Home >Documents >I N T E R V E N T I O N PSYCHOLOGICAL

I N T E R V E N T I O N PSYCHOLOGICAL

Date post:12-Jan-2016
Category:
View:47 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
I N T E R V E N T I O N PSYCHOLOGICAL. Henny regina salve. INTERVENTION PSYCHOLOGICAL. Kata intervensi, berasal dr bhs Latin → intervening, yg berarti ” coming between ” (yg datang di antara) mengacu pd usaha utk mengubah khdpn yg sdng b’jln dgn cara2 ttt - PowerPoint PPT Presentation
Transcript:
  • I N T E R V E N T I O N PSYCHOLOGICALHenny regina salve

  • INTERVENTION PSYCHOLOGICALKata intervensi, berasal dr bhs Latin intervening, yg berarti coming between (yg datang di antara) mengacu pd usaha utk mengubah khdpn yg sdng bjln dgn cara2 tttintervensi psikologis mrp metode utk mengubah seseorang baik dr pikiran, perasaan, atau pun perilakunya. Psikoterapi melibatkan hubungan yg profesional antaraterapis dgn klien.Wolberg (1967) mendefiniskan terapi adl bentuk treatment untuk masalah yg bersifat emosional. Di mana seseorang yg terlatih scra sengaja membina hub profesional dgn seorg klien, dgn tujuan menghilangkan, mengubah atau memperlambat simtomp utk mengantarai pola perilaku terganggu & meningkatkan pertumbuhan & perkembangan pribadi yg positif. Does psikoterapi help ? The efficacy of treatment and effectiveness treatment

  • Features Common to Many TherapyLambert & Ogles (2004) note, one implication of therapeutic equivalence is that the positive changes effected by psychological treatment may be the result of a set of common factors that cuts across various theoritical & therapeutic boundaries.

    1. The expert role - Terapis yg memiliki skill, pengetahuan, & pengalaman, akan sgt mbantu terapis dlm mnyelesaikn permasalahn klien. 2. The release of emotions / Catharsis - Mrp hal yg pnting di dlm psikoterapi. - Dlm hal ini klien mengekspresikan berbagai emosinya, namun terapis jg hrs siap utk brhadapan dgn hal tsb & mgunakannya utk ke arah perubahan. 3. Relationship / therapeutic alliance - Relasi yg tcipta antara terapis dgn klien mrp hal penting dlm keberlangsungan & keberhasilan psikoterapi - Terapis mampu bersikap profesional, tanpa penilaian, & dapat menunjukkan sikap hangat & memahami.

  • Lanjutan Features Common to Many Therapy ...4. Anxiety Reduction / Release of tension - The essential conditions of psychotherapy-including the nature of the relationship, the qualifications of the therapists, confosentiality, & privacy-combine to provide a reassurance & a sense of security that can lower the patients anxiety and permit the patient to contemplate his or her esperiences systematically. - In instances in which the anxiety level is extremely high, some patients may require, on medical advice, antianxiety medications to help to deal with the situation.5. Interpretation / insight - Is a very common component of psychotherapy - Insight may be seen as a facilitator of psychological growth & improvement but not as something that by it self will inevitably bring about such changes 6. Building competence / mastery - Those persons who experience a sense of mastery-who feel confident, expect to do well, or just feel good about themselves-are more likely to function in an effective fashion. 7. Nonspesific factors - Call it faith, believe, hope, or expectations for incereased competence, succesfull therapy tends to bee associated with such nonspesific factors

  • Nature of Spesific Therapeutic VariablesA number of factors involving the nature of the patient, the therapist, & the patient-therapist affect the process of therapy in important ways :

    1. The patient / Client - The reason is that the outcomes of therapy are exceedingly complex events that are not shaped by patient characteristic alone. - They are also determined by therapist qualities & skills, the kinds of therapeutic procedures employed, the circumstances & environment of patient, & so on. 2. The degree of the patients distress 3. Intelligence - In general, psychotherapy requires a reasonable level of intelligence. - The several reason is : a. Psychotherapy is verbal process. b. Psychotherapy requires patients to establish connections among events. c. To enable connections among events to be made, psychotherapy requires a degree of introspection. 4. Age - In any events, the notion that younger persons do better in therapy is quite prevalent among clinician. - It is best to consider not age alone, but rather the spesific characteristic of the prospective patient.

  • 5. Motivation 6. Openness 7. Gender 8. Race, ethnicity, & social class 9. Therapis reaction to patient

    Therapist

    Contribute of charactheristic therapist to therapy outcome has become an important research area. 1. Age, sex, ethnicity 2. personality 3. Emphaty, warmth, & genuineness 4. Emotional well-being 5. Experience & professional identification

    Lanjutan Nature of Spesific Therapeutic Variables

  • Course of Clinical InterventionThey are so many forms of intervention, along with so many different kinds of problems & its imposible to to describe with precision a sequence of procedures that will apply equally will to every case. However, a general description of the typical sequence describes most forms of psychological treatment. 1. Initial contact 2. Assessment 3. The goals of treatment 4. Implementing treatment 5. Termination, evaluatin, & follow-up

    Stage of change 1. Precontemplation 2. Contemplation 3. preparation 4. Action 5. Maintenance 6. Termination

  • PSYCHOTERAPY : THE PSYCHODYNAMIC PERSPECTIVEPendekatan psikodinamika pada terapi, berfokus pada motif ketidaksadaran dan akar konflik dari perilaku.

    Awal mulanya psikoanalisa : - Freud yang terpesona dengan cara kerja Josef Breurs ketika menangani pasien histeria yang bernama Anna O.

    Pandangan Freud : - Asumsi dasar dari teori Freudian adalah psyhic determinism, yang menunjukkan bahwa apa pun yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki makna dan tujuan, dan merupakan sasaran langsung (goal directed).

    Untuk mengetahui berbagai aspek dari pelaku manusia, Freud juga mengemukakan tentang adanya motivasi ketidaksadaran.

  • Pandangan Freud

  • Techniques of Psychodynamic Psychotherapy

  • Ego analysisGerakan analisis ego, dimulai dari kerangka psikoanalisis tradisional. Psikoanalisis tradisional lebih menekankan ketidaksadaran dan instink (dorongan) yang menentukan proses ego secara keseluruhan.Mereka meyakini bhw ego berperan utk menengahi konflik antara id dgn dunia nyata.Mereka jg meyakini bhw ego turut menunjukan fungsi penting lainnya.Tokoh : Hartmann, Anna Freud, Kris, Erikson, dan Rapaport.- Pendekatan analisis ego juga cenderung menekankan pd pentingnya membangun kepercayaan klien yg reparenting pada suatu relasi terapi.

  • PSYCHOTERAPY : Phenomenological & Humanistic Exixtential Prespective Client Centerd Therapy - Tokoh : Carl Rogers - Rogers mengembangkan konsep self. Mnrt Rogers, individu adl sumber informasi terbaik mengenai dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan individu adl pusat dr berbagai pengalaman yang dialaminya. - Berdasarkan pengalaman, ada 3 hal yg mgkn dialami seseorang, yaitu : 1. Pengalaman dpt brupa simbol / diatur ke dalam beberapa hubungan ke dalam self. 2. Pengalaman dapat diabaikan karena berkaitan dengan diri, bukan di rasa. 3. Pengalamn dpt mjd simbol yg disangkal / menyimpang karena tidak serupa dengan struktur self.

  • Lanjutan Client Centerd Therapy 3 tipe karakter terapis mnrt Rogers 1. Accurate, emphatic understanding 2. Unconditional positive regards 3. Genuineness or congruence

    1. Emphaty - Terapis berusaha memahami secara peka (baik kebutuhannya, perasaan, maupun keadaan) si klien. Dlm hal ini, empati memerlukan lbh dr sekedar refleksi perasaan. - Tujuannya adalah utk mdorong klien agar lebih dekat dgn dirinya

    2. Unconditional positive regards - Terapis perlu memberikan perhatian yg tulus & mendalam kpd klien serta menghargai klien sbg manusia. - Tanpa syarat

  • 3. Congruence - Terapi dpt menunjukkan sikap, perilaku & perasaannya dlm hubungannya dgn klien - Jika terapis memiliki hubungan yg selaras dgn klien, maka proses terapeutik bs berlangsung.

    Attitude VS Technique - Scr luas, client centered therapy adl keadaan pikiran, dan tidak hanya sekumpulan teknik (pgunaan teknik tdk diutamakan). - Rogers melihat mns sbg yang memiliki kekuatan membangun untuk mencapai kesehatan dan pemenuhan diri yang seutuhnya. - Rogers turut menyatakan bhw inner experience merupakan data yg paling tertinggi.Lanjutan Client Centerd Therapy

  • Proses Terapi Client Centerd Therapy 1. Tahap I: Enggan utk mungkapkan diri; tdk mkenali perasaannya sndiri; konsep yg kaku; merasa berbahaya jk memiliki hubungn yg dkt.2. Tahap II : Tkadang mgambarkan prasaan, namun org tsb msh ttp jauh dari pengalamn pribadi; msh berat keadaannya, tp mulai menunjukkan bbrpa pengenalan thd mslh & konflik yg ada.3. Tahap III : Mdeskripsikn prsaan yg lalu yg tdk dpt diterima oleh klien; ekspresi diri yg mengalir bebas, mulai menanyakan kebenaran akan konsep dirinya; permulaan pengenalan bg individu utk lebih melihat mslh ke dalam dari pada ke luar diri.4. Tahap IV : Bebas mdeskripsikan dirinya sbg pemilik dirinya sndiri; adanya pandangan suram thd perasaan lama yg disangkalnya mulai memasuki keadaan yg skrng ; kebebasan pribadi ; sejmlh ekspresi sbg tanggung jwb pribadi ; di mulai dgn hubungan yg beresiko

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended