Heat Stress

Date post:28-Dec-2015
Category:
View:64 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

HEAT STRESS DAN SPIROMETRI

DISUSUN OLEH :YUNI APRIYANI (10101001008)M. ANGGA AMSALTA (10101001012)RAHMI GARMINI(10101001025)MONA ELISABET (10101001026)VENI SELVIYATI(10101001029)HERU ADMADINATA(10101001041)FITRI ANGGRAINI(10101001058)RUSYDA IHWANI TANTIA NOVA(10101001048)MEILISA(10101001072)

MATA KULIAH:LABORATURIM K3DOSEN :ANISYAH, S.KM, M.ScFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS SRIWIJAYA2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur dihaturkan kehadirat Allah SWT bahwa atas rahmat dan ridho-Nya makalah Laboraturium K3 ini dapat diselesaikan. Makalah ini berisikan heat stress dan spirometri. Makalah ini dibuat selain sebagai tugas semester juga untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, serta untuk membangun pengalaman belajar agar pembaca dapat mengetahui lebih dalam lagi.Penulis berterima kasih kepada Ibu Anisyah, S.KM, M.Scselaku dosen Laboraturium K3 yang telah dengan sabar memberikan bimbingan serta arahan kepada penulis sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik.Penulis sangat menyadari tentunya banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini karena yang Maha Sempurna hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan dalam tulisan di masa yang akan datang. Akhirnya, dengan mengharapkan ridho Allah SWT semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Indralaya, September 2013Penulis

DAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang11.2Rumusan Masalah11.3 Tujuan Makalah2BAB II PEMBAHASAN32.1Pengertian Heat Stress32.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Heat Stress 42.3Jenis-jenis Heat Stress62.4 Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah72.5 Faktor yang Mempengaruhi Suhu Tubuh82.6 Pengukuran Heat Stress102.7Kriteria Paparan heat Stres122.8 Pencegahan dan Pengendalian Heat Stres132.9Pengetian Spirometri 162.10 Klasifikasi gangguan ventilasi (% nilai prediksi)172.11Tujuan pemeriksaan spirometri182.12 Manuver Spirometri182.13 Pemeriksaan Spirometri192.14 Persiapan yang dilakukan sebelum pemeriksaan spirometri202.15 Cara Kerja Spirometri212.16Interpretasi Pemeriksaan Spirometri22BAB III PENUTUP253.1 Kesimpulan253.2 Saran25DAFTAR PUSTAKA27

iii

BAB IPENDAHULUAN

1.1Latar BelakangSalah satu masalah kesehatan pada manusia yang terjadi di lingkungan sekitar adalah masalah panas. Panas adalah suatu keadaan di lingkungan dengan suhu tinggi. Pada manusia, panas berkaitan dengan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia yang dapat dirasakan tidak hanya berasal dari metabolisme tetapi dipengaruhi oleh panas lingkungan. Semakin tinggi panas lingkungan, semakin besar pula pengaruhnya terhadap suhu tubuh. Beban panas dari lingkungan tersebut dapat menyebabkan beban fisiologis, misalnya meningkatnya kerja jantung. Jika peningkatan kerja jantung terjadi secara terus-menerus dan tidak dilakukan penanganan lebih lanjut, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian. 1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dalam makalah ini,yaitu:1. Apa pengertian dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi heat stress?2. Bagaimana mekanisme panas tubuh dan efek panas pada manusia?3. Apa kriteria paparan heat stress?4. Bagaimana cara pengendalian dan pencegahan heat stress?5. Apa pengertian, tujuan, dan manuver spirometri?6. Bagaimana cara kerja pemeriksaan pada spirometri?

1.3Tujuan MakalahAdapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu :1. Untuk menambah wawasan bagi pembaca mengenai heat stress dan spirometri.2. Untuk menambah kepustakaan bagi penulis.3. Untuk lebih mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi heat stress dan cara pemeriksaan spirometer

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian Heat StressHeat Stress adalah Reaksi fisik dan fisiologis pekerja terhadap suhu yang berada diluar kenyamanan bekerja. Paparan panas terhadap tubuh dapat berasal dari lingkungan kerja (panas eksternal), panas yang berasal dari aktivitas kerja (panas internal) dan panas karena memakai pakaian yang terlalu tebal. Heat stress terjadi apabila tubuh sudah tidak mampu menyeimbangkan suhu tubuh normal karena besarnya beban panas dari luar. Jika tubuh terpapar panas, maka sistem yang ada didalam tubuh akan menpertahankan suhu tubuh internal agar tetap pada suhu normal (36-38 C) dengan cara mengalirkan darah lebih banyak kekulit dan mengeluarkan cairan atau keringat. Pada saat demikian jantung bekerja keras memompa darah ke kulit untuk mendinginkan tubuh, sehingga darah lebih banyak bersirkulasi di daerah kulit luar. Ketika suhu lingkungan mendekati suhu tubuh normal, maka pendinginan makin sulit dilakukan oleh sistem tubuh. Jika suhu luar sudah berada diatas suhu tubuh maka sirkulasi darah dan keringat yang keluar tidak mampu menurunkan suhu tubuh kensuhu normal. Dalam kondisi seperti ini, jantung terus memompa darah ke permukaan tubuh, kelenjar keringat terus mengeluarkan cairan yang mengandung elektrolit ke permukaan kulit dan penguapan keringat menjadi cara yang efektif untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap konstan. Namun jika kelembaban udara cukup tinggi, maka keringat tidak dapat menguap dan suhu tubuh tidak dapat dipertahankan, dalam kondisi ini tubuh mulai terganggu. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan individu untuk bekerja dilingkungan panas. Dengan banyaknya darah mengalir kekulit luar, maka pasokan darah ke otak, otot-otot aktif dan organ internal lainnya menjadi berkurang sehingga kelelahan dan penurunan kekuatan tubuh mulai lebih cepat terjadi. Konsentrasi bekerja juga mulai terganggu. 2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Heat Stress Faktor-Faktor yang mempengaruhi Heat Stress meliputi : aklimatisasi, umur, jenis kelamin, perbedaan suku bangsa, ukuran tubuh dan gizi.a. Aklimatisasi Aklimatisasi adalah suatu proses adaptasi fisiologis yang ditandai dengan pengeluaran keringat, penurunan denyut nadi, dan penurunan suhu tubuh sebagai akibat pembentukan keringat. Aklimatisasi terhadap suhu tinggi merupakan hasil penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya. Untuk aklimatisasi terhadap panas ditandai dengan penurunan frekuensi denyut nadi dan suhu tubuh yang dilakukan dengan pembentukan keringat. b.Umur Daya tahan seseorang terhadap panas akan menurun pada usia tua. Orang yang lebih tua akan memproduksi keringat lebih lambat dibandingkan dengan orang yang lebih muda, sehingga orang yang lebih tua memerlukan waktu yang lama untuk mengembalikan suhu tubuh menjadi normal setelah terpapar panas. c. Jenis Kelamin Adanya perbedaan kecil aklimatisasi antara laki-laki dan wanita. Wanita tidak dapat beraklimatisasi dengan baik seperti laki-laki. Hal ini dikarenakan mereka mempunyai kapasitas kardiovaskuler yang lebih kecil.

d. Perbedaan Suku Bangsa Perbedaan aklimatisasi yang ada diantara kelompok suku bangsa adalah kecil. Hal ini dikarenakan perbedaan ukuran tubuh. Faktor lain yang dapat mempengaruhinya adalah pigmen kulit, aktivitas/keaktivan kelenjar berdasarkan genetic, dsb.e. Ukuran Tubuh Adanya perbedaan ukuran tubuh akan mempengaruhi reaksi fisiologis tubuh terhadap panas. Laki-laki dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dapat mengalami tingkatan heat stress yang relatif lebih besar. Hal ini dikarenakan mereka mempunyai kapasitas kerja maksimal yang lebih kecil f. Gizi (Nutrition) Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.Seseorang yang status gizinya jelek akan menunjukkan respon yang berlebihan terhadap tekanan panas, hal ini disebabkan karena sistem kardiovaskuler yang tidak stabil.

2.3Jenis-jenis Heat StressJenis heat stress terdiri dari 4 bagian yaitu heat stroke, heat cramps, heat syncope dan heat rash. a. Heat stroke: Gejala heat stress yang paling parah. Bercirikan suhu tubuh yang meningkat secara tiba-tiba hingga 106 F, tidak sadarkan diri dan sakit kepala. Pertolongan yang dapat dilakukan adalah berbaring di tempat dingin, diberi minuman dan mendatangkan tim medis.b. Heat cramps : Gejala heat stress yang menyerang otot manusia. Disebabkan sebagian besar karena hilangnya mineral-mineral tubuh akibat panas. Gejalanya adalah kram otot dan sampai tidak sadarkan diri. Pertolongan yang dapat dilakukan adalah mengistirahatkan penderita dan mencari bantuan medisc. Heat Syncope : Akibat seseorang tidak dapat menyesuaikan diri dengan suatu kondisi lingkungan yang panas secara tiba-tiba. Gejalanya adalah keringat dingin, pucat hingga kehilangan kesadaran. Pertolongan yang dapat dilakukan adalah segera membawa penderita ke lingkungan yang lebih sejuk dan cari bantuan medisd. Heat Rash : adanya suatu keadaan pada kulit akibat panas. Gejalanya seperti kulit yang menjadi kemerahan, bentol-bentol, gatal-gatal. Pertolongan yang dapat dilakukan adalah dengan beristirahat di tempat yang lebih sejuk.

2.4Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah1. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu :a.VasodilatasiVasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit, yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak.b.BerkeringatPengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis, yaitu 37C. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran