Home >Documents >Histology of Brain

Histology of Brain

Date post:15-Jul-2015
Category:
View:152 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

Cerebellum Cerebellar cortex dapat dianggap sebagai lembaran besar dengan lipatan yang berada pada coronal atau tranverse plane. Setiap lipatan mengandung inti dari white matter yang dilapisi secara seperficial oleh gray matter. Potongan yang dibuat dari cerebellum paralel dengan median plane membagi folia at right angles, dan potongan tersebut mempunyai branched appearance, yang disebut arbor vitae. Gray matter dibagi menjadi 3 lapisan : 1. Molecular layer Mempunyai 2 tipe neuron : the outer stellate cell dan the inner basket cell. Neuronneuron ini tersebar di antara dendritic arborization dan banyaknya thin axon yang berada paralel pada long axis dari folia. Terdapat juga neuroglial cell diantara struktur tersebut 2. Purkinje Cell Layer Sel-sel purkinje adalah large Golgi type 1 neuron. Sel ini berbentuk flask shaped dan tersusun pada single layer. Pada bidang tranverse ke folium, dendrit-dendrit pada sel-sel ini terlihat menuju ke molecular layer dimana mereka mengalami percabangan. Cabang primer dan sekunder halus dan cabang yang berikutnya dilapisi oleh dendritic spine yang pendek dan tebal. Spine membentuk sypnatic contact dengan parallel fibers yang berasal dari granule cell axon Pada bagian dasar sel purkinje, axon muncul dan melewati granular layer untuk masuk ke white matter. Saat memasuki white matter, axon mendapatkan selubung myelin dan berakhir oleh sinaps dengan sel sel dari intracerebellar nuclei. Cabang collateral (tambahan) dari axon purkinje melakukan kontak sinaps dengan dendrit dari sel basket dan stellate dari granular layer pada area yang sama atau folia yangg berjauhan. Beberapa sel axon purkinje langsung menuju ke vestibular nuclei dari brainstem. 3. Granular Layer Granular layer dikemas dengan sel-sel kecil dengan densely staining nuclei dan sedikit sitoplasma. Setiap sel memberikan 4 atau 5 dendrit yang menyebabkan clawlike ending dan mempunyai kontak sinaps dengan mossy fiber input. Axon dari tiap sel granule lewat menuju molecular layer, dimana ia akan menjadi 2 cabang pada T junction, percabangan berjalan paralel menuju long axis dari cerebellar folium. Fibers ini dikenal dengan nama parralel fiber, yang berjalan pada right angles menuju dendritic processes dari sel purkinje. Kebanyakan sel purkinje membuat kontak sinaps dengan spinous processes dari dendrit sel-sel purkinje. Neuroglial cell ditemukan pada lapisan ini. Sel-sel golgi tersebar pada seluruh granular layer. Dendrit-dendritnya bercabang-cabang pada molecular layer dan axonya berakhir dengan splitting up pada cabang yang bersinaps dengan dendrit ganula cell

Intracerebellar Nuclei Empat massa dari gray matter yang tertanam pada white matter dari cerebellum pada masing masing sisi dari midline. Dari lateral ke medial, nuclei tersebut adalah 1. Dentate Nuclei terbesar pada cerebellum, mempunyai bentuk seperti tas yang kusut dengan pembukaan menghadap medial. Bagian inferiror dari tas tersebut diisi oleh white matter yang dibentuk dari efferent fibers yang meninggalkan nukleus melalui pembukaan untuk membentuk bagian besar dari superior cerebellar peduncle 2. Emboliform Ovoid dan terletak medial pada dentate nucleus 3. Globose Terdiri dari satu atau lebih rounded cell groups yang terletak medial terhadap emboliform nucleus 4. Fastigial.

Terletak dekat denngan midline di vermis dan dekat dengan roof of fourthda ventricle, lebih besar daripada globose nucleus

White Matter Terdapat sejumlah kecil white matter pada vermis dan erdapat sejumlah besar white matter pada setiap cerebellar hemisphere. White matter dibentuk oleh 3 kelompok fibers 1. Intrinsic Fibers Intrinsic fibers tidak meninggalkan cerebellum tetapi menghubungkan region yang berbeda. Beberapa menghubungkan folia dari cerebellar cortex dan vermis pada sisi yang sama dan yang lain menghubungkan dua cerebellar hemisphere 2. Afferent Fibers Membentuk bagian yang lebih besar pada white matter dan meneruskan ke cerebellar cortex. Mereka masuk ke cerebellum utamanya melalui inferior dan middle cerebellar peduncles 3. Efferent Fibers merupakan output dari cerebellum dan memulai sebagai akson sel Purkinje dari korteks cerebellar. Sebagian besar sel axon purkinje melewati dan sinaps dengan neuron dari cerebellar nuclei (fastigial, globose, emboliform, dan dentate). Axon pada neuron tersebut lalu meninggalkan cerebellum. Beberapa dari sel axon purkinje terdapat pada floccolonodular lobe dan merupakan bagian dari vermis memotong cerebellar nuclei dan meninggalkan cerebellum tanpa sinaps Fiber dari globose, emboliform, dan dentate nuclei meninggalkan cerebellum melalui seuperior cerebellar peducle. Sementara fiber dari fastigial nuclei meningglakan cerebellum melalui inferior cerebellar peduncle

Cerebrum Nerve cell of the Cerebral Cortex 1. Pyramidal cell

2.

3.

4.

5.

Dinamakan karena bentuk dari badan selnya. Kebanyakan sel ini ukurannya antara 10-50 m. Terdapat beberapa giant pyramidal cell yang dikenal dengan Betz cell, yang ukuran sel tubuhnya 120 m, ditemukan pada motor precentral gyrus dari frontal lobe. Apeks dari sel piramida berorientasi ke permukaan pial korteks. Dari puncak setiap sel, sebuah dendrit apikal tebal memanjang ke atas ke arah pia, memberikan cabang-cabang collateral. Dari sudut basal, basal beberapa dendrit lewat secara lateral ke neuropil sekitarnya. Setiap dendrit memiliki dendritic spine untuk persimpangan sinaptik dengan axon dari neuron lainnya. Akson muncul dari dasar sel tubuh dan baik berakhir di lapisan kortikal yang lebih dalam atau lebih umum memasuki materi putih dari belahan otak sebagai proyeksi, asosiasi atau serat commissural Stellate cell Terkadang diebut granule cell karena ukurannya yang kecil, berbentuk polygonal, dan ukuran cell bodiesnya adalah 8 m in diameter. Sel ini mempunyai dendrit yang banyak bercabang cabang dan axon yang relatif pendek, yang berakhir pada neuron yang tedekat. Fusiform cell Mempunyai long axis yang vertikal pada permukaan dan terkonsentrasi kebanyakan pada lapisan cortical yang terdalam. Dendrit muncul dari setiap tiang dari cell bodies. Inferior dendrit bercabang di dalam lapisan selular yang sama sedangkan superficial dendrit naik menuju ke permukaan dari cortex dan bercabang di lapisan superficial. Axon muncul dari bagian inferior dari cell body dan masuk sebagai proyeksi, asosiasi atau serat commissural. Horizontal cells of Cajal Kecil, fusiform, sel yang secara horizontal terorientasi ditemukan pada sebagian besar supercial layer pada cortex. Dendrit muncul dari setiap akhir dari sel dan axon berjalan paralel ke permukaan cortex, membuat kontak dengan dendrit dari pyramidal cell. Cells of Martinotti Kecil, multipolar cell yang terdapat pada seluruh level dari cortex. Sel ini mempunyai dendrit yang pendek tetapi axonnya langsung menuju ke permukaan pial dari cortex dimana akan berakhir pada superficial layer.

Nerve Fibers of the Cerebral Cortex Nerve fiber cerebral cortex tersusun secara radial dan tangensial. Radial fibers berjalanat right angles menuju permukaan cortical. Radial fibers termasuk afferent yang memasuki proyeksi, association, dan serat commisural, yang berakhir di dalam cortex dan axon dari pyramidal, stellate, dan fusiform cell yang meninggalkan cortex untuk menjadi proyeksi, association dan commisural fibers dari white matter cerebral hemisphere. Tangensial fibers berjalan paralel menuju permukaan cortical dan sebagian besar, collateral dan terminal branches of afferent fibers. Tangensial fibers juga termasuk axon horizontal dan stellate cell dan collateral branches of pyramidal dan fusiform cell. Tangensial fibers kebanyakan terkonsentrasi pada lapisan ke-4 dan 5, dimana mereka dimaksud sebagai outer dan inner bands of Baillarger. Bands of baillarger khususnya berkembang baik di daerah sensorik karena konsentrasi

tinggi dari bagian terminal dari serat thalamocortical. Pada visual cortex, , the outer band of Baillarger, yang sangat tebal yang dapat dilihat dengan mata telanjang dikenal dengan nama stria of Gennari. Karena band yang jelas ini atau stria, visual cortexpada dinding calcarine sulcus diebut dengan striate cortex.

Layers of the Cerebral Cortex 1. Molecular Layer (plexiform layer) Lapisan paling superficial, utamanya terdiri dari dense network of tangentially oriented nerve fibers. Fibers ini berasal dari dendrit apikal pyramidal cell dan fusiform cell, axon stellate cell dan cells of Martinotti. Afferent fiber berasal di talamus dan berasosiasi dengan commisural fibers. Tersebar antara nerve fibers ini adalah sel horisontal Cajal. Lapisan ini adalah tempat dimana sejumlah besar sinaps antara neuron yang berbeda terjadi 2. External Granular Layer Terdiri dari small pyramidal cells dan stellate cells. Dendrit dari sel-sel ini berakhir di molecular layer dan axon masuk ke lapisan yang lebih dalam dimana berakhir atau melewati untuk masuk ke white matter cerebral hemisphere. 3. External Pyramidal Layer Lapisan ini terdiri dari pyramidal cell yang ukuran cell bodynya meningkat dari superficial ke batas yang lebih dalam dari lapisan ini. Apical dendrit lewat menuju ke molecular layer dan axon masuk ke white matter sebagai proyeksi, association dan commissural fibers. 4. Internal Granular Layer Tersusun dari stellate cell yang dikemas. Terdapay konsentrasi yang tinggi dari fiber yng tersusun secara horizontal yang dikenal dengan external band of Baillarger 5. Ganglionic Layer (Internal Pyramidal Layer) Mengandung pyramidal cell yang berukuran besar dan sedang. Tersebar dia antara pyramidal cell adalah stellate cell dan cells of Martinotti. Terdapat juga sejumlah besar fibers yang tersusun secara horizontal yang membentuk inner band of Baillarger. Pada motor cortex dari precentral gyrus, pyramidal cellnya sangat besar dan dikenal dengan Betz cell. Sel ini sekitar 3 %adalah projection fibers corticospinal tract 6. Multiform Layer (Layer of Polymorphic Cells) Walaupun mayoritas sel-sel ada

Embed Size (px)
Recommended