Home >Documents >Harun Al Rasyid1), Deni Setiawan2), Wisnu 2016-01-31¢  212 INOVASI dan PEMBANGUNAN...

Harun Al Rasyid1), Deni Setiawan2), Wisnu 2016-01-31¢  212 INOVASI dan PEMBANGUNAN...

Date post:14-Feb-2020
Category:
View:2 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 212 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.03 NO. 03

    ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN

    KOPI LUWAK

    (Analysis Of Consumer Behavior InBuying Civet Coffe)

    Harun Al Rasyid 1)

    , Deni Setiawan 2)

    , Wisnu Satyajaya 3)

    1)

    Anggota DRD Provinsi Lampung dan Staf Pengajar Jurusan Tekonologi Hasil Pertanian FP Unila Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145

    2) Alumni Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

    Email :setiawandeni318@gmail.com

    ABSTRACT

    This study was aimed to identify the decision process,which was carried out by the consumer

    in buying civet coffee drinks, Analyzing the level of consumer satisfaction of civet coffee,

    and getting the alternative policy of marketing based on the study of consumer behavior to

    civet coffee marketing of Duta Luwak Brother’s Link company. The Analysis conducted

    using descriptive analysis, the ideal point model, the Index Performance Analysis (IPA),and

    Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that the most considered attribute

    when buying a civet coffee was quality product which equal to 22%.Beside that, 44% of Duta

    Luwak Brother’s Link’s consumers have been loyal because they bought civet coffee planned.

    The results of analysis multiattribute ideal number was 17.3,which means Index Performance

    Analysis (IPA) indicated that the attribute of Duta Luwak Civet Coffee Brother’s Link which

    deemed less satisfied customers was advertising and promotion. Results of Customer

    Satisfaction Index (CSI) reached 77.76% with the interval of 0.66 to 0.80. Suggestion for

    marketing policy of Duta Luwak Brother’s Link is to improve the quality of civet coffee

    products. In term of price, this company should be reconsider the pricing strategy of civet

    coffee.

    Keywords: Luwak coffee , consumer behavior , Costumer Satisfaction Indeks (CSI)., Indeks

    Performance Analysis (IPA)

    ABSTRAK

    Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi proses keputusan yang dilakukan konsumen

    dalam pembelian minuman kopi luwak, menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap

    minuman kopi luwak, mendapatkan alternatif kebijakan pemasaran berdasarkan studi perilaku

    konsumen terhadap pemasaran minuman kopi luwak merk duta kopi luwak brother’s link.

    Perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari,

    membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka

    harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.Analisis yang dilakukan yaitu analisis

    deskriptif, model angka ideal, Indeks Performance Analysis (IPA), Costumer Satisfaction

    Indeks (CSI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 37 % konsumen ketika membeli

    kopi luwak yang menjadi fokus utama adalah rasa.Atribut yang paling dipertimbangkan

    ketika membeli kopi luwak adalah kualitas produk yaitu sebesar 22%. Konsumen kopi luwak

    duta luwak brother’s link sebesar 44% sudah loyal dikarenakan membeli kopi luwak dengan

  • 213 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.03 NO. 03

    terencana. Hasil analisis multiatribut angka ideal adalah 17,3. Hasil analisis Important

    Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa atribut kopi luwak Duta Luwak Brother’s

    Link yang dirasa konsumen kurang puas adalah Iklan dan promosi. Hasil Customer

    SatisfactionIndex (CSI) konsumen kopi luwak yang mencapai 77,76 persen berada pada

    selang 0,66 sampai dengan 0,80. Implikasi kebijakan pemasaran bagi perusahaan Duta

    Luwak Brother’s Link untuk produk Kopi Luwak perlu meningkatkan kualitas produknya.

    Kata kunci: kopi luwak, perilaku konsumen, Costumer Satisfaction Indeks (CSI),Indeks

    Performance Analysis (IPA)

    PENDAHULUAN

    Indonesia merupakan negara terbesar ketiga

    penghasil kopi di dunia setelah Brazil dan

    Vietnam. Provinsi Lampung memegang

    peranan penting dalam bisnis kopi

    Indonesia karena Provinsi Lampung

    merupakan gerbang utama ekspor kopi

    nasional. Produksi kopi Lampung pada

    tahun 2013 mencapai 29.800 ton ( BPS,

    2013),sedangkan konsumsi kopi domestik

    pada tahun 2013 diperkirakan mencapai 1,0

    kilogram/kapita/tahun (AEKI, 2013).

    Salah satu pengembangan dan inovasi

    produk olahan kopi ialah pembuatan kopi

    luwak.Kopi luwak merupakan hasil

    fermentasi yang dilakukan oleh hewan

    luwak (Paradoxurus hermaphroditus )

    dengan cara memakan kopi yang sudah

    merah. Fermentasi sendiri dilakukan di

    dalam perut luwak sehingga kopi yang

    keluar merupakan kopi hasil fermentasi

    oleh enzim yang terdapat dalam tubuh

    luwak (Paradoxurus hermaphroditus ).

    Kopi luwak memiliki harga yang cukup

    tinggi. Kopi luwak jenis bubuk mencapai

    Rp. 400.000 sampai dengan Rp.1.200.000

    perkilogram. Usaha agroindustri kopi luwak

    di Lampung khususnya di Kabupaten

    Lampung Barat berkembang pesat.

    Produksi kopi luwak di Kabupaten

    Lampung Barat dari tahun ketahun

    meningkatyaitu 270 kg, 300 kg, 792 kg,

    1.200 kg, 1.320kg pada kurun waktu 2007-

    2011 (Astrahadi, 2012).

    Kabupaten Lampung Barat memiliki

    banyak sentra industri kopi luwak. Hal ini

    menyebabkan persaingan bisnis kopi luwak

    yang ketat, sehingga mengharuskan para

    produsen untuk selalu berinovasi. Salah

    satu cara agar produsen dapat bertahan dan

    berkembang dalam industri kopi luwak

    adalah harus memahami keragaman

    perilaku konsumen. Banyaknya jenis

    pilihan merek kopi luwak di pasaran saat ini

    dengan keunggulan dan karakteristik

    masing-masing produk yang ditawarkan

    membuat konsumen dapat memilih merek

    yang sesuai dengan keinginan konsumen

    (Febrianti. 2011).

  • 214 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.03 NO. 03

    Dengan memahami perilaku konsumen,

    pelaku usaha dapat membidik target-target

    pembeli secara lebih fokus dan terarah.

    Pelaku usaha dapat menjabarkan dengan

    lebih jelas tentang sasaran dan target

    pembeli untuk selanjutnya mengarahkan

    kegiatan pemasaran kepada para agen

    penjualan dan mencapai target pembeli

    yang dimaksud (Getrycia, 2012).

    CV. Duta Luwak Brother’s Link

    merupakan salah satu produsen yang

    memproduksi kopi luwak di kabupaten

    Lampung Barat. Perusahaan ini mampu

    memproduksi 1 ton kopi luwak green bean

    dalam 3 bulan produksi. Produk kopi luwak

    mulai dipasarkan pertama kali pada tahun

    2008, hingga saat ini pemasaran kopi

    luwak sudah menjangkau pasar ke berbagai

    kota besar di Indonesia serta pasar

    internasional seperti Brazil, Amerika,

    Thailand, Korea Selatan, Filipina dan

    Jerman. Oleh karena itu perlu

    dilakukanstudi tentang perilaku konsumen

    dalam pengambilan keputusan pembelian

    produk kopi luwak merek Duta Luwak

    Brother’s link.

    BAHAN DAN METODE

    Bahan dan Alat

    Alat yang digunakan dalam penelitian ini

    adalah kuisioner dan software pengolahan

    data Microsoft word, Microsoft excel dan

    Microsoft word serta SPSS16.

    Metode Penelitian

    Pengambilan sampel atau responden dalam

    penelitian berdasarkan teknik non

    probability sampling, dimana pengambilan

    sampel tidak memperhitungkan peluang

    atau kemungkinan unit sampel dipilih atau

    tidak (Umar, 2005). Penelitian melibatkan

    32 orang responden, baik laki-laki maupun

    perempuan.Menurut Siagian (2006), syarat

    minimal sampel data terdistribusi normal

    statistik adalah 30 sampel, sehingga 32

    sampel sudah memenuhi syarat minimal

    dan untuk mendapatkan gambaran dari

    keadaan sebenarnya di lapang.

    Model Angka Ideal

    Model Angka Ideal digambarkan sebagai

    berikut :

    Keterangan :

    A = Sikap terhadap suatu merk

    W i = Pentingnya atribut i

    Ii = Performasi “ideal” pada atribut i

    Xi = Kepercayaan mengenai performasi

    aktual merk bersangkutan pada atribut i

    n = Jumlah atribut yang menonjol

  • 215 INOVASI dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN VOL.03 NO. 03

    Analisis Angka Ideal tersebut responden

    diminta untuk menunjukkan dimana mereka

    percaya suatu merek ditempatkan pada

    skala yang menggambarkan berbagai

    derajat atau tingkat atribut yang menonjol.

    Melalui kuesioner responden dapat

    memberikan angka/tingkat kepentingan dari

    angka (1) sangat tidak penting, (2) tidak

    penting, (3) biasa saja, (4) penting, (5)

    sangat penting. Selain itu responden juga

    akan menunjukkan dimana merek “ideal”

    akan dianalisis sebanyak atribut yang telah

    ditetapkan.

    Tabel1. Skala Numerik

    No Skala Keterangan

    1 0 ≤ A ≤32,67 Sangat Baik

    2 32,67 ≤ A ≤65,36 Baik

    3 65,36 ≤ A ≤ 98,03 Netral

    4 98,03 ≤ A ≤ 130,70 Buruk

    5 130,70 ≤ A ≤ 165,36 Sangat Buruk

    Metode Important Performance Analysis (IPA)

    Y