Home >Documents >Geliat Industri Kreatif Jawa Tengah

Geliat Industri Kreatif Jawa Tengah

Date post:22-Mar-2016
Category:
View:230 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
e-Paper Bulan November 2011. © 2011. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Website : http://dinperindag.jatengprov.go.id | Email : info@dinperindag.jatengprov.go.id | Twitter : @dinperindag | Facebook : https://www.facebook.com/dinperindagprov
Transcript:
  • E-PAPER DINPERINDAG Provinsi Jateng

    EDISI NOVEMBER 2011

    ONE TEAM, ONE SPIRIT, ONE GOAL

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Jl. Pahlawan No. 4 Telp. 8311705, 8311708, Fax.8311707, 8451700 S E M A R A N G 5 0 2 4 1

    website : http://dinperindag.jatengprov.go.id

  • EDISI NOVEMBER 2011

    TIM PENYUSUN E-PAPER INFO INDAG Penanggung Jawab : Kepala Dinas

    Pengarah : 1. Sekretaris Dinas 2. Para Kepala Bidang/Balai

    Ketua Umum : Sigid Adi Brata Sekretaris : Siti Chiswati

    Ketua Redaksi : Nina Veronika Marthahima Redaksi : 1. Hadi Pangestu

    : 2. Sigid Adi Brata : 3. Teguh Prihadi : 4. Listyati PR

    : 5. Kumarsi : 6. Subandi : 7. Faria Suryani

    Publikasi TI : 1. Nandhi Nur Ardisasmito 2. Febriyan Nurul Santoso

    Sekretariat Operasional

    :

    1. Hery Sutantyo K

    2. Rebo Sukimin 3. Nugroho 4. Ludyantoro Sri Marsetyo

    5. Budi Prasetyo

    Sekapur Sirih

    GELIAT INDUSTRI KREATIF DI JAWA TENGAH

    ASSALAMUALAIKUM WR WB.

    Pada saat ini, dunia

    telah memasuki era

    industri pada

    gelombang ke-empat,

    yaitu industri ekonomi

    creative (creative

    economic industri). Industri ini telah mampu

    mengikat pasar dunia dengan jutaan

    kreativitas dan ide yang dapat dijual secara

    global. Industri kreatif adalah industri yang

    bermuara pada intelektualitas, ide, dan

    gagasannya yang orisinil lantas

    merealisasikannya berdasarkan pemikiran

    serta rasa dari lubuk hati yang paling dalam

    sebagai insan kreatif yang ingin

    memajukan industri di tanah airnya secara

    umum, dan potensi bisnis kreatif sektor

    industri di daerahnya masing-masing.

    Ada 14 sektor Industri kreatif yang

    belakangan ini gencar di sosialisasikan oleh

    pemerintah, yaitu periklanan; arsitektur;

    barang seni; kerajinan; desain; fashion;

    permainan interaktif; musik; seni

    pertunjukan; penerbitan dan percetakan;

    layanan komputer dan peranti lunak; radio

  • EDISI NOVEMBER 2011

    dan televisi; riset dan pengembangan; serta

    film, video, dan fotografi.

    Industri ini telah membuktikan diri

    mampu menciptakan nilai tambah yang

    sangat tinggi dan memberikan ruang

    bersaing yang relatif seimbang antara

    negara maju dengan negara berkembang.

    Setelah bergulir sekitar 3 tahun di

    Indonesia, Ekonomi Kreatif dan Industri

    Kreatif semakin hangat dibicarakan baik

    oleh pemerintah, swasta dan pelakunya

    sendiri. Merespon perkembangan

    paradigma Industri Kreatif dewasa ini,

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus

    berupaya mengembangkan industri kreatif

    meskipun kontribusi sektor itu terhadap

    Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

    belum optimal.

    Di Tahun 2011 Dinas Perindustrian

    dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah

    mengkampanyekan 100 % Cinta Indonesia

    terutama untuk mengembangkan potensi

    industri kreatif di Jawa Tengah. Berbagai

    upaya yang telah dilakukan adalah dengan

    digelarnya lomba desain handicraft Jateng

    pada tanggal 8 30 November 2011 dan

    Lomba Desain mebel pada bulan Oktober

    2011, sebagai upaya menciptakan desain

    mebel yang diharapkan mampu bersaing

    baik dipasar dalam negeri maupun manca

    negara.

    Selain itu juga untuk lebih

    memperkenalkan potensi produk dan

    mempromosikan industri kreatif di Jawa

    Tengah khususnya Fashion (batik, tenun,

    busana muslim, bordir, teknologi informasi

    dan kerajinan) kepada masyarakat luas,

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan

    Provinsi Jawa Tengah Bekerjasama dengan

    Direktorat Jenderal Basis Industri

    Manufaktur (BIM), Kementerian

    Perindustrian RI menyelenggarakan Pekan

    Produk Kreatif Daerah (PPKD) tahu 2011,

    tanggal 9 13 Nopember 2011 di Java Mall,

    Peterongan Semarang di ikuti oleh 54

    peserta terdiri dari 51 stand industri

    fashion, 2 stand industri kerajinan dan 1

    stand IT, setelah itu masih berkaitan dengan

    fashion pada tanggal 18 November

    bertempat di ruang Rama-Shinta Patra Jasa

    Semarang diselenggarakan Lomba Peragaan

    Busana khusus batik, dan tenun/lurik

    diikuti oleh desainer handal se Jawa

    Tengah, selain itu kegiatan seperti

    sosialisasi, Forum Group Disscation terus

    dilakukan sebagai upaya mengembangkan

    industri kreatif di Jawa Tengah.

  • EDISI NOVEMBER 2011

    Industri kreatif tidak akan pernah

    mati selama semuanya masih punya pikiran

    dan ide kreatif yang dituangkan dalam

    karya bagi kehidupan. Untuk memacu

    percepatan gerak Industri Kreatif di Jawa

    Tengah diperlukan konsep dan komitmen

    dari kelompok industri kreatif/komunitas,

    pemikir (cendikiawan), bussnis

    (perusahaan) dan pemerintah sebagai aktor

    yang terlibat langsung dalam

    pengembangan industri kreatif. Daya kreasi

    masyarakat Jawa Tengah yang tinggi sudah

    terbukti dari zaman nenek moyang dulu,

    mereka telah menghasilkan berbagai karya

    seperti industri batik dan kerajinan.

    Demikian sekapur sirih yang dapat

    saya sampaikan, kita berharap industri

    kreatif di Jawa Tengah berkembang dengan

    cepat dan dapat memberikan kontribusi

    yang positif bagi peningkatan

    perekonomian.

    WASSALAMUALAIKUM WR WB.

    Semarang, November 2011

    Ir.IHWAN SUDRAJAT,MM

  • EDISI NOVEMBER 2011

    Tajuk Rencana

    Industri kreatif adalah bagian yang tidak

    terpisahkan dari ekonomi kreatif, perlu kita

    sadari bahwa ekonomi kreatif, yang berfokus

    pada penciptaan barang dan jasa dengan

    mengandalkan keahlian, bakat dan kreatifitas

    sebagai kekayaan intelektual adalah harapan

    kita untuk bangkit bersaing dan meraih

    keunggulan dalam ekonomi global. Untuk

    mengembangkan industri kreatif diperlukan

    kolaborasi antara berbagai aktor antara lain

    intelektual, usahawan, dan pemerintah menjadi

    sangat penting dan merupakan syarat yang

    mendasar, tanpa kolaborasi antar elemen

    tersebut dikhawatirkan pengembangan industri

    kreatif tidak berjalan selaras, efisien dan

    tumpang tindih, hal ini disebabkan setiap aktor

    memiliki peran yang signifikan namun juga

    memerlukan kontribusi dari aktor lainnya.

    Disamping aktor diperlukan pilar kuat

    yang mampu mendukung pengembangan

    industri kreatif, pilar tersebut meliputi industri ,

    karena tanpa industri kreativitas tidak dapat

    dihitung secara ekonomi, hanya produk kreatif

    yang bisa dihitung dan merupakan hasil

    kreativitas yang dikaitkan dengan transaksi dan

    komersialisasi, selanjutnya pilar Technology

    yang berfungsi sebagai kendaraan dan

    perangkat (tools) bagi pengembangan landasan

    ilmu pengetahuan. Teknologi bisa dipakai dalam

    berkreasi, memproduksi, berkolaborasi,

    mencari informasi, distribusi dan sarana

    bersosialisasi, berisikan metode-metode dan

    teknik atau aktifitas yang membentuk atau

    mengubah budaya, berikutnya pilar Resources

    yang merupakan input uang dibutuhkan dalam

    proses penciptaan nilai tambah, selain ide dan

    kreatifitas yang dimiliki oleh sumber daya insani

    yang merupakan landasan dari industri kreatif,

    sumber daya meliputi sumber daya alam yang

    mempunyai keunikan dituangkan dalam

    produk-produk seperti desain, kerjinan dan

    fashion dapat memberikan identitas nasional

    untuk bersaing di pasar global. Selanjutnya

    Institution dalam pengembangan industri

    kreatif dapat didefinisikan sebagai tatanan

    sosial dimana didalam nya terdapat norma

    adat, sistem nilai, atau peraturan perundangan

    undangan sehingga diperlukan proteksi

    terhadap ide-ide dengan mekanisme Hak Atas

    Kekayaan Intelektual (HKI) dan pilar yang

    terakhir adalah Finansial Intermediary sebagai

    pendukung dari kegiatan industri kreatif

    khususnya berkaitan dengan penyaluran dana

    industri kreatif memiliki banyak kreasi ada yang

    berbentuk produk fisik dan ada juga yang non

    fisik, dengan berkembangnya IT banyak produk

    non fisik yang memanfaatkan dunia maya

    sehingga berbentuk digital, harus ada

    pandangan lembaga keuangan terhadap

    industri ini dan menciptakan perangkat finansial

    yang mendukung era digital tidak tradisional

    dengan hanya menyalurakan pinjaman dengan

    jaminan fisikal.

  • EDISI NOVEMBER 2011

    Berbicara industri kreatif tidak bisa

    lepas dari Industri logam yang menjadi industri

    inti, keberadaannya sebagai dasar

    pembangunan industri, baik industri berbasis

    agro, industri hasil hutan, industri berteknologi

    tinggi dan industri pedesaan. Industri logam

    juga berperan sebagai pendukung dan

    penunjang utama dalam rekayasa industri,

    termasuk penunjang substitusi impor seperti

    menyediakan komponen, spare part dan

    peralatan lainnya.

    Potensi industri logam di Jawa Tengah

    sangat strategis dan potensial untuk terus

    dikembangkan, mengingat sektor ini mampu

    menggerakkan perekonomian daerah, sebagai

    pemasok kebutuhan sektor industri

    manufaktur, otomotif, permesinan, pertanian,

    perkapalan dan peralatan teknologi tinggi baik

    untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri,

    disamping itu industri ini menyerap banyak

    tenag

Embed Size (px)
Recommended