Home >Documents >HAPUSNYA UTANG PAJAK

HAPUSNYA UTANG PAJAK

Date post:23-Jan-2016
Category:
View:98 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
Berakhirnya / hapus hutang pajak dapat terjadi karena: berakhir dengan sesungguhnya, dan berakhir dengan tidak sesungguhnya
Transcript:
  • HAPUSNYA UTANG PAJAK

    Johny Koynja, SH., MH Ph.D Candidate, Utrecht University Faculty of Law, Economics and Governance Institute of Constitutional and Administrative Law E-mail : johny_unram@yahoo.com Mobile: (+62) 81 907 558 735

  • Berakhirnya / hapus hutang pajak dapat terjadi karena:1. Berakhir dengan sesungguhnya2. Berakhir dengan tidak sesungguhnya

  • 1. Berakhir dengan sesungguhnya ini terjadi karena Wajib Pajak mengeluarkan uang untuk melakukan pembayaran pajak yang dibebankan kepadanya

  • Berakhirnya utang pajak dengan sesungguhnya ini terdiri dari: a. Pembayaran Pembayaran yang berujud uang dilakukan di Kas negara atau Kantor-kantor lain yang ditunjuk oleh negara.

  • 2. Kompensasi (Pengimbangan/perjumpaan utang), di dalam hukum perdata dapat dilakukan pengimbangan antara hutang-piutangnya (jika debitur sekaligus menjadi pihak kreditur juga).

  • Pada prinsipnya hutang pajak pun dapat dilakukan pengimbangan, tetapi hanya dalam hal tertentu saja.

  • Misalnya saja kalau pajak tahun yang lalu terdapat kelebihan pembayaran, maka kelebihan tersebut dapat digunakan atau dikompensasikan dengan hutang pajak tahun berikutnya.

  • Tetapi kalau hutang-piutang tesebut bukan karena pajak, misalnya fiscus mempunyai hutang pada wajib pajak

  • karena fiscus membeli barang dari wajib pajak (produsen) dan di satu pihak wajib pajak tersebut mempunyai hutang pada fiscus karena pajaknya belum di bayar, maka

  • dalam keadaan ini tidak dapat dilakukan kompensasi.

  • Berakhir dengan tidak sesungguhnyautang pajak dianggap sudah hapus sekalipun Wajib Pajak tidak pernah mengeluarkan uang untuk membayar pajak yang dibebankan kepadanya.

  • Hal ini terjadi karena:1. Penghapusan hutang pajak. Penghapusan ini diberikan berhubung dengan keadaan ekonomi wajib pajak yang bersangkutan,

  • misalnya dengan kemunduran yang menyolok finansial wajib pajak atau harta benda wajib pajak habis karena suatu hal sehingga akan berarti bencana besar baginya

  • bahkan akan bertentangan dengan hakekat pemajakan jika hutang pajaknya tidak dihapuskan, sekurang-kurangnya untuk sebagian.

  • Daluwarsa atau lewat waktu.Daluarsa adalah hapusnya perikatan (hak untuk menagih utang, atau kewajiban untuk membayar utang) karena lampaunya jangka waktu tertentu,

  • Pada umumnya hutang pajak atau tagihan-tagihan pajak daluwarsa karena lewat waktu 10 (sepuluh) tahun dihitung dari akhir tahun atas mana pajak dipungut.

  • Tetapi dalam hukum pajak tentang daluarsa ini berpengaruh pada paham yang lemah, dalam arti tidak ada lewat waktu untuk kewajiban membayar utang pajak itu sendiri.

  • Dalam hukum pajak lenyapnya utang pajak karena daluarsa ini tidak berarti utang tersebut sudah lunas (lenyap ) secara mutlak,

  • utang pajak ini masih dapat dibayar oleh Wajib Pajak secara sukarela, yang dianggap sebagai Uang Pembasuh Batin.

  • 3. PembebasanPembebasan pada umumnya tidak dapat diberikan pada pokok pajaknya sendiri, melainkan hanya terhadap kenaikan (denda-denda) pajak yang diatur dalam undang-undang.

  • TERIMA KASIH

Embed Size (px)
Recommended