IMUNOLOGI

Date post:25-Oct-2015
Category:
View:610 times
Download:86 times
Share this document with a friend
Description:
imun
Transcript:
  • IMUNOLOGI TUMOR

  • PendahuluanTumor penyakit yang ditimbulkan ekspansi progresif sel asal progenitor tunggal yang dapat melepaskan diri dari pengawasan regulator pembagian sel & mekanisme homeostasis normal

    > 100 jenis dan subtipe tumor dpt ditemukan dlm organ spesifik

    Lebih sering terjadi pd org dengan supresi sistem imun dibanding dengan orang normal

  • I. ASAL DAN TERMINOLOGI

    Terdapat keseimbangan antara jumlah sel yang diproduksi tubuh dan yang mati diawasi sistem pengontrol Pertumbuhan sel yang tidak dapat dikontrol, sel membentuk klon yang berkembang dan menimbulkan tumor atau neoplasma.Tumor yang tumbuhnya tidak terus menerus dan tidak menginvasi jaringan sehat sekitarnya secara luas disebut tidak ganas (benigna). Tumor yang terus tumbuh dan menjadi progresif invasif disebut ganas (maligna).Istilah tumor adalah spesifik untuk tumor yang ganas.Tumor ganas cenderung bermetastasis, gerombol sel tumor kecil dapat terlepas dari tumor dan menginvasi pembuluh darah atau limfe dan dibawa ke organ lain untuk seterusnya berproliferasi

  • Tumor dibagi menurut sel embrionik asalnya.

    > 80% karsinoma yaitu tumor berasal dari jaringan endodermal atau ektodermal seperti kulit atau epitel organ intemal dan kelenjar.Terbanyak adalah karsinoma kolon, payudara, prostat dan paru.

    Leukemia dan limfoma adalah tumor ganas sel hematopoietik sumsum tulang( di Amerika Serikat sekitar 9% dari kejadian tumor.

    Leukemia berproliferasi sebagai sel tunggal, sedang limfoma cenderung tumbuh sebagai masa tumor.

    Sarkoma berasal dari jaringan ikat mesodermal seperti tulang, lemak dan tulang rawan.

  • Tumor lebih sering pada orang dengan supresi sistem imun dibanding dengan orang normal.

    Prevalensi tumor pada orang yang mendapat radiasi adalah 100 kali lebih besar dibanding dengan orang normal

  • A. Transformasi Sel Maligna

    Transformasi adalah perubahan yang diturunkan dalam sel dan dilakukan dengan manipulasi di laboratorium:Transformasi limfosit, rangsangan limfosit dalam keadaan istrirahat dengan lektin, antigen atau limfokin akan menimbulkan tansformasi yang berupa pembelahan sel, proliferasi dan differensiasi.Transformasi genetik dapat dilakukan dengan DNA. Pneumokok hidup yang non- virulen dapat dijadikan virulen dengan DNA asal pneumokok mati.Sel dapat menunjukkan transformasi neoplastik dalam biakan dan memperoleh kemampuan untuk berproliferasi yang tidak terbatas.

  • Morfologi dan sifat pertumbuhan sel normal dalam biakan dapat diubah dengan bahan kimiawi karsinogen, iradiasi dan virus tertentu.

    Pada beberapa kasus, bila sel tersebut disuntikkan ke dalam hewan menunjukkan proses transformasi maligna dan sering menunjukkan sifat in vitro yang sama dengan sel tumor.

  • B. Tumor Penyakit Gen

    Pada keadaan normal, pertumbuhan sel dipertahankan seimbang oleh berbagai regulator yang mengatur kecepatan sel membagi diri, differensiasi dan mati.Beberapa regulator adalah intrinsik sedang lainnya berhubungan dengan sinyal yang diperoleh sel dari lingkungan.Tumor terjadi melalui proses transformasi, bila sel mengalami perubahan genetik dan mendapat kemampuan untuk melepaskan diri dari mekanisme regulator seperti disebut di atas.Proses diduga terjadi bertahap yang mengubah sel normal menjadi derivat klon yang sangat ganas.

  • II. ANTIGEN TUMORImunitas tumor adalah: proteksi sistem imun terhadap timbulnya tumor.

    Imunitas sejati hanya terjadi pada subset tumor yg mengekspresikan Ag imunologik, misalnya tumor yg diinduksi virus onkogenik yg mengekspresikan Ag virus

    Antigen tumor dijadikan sasaran & dikenal sistem imun untuk dihancurkan secara spesifik.

  • A. Tumor Specific Antigen (TSA)TSA merupakan Ag sasaran ideal untuk terapi imun tumor

    Contoh: protein yg diproduksi akibat mutasi satu/lebih gen atau protein dlm kanker yg diinduksi virus

    Sampai sekarang belum memberikan keuntungan yang jelas

  • B. Tumor Associated Antigen (TAA)

    Tumor dpt dikenal sistem imun atas dasar perubahan kuantitatif dlm ekspresi profil proteinnya.Antigen tsb tidak tumor spesifik tetapi tumor associated antigen1. Ag onkofetal - gen yg diekspresikan selama embriogenesis dan perkembangan janin, namun tenang pd saat dewasa. - diduga diaktifkan kembali untuk fungsi yg sama pd kanker yg tumbuh cepat - golongan Ag onkofetal jg diekspresikan testis normal, dikenal Ag kanker testis, paru, kepala, leher dan kandung kencing. - Dewasa ini dikenal lebih dari 50 jenis TAA dan banyak epitop yang sudah dapat diidentifikasi sel T.

  • 2. Tissue-specific differentiation antigen, protein yg diekspresikan pd sel yg mjd tumor dan ekspresinya ditemukan terus sesudah transformasi neoplastik menunjukkan asal jaringan tumor.

    a. Melanoma differentiating antigen gp 100menyandi protein yg berfungsi dlm jalur biosintesis melanin sel kulit & diekspresikan oleh byk tumor melanoma dgn pigmen

  • b. Prostate Specific Antigen ( PSA)diekspresikan jaringan prostat normal dan dgn tumor.

    c. Carcinoembryogenic Antigen- Kadar >2,5 mg/ml ditemukan dlm sirkulasi penderita tumor kolon,pankreas paru, payudara & lambung

    - ditemukan pula pd nonneoplastik : emfisema, kolitis ulseratif, pankreatiits, peminum alkohol & perokok

  • d. Alfa Feto Protein (AFP)- ditemukan tinggi pd serum fetus normal- eritroblastoma testis- hepatoceluler carcinoma

  • III. RESPON IMUN TERHADAP TUMORImunitas Humoral

    Imunitas selular lbh berperan, namun tbh msh membentuk Ab thd Ag tumor.

    Ab dpt mengancurkan sel kanker secara lgs/ dgn bantuan komplemen atau ADCC mll sel NK atau makrofag dg jln mencegah adhesi sel tumor.

    Ab diduga lbh berperan pd sel bebas (leukemia, metastase tumor) dibdg tumor padat

  • B. Imunitas selular Pd bbrp neoplasma infiltrat sel MN mrpkn indikator prognosis yg baik, tp umumnya tdk ada hub infiltrasi sel dgn prognosis.Limfosit matang akan mengenal TAA dlm penjamu, meskipun TAA merupakan self protein yg disandi gen normal.

  • Limfosit B dan T matang yg terpajan self Ag dlm sutul dan timus mengalami apoptosis.Banyak self Ag tdk di ekspresikan dlm sutul & timus krn deletion sentral tdk lengkap dan limfosit self reaktif yg mengenal Ag tdk diekspresikan dlm SST/timus shg sistem imun tdk responsif thp self Ag krn anergi.Limfosit anergiktdk respon thp self Ag dgn kadar yg diekspresikan pd keadaan normal oleh sel sehat tetapi responsif thd peningkatan akspresi gen pd sel tumor

  • 1.CTLTumor yg mengekspresikan Ag unik dpt memacu CTL/Tc spesifik yg dpt menghancurkan tumor

    CTL mengenal peptida asal TSA yg diikat MHC-I.

    Respons CTL tdk selalu tjd pd tumor dan tidak efisien

  • Gambar 16.4 Mekanisme destruksi tumor oleh sel Tc

  • 2. Sel NKLimfosit sitotoksik yg mengenal sel sasaran yg tidak Ag spesifik & jg tidak MHC dependen

    Sel NK mengekspresikan IgG-R yg dpt membunuh sel sasaran melalui ADCC & pelepasan protease, perforin dan granzim

  • 3. MakrofagMemiliki enzim dg fungsi sitotoksik & melepas mediator oksidatif seperti superoksid & oksida nitrit

    Makrofag jg melepas TNF-alpha yg mengawali apoptosis

    Makrofag memakan & mencerna sel tumor & mempresentasikannya ke sel CD4+

    Jd makrofag berfungsi sbg inisiator & efektor imun tdp tumor

  • IV. USAHA TUMOR MENGHINDARI SISTEM IMUNKebanyakan tumor timbul pd individu yg tidak imunokompromais berarti tumor juga memiliki mekanisme untuk menghindar dari imunitas nonspesifik & spesifik

    Kebanyakan sel tumor tdk dpt dipresentasikan & diproses krn tdk memiliki molekul B7 (CD 80) dan CD86 sbg molekul kostimulatori

    Sel tumor juga tidak mengekspresikan molekul untuk mengaktifkan sel T terutama MHC-II atau molekul adhesi ICAM-1 atau LFA3

  • V. KEGANASAN SISTEM IMUNTransformasi maligna sel dapat terjadi dgn hilangnya ekspresi MHC-I. meningkatnya potensi metastasis menurunkan kemungkinan sel ganas untuk dikenal sel T tetapi tidak oleh sel NK.60% tumor mamae dengan metastase tidak mengekspre-sikan MHC-I.

  • A. Penyakit limfoproliferatif

    Leukemia limfosistik kronis, limfoma, mieloma multipel, makroglobulinemia Waldenstrom dan beberapa jenis krioglobulinemia.

    Tumor sistem imun dapat dibagi menjadi:Limfoma.Leukemia.

    Perbedaan leukemia dan limfoma adalah bahwa limfoma berproliferasi sebagai tumor padat dalam jaringan limfoid seperti sumsum tulang,KGB atau timus. Contoh: limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

  • Leukemia cenderung berproliferasi sebagai sel tunggal dan ditemukan dari peningkatan jumlah sel dalam darah atau kelenjar limfe.

    Leukemia dapat berkembang dalam jaringan limfoid atau mieloid.

    Pada limfoma sel abnormal hanya ditemukan dalam jaringan (terutama kelenjar limfoid dan limpa)

    Namun ada tumpang tindih antara leukemia dan limfoma.

  • Gambar 16.10 Distribusi KGB pada limfoma

  • Pada beberapa kasus teknik diagnostik histologis dan morfologis mungkin kurang adekuat untuk membedakan keduanya. Sistem deteksi modern yang sensitif mampu rnengenali sel abnormal dalam darah perifer pada hampir 50% penderita limfoma non Hodgkin.

    1. Limfoma Hodgkin.

    Menyerang usia muda.Biopsi kelenjar limfoid merupakan keharusan untuk menemukan sel Reed-Stemberg.Sel tersebut adalah sel B nukleat besar dengan nukleolus eosinofilik.

  • 2. Limfoma Non-Hodgkin

    Sering ditemukan pada usia lanjut, walau dapat juga ditemukan pada anak dan dewasa.

    Diagnosis memerlukan biopsi kelenjar limfoid.

    Limfoma Non-Ho

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended