Home >Documents >GCG Report 2008

GCG Report 2008

Date post:17-Jan-2017
Category:
View:215 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 2008

    laporan pelaksanaan

    good corporate governancePT. Bank Syariah Mega Indonesia

  • LAPORAN PELAKSANAANGOOD CORPORATE GOVERNANCE

    PT BANK SYARIAH MEGA INDONESIA

    TAHUN 2008

    KERTAS KERJASELF ASSESSMENT

    GOOD CORPORATE GOVERNANCE PT BANK SYARIAH MEGA INDONESIA

    TAHUN 2008

  • LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2008

    PT Bank Syariah Mega Indonesia Hal 1

    DAFTAR ISI HalA. PENGANTAR 3 B. PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG) 4 I. PELAKSANAAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS &

    DIREKSI a. Pelaksanaan Tugas & Tanggung Jawab Dewan Komisaris 4 b. Pelaksanaan Tugas & Tanggung Jawab Dewan Direksi 6 II. KELENGKAPAN DAN PELAKSANAAN TUGAS KOMITE-KOMITE 7 III. PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN 10 IV. PENERAPAN FUNGSI KEPATUHAN, AUDIT INTERN & AUDIT

    EKSTERN10

    a. Fungsi Kepatuhan Bank 10 b. Fungsi Audit Intern 11 c. Fungsi Audit Ekstern 11 V. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN SISTEM PENGENDALIAN

    INTERN12

    VI. PENYEDIAAN DANA KEPADA PIHAK TERKAIT (RELATED PARTY) DAN PENYEDIAAN DANA BESAR (LARGES EXPOSURE)

    12

    VII. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN, LAPORAN PELAKSANAAN GCG DAN PELAPORAN INTERNAL

    13

    VIII. RENCANA STRATEGIS BANK 14

    C. KESIMPULAN UMUM PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG)

    15

    1. Aspek penilaian 15 2. Metode dan Tahapan Penilaian 15 3. Peringkat masing-masing Faktor 16 a. Pelaksanaan Tugas & Tanggung Jawab Dewan Komisaris 16 b. Pelaksanaan Tugas & Tanggung Jawab Dewan Direksi 16 c. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 16 d. Penanganan Benturan Kepentingan 17 e. Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 17 f. Penerapan Fungsi Audit Intern 18 g. Penerapan Fungsi Audit Ekstern 18 h. Penerapan Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Intern 18 i. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan

    Dana Besar (Larges Exposure) 18

    j. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan, Laporan Pelaksanaan GCG dan Pelaporan Internal

    18

    k. Rencana Strategis Bank 19 4. Nilai Komposit dan Predikat Nilai 19 5. Rencana Tindak Lanjut dan Perbaikan 21

  • LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2008

    PT Bank Syariah Mega Indonesia Hal 2

    HalD LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan

    Dana Besar (Larges Exposure) 1

    2. Permasalahan Hukum 2 3. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan 3 4. Paket / Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Dewan Komisaris

    dan Direksi4

    5. Kisaran Tingkat Penghasilan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi 5 6. Perbandingan Rasio Gaji Karyawan, Direksi dan Komisaris 6 7. Jumlah Rapat Dewan Komisaris 7 8. Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud) 8 9. Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik 9

  • LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2008

    PT Bank Syariah Mega Indonesia Hal 3

    A. PENGANTAR

    elaksanaan Tata Kelola Perusahaan Bank Mega Syariah atau yang dikenal dengan Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Bank Mega Syariah posisi tahun 2007 telah dilaporkan ke Bank Indonesia. Untuk Laporan Pelaksanaan GCG Bank Mega

    Syariah posisi tahun 2008 ini substansi nya tidak jauh berbeda dengan Laporan GCG posisi tahun 2007. Dengan tetap didasari oleh nilai-nilai perusahaan (corporate values) : Visioner, Amanah, Profesional, Konsisten, Intrepreneurship, Teamwork, Berbagi, Bank Mega Syariah terus berupaya mewujudkan visi menjadi Bank Syariah Kebanggaan Bangsa. Visi ini diterapkan dengan Memberikan layanan jasa keuangan syariah terbaik bagi semua kalangan, melalui kinerja organisasi yang unggul, untuk meningkatkan nilai tambah bagi stakeholder dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa, yang juga merupakan misi dari Bank Mega Syariah.

    Tahun 2008 ditandai dengan munculnya krisis ekonomi global yang bersumber dari AS. Suka tidak suka krisis tersebut berimbas ke Indonesia, termasuk ke lembaga perbankan, walaupun masih belum terlalu signifikan dampaknya. Namun demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk, dibutuhkan dukungan aspek-aspek GCG berupa prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility),independensi (independency), dan kewajaran (fairness) yang konsisten dari waktu ke waktu.

    Pengalaman menunjukkan bahwa aspek GCG sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis. Enron Corporation salah satu contoh tidak dijalankannya aspek GCG secara konsisten. Perusahaan energi yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat ini bangkrut pada akhir tahun 2001. Kasus tersebut pada saat itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS.

    Penerapan GCG pada Bank Mega Syariah secara konsisten terus menerus dilaksanakan dan dikembangkan pada seluruh jenjang tingkatan mulai dari Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Pejabat Eksekutif, sampai Seluruh tingkatan Pegawai, sehingga diperoleh :

    1. Tercapainya kelangsungan perusahaan dengan tata kelola yang berazaskan pada azas Transparansi, Akuntabilitas, pertanggungjawaban, Independensi, dan Kewajaran .

    2. Pemberdayaan fungs masing-masing organ perusahaan yang terdiri atas RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi.

    3. Kebijakan dan Keputusan dalam pengelolaan perusahaan dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan kepada ketentuan dan perundang-undangan.

    4. Nilai yang optimal bagi pemegang saham , Stakeholder lainnya dan Lingkungannya.

    5. Daya saing secara nasional maupun global.

    Bank Mega Syariah mempunyai komitmen yang tinggi dalam penerapan GCG, oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan penyempurnaan pelaksanaan GCG akan dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.

    P

  • LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2008

    PT Bank Syariah Mega Indonesia Hal 4

    B. PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (GCG)

    I. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI a. PELAKSANAAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

    Dewan Komisaris Bank Mega Syariah berjumlah 3 (tiga) orang termasuk diantaranya adalah 1 (satu) orang Komisaris Utama. Semua Dewan Komisaris merupakan pihak independen yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan Bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

    Adapun tugas dan tanggung jawab Dewan komisaris adalah : 1. Dewan Komisaris telah memastikan terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip

    GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

    2. Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala maupun sewaktu-waktu, serta memberikan nasihat kepada Direksi. B

    3. Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris telah mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank.

    4. Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional Bank, kecuali dalam hal: penyediaan dana kepada pihak terkait, dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan/atau peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.

    5. Dewan Komisaris telah memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

    6. Dewan Komisaris memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan, dan keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

    7. Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara independen.

    8. Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi.

    9. Pengangkatan anggota Komite, telah dilakukan Direksi berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.

    10. Dewan Komisaris telah memastikan bahwa Komite yang dibentuk telah menjalankan

  • LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN 2008

    PT Bank Syariah Mega Indonesia Hal 5

    tugasnya secara efektif.

    11. Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja, dan rapat.

    12. Dewan Komisaris telah menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara optimal.

    PENUNJUKAN DEWAN KOMISARIS

    NAMAKOMISARISJABATAN

    PERSETUJUAN BI RUPS TAHUNBERAKHIRKETERANGAN

    MarieMuhammad(Komisaris

    Utama)

    22 September 2004 30 April 2007 2010

    Dudi H Syahlani (Komisaris)

    27 September 2004 30 April 2007 2010

    BerdasarkanRUPS 30 Juni

    2008pengunduran diri Ybs secara resmi

    diterima

    Ari Prabowo (Komisaris) 27 November 2001 30 April 2007 2010

    Deddy Kusdedi (Komisaris) 4 September 2008 30 Juni 2008 2010

    BerdasarkanRUPS 30 Juni 2008 secara

    resmi diangkat menjadi

    komisaris

    Seluruh anggota Dewan Komi

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended