Home >Documents >GCG & COC.pdf

GCG & COC.pdf

Date post:12-Jan-2017
Category:
View:225 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Gedung Pertamina Kwarnas 7th Floor

    Jl. Medan Merdeka Timur No.6. Jakarta 10110

    Telp : +62-21 350 8020

    Email: huluenergi@pertamina.com www. pertamina.com

    PT. PERTAMINA HULU ENERGI

  • ii 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    DAFTAR ISI

    1.1. Tujuan Penyusunan Pedoman

    Pedoman Good Corporate Governance (GCG) ini disusun dengan tujuan untuk menjadi acuan bagi Organ Perusahaan dalam mengelola Perusahaan secara sehat, beretika, serta memperhatikan pemenuhan kepentingan stakeholders secara seimbang.

    Pedoman ini disusun berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Perusahaan dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Perusahaan, khususnya yang mengatur mekanisme kerja Organ Perusahaan yang terdiri dari RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi. Pedoman ini juga mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan PT Pertamina, serta Pedoman Good Corporate Governance dari Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance.

    Pedoman ini disusun dengan metode yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan dan penyesuaian standar Good Corporate Governance yang lebih konstruktif dan fleksibel bagi seluruh fungsi organisasi Perusahaan. Perusahaan menyadari bahwa terdapat aspek Good Corporate Governance yang perlu dan telah diberlakukan dengan peraturan perundang-undangan, namun terdapat aspek lain yang sebaiknya diterapkan sesuai dengan perkembangan yang ada.

    Dengan demikian Pedoman ini dimaksudkan agar bersifat dinamis, sehingga dari waktu ke waktu Perusahaan dapat menyesuaikannya dengan laju perkembangan pasar dan struktur masyarakat yang dinamis. Pedoman ini pada hakekatnya dapat berubah (evolutionary in nature) dan harus dibaca serta dikaji hubungannya dengan perubahan yang dapat diantisipasi dari waktu ke waktu, baik yang bersifat internal maupun eksternal, dan ditingkat nasional maupun internasional.

    1.2 Tujuan Penerapan Good Corporate Governance Penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai

    JUDUL

    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1. Tujuan Penyusunan Pedoman

    1.2. Tujuan Penyusunan Good Corporate Governance

    1.3. Ruang Lingkup

    1.4. Pengertian

    1.5. Visi dan Misi

    1.6. Tata Nilai Perusahaan

    1.7. Referensi

    BAB II GOOD CORPORATE GOVERNANCE

    2.1. Prinsip - prinsip Good Coporate Governace (GCG)

    BAB III ORGAN PERUSAHAAN

    3.1. Hubungan Antar Organ Perusahaan

    3.2. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

    3.3. Dewan Komisaris

    3.4. Direksi

    BAB IV STANDAR AKUTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL

    4.1. Standar Akutansi

    4.2. Sistem Pengendalian Internal

    BAB V KEBIJAKAN DASAR PERUSAHAAN

    5.1. Perspektif Kebijakan

    ii

    1

    1

    2

    3

    3

    4

    4

    6

    7

    7

    11

    11

    11

    15

    25

    38

    38

    39

    42

    42

  • 2 3

    landasan operasional kegiatan usaha secara konsisten diyakini akan meningkatkan citra dan kinerja perusahaan, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai Pemegang Saham (shareholders value) dengan tetap memperhatikan pemenuhan kebutuhan stakeholders secara seimbang.

    Dengan demikian penerapan GCG dimaksudkan untuk:

    a. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan penerapan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban,

    b. Mendorong agar pengambilan keputusan dan pelaksanaan tindak lanjutnya dilakukan oleh Organ Perusahaan dengan didasarkan pada nilai moral yang tinggi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan.

    1.3. Ruang Lingkup

    Ruang lingkup pedoman ini adalah untuk memberikan acuan dalam pelaksanaan GCG kepada :a. Pemegang Saham Perusahaanb. Dewan Komisaris Perusahaanc. Direksi Perusahaand. Direktur Utama Perusahaan selaku Kuasa Pemegang Saham terhadap

    penyertaan saham secara langsung.

    1.4. Pengertian

    a. Perusahaan dalam Pedoman ini adalah PT. Pertamina Hulu Energi (PHE), kecuali dalam konteks kalimat tertentu mempunyai arti sebagai perusahaan secara umum

    b. Direksi Perusahaan adalah unsur pimpinan Perusahaan yang terdiri dari seorang Direktur Utama sebagai pimpinan dengan didampingi Direktur Operasi, Direktur Usaha Internasional, Direktur Keuangan, serta Direktur Pengembangan Korporasi dan SDM sebagai Anggota.

    c. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ Perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam Perusahaan dan

    memegang kekuasaan atas segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Dewan Komisaris sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

    d. Etika adalah sekumpulan norma atau nilai yang tidak tertulis yang diyakini oleh suatu kelompok masyarakat sebagai suatu standar perilaku kelompok tersebut.

    e. Organ Perusahaan adalah: OrganUtamayangterdiriatasPemegangSaham/RUPS,Komisaris,

    dan Direksi beserta jajaran manajemen. OrganPendukungyangterdiriatasKomiteAudit,KomiteInvestasi,

    Sekretaris Perseroan, Manajemen Risiko & Kepatuhan, dan Auditor Eksternal.

    f. Manajer adalah para pekerja Perusahaan yang memegang jabatan sebagai Manajer Fungsi pada Perusahaan.

    g. Stakeholder Utama adalah stakeholder yang memiliki pengaruh dan merasakan akibat langsung paling besar akibat tindakan Perusahaan.

    1.5. Visi dan Misi

    Visi : Menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia

    Misi : Melaksanakan pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor minyak dan gas bumi secara profesional dan berdaya laba tinggi yang serta memberikan nilai tambah bagi stakeholders.

    1.6. Tata Nilai Perusahaan

    Sebagaimana perusahaan pada umumnya, PHE memiliki nilai-nilai perusahaan (corporate values) yang mendasari tindakan-tindakan dari anggota atau unsur Perusahaan. Tata Nilai perusahaan mengacu kepada Tata Nilai perusahaan induk yaitu Six - C yang akan diimplementasikan kepada seluruh pekerja perusahaan, sebagai berikut :

    Clean:Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik

  • 4 5

    Competitive: Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja

    Confident: Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa

    CustomerFocused: Berorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan

    Commercial:Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat

    Capable: Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

    1.7. Referensi1. Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas2. Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik

    Negara3. Undang-undang no. 8 Tahun 1995 tentang Penanaman Modal4. Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan

    Perseroan, jo Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 20015. SuratKeputusanBUMNNo.Kep-117/MBU/2002tentangPenerapan

    Praktik GCG pada BUMN6. SuratKeputusanBUMNNo.Kep-103/MBU/2002tentang

    pembentukan Komite Audit bagi BUMN7. Anggaran Dasar PT. Pertamina Hulu Energi

    BAB II

    GOOD CORPORATE GOVERNANCE

    2.2. Prinsip-prinsip GoodCorporateGovernance(GCG)

    Semangat atau jiwa untuk menerapkan Good Corporate Governance di lingkungan Perusahaan tercermin dalam prinsip-prinsip GCG yang diakomodasikan dalam penyelenggaraan kegiatan usaha sehari-hari Perusahaan, yang dalam hal ini terdiri atas:a. Keterbukaan (Transparancy) Dalam hal ini adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses

    pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi material dan relevan mengenai Perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

    Perusahaan akan menjamin akurasi informasi material menyangkut kinerja, keadaan keuangan, pengelolaan serta kepemilikan saham Perusahaan dan lain-lain informasi yang penting dan relevan serta akan mengungkapkannya secara terbuka, jelas dan tepat waktu dalam media dan disampaikan kepada seluruh stakeholders utama Perusahaan.

    Perusahaan akan mengungkapkan informasi tersebut di atas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan disarankan oleh praktik-praktik Good Corporate Governance.

    b. Akuntabilitas(Accountability) Akuntabilitas adalah kejelasan fungsi, hak, pelaksanaan, dan

    pertanggung-jawaban organ perusahaan guna terlaksananya pengelolaan kegiatan usaha Perusahaan secara efektif.

    Perusahaan akan mendefinisikan fungsi, hak dan tanggung jawab serta kewajiban masing-masing Organ Perusahaan dan mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada setiap pihak yang berkepentingan. Oleh karenanya setiap keputusan dalam Perusahaan akan jelas aspek akuntabilitasnya. Disamping itu Perusahaan senantiasa berupaya

  • 6 7

    menjaga keseimbangan kepentingan Pemegang Saham, serta pihak lain yang berkepentingan (stakeholders).

    Perusahaan menerapkan prinsip Akuntabilitas sebagai salah satu cara untuk mengatasi persoalan yang timbul karena adanya pembagian tugas (division of authority) antar organ Perusahaan serta mengurangi dampak dari agency problem yang timbul akibat perbedaan kepentingan antara Manajemen, Pemegang Saham dan Stakeholders.

    Perusahaan mengakui adanya tiga tingkatan akuntabilitas, yaitu :

    1) Akuntabilitas Individual Akuntabilitas individua

Embed Size (px)
Recommended