Home >Documents >Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

Date post:19-Feb-2018
Category:
View:226 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    1/27

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Depresi dapat diartikan sebagai gangguan berupa rasa sedih yang

    psikopatologis yang persisten dan berlangsung lama. Gangguan depresif adalah suatu

    gangguan mental yang ditandai dengan adanya gejala penurunan mood.

    Depresi merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan di dunia.

    Prevalensi dalam seumur hidup sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya,

    mulai dari 3% di Jepang hingga 1% di !". Pada kebanyakan negara jumlah orang

    yang terkena depresi berkisar antara #$1% sepanjang hidupnya. &ebanyakan orang

    sering mengalami episode pertama depresinya antara usia 3' dan (' tahun, serta

    terdapat pula insidensi pada )aktu lain yang sering terjadi pada usia antara *' dan +'

    tahun. isiko terjadinya depresi akan meningkat seiring kondisi neurologis seperti

    "troke, Parkinson, atau multiple s-lerosis serta tahun pertama setelah melahirkan

    yeri merupakan /Pengalaman yang tidak nyamanan baik berupa sensoris dan

    emosional yang berhubungan dengan kerusakan atau kemungkinan kerusakan

    jaringan atau mengindikasikan adanya kemungkinan tersebut/. "eperti yang telah

    didefinisikan tersebut persepsi nyeri dapat bersifat subjektif dan bervariasi antara

    banyak orang karena melibatkan emosional dalam proses perjalanan nyeri.

    0leh karena itu peneliti ingin lebih mengetahui apakah ada hubungan antaradepresi dengan nyeri dikarenakan depresi merupakan gangguan mood dan nyeri dapat

    dipengaruhi oleh emosional pasien.

    1

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    2/27

    1.2 Tujuan

    akalah ini disusun dengan harapan kelak pemba-a khususnya kalangan

    medis dapat mengetahui mengenai gangguan depresif, nyeri dan bagaimana

    hubungan antara kedua hal tersebut.

    2

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    3/27

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Depresi

    2.1.1Deinisi !angguan Depresi

    Depresi dapat diartikan sebagai gangguan berupa rasa sedih yang psikopatologis

    yang persisten dan berlangsung lama. Gangguan depresif adalah suatu gangguan

    mental yang ditandai dengan adanya gejala penurunan mood, kehilangan minat

    terhadap sesuatu, mudah lelah dan kehilangan energi, perasaan bersalah yang dapatmenga-u kepada pikiran tentang kematian atau bunuh diri, gangguan tidur 2baik sulit

    tidur ataupun tidur berlebihan, perubahan nafsu makan, serta penurunan

    konsentrasi.1,,(,

    2.1.2 Epi"e#il$gi !angguan Depresi

    Depresi merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan di dunia.

    Prevalensi dalam seumur hidup sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya,

    mulai dari 3% di Jepang hingga 1% di !". Pada kebanyakan negara jumlah orang

    yang terkena depresi berkisar antara #$1% sepanjang hidupnya.(

    &ebanyakan studi populasi menunjukan hasil yang konsisten bah)a depresi

    terjadi kali lebih banyak pada )anita ketimbang pria. &ebanyakan orang sering

    mengalami episode pertama depresinya antara usia 3' dan (' tahun, serta terdapat

    pula insidensi pada )aktu lain yang sering terjadi pada usia antara *' dan +' tahun.

    isiko terjadinya depresi akan meningkat seiring kondisi neurologis seperti "troke,

    Parkinson, atau multiple s-lerosis serta tahun pertama setelah melahirkan.

    3

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    4/27

    Depresi memiliki banyak faktor pemi-u dan dapat menyerang siapa saja,

    )alaupun seseorang yang hidup dalam suasana yang dianggap kebanyakan orang lain

    ideal.

    2.1.% Eti$l$gi "an Epi"e#i$l$gi !angguan Depresi

    Depresi merupakan sebuah gangguan kompleks yang diakibatkan oleh banyak

    faktor. 4tiologi gangguan depresi se-ara garis besar dibagi menjadi 3 faktor, yaitu 5

    faktor psikososial, faktor genetik, dan faktor biologis.

    1. &akt$r Psik$s$sial

    Pengaruh dari stress berkepanjangan serta berbagai ma-am kejadian dalam

    kehidupan dapat menga-u kepada timbulnya gangguan depresi. Paparan se-ara

    terus menerus terhadap kekerasan, pengabaian, kemiskinan serta masalah masalah

    lain dapat menjadi faktor pen-etus terjadinya depresi. "elain faktor yang berasal

    dari lingkungan tersebut, personalitas seseorang juga dapat mempengaruhi

    terjadinya depresi. 0rang$orang dengan per-aya diri yang rendah akan sangat

    gampang ke)alahan menghadapi stress, serta orang$orang yang pesimis akan

    -enderung -epat mengalami depresi.

    Pada saat pertama kalinya individu terpapar oleh stress internal, maka akan

    terjadi perubahan neurotransmitter dan sistem pemberian sinyal intraneuron yang

    bertahan lama di dalam biologi otak. 6kibatnya individu akan rentan mengalami

    episode gangguan mood, terutama gangguan depresif berikutnya, bahkan tanpa

    stressor eksternal.enurut 7reud dalam teori psikodinamika dikemukakan bah)a terdapat

    pandangan klasik mengenai depresi, yaitu terdiri dari empat poin teori penting 8

    21 gangguan hubungan ibu$bayi selama fase oral 21' sampai 1# bulan pertama

    kehidupan menjadi predisposisi kerentanan selanjutnya terhadap stress, 2

    depresi terkait dengan kehilangan objek yang nyata atau khayalan, 23 kematian

    seseorang sehingga individu berusaha untuk bertahan menghadapi penderitaan

    4

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    5/27

    akibat kehilangan seseorang, 2( kehilangan seseorang yang di-inta atau ben-i

    kepada seseorang sehingga menimbulkan emosi yang dalam pada diri sendiri.

    2. &akt$r !enetik"tudi mengenai faktor genetik dalam gangguan afektif sudah banyak

    dilakukan dan menunjukan hasil yang menga-u bah)a faktor genetik dapat

    berpengaruh dalam ketahanan dan kemampuan seseorangan dalam menghadapi

    stress. Pada individu yang memiliki ri)ayat keluarga mengalami depresi akan

    memiliki risiko sampai 3 kali lebih tinggi daripada populasi umum tanpa

    ri)ayat keluarga dengan gangguan depresi.

    9eberapa studi juga menyatakan bah)a gangguan afektif terkait pada

    kromosom (, *, 1, 1#, 1 serta kromosom :.%. &akt$r Bi$l$gis

    ;aporan dari banyak penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bah)a

    pasien$pasien dengan gangguan mood terutama gangguan depresif mengalami

    abnormalitas biologis terkait neurotransmitter yang ditemukan dalam darah, urine,

    dan -airan serebrospinal pasien dengan gangguan mood.

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    6/27

    menunjukkan menurunnya konsentrasi dopamine dalam -airan

    serebrospinal. "edangkan obat seperti tyrosin, amphetamine, dan

    bupropion dapat menurunkan gejala depresi.1,(,+

    ekanisme egulasi euroendokrin

    Diperkirakan bah)a hormon mempunyai pengaruh penting dalam

    terjadinya gangguan mood, terutama gangguan depresif. "istem

    neuroendokrin meregulasi hormon$hormon penting yang berperan dalam

    gangguan moodyang mempengaruhi fungsi dasar, seperti 8 gangguan tidur,

    makan, seksual dan fungsi lainnya.1,(,+

    >erdapat tiga komponen penting yang saling bekerjasama dalam

    pengaturan neuroendokrin dan terkoneksi dengan sistem limbik yakni

    hipotalamus, hipofisis anterior, dan korteks adrenal. 1,($+

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    7/27

    pengaturan hormon pertumbuhan bahkan hormon seksual. &eadaan yang

    paling khas adalah terjadi peningkatan kadar Corticotropin Realising

    Hormone2@

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    8/27

    b &ehilangan minat dan kegembiraan

    - 9erkurang energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah

    2rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja dan aktivitas

    menurun.

    Gejala lainnya 8a &onsentrasi dan perhatian kurang

    b

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    9/27

    * 6danya bukti objektif dari retardasi atau agitasi psikomotor yang nyata

    2dijelaskan oleh orang lain.

    + &ehilangan nafsu makan se-ara men-olo. Penurunan berat badan 2sering ditentukan sebagai *% atau lebih dari berat

    badan bulan terakhir.# &ehilangan libido se-ara men-olok.

    Gejala somatik dapat ditegakkan bila ditemukan sekitar empat gejala

    dari delapan gejala diatas. 4pisode depresif terbagi menjadi 3 tingkat

    keparahan. Perbedaan antara episode depresif ringan, sedang, dan berat

    terletak pada penilaian klinis kompleks yang meliputi jumlah, bentuk, dan

    keparahan gejala yang ditemukan.

    1. )&%2.-* Epis$"e Depresi ,ingan

    1 "ekurang$kurangnya harus ada dua dari tiga gejala utama depresi

    seperti tersebutdiatas

    Ditambah sekurang$kurangnya dua dari gejala lainnya

    3 >idak boleh ada gejala yang berat( ;amanya seluruh episode berlangsung minimal dua minggu

    *

  • 7/23/2019 Hubungan Depresi dan Peningkatan Rasa nyeri

    10/27

    3 9ila ada gejala penting 2misalnya agitasi atau retardasi psikomotor

    yang men-olok, maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu

    untuk melaporkan banyak gejalanya se-ara rin-i.

    Dalam hal demikian, penilaian se-ara menyeluruh terhadap episode

    depresif berat masih dapat dibenarkan.( 4pisode depresif biasanya harus berlangsung sekurang$kurangnya

    minggu, akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat -epat,

    maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun

    )aktu kurang dari minggu.

    * "angat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan

    sosial , pekerjaan atau urusan rumah tangga, ke-uali pada pada taraf

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended