Home >Documents >GEOLOGI - . g e o l o g i terapan (pencarian minyak bumi, mineral, air tanah, dsb) science (sejarah

GEOLOGI - . g e o l o g i terapan (pencarian minyak bumi, mineral, air tanah, dsb) science (sejarah

Date post:13-Mar-2019
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

GEOLOGI

http://pelatihan-osn.com Lembaga Pelatihan OSN

By : Asri Oktaviani

http://pelatihan-osn.com/http://pelatihan-osn.com/http://pelatihan-osn.com/http://pelatihan-osn.com/http://pelatihan-osn.com/http://pelatihan-osn.com/

G E O L O G I

STRUKTUR GEOLOGI

PALEONTOLOGI

PETROLOGI

STRATIGRAFI

SEDIMENTOLOGI

G E O L O G I

TERAPAN(PENCARIAN MINYAK BUMI, MINERAL, AIR

TANAH, DSB)

SCIENCE (SEJARAH BUMI)

A G E N D A

SKALA WAKTU GEOLOGI

STRATIGRAFI

KETIDAKSELARASAN

PEMBENTUKKAN FOSIL

WAKTU GEOLOGI MENGENAL 2 MACAM PEMBAGIAN YANG DIDASARKAN PADA 2

MACAM PENENTUAN:

PENENTUAN UMUR RELATIF YANG MENGHASILKAN SKALA WAKTU RELATIF (RELATIVE AGE)

PENENTUAN UMUR ABSOLUT YANG MENGHASILKAN UMUR-UMUR YANG PASTI (ABSOLUTE AGE)

UMUR ABSOLUT (ABSOLUTE/TRUE AGE)

THE AGE OF A GEOLOGIC PHENOMENON MEASURED IN PRESENT EARTH YEARS

ADALAH UMUR YANG DIPEROLEH BERDASARKAN PENGUKURAN

PENGUKURAN DAPAT DILAKUKAN BERDASARKAN UNSUR RADIOAKTIF YANG TERDAPAT PADA BATUAN TERSEBUT DENGAN MENGUKUR WAKTU PARUHNYA

UMUR RELATIF (RELATIVE AGE)

THE POSITION WITHIN A TIME SEQUENCE (IN THE EARH SCIENCES USUALLY THE STRATIGRAPHIC TIME SCALE) HELD BY AN EVENT, FOSSIL, MINERAL, ROCK, COMPARED WITH OTHERS OF ITS KIND)

UMUR YANG DITENTUKAN BERDASARKAN POSISI BATUAN ATAU FOSIL RELATIF TERHADAP POSISI BATUAN ATAU FOSIL DI SEKITARNYA

SKALA WAKTU GEOLOGI

CONTOH PEMBAGIAN UMUR BERDASARKAN

SKALA RELATIF KEHADIRAN FOSIL:

BERDASARKAN KEHADIRAN FOSIL MOLUSKA PADA SAAT ITU DENGAN YANG HIDUP DI ZAMAN SEKARANG:

KWARTER: LEBIH DARI 70% SPECIES SEKARANG

PLIOSEN: 50-70 % SPECIES SEKARANG

MIOCENE AKHIR: 20-50 % SPECIES SEKARANG

MIOCENE AWAL: 8-20 % SPECIES SEKARANG

EOCENE: 0 % SPECIES SEKARANG

Pada skala waktu nisbi geologi, diantarawaktu berikut yang merupakan zamanpaling tua ialah

a. Kenozoikum

b. Kambrium

c. Karbon

d. Kuarter

e. Kapur

Dalam skala waktu geologi, periode Jura (Jurrassic) terjadi pada jangka waktu

a. mulai 65 juta tahun yll sampai 1.8 juta

tahun yll

b. mulai 144 juta tahun yll sampai 65 juta

tahun yll

c. mulai 206 juta tahun yll sampai 144 juta

tahun yll

d. mulai 248 juta tahun yll sampai 206 juta

tahun yll

e. sebelum 248 juta tahun yll

Dalam skala waktu geologi, periode Jura (Jurrassic) terjadi pada jangka waktu

a. mulai 65 juta tahun yll sampai 1.8 juta

tahun yll

b. mulai 144 juta tahun yll sampai 65 juta

tahun yll

c. mulai 206 juta tahun yll sampai 144 juta

tahun yll

d. mulai 248 juta tahun yll sampai 206 juta

tahun yll

e. sebelum 248 juta tahun yll

STRATIGRAFI

STRATIGRAFI

MERUPAKAN CABANG DARI ILMU GEOLOGI YANG MEMPELAJARI LAPISAN-LAPISAN BATUAN DALAM KAITANNYA DENGAN KERANGKA RUANG DAN WAKTU

HUKUM STRATIGRAFI

ADALAH PRNSIP-PRINSIP DASAR YANG DIGUNAKAN SEORANG AHLI GEOLOGI UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA LAPISAN BATUAN DALAM KERANGKA RUANG DAN WAKTU

HUKUM STRATIGRAFI

HUKUM KEDUDUKAN SEMULA YANG HORIZONTAL (STENO, 1669)

HUKUM PENGENDAPAN SECARA LATERAL (STENO, 1669)

HUKUM SUPER POSISI (STENO, 1669)

HUKUM HUBUNGAN POTONG MEMOTONG (STENO, 1669)

HUKUM INKLUSI

HUKUM FAUNAL SUCCESSION (WILLIAM SMITH, ABAD KE 19)

HUKUM KEDUDUKAN SEMULA YANG HORIZONTAL

"Strata either perpendicular to the horizon or inclined to the horizon were at one time parallel to the horizon." Steno, 1669

BATUAN SEDIMEN SELALU DIENDAPKAN SECARA HORIZONTAL ATAU HAMPIR HORIZONTAL, MESKIPUN SESUDAHNYA DAPAT TERGANGGU AKIBAT PERGERAKKAN BUMI

HUKUM PENGENDAPAN SECARA LATERAL

"Material forming any stratum were continuous over the surface of the Earth unless some other solid bodies stood in the way." Steno, 1669

SUATU LAPISAN BATUAN DAPAT DIANGGAP MEMILIKI PENYEBARAN LATERAL YANG JAUH DAN LUAS DARI PADA YANG DIJUMPAI

HUKUM SUPERPOSISI "...at the time when any given stratum was being

formed, all the matter resting upon it was fluid, and, therefore, at the time when the lower stratum was being formed, none of the upper strata existed. (Steno, 1669)

PADA SETIAP URUTAN LAPISAN SEDIMEN YANG MASIH UTUH (BELUM DIPENGARUHI HAL-HAL LAIN) SEJAK PENGENDAPANNYA; LAPISAN YANG PALING MUDA UMURNYA TERLETAK PALING ATAS DAN MAKIN KE BAWAH TERLETAK LAPISAN-LAPISAN YANG MAKIN TUA UMURNYA

HUKUM HUBUNGAN POTONG MENYILANG (CROSS CUTTING RELATIONSHIP)

"If a body or discontinuity cuts across a stratum, it must have formed after that stratum" . Steno, 1669.

BATUAN BEKU ATAU PATAHAN YANG MEMOTONG ATAU MENGENAI SUATU BATUAN MEMILIKI UMUR YANG LEBIH MUDA DARI BATUAN YANG TERPOTONG ATAU TERPATAHKAN

HUKUM INKLUSI

Rock fragments (in another rock) must be older than the rock containing the fragments.

FRAGMEN BATUAN PADA BATUAN YANG LAIN (INKLUSI BATUAN), TERBENTUK LEBIH DAHULU ATAU BERUMUR LEBIH TUA DARI BATUAN YANG ADA DI SEKELILINGNYA

HUKUM FAUNAL SUCCESSION

Fossil groups were succeeded by other fossil groups through time.

This allowed geologists to develop a fossil stratigraphyand provided a means to correlate rocks throughout the world.

KARENA SUATU KUMPULAN FOSIL AKAN BERUBAH SELAMA SUATU KURUN WAKTU, MAKA SETIAP LAPISAN BATUAN MENGANDUNG FOSIL YANG BERBEDA

BERDASARKAN HAL TERSEBUT, SUATU LAPISAN BATUAN DI SUATU TEMPAT DAPAT DIKORELASIKAN DENGAN BATUAN DI TEMPAT LAIN

HUBUNGAN STRATIGRAFI (HUBUNGAN ANTAR

LAPISAN)

HUBUNGAN STRATIGRAFI

SELARAS

TIDAK SELARAS

TIDAK SELARAS (UNCONFORMITY)

ADALAH ADANYA SUATU BIDANG EROSI ANTARA DUA TUBUH BATUAN YANG DISEBABKAN OLEH ADANYA WAKTU YANG HILANG PADA SUATU URUT-URUTAN PERLAPISAN BATUAN

MACAM-MACAM KETIDAK SELARASAN

DISCONFORMITY

ANGULAR UNCONFORMITY

NON CONFORMITY

DISCONFORMITY

ANGULAR UNCONFORMITY

NON CONFORMITY

Selang waktu pada saat tidak terjadideposisi sedimen diantara sekuen deposisisedimen yang lain disebut sebagai:

a. ketidak menerusan

b. ketidaksepadanan

c. ketidakselarasan

d. ketidaksamaan

e. ketidaklanjutan

Selang waktu pada saat tidak terjadideposisi sedimen diantara sekuen deposisisedimen yang lain disebut sebagai:

a. ketidak menerusan

b. ketidaksepadanan

c. ketidakselarasan

d. ketidaksamaan

e. ketidaklanjutan

Bila suatu batuan mengalami jeda pengendapandalam kurun waktu geologi yang sangat lamadan sekaligus mengalami proses erosionalsebelum kemudian diendapkan batuan yangjauh lebih muda di atasnya, makaketidakselarasan yang terjadi disebut

a. Angular unconformity

b. Disconformity

c. Nonconformity

d. Local unconformity

e. Regular unconformity

Bila suatu batuan mengalami jeda pengendapandalam kurun waktu geologi yang sangat lamadan sekaligus mengalami proses erosionalsebelum kemudian diendapkan batuan yangjauh lebih muda di atasnya, makaketidakselarasan yang terjadi disebut

a. Angular unconformity

b. Disconformity

c. Nonconformity

d. Local unconformity

e. Regular unconformity

Fosil fauna dari klas Cephalopoda adalahsalah satu fauna yang dapat dimanfaatkanuntuk penciri korelasi stratigrafi. KlasCephalopoda termasuk dalam filum

a. Brachiopoda

b. Protozoa

c. Porifera

d. Coelenterata

e. Mollusca

Hukum Superposisi pada prinsipnya menyebutkanbahwa pada suatu sekuen lapisan batuan sedimenyang belum terdeformasi

a. semua lapisan batuan memiliki umur

yang sama

b. lapisan batuan tidak bisa ditentukan umurnya

c. lapisan batuan berbeda-beda umurnya

d. lapisan batuan yang berada di bawah berumur

lebih muda dari yang di atasnya

e. lapisan batuan yang berada di atas berumur lebih

muda dari yang di bawahnya

Dari suatu pemetaan geologi, diperoleh penampangstratigrafi batuan, berupabatuan A, B, C, D, E, F sepertiberikut ini

a. Urutkan pembentukan batuan dariyang paling tua hingga yang muda.

b. Apakah jenis batuan yang paling mungkin untuk batuan kode D? Sebutkan nama batuannya yang mungkin membentuk kenampakkanseperti itu.

c. Adakah ketidakselarasan dalampenampang di atas? Jelaskanartinya.

d. Disebut apakah struktur geologidengan kode G, berialasan/buktinya.

SOAL:

Suksesi flora/fauna yang

dapat merepresentasikan

umur lapisan B pada

gambar berikut adalah:

a. 1, 2, 6

b. 1, 2, 3, 4, 5, 7

c. 1, 2, 7, 8

d. 1, 2, 3, 7, 8

e. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8

PALEONTOLOGI

PALEONTOLOGI

PALEO = MASA LALU

ONTO = KEHIDUPAN

LOGOS = ILMU

PALEONTOLOGI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI KEHIDUPAN MASA LALU

UNTUK MEMPELAJARI KEHIDUPAN MASA LALU DIGUNAKAN FOSIL

YANG DIMAKSUD DENGAN FOSIL :

HEWAN/TUMBUHAN ATAU BEKAS-BEKAS/SISA-SISA HEWAN ATAU TUMBUHAN YANG TERAWETKAN SECARA ALAMI, DAN BERUMUR PALING MUDA PLISTOSEN (1.65 JUTA TAHUN YANG LALU)

SYARAT-SYARAT HEWAN DAPAT TERFOSILKAN:

HEWAN ATAU TUMBUH-TUMBUHAN MEMPUNYAI BAGIAN YANG KERAS

SETELAH MATI CEPAT TERKUBUR PADA MEDIA PELINDUNG YANG BAIK SEHINGGA TERHINDAR DARI PENGRUSAKAN BAIK SECARA BIOLOGI, FISIK MAUPUN KIMIAWI

TERDAPAT PADA LINGKUNGAN REDUKTIF

MEDIA PELINDUNG YANG BAIK

SEDIMEN BERBUTIR HALUS

Embed Size (px)
Recommended