Home >Documents >Imunologi Inflamasi

Imunologi Inflamasi

Date post:21-Oct-2015
Category:
View:125 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Description:
Inflamasi
Transcript:

Slide 1

KELOMPOK IIIMUNOLOGI INFLAMASIPengertian InflamasiRadang atau inflamasi sebenarnya merupakan respon jaringan hidup untuk mempertahankan diri.Inflamasi imunologis : Melibatkan sistem imun, terjadi reaksi antigen-antibodi.Inflamasi diawali oleh kompleks interaksi yang melibatkan mediator-mediator kimiawi. Mediator kimiawi a.l. Histamin, Lekotrin, Prostaglandin, Platelet aggregating factors , Kemokin, Sitokin, Mediator lain (dihasilkan akibat proses fagositosis)Reaksi inflamasi (radang) akan memicu suatu kompleks kejadian yang dinamakan respon radangatau inflamasi.Sel RadangLeukosit terdiri atas sel-sel radang, a.l :Neutrofil Basofil Eosinofil MonositMakrofagFungsi InflamasiMemungkinkanpenambahanmolekuldan sel efektor ke lokasi infeksi untuk meningkatkan performa makrofag

Menyediakanrintanganuntukmencegahpenyebaraninfeksi

Mencetuskanproses perbaikanuntukjaringanyang rusak.Tanda -Tanda Inflamasi Rubor (kemerahan)Kalor (panas)Dolor (nyeri/rasa sakit)Tumor (pembengkaan)

Kejadian fisiologis utama selama inflamasi antara lain :Stadium Vaskuler PeradanganStadium Seluler Peradangan

Mekanisme Pertahanan Tubuh Berkaitan Dengan InflamasiInflamasi melaksanakan tugas pertahanannya dengan mengencerkan, menghancurkan dan menetralkan agen berbahaya (misalnya mikroba atau toksin).Ekstravasasi leukosit :Respon peradangan

Mekanisme Pertahanan Sel Darah Putih Terkait InflamasiSaat terjadi inflamasi atau peradangan, sel bergranular atau sel polimorfonuklear ( PMN ) akan bergerak menuju daerah yang cedera. Saat terjadi cedera, granulosit akan bekerja lebih cepat.Perlindungan di lakukan dengan melakukan fagositosis. Neutrofil bergerak dengan cara diapedesis melalui pori-pori kapiler dan dengan cara kemotaksis menuju daerah jaringan yang rusak.Eosinofil juga mempunyai kecendeungan khusus untuk berkumpul di jaringan tempat berlagsungnya reaksi alergi. Begitupun dengan sel mast dan basofil. Sel mast dan basofil melepaskan faktor kemotaktik eosinofil yang menyebabkan eosinofil bermigrasi ke arah jaringan alergik yang meradang. Eosinofil mampu mendetoksifikasi beberapa zat pencetus peradangan yang dilepaskan oleh sel mast dan basofil.Sistem Enzim Plasma Yang Berperan Pada Reaksi Radang :Sistem kinin yang diaktifkan oleh cedera jaringan

Sistem pembekuan (coagulation) darah

Sistem fibrinolitik (plasmin)

Sistem komplemen

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended