Home >News & Politics >idul fitri holiday effect di bursa efek Indonesia

idul fitri holiday effect di bursa efek Indonesia

Date post:13-Nov-2014
Category:
View:2,117 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. PENGUJIAN IDUL FITRI HOLIDAY EFFECT TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAANDI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2000-2010AFRIANTO BUDI PURNOMO No. Mhs. : 105001496/PS/MM1

2. Catatan perubahan (dibandingkan dengan Seminar Proposal) Dari periode penelitian 2006-2010 menjadi 2000-2010 Jumlah sampel 17 menjadi 35Catatan perubahan (terdapat pada tesis) Halaman 49 = tiga hari seharusnya lima hari2 3. INTISARI Anomali pasar: fenomena di pasar modal yang perilakuharga sekuritasnya tidak dapat dijelaskan dengan beberapateori yang biasanya dipergunakan untuk memperkirakanpergerakan sekuritas. Beberapa di antaranya adalah holiday effect, sizeeffect, Januari effect, dan weekend effect. Holiday effect memperlihatkan kecenderungan bahwatingkat pengembalian pada suatu hari libur akan lebihtinggi daripada tingkat pengembalian saham pada hari-haribiasa lainnya. Idul Fitri effect adalah bagian dari holiday effect.3 4. INTISARI Penelitian ini menguji apakah terjadi Idul Fitri holidayeffect di Bursa Efek Indonesia, khususnya pada indeksLQ45, pada periode 2000-2010. Pengujian dilakukan dengan menggunakan regresilinear variabel dummy dan t-test. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terjadi Idul Fitriholiday effect di Bursa Efek Indonesia, khususnya padaindeks LQ45, pada periode 2000-2010.Kata-kata kunci: efisiensi pasar modal, anomalipasar, Idul Fitri holiday effect, abnormal return.4 5. BAB ILatar BelakangPerumusan MasalahBatasan Penelitian Tujuan PenelitianManfaat Penelitian5 6. LATAR BELAKANGPasar modal: memiliki fungsi ekonomi dankeuangan. Saham menjadi instrumen populer di Indonesia (pertumbuhan dana sebesar 34% per tahun)Informasi yang lengkap mendukungpengambilan keputusan investasi yang optimaldan menghasilkan keuntungan maksimal6 7. LATAR BELAKANG Pasar modal:terpengaruh faktorFaktor ekonomi:ekonomi dan non-makro dan mikro ekonomiFaktor non-ekonomi:kondisi sosial, budaya Faktor faktor inidan agama, nilai-nilai menyebabkan anomalimoral, kondisi politikdan kelembagaan ,dst7 8. LATAR BELAKANGanomali perusahaan (firm anomalies), anomali musiman (seasonal anomalies), anomali peristiwa ataukejadian (eventanomalies), dananomali akuntansi (accounting anomalies)8(Tatang dan Elok, 2002). 9. LATAR BELAKANG Holiday effect adalah salah satu bagian dari anomalimusiman(seasonal anomalies). Holiday effect pertama kali diidentifikasi oleh Fields pada tahun 1931 (Thaler, 1987).Holiday effect: kecenderungan bahwa tingkat pengembalian saham pada hari libur akan lebih tinggi daripada hari-hari biasa lainnya.9 10. LATAR BELAKANG 13 LIBUR ImlekIdul Adha NASIONAL Tahun BaruMaulid Waisak Masehi Nabi Tahun Baru Proklamasi NyepiIsra Miraj Hijriyah HUT RIWafat KenaikanIdul Fitri NatalYesusYesus10 11. LATAR BELAKANG penutupan bursaLebih padaterlamafenomena puncak budayahidup masyarakat hari raya Indonesia terbesarmasyarakatIndonesia11 12. PERUMUSAN MASALAH apakah rata-rata return saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia antara hari-hari biasa (non-holiday) dengan sebelum (pre-holiday) dan sesudah (post-holiday) Idul Fitri berbeda? Atau dengan kata lain, apakah terdapat anomali pasar di Bursa Efek Indonesia yang berupa Idul Fitri Holiday Effect?12 13. BATASAN PENELITIANSampel: semua saham indeks LQ45 periode I tahun 2000 hingga periode II tahun 2010.Minimal 10 kali tercatat sebagai emiten LQ45 Saham harus aktif diperdagangkan(diperdagangkan minimal 200 hari tiap tahun periode pengamatan) Tidak mengeluarkan kebijakan dividen saham, stock split, atau stock right dalam event window periode penelitian Periode penelitian ini dimulai sejak awal Januari 2000 sampai dengan akhir Desember 2010.13 14. TUJUAN PENELITIAN Menguji anomali pasar pada hari libur Idul Fitri (Idul Fitri Holiday Effect) di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai anomali pasar di Indonesia dan memberikan sumbangan terhadap perbedaan pendapat yang masih ada mengenai pasar modal yang efisien.14 15. MANFAAT PENELITIAN Memberikan pemahaman mengenai fenomena-fenomena penting yang terjadi di pasar modal Indonesia, khususnya mengenai Idul Fitri Holiday Effect. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan pedoman bagi investor Indonesia maupun asing yang ingin menanamkan sahamnya di Indonesia sehingga dapat membantu untuk mengambil keputusan investasi dan memberikan return yang maksimal.15 16. BAB II TINJAUAN PUSTAKA16 17. PENGERTIAN INVESTASI Investasi: komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang (Tandelilin, 2010). Real Investment: menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset berwujud, seperti tanah, emas, bangunan, mesin, dan lain-lain. Financial Investment: menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti dalam bentuk deposito, saham, obligasi, dan lain-lain.17 18. RISK DAN RETURNRISK: adalah tingkat ketidakpastian akanterjadinya sesuatu atau tidakterwujudnya sesuatu tujuan pada suatukurun waktu atau periode tertentu (time period) (Batuparan, 2000). RETURN: adalah tingkat pengembalianatau hasil yang diperoleh akibatmelakukan investasi (Rupert, 2004).Return: realized return dan expected return18 19. SAHAM Saham: suatu bentuksekuritas yang menyatakankepemilikan sesuai denganKeuntungan: capital besarnya kepemilikiangain, deviden, non-finansial saham, tanpa dipengaruhi(kebanggaan dan kekuasaan oleh batasan waktu sehinggadalam RUPS) saham bernilai sepanjang perusahaan masih beroperasi atau belum dinyatakan bubar.19 20. PASAR MODALefek bersifat ekuitas merupakan pasar untuk(contoh: saham), berbagai instrumen keuangan jangka efek bersifat utang panjang yang bisa (contoh: obligasi), diperjualbelikanproduk derivatif (contoh: waran, right, opsi), Instrumen pasar modal berupa efek atau surat berharga terbagiproduk reksadana, dan menjadi lima kelompok besar (Hariyani dan Serfianto, 2010), yaitu: produk pasar modal syariah.20 21. INDEKS HARGA SAHAM Ada 11 ISHGSektoral LQ45 Indeks:KOMPAS PEFINDO 25 BISNIS-27 JII100 PAPANPAPANIndeks SRI KEHATI PENGEM-UTAMAIndividualBANGAN21 22. TEORI EFISIENSI PASAR MODAL Pasar efisien apabila tidak seorangpun mampumemperoleh return tidak normal (abnormal return), setelah disesuaikan dengan risiko, dengan menggunakan strategi perdagangan yang ada.Dalam pasar yang efisien harga-harga aset atausekuritas secara cepat dan utuh mencerminkaninformasi yang tersedia tentang aset atau sekuritas tersebut.Kunci utama dalam mencapai pasar modal yangefisien adalah informasi.22 23. BENTUK EFISIENSI PASAR MODAL Efisiensi dalam bentuk lemah (Weak form) Efisiensi dalam bentuk setengah kuat (Semi-strong form) Efisiensi dalam bentuk kuat (Strong form)23 24. ANOMALI PASAR Sukamulja (2004) mengatakan bahwa anomali pasar adalah reaksiinvestor yang berlebihan terhadap suatu informasi yang masuksehingga membuat pasar tidak efisien karena investor menjaditidak rasional (syarat pasar efisien tidak terpenuhi).Penyimpangan tersebut lalu membentuk suatu pola musiman karena terjadi pada waktu tertentu saja (misal: Jensen, 1978; De Bondt dan Thaler, 1985).24 25. ANOMALI PASAR 1 Anomali 1. AnalystsSemakin banyak analis merekomendasi Peristiwa Recomendataionuntuk membeli suatu saham, semakin tinggi peluang harga akan turun. 2. Insider Trading Semakin banyak saham yang dibeli oleh insiders, semakin tinggi kemungkinan harga akan naik. 3. Listings Harga sekuritas cenderung naik setelah perusahaan mengumumkan akan melakukan pencatatan saham di Bursa. 4. Value Line Harga sekuritas akan terus naik setelah Rating ChangesValue Line menempatkan rating perusahaan pada urutan tinggi.25 26. ANOMALI PASAR 2 Anomali 1. JanuaryHarga sekuritas cenderung naik di bulan Musiman Januari, khususnya di hari-hari pertama. 2. Week-end Harga sekuritas cenderung naik hari Jumat dan turun hari Senin. 3. Time of DayHarga sekuritas cenderung naik di 45 menit pertama dan 15 menit terakhir perdagangan. 4. End of Month Harga sekuritas cenderung naik di hari-hari akhir tiap bulan. 5. Seasonal Saham perusahaan dengan penjualan musiman tinggi cenderung naik selama musim ramai. 6. Holidays Ditemukan return positif pada hari terakhir26 sebelum liburan. 27. ANOMALI PASAR 3 Anomali1. Size Return pada perusahaan kecil Perusahaan cenderung lebih besar walaupunsudah disesuaikan dengan risiko.2. Closed-end Return pada close-end funds yangMutual funds dijual dengan potongan cenderunglebih tinggi.3. NeglectPerusahaan yang tidak diikuti olehbanyak analis cenderung menghasil-kan return lebih tinggi.4. Institutional Perusahaan yang dimiliki oleh sedikitHoldingsinstitusi cenderung memiliki return27lebih tinggi. 28. ANOMALI PASAR 4 Anomali 1. P/ESaham dengan P/E ratio rendah Akuntansi cenderung memiliki return yang lebih tinggi. 2. Earnings Saham dengan capaian earnings lebih Surprisetinggi dari perkiraan cenderung mengalami peningkatan harga. 3. Price/SalesJika rasionya rendah cenderung berkinerja lebih baik. 4. Price/Book Jika rasionya rendah cenderung berkinerja lebih baik. 5. Dividend Yield Jika yield-nya tinggi cenderung ber- kinerja lebih baik. 6. Earnings Saham perusahaan yang tingkat Momentumpertumbuhan earnings-nya mening-kat28 cenderung berkinerja lebih baik. 29. HOLIDAY EFFECT Holiday effect: anomali musiman yang terjadi pada tingkat pengembalian (return) saham dalam perdagangan sebelum dan/atau sesudah libur (Sukamulja, 2004). Holiday effect menunjukkan kecenderungan tingkat pengembalian saham pada hari sebelum libur (pre-holiday return) dan/atau sesudah libur (post-holiday return) akan lebih tinggi daripada tingkat pengembalian saham pada hari-hari biasa lainnya (non-holiday) (Brockman dan Michayluk, 1998).29 30. PENELITIAN TERDAHULU No. Nama Peneliti TahunJudul Hasil 1 Fields, M.J. 1934 Security Prices Menemukan adanya and Stock perubahan harga pada Exchangehari sebelum hari libur Holidays in (pre-holiday) pada New Relation to York Stock Exchange Short Selling melalui DJIA 2 Lan

Popular Tags:
Embed Size (px)
Recommended