Home >Documents >Glaukoma Sekunder Dan Katarak Senilis Immatur

Glaukoma Sekunder Dan Katarak Senilis Immatur

Date post:27-Dec-2015
Category:
View:82 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
glaukom
Transcript:

LAPORAN KASUSGLAUKOMA SEKUNDER DAN KATARAK SENILIS IMATUR

PEMBIMBINGdr. Rosalia Septiana, Sp.M

Disusun oleh:Diyah Herawati01.207.5471

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG2012STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIENNama lengkap: Ny. SUmur: 46 tahunAgama: KristenAlamat: Panjunan 05/02No. RM: 634.469Tanggal Pemeriksaan: 25 Mei 2012

II. ANAMNESISAnamnesis secara: Alloanamnesis pada tanggal 25 Mei 2012 Keluhan Utama: Mata kanan kemeng dan cekot-cekotRiwayat Penyakit Sekarang:Pasien datang ke poliklinik mata RSUD Kudus dengan keluhan mata kanan kemeng dan cekot-cekot. Cekot-cekot lebih dirasakan pada malam hari. Selain itu pasien juga mengeluh mata kanannya kabur, silau, dan mengeluarkan air terus-menerus. Pasien mengaku keluhan ini dirasakan sudah sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya pasien seperti melihat adanya kunang-kunang pada mata kanan, hilang timbul. Biasanya keluhan hilang saat dibuat tiduran, makin hari mata kanannya makin terasa kabur. Pasien juga sering merasa kepalanya pusing sebelah pada sisi mata yang sakit. Pernah berobat ke dokter umum namun dirasakan tidak ada perbaikan sampai sekarang. Mata kanan blobok (-), mual (-), muntah (-).

Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat HT (-) Riwayat DM (-) Riwayat trauma (-) Riwayat sakit mata (-) Riwayat operasi (+). Pada tahun 1997 pernah operasi kelenjar getah bening di rahang bawah kanan karena adanya tumor kelenjar getah bening. Riwayat sakit gigi (+), gigi kanan atas sakit dan goyang 1 tahun.Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada keluhan serupa sebelumnya di keluarga. Ibu pasien menderita DM (+) dan hipertensi (+)

Riwayat Sosial Ekonomi:Pengobatan ditanggung jamkesda.

III. PEMERIKSAAN FISIKA. VITAL SIGNTekanan darah:120/80 mmHgNadi :80 x / menitSuhu :Afebris Pernafasan:20 x / menitKeadaan Umum:BaikKesadaran:Compos mentis Status Gizi:Cukup

B. STATUS OFTALMOLOGIGambar: OD OS

121

3

OSPupil miosis, centralKeterangan: OD 1. Pupil mid dilatasi, central2. Injeksi siliar3. Injeksi konjungtivaOCULI DEXTRA(OD)PEMERIKSAANOCULI SINISTRA(OS)

1/300Visus (tiduran)> 1/60

Tidak dikoreksiKoreksiTidak dikoreksi

Gerak bola mata normal, enoftalmus (-), eksoftalmus (-), strabismus (-)Bulbus okuliGerak bola mata normal, enoftalmus (-), eksoftalmus (-), strabismus (-)

Edema (-), hiperemis(-), nyeri tekan (-), blefarospasme (-), lagoftalmus (-), ektropion (-), entropion (-)

PalpebraEdema (-), hiperemis(-), nyeri tekan (-), blefarospasme (-), lagoftalmus (-)ektropion (-), entropion (-)

Edema (-), injeksi siliar (+), injeksi konjungtiva (+), infiltrat (-),hiperemis (-)

KonjungtivaEdema (-), injeksi siliar (-), injeksi konjungtiva (-),infiltrat (-), hiperemis (-)

putihSkleraputih

Bulat, keruh, edema (+),arkus senilis (-) keratik presipitat (-), infiltrat (-), sikatriks (-)

KorneaBulat, jernih edema (-),arkus senilis (-) keratik presipitat (-), infiltrat (-), sikatriks (-)

Jernih, dangkal, hipopion (-), hifema (-)Camera Oculi Anterior(COA)Jernih, dangkal hipopion (-), hifema (-)

Kripta(N), atrofi (-) coklat, edema(-), synekia (-)IrisKripta(N), atrofi (-)coklat, edema(-), synekia (-)

Mid-dilatasi, central Diameter 5mmrefleks pupil L/TL: -/- PupilMiosis, centralDiameter 2mm,Refleks pupil L/TL: -/-

Sulit dinilaiLensaSulit dinilai

Sulit dinilaiVitreusSulit dinilai

Sulit dinilaiRetinaSulit dinilai

NegatifFundus RefleksSulit dinilai

(+)Light Projection(+)

(-)Persepsi Warna(+)

Digital N+2TIODigital N

Lakrimasi (+)Sistem LakrimasiLakrimasi(-)

IV. RESUMESubjektif: Pasien datang dengan keluhan mata kanan kemeng, cekot-cekot, kabur, silau, dan mengeluarkan air terus-menerus. Keluhan ini dirasakan sudah sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga sering merasa kepalanya pusing sebelah pada sisi mata yang sakit. Objektif: OCULI DEXTRA(OD)PEMERIKSAANOCULI SINISTRA(OS)

1/300Visus (tiduran)> 1/60

Edema (-), injeksi siliar (+), injeksi konjungtiva (+), infiltrat (-),hiperemis (-)

KonjungtivaEdema (-), injeksi siliar (-), injeksi konjungtiva (-),infiltrat (-), hiperemis (-)

Jernih, dangkal, hipopion (-), hifema (-)Camera Oculi Anterior (COA)Jernih, dangkal hipopion (-), hifema (-)

Mid-dilatasi, central Diameter 5mmrefleks pupil L/TL: -/- PupilMiosis, centralDiameter 2mm,Refleks pupil L/TL: -/-

Sulit dinilaiRetinaSulit dinilai

Digital N+2TIODigital N

(+)Light Projection(+)

(-)Persepsi Warna(+)

lakrimasi (+)Sistem Lakrimasilakrimasi(-)

V. DIAGNOSA DIFFERENSIAL OD :a. OD glaukoma primer sudut tertutup akutb. OD glaukoma primer sudut terbukac. OD uveitis anteriorOS :a. OS sudut sempitb. OS glaukoma primer sudut terbuka

VI. DIAGNOSA KERJA OD glaukoma primer sudut tertutup akut OS sudut sempit

VII. DASAR DIAGNOSIS Pemeriksaan subjektif : Mata kanan kemeng, cekot-cekot (bertambah pada malam hari), kabur, silau, dan mengeluarkan air terus-menerus. Kepala sering pusing sebelah pada sisi mata yang sakit.ObjektifOCULI DEXTRA(OD)PEMERIKSAANOCULI SINISTRA(OS)

1/300Visus (tiduran)> 1/60

Edema (-), injeksi siliar (+), injeksi konjungtiva (+), infiltrat (-),hiperemis (-)

KonjungtivaEdema (-), injeksi siliar (-), injeksi konjungtiva (-),infiltrat (-), hiperemis (-)

Jernih, dangkal, hipopion (-), hifema (-)Camera Oculi Anterior (COA)Jernih, dangkal hipopion (-), hifema (-)

Mid-dilatasi, central Diameter 5mmrefleks pupil L/TL: -/- PupilMiosis, centralDiameter 2mm,Refleks pupil L/TL: -/-

Digital N+2TIODigital N

(+)Light Projection(+)

(-)Persepsi Warna(+)

lakrimasi (+)Sistem Lakrimasilakrimasi(-)

VIII. TERAPI1. Medikamentosa pre op: Timolol 0,5 % 3 gtt II OD Asetazolamid 3 dd I tab KCl 3 dd I tab Manitol 100 ml tiap 4 jam2. Operatif: OD dilakukan trabekulektomi OS dilakukan iridektomi perifer profilaksis3. Medikamentosa post op: Inmatrol 1 tetes tiap 3 jam ODS Methyl prednisolon 3 dd I tab Asam mefenamat 3 dd I tab 500 mg Catarlent 3 dd gtt I ODS Massage mata kanan setiap pagi

IX. PROGNOSIS OKULI DEKSTRA (OD)OKULI SINISTRA (OS)Quo Ad Visam: Ad malam Dubia ad bonam Quo Ad Sanam: Dubia ad malam Dubia ad bonam Quo Ad Kosmetikam: Dubia ad bonam Dubia ad bonam Quo Ad Vitam: Dubia ad bonam Dubia ad bonam

X. USUL DAN SARANUsul : Pengawasan dan evaluasi TIO pada kedua mata Kontrol 1 minggu setelah pengobatan atau bila ada keluhan pada mataSaran: Gunakan tetes mata secara teratur Konsumsi obat secara teratur dan kontrol secara teraturTINJAUAN PUSTAKA

I. GLAUKOMA

A. DEFINISIGlaukoma adalah suatu neuropati optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang; biasanya disertai peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma berasal dari kata yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.

B. FISIOLOGI HUMOR AQUEOUSHumor aqueous mengalir ke dalam bilik posterior kemudian masuk diantara permukaan posterior iris dan selanjutnya masuk ke bilik anterior. HA keluar dari bilik anterior melalui dua jalur, yaitu jalur konvensional (jalur trabekula) dan jalur uveosklera (jalur non trabekula). Jalur trabekula pada bilik anterior dibentuk oleh dasar iris dan kornea perifer, melewati trabekular meshwork dari sklera, masuk ke kanal schlemn (sekitar 30 saluran pengumpul dan 12 vena aqueous). Melalui kanal kolektor, HA dibawa ke pembuluh darah sklera dimana HA bercampur dengan darah. Pada jalur uveosklera, HA mengalir melalui korpus siliaris ke ruang supra arakhnoid dan masuk ke dalam sirkulasi pada vena.

C. KLASIFIKASIKlasifikasi glaukoma berdasarkan etiologi:a. Glaukoma primeri. Glaukoma sudut terbuka1. Glaukoma sudut terbuka primer (glaukoma sudut terbuka kronik, glaukoma simpleks kronik)2. Glaukoma tekanan normal (glaukoma tekanan rendah)ii. Glaukoma sudut tertutup1. Akut2. Subakut3. Kronik4. Iris plateau

b. Glaukoma kongenitali. Glaukoma kongenital primerii. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan mata lain1. Sindrom-sindrom pembelahan bilik mata depan2. Aniridiaiii. Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan ekstraokularc. Glaukoma sekunderi. Glaukoma pigmentasiii. Sindrom eksfoliasiiii. Akibat kelainan lensa (fakogenik)iv. Akibat kelainan traktus uveav. Sindrom iridokorneoendotelial (ICE)vi. Traumavii. Pascaoperasiviii. Glaukoma neovaskularix. Peningkatan tekanan vena episklerax. Akibat steroidd. Glaukoma absolutHasil akhir dari semua glaukoma yang tidak terkontrol adalah mata yang keras, tidak dapat melihat, dan sering nyeri.Klasifikasi glaukoma berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokulara. Glaukoma sudut terbuka Membran pratrabekular Kelainan trabekular Kelainan pascatrabekularb. Glaukoma sudut tertutup Sumbatan pupil (iris bombe) Pergeseran lensa ke anterior Pendesakan sudut Sinekia anterior perifer

D. PATOFISIOLOGISudut bilik mata dibentuk dari jaringan korneosklera dengan pangkal iris. Pada keadaan fisiologis pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. Berdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum, kanal Schlemm, sclera spur, garis Schwalbe dan jonjot iris. Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior oleh badan siliar, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui trabekula meshwork ke canalis schlemm.Mekanisme peningkatan tekanan intraokular pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor aqueus akibat kelainan sistem drainase sudut kamera anterior (g

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended