunjuk tekanan 80 bar, pertahankan posisi tekanan ini selama 20 detik. Lihat dan amati kebocoran pada ujung nosel. 2. Amati dan rasakan ujung bodi nosel dengan jari, apakah ada tetesan atau ujung bodi nosel menjadi basah A ; ada kebocoran B : tidak ada

Tes tekanan penyemprotan Gerakkan tuas tester dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat, baca tekanan pada manometer dan catat hasilnya.

Pembongkaran dan penyetelan 1. Bila salah satu tes yang dilakukan hasilnya tidak memuaskan, lepas injector pada tester, kemudian jepit pada ragum dengan alas penjepit alumunium dan bongkar sesuai dengan urutan pada gambar.

1. Baut pemegang 2. Shim 3. Pegas 4. Batang pendorong 5. Pembatas jarum 6. Jarum dan bodi nosel 7. Mur pemegang

2. Bersihkan semua komponen dengan solar. Lakukan tes luncur jarum dengan memasukkan jarum pada bodinya. Jarum harus meluncur pelan-pelan dengan sendirinya.

3. Stel tekanan penyemprotan dengan cara merubah tebal shim (2). Perbedaan tebal 0,04 mm merubah tekanan penyemprotan 4 bar.

Perakitan 1. Rakitlah injector setelah semua komponen terendam dalam solar, untuk mencegah karatan. Perhatikan kebersihan, jangan sampai benang kain, debu kecil berada di dalam injector. 2. Control kembali bentuk penyemprotan, tekanan penyemprotan dan kebocoran nozzle.

VIII. HASIL Dari praktek diesel, diketahui bahwa ada 2 macam pembakaran yaitu Direct Injection (DI) dan Indirect Injection (IDI). Pada motor diesel 4 tak generator terdapat dekompresi untuk membocorkan kompresi saat penyalaan manual dengan cara mengungkit katup buang.

IX.

KESIMPULAN Motor diesel merupakan motor pembakaran dalam yang memiliki efisiensi tinggi. Pembakaran terjadi akibat semprotan bahan bakar ke dalam ruang bakar bertekanan tinggi dan membentuk droplet. Motor diesel mempunyai tekanan kompresi yang tinggi (30 45 kg/cm2) agar temperatur udara yang dikompresikan mencapai 500C atau lebih. Macam-macam ruang bakar motor diesel Tipe Injeksi Langsung (Direct Injection) Tipe Injeksi Tidak Langsung (Indirect Injection) Tipe Ruang Bakar Kamar Depan Tipe Kamar Pusar (Swirl Chamber Type)

Pada motor diesel tipe direct injection tidak menggunakan glow plug (busi pijar) Tipe Injection Nozzle Hole type : 1. Single hole 2. Multiple hole Pin type : 3. Throttle 4. Pintle

Pada direct injection digunakan injektor tipe multiple hole. Pada precombustion chamber dan swirl chamber digunakan tipe pintle. Cara kerja injektor ada 3 langkah 1. Sebelum Penginjeksian 2. Penginjeksian Bahan Bakar 3. Akhir Penginjeksian

Dekompresi bertujuan meringankan putaran saat penyalaan manual. Penambahan shim pada nozzle membuat tekanan penyemprotan makin tinggi dan makin halus.

Embed Size (px)
Recommended