Home >Documents >Gangguan Keseimbangan Cairan, Elektrolit, Dan Asam

Gangguan Keseimbangan Cairan, Elektrolit, Dan Asam

Date post:02-Aug-2015
Category:
View:189 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Transcript:

Gangguan Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa

HG 2 Annisa Rahmawati Cahya Novita Sari Eka Septia Wahyuni Juwanty Eka Putri Musayemah Kurnia Putri Oktaviany

DIARE

Definisi DiareDiare adalah peningkatan jumlah feses dan peningkatan pengeluaran feses yang cair dan tidak berbentuk dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah dan lender dalam tinja (Potter & Perry, 2005). Kandungan air feses lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam.

Klasifikasi DiareAkut Waktu Kronis Diare Osmotik Diare Sekretorik Patofisiologi Diare Malabsorpsi

Diare

Diare Eksudatif Diare Infektif Diare Non Infektif Diare Dehidrasi Ringan Derajat dehidrasi Diare Dehidrasi Sedang Diare Dehidrasi Berat

Penyebab infeksi / tidak

Etiologi DiareDiare akut Bakteri : Shigella Sp, E. Coli Patogen, Salmonela Sp, Vibrio Cholera, Yersinia Entreo Colytica, Campylobacter Jejuni, V. Parahoemoliticus, VNAG Staphylococcus Aureus, Streptococcus, Klebsiella, Pseudomonas, Aeromonas, Proteis, Dll Virus : Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus, Norwalk like virus, Cytomegalovirus (CMV), echovirus, HIV virus Parasit-protozoa : Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Cryptosporadium parvum, Balantidium coli Worm : A. Lumbricoides, cacing tambang, trichuris trichura, S. sterocoralis, cestodiasis dll Fungus : Kardia/moniliasis Parenteral : Otitis Media Akut (OMA), pneumonia, travellers diarrhea : E. Coli, giardia lambia, shigella, entamoeba histolyca dll Intoksikasi makanan : makanan beracun atau mengandung logam berat, makanan mengandung bakteri atau toksin : clostridium perfringens, B. Cereus, S. Aureus, streptococcus anhaemohytivus dll Alergi : susu sapi, makanan tertentu Malabsorbsi/maldifestasi : karbohidrat : monosakarida (glukosa, galaktosa, fruktosa), disakarida (lakstosa, maltosa, sakarosa), Lemak : rantai panjang trigliserida, protein : asam amino tertentu, celiacsprue gluten malabsorbtion, protein intolerance. Cows milk, vitamin & mineral Imunidefisiensi Terapi obat, antibiotik, kemoterapi, antasid, dll Tindakan tertentu seperti gastrektomi, gastroenterostomi, dosis tinggi terapi radiasi Lain-lain : sindrom zollinger-ellison, neuropati autonomik (neuropati diabetik)

Mekanisme Diare

v DIARE

Virus

Bakteri Lambung HCL

Makanan (basi, keracunan) Memproduksi enterotoksin dan neurotoksin Bakteri mati Gangguan motilitas usus hiperperistaltis Makanan berlalu cepat dalam usus Penurunan absorbsi makanan di usus Neutrofil mengeluarkan Pirogen endogen Prostaglandin Titik patokan hipotalamus Mengawali respon dingin Produksi panas Pengurangan panas peningkatan volume cairan diusus Diare

Psikologis

Malabsorbsi protein dan karbohidrat

Menembus dinding usus Menginfeksi dan merusak vili usus halus

Stimulus saraf simpatis hiperperistaltis usus meningkat

Terdapat enzim yang tidak disekresikan Sekresi cairan dan elektrolit tetap Sehingga zat makanan menjadi lebh hipertonik Tekanan osmotik meningkat

Bakteri dapat lolos & masuk duodenum

Kerusakan Sel Berkembang biak Perbaikan sel kuboid/ sel epitel pipih yang baru

Penurunan penyerapan makanan Peningkatan cairan di usus

Memproduksi enterotoksin (enzim siklik adenilase)

Penurunan BB Diare

Permeabilitas usus meningkat Sekresi air dan elektrolit meningkat Air dan elektrolit berpindah ke rongga

Fungsi usus belum stabil

ATP cAMP

()

Tidak mengabsorpsi makanan dan cairan dengan baik

Merangsang sekresi cairan di usus Volume cairan di usus meningkat Motilitas usus meningkat

Tekanan koloid osmotic meningkat

Gangguan absorbsi Volume rongga usus meningkat

Motilitas usus meningkat Diare

Diare Suhu tubuh meningkat ke titik patokan baru

Respon untuk mengeluarkan Diare

Demam Diare Kehilangan cairan dan elektrolit berlebihan dehidrasi Syok hipovolemik

Lesi disaluran pencernaan

Melambatnya gerakan peristaltic usus dan sekresi pancreas ke dalam lambung

muntah Menekan aktivitas lambung Serabut aferen di usus memicu pusat muntah di medula

Diare Diare adalah peningkatan jumlah feses dan peningkatan pengeluaran feses yang cair dan tidak berbentuk dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah dan lender dalam tinja yang mempengaruhi proses pencernaan, absorpsi, dan sekresi dalam saluran GI (Potter & Perry, 2005).

Klasifikasi Diare Diare Akut Etiologibakteri, virus, parasit, dan non-infeksikelainan endokrin, kelainan hati, kelainan pankreas, infeksi, keganasan

Diare Kronik

Komplikasi Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik atau hipertonik). Renjatan hipovolemik. Hipokalemia (hiptoni otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektro kardiagram). Hipoglikemia. Introleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa, usus halus. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik. Malnutrisi energi, protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan.

DehidrasiHIPOTONIKISOTONIK HIPERTONIK

Keseimbangan Cairan, Elektrolit dan Asam Basa

Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

Dalam mempertahankan suatu hemostasis, pemasukan cairan melalui ingesti atau produksi metabolik harus diseimbangkan dengan pengeluarannya yang setara melalui ekskresi atau konsumsi metabolik.

Air merupakan penyusun tubuh terbanyak sekitar 60% berat tubuh Terdiri dalam 2 kompartemen : - CIS (2/3 total H20 tubuh) - CES (1/3 total H2O tubuh) * interstisial (4/5 volume CES) * plasma (1/5 volume CIS) * Plasma dan cairan interstisium dipisahkan oleh dinding pembuluh darah, sedangkan CES dan CIS dipisahkan oleh membran plasma sel

Pergerakan CairanDistribusi cairan di dalam dan luar sel tergantung pada tekanan osmotic yang berkaitan dengan osmolaritas suatu cairan. Air akan bergerak dari yang konsentrasi rendah ke tinggi. pergerakan air menembus membrane sel kapiler ditentukan oleh tekanan hidrostatik dan osmotic. Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler atau penurunan tekanan osmotic koloid plasma mengakibatkan semakin banyak cairan yang bergerak dari kapiler menuju cairan interstisial

Pengaturan keseimbangan cairan berfokus pada volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel Volume cairan ekstrasel harus diatur secara ketat dalam mempertahankan tekanan darah (memelihara keseimbangan garam penting dalam pengaturan jangka panjang volume CES) Osmolaritas cairan ekstrasel harus diatur secara ketat untuk mencegah pembengkakan atau penciutan sel-sel (memelihara keseimbangan air sangat penting dalam pengaturan osmolaritas CES)

Kontrol osmolaritas CES mencegah perubahan volume CIS Osmolaritas suatu cairan adalah ukuran konsentrasi partikel zat individual yang larut di dalamnya. Semakin tinggi osmolaritas, semakin tinggi konsenstrasi zat terlarut, atau semakin rendah konsentrasi H2O, air cenderung berpindah melalui osmosis mengikuti penurunan gradien konsentrasi dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut rendah (H2O tinggi) ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut tinggi (H2O rendah).

Hipertonisitas CES (konsentrasi zat terlarut CES berlebihan, H2O berkurang ) Disebabkan oleh : insufiensi asupan H2O saat berada di gurun pasir, pengeluaran H2O berlebihan saat keringat, muntah, diare, saat diabetes insipidusJika kompartemen CES hippertonik, H2O bergerak ke luar dari sel melalui osmosis ke dalam CES yang lebih pekat sampai osmolaritas CIS setara dengan CES.

Sel dapat menciut

Hipotonisitas CES (Kelebihan H2O dari pada zat terlarut) Disebabkan oleh pasien gagal ginjal, orang minum banyak dalam waktu singkat, sekresi vasopresin yang tidak sesuai

H2O berpindah melalui osmosis dari CES yang lebih encer masuk ke dalam sel,

sel dapat membengkak

Pengurangan atau penambahan Isotonik Contoh penambahan cairan isotonik dengan pemberian cairan isotonik Contoh pengurangan cairan isotonik adalah perdarahan

Volume CES meningkat tetapi konsentrasi zat terlarut CES tetap sehingga CES tetap isotonik

Pengurangan tersebut terbatas pada CES tanpa disertai pengurangan cairan CIS

Tidak terjadi pergeseran cairan antara CES dan CIS sehingga tetap berada dalam keseimbangan osmotik

Kontrol Keseimbangan air oleh vasopresin dan rasa haus sangat penting dalam mengatur osmolaritas CES Kontrol pemasukan air oleh rasa haus. Pusat rasa haus terletak di hipotalamus dekat dengan sel penghasil vasopresin Kontrol pengeluaran air di urin oleh vasopresin

Osmolalitas

Volume CES

Merangsang osmoreseptor hipotalamus

Tekanan Darah

Reseptor volume atrium kiri

Neuron hipotalamusRasa haus

Vasopresin

Vasokontriksi arteriol

Permeabilitas tubulus distal dan pengumpul erhadap H2O Asupan H2O Reabsorpsi H2O Osmolaritas Plasma Pengeluaran urin

Volume plasma

Ketika volume CES/plasma rendah dan tekanan darah arteri rendah juga meningkatkan sekresi aldosteronNa+ dalam tubuh

Tekanan darah arteri

GFR

Aldosteron

Na+ yang difiltrasi

Na+ yang direabsorpsi

Ekskresi Na+

Volume plasma

Tekanan darah

Elektrolit terdiri dari kation dan anion. Kation utama yaitu natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca2+), dan magnesium (Mg2+). Sedangkan anion utama adalah klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-), dan fosfat (PO3-).

1) pengaturan natrium. Natrium : kation yang paling banyak jumlahnya dalam cairan ekstrasel. berfungsi mempertahankan keseimbangan air, mentransmisi impuls saraf dan kontraksi saraf. Kadar natrium serum : 135 sampai 145 mEq/L. Natrium diatur oleh asupan garam, aldosteron dan haluaran urin. Aldosterone berperan dalam mengatur keseimbangan jumlah na

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended