Home >Documents >Gcg Pertemuan 9 Fix

Gcg Pertemuan 9 Fix

Date post:29-Jan-2016
Category:
View:225 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Description:
Good Corporate Governance 9
Transcript:

1

GOOD CORPORATE GOVERNANCEPERTEMUAN 9

PERAN AUDIT INTERNAL DAN MANAJEMEN RISIKO

KASUS BANK MEGA

Kelompok 9Gusti Agung Ayu Pradnya Swari

(1315351075/13)

Ni Luh Putu Nuarsih

(1315351078/14)

L.A Loranita Gladys Cendana W.

(1315351079/15)

Cokorda Istri Intan Paramita Dewi

(1315351086/16)

Program EkstensiFakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

2015

A. Analisis Peran Internal Audit dalam Manajemen Risiko PerusahaanMenurut Ikatan Auditor Internal (Institute of Internal Auditors-IIA), Audit Internal adalah aktivitas independen, keyakinan objektif, dan konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi dalam upayanya mencapai tujuan dengan berbagai cara seperti melakukan pendekatan sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola oragnisasi. Menurut IIA Enterprise-wide Risk Management (ERM) adalah proses terstruktur, konsisten, dan terus-menerus di seluruh organisasi untuk mengidentifikasi, menilai, memutuskan tanggapan atau respon terhadap pelaporan tentang peluang dan ancaman yang mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Manajemen Risiko perusahaan adalah sebuah proses, dipengaruhi oleh dewan entitas direksi, manajemen dan personel lainnya, diterapkan dalam peraturan strategis dan di seluruh perusahaan, yang dirancang untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang dapat mempengaruhi entitas, dan mengelola risiko untuk berada dalam risk appetite, untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan entitas.

Peranan inti dari audit internal dalam ERM adalah untuk memberikan jaminan yang objektif kepada dewan atas efektivitas dari manajemen risiko. Keterlibatan audit internal didalam ERM dapat menambah nilai organisasi tetapi juga menimbulkan risiko yang akan mengganggu organisasi tersebut. Risiko yang dihadapinya adalah akan munculnya kompromi terhadap independensi dan objektivitas internal dari auditor tersebut. Untuk menanggapi isu ini IIA mengeluarkan surat pernyataan yang berisikan peran inti audit internal dalam hal ERM serta peran yang tidak seharusnya dilakukan audit internal, berikut ini merupakan rincian isi pernyataan tersebut:

IIA membagi peran Audit Internal dalam ERM menjadi tiga kategori, yaitu: 1. Peran audit internal inti dalam ERMa. Pemberian keyakinan pada desain dan efektivitas proses manajemen risko b. Pemberian keyakinan bahwa risiko dievaluasi dengan benar

c. Mengevaluasi proses manajemen risiko

d. Mengevaluasi pelaporan mengenai status dari risiko-risiko kunci dan pengendaliannya

e. Meninjau pengelolaan risiko-risiko kunci, termasuk efektivitas dari pengendalian dan respon lain terhadap risiko-risiko tersebut

2. Peran audit internal yang sah dengan pengamanana. Memulai pembentukan ERM dalam organisasi

b. Mengembangkan strategi manajemen risiko bagi persetujuan dewan c. Mempertahankan dan mengembangkan kerangka ERM

d. Memfasilitasi identifikasi dan evalusi risiko

e. Pelatihan manajemen tentang merespon risiko f. Mengkoordinasikan kegiatan ERM

g. Mengonsolidasi laporan mengenai risiko

3. Peran audit internal dalam ERM yang tidak boleh dilakukana. Mengatur minat risiko (risiko appetite) b. Menerapkan proses manajemen risiko c. Menjamin manajemen risiko

d. Membuat keputusan pada respon risiko

e. Menerapkan respon dan manajemen risiko atas nama manajemen f. Akuntabilitas manajemen risiko

Menurut Crowe Horwath, peranan internal audit dalam manajemen risiko adalah sebagai berikut:

1. Proaktif mendukung dan berpartisipasi dalam upaya ERM organisasi, termasuk pembentukan ERM.

2. Mempermudah identifikasi daerah berisiko bagi organisasi serta proses yang paling penting bagi organisasi

3. Memastikan strategi bisnis terkait dengan proses ERM

4. Mengawasi proses pemahaman, menilai, merancang dan mendokumentasikan kontrol

5. Risiko persedian organisasi dan kepatuhan kegiatan serta usaha untuk mengintegrasikan kedalam metodologi umum

6. Mengevaluasi bisnis dan proses manajeman untuk mengambil tanggung jawab untuk ERM

Secara lebih mendetail, beberapa peranan internal audit didalam manajemen risiko yang dapat dijelaskan secara mendetail adalah:

1. Memeriksa kelayakan program manajemen risiko

Dalam kaitannya dengan peranan ini adalah, internal audit berperan untuk memeriksa, mengevaluasi, serta memberikan respon terhadap kelayakan administrasi, manajemen risiko, dan proses pengendalian terkait untuk menyediakan jaminan atas kelayakannya. Dengan peranan ini sudah dipastikan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh internal audit pasti berkaitan atau berpengaruh terhadap program manajemen risiko. Pada peranan ini internal audit juga dapat memberikan penilaian apa sebenarnya risiko potensial yang akan timbul kapan saja yang dapat menggangu keberlangsungan usaha pencapaian tujuan organisasi, sehingga berbagai program yang dibuat dalam manajemen risiko dapat mengantisipasi berbagai potensial risiko yang ada.

2. Memeriksa dan melaporkan praktik mitigasi risiko utama

Dalam peranan ini, internal audit seharusnya juga dapat memeriksa dan melaporkan proses-proses yang dilakukan atau dijalankan oleh bagian manajemen risiko dalam melakukan mitigasi risiko-risiko utama yang terkait dengan operasional perusahaan sehari-hari. Tugas ini dapat berupa: membuat rencana audit berkala terhadap masing-masing risiko yang sebelumnya sudah ada atau yang baru berpotensi ada, dimulai dari rencana pencegahan, tindakan pencegahan, rencanan penanganan, tindakan penanganan, serta pencapaian atas rencana mitigasi risiko yang telah dilaksanakan.

3. Memberikan saran, rekomendasi, dan konsultasi mitigasi risiko

Sebagai mana mestinya, dalam proses pemeriksaan (internal audit), pasti akan dihasilkan suatu potensi risiko ataupun risiko yang memang telah dihadapi organisasi, dan semestinya dengan dilakukannya pemeriksaan tersebut selain dapat mengidentifikasi risiko juga dapat memberikan saran dan masukan bagaimana seharusnya manajemen risiko mengimplementasikan programnnya dan menghadapi risiko-risiko yang ada untuk dapat meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul. Selain itu, internal audit seharusnya dapat menjadi sumber informasi dan juga tempat konsultasi bagi manajemen dalam mengimplementasikan program-programnya.

4. Menjadi pemimpin dalam menyusun dan melakukan uji coba implementasi

Standar Operasi dan Prosedur (SOP), terkait dengan manajemen risiko

Dalam peranan ini, internal audit menjadi asistensi mengawal dan menggiring risiko menuju garis batas yang masih dapat ditoleransikan oleh organisasi atau perusahaan.

Setelah melihat penjabaran mengenai peranan internal audit dalam manajemen risiko diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pada saat ini telah terjadi pergeseran pandangan menganai internal auditor di sebuah organisasi, yang pada awalnya dianggap sebagai polisi organisasi dengan penilaian-penialain yang diberikannya saat ini pandangan mengenai auditor internal telah bergeser menjadi business partner yang tidak dapat dipisahkan dari proses manajemen organisasi.

B. Peran Internal Audit dalam Pelaksanaan CG yang Efektif

Menurut peraturan Bapepam LK No. IX.I.7, Audit Internal adalah kegiatan pemberian keyakinan (assurance) dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan yang sistematis, dengan cara mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola perusahaan.

Para Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS-QIA) serta Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII) berkeyakinan bahwa fungsi audit internal yang efektif mampu menawarkan sumbangan penting dalam meningkatkan proses corporate governance. Internal audit merupakan dukungan penting bagi komisaris, direksi, komite audit, dan manajemen senior dalam membentuk fondasi bagi pengembangan corporate governance didalam suatu organisasi atau perusahaan. Fungsi audit internal biasanya dilakukan bukan dengan tujuan menguji kelayakan laporan keuangan, akan tetapi untuk membantu pihak manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan-kelemahan, kegagalan- kegagalan, dan inefisiensi dari berbagai program yang telah direncanakan oleh organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Audit internal berpengaruh secara signifikan terhadap implementasi good corporate governance, dimana semakin tinggi peran audit internal maka akan semakin mendukung kinerja implementasi good corporate governance (GCG). Auditor internal berperan untuk memastikan terlaksananya prinsip-prinsip GCG yang telah dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, yaitu yang meliputi transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran yang nantinya akan mampu memberian kejelasan mengenai fungsi, hak dan tanggung jawab antara pihak-pihak yang berkepentingan atas perusahaan, proses pengendalian internal dan menciptakan keseimbangan organ perusahaan dan juga keseimbangan antar stakeholders.Didalam Crowe Horwarth (2011), pada tingkat yang lebih tinggi , tata kelola perusahaan memiliki tujuh komponen yang saling terkait yaitu, dewan direksi dengan komite, hukum dan peraturan, pengungkapan dan transparansi, praktik bisnis dan etika, manajemen risiko perusahaan, pemantauan, dan komunikasi. Tujuh komponen ini memberikan pandangan yang komprehensif, kompleks, keterkaitan dan variable organisasi harus mengelolanya dengan

Embed Size (px)
Recommended