Home >Documents >gangguan anxietas

gangguan anxietas

Date post:15-Jan-2016
Category:
View:51 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
psikiatry
Transcript:
  • Case 6

    Nervous SystemGROUP 5FACULTY OF MEDICINE TARUMANAGARA UNIVERSITY2013

  • GANGGUAN ANXIETAS

  • DefinisiAnxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya. ( J.J GROEN)

  • TINGKAT KECEMASANKecemasan ringan (Mild Anxiety)- berhubungan dgn ketegangan dlm kehidupan sehari-hari- menyebabkan seseorang menjadi waspada, lapang persepsinya meluas, menajamkan indera- dapat memotivasi individu utk belajar & mampu memecahkan masalah scr efektif & menghasilkan pertumbuhan & kreativitasContoh :Seseorang yg menghadapi ujian akhirPasangan yg akan memasuki jenjang pernikahanIndividu yg akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggiIndividu yg tiba-tiba dikejar anjing

  • Kecemasan sedang (Moderate Anxiety)- memusatkan perhatian pd hal-hal yg penting & mengenyampingkan yg lain- perhatian seseorang menjadi selektif, namun dpt melakukan sesuatu yg lebih terarah (dgn arahan orang lain)Contoh :Pasangan yg menghadapi kelahiran anak pertama dgn resiko tinggiKeluarga yg menghadapi perpecahan Individu yg mengalami konflik dlm pekerjaan

  • Kecemasan berat (Severe Anxiety)- lapangan persepsi individu sgt sempit- perhatian terpusat pd hal yg spesifik & tdk dpt berpikir ttg hal- hal lain- semua perilaku ditujukan utk mengurangi ketegangan- diperlukan banyak arahan/perintah utk dpt terfokus pd area lainContoh :Individu yg mengalami kehilangan harta benda & orang yg dicintai karena bencana alam, kebakaran, dllIndividu dlm penyanderaan

  • Panik - individu kehilangan kendali diri & detil perhatian kurang- tidak mampu melakukan apapun meskipun dgn perintah- peningkatan aktivitas motorik, berkurangnya kemampuan berhubungan dgn orang lain, penyimpangan persepsi & hilangnya pikiran rasional- biasanya disertai dgn disorganisasi kepribadianContoh :Individu dgn kepribadian pecah/depersonalisasi

    Kecemasan yg diekspresikan langsung melalui perubahan fisiologis & perilaku, sedangkan scr tdk langsung melalui timbulnya gejala atau mekanisme koping sbg upaya utk melawan kecemasan

  • Kriteria diagnostik gangguan anxietas menyeluruh menurut DSM IV-TR a. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan yang timbul hampir setiap hari, sepanjang hari, terjadi selama sekurangnya 6 bulan, tentang sejumlah aktivitas atau kejadian (seperti pekerjaan atau aktivitas sekolah) b. Penderita merasa sulit mengendalikan kekhawatirannya c. Kecemasan atau kekhawatiran disertai tiga atau lebih dari enam gejala berikut ini (dengan sekurangnya beberapa gejala lebih banyak terjadi dibandingkan tidak terjadi selama enam bulan terakhir). Catatan : hanya satu nomor yang diperlukan pada anak : 1. Kegelisahan 2. Merasa mudah lelah 3. Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong 4. Iritabilitas 5. Ketegangan otot 6. Gangguan tidur (sulit tertidur atau tetap tidur, atau tidur gelisah, dan tidak memuaskan)

  • Kriteria diagnostik gangguan anxietas menyeluruh menurut DSM IV-TR d. Fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak terbatas pada gangguan aksis I, misalnya kecemasan atau ketakutan adalah bukan tentang menderita suatu serangan panik (seperti pada gangguan panik), merasa malu pada situasi umum (seperti pada fobia sosial), terkontaminasi (seperti pada gangguan obsesif kompulsif), merasa jauh dari rumah atau sanak saudara dekat (seperti gangguan anxietas perpisahan), penambahan berat badan (seperti pada anoreksia nervosa), menderita keluhan fisik berganda (seperti pada gangguan somatisasi), atau menderita penyakit serius (seperti pada hipokondriasis) serta kecemasan dan kekhawatiran tidak terjadi semata-mata selama gangguan stres pasca trauma.

  • Kriteria diagnostik gangguan anxietas menyeluruh menurut DSM IV-TR e. Kecemasan, kekhawatiran, atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis, atau gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain. f. Gangguan yang terjadi adalah bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya penyalahgunaan zat, medikasi) atau kondisi medis umum (misalnya hipertiroidisme), dan tidak terjadi semata-mata selama suatu gangguan mood, gangguan psikotik, atau gangguan perkembangan pervasif.

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas akibat keadaan medis umum menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas yang dicetuskan zat menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas yang dicetuskan zat menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas yang dicetuskan zat menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas yang tidak tergolongkan menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Anxietas yang tidak tergolongkan menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Campuran Anxietas Depresif menurut DSM IV-TR

  • Kriteria diagnostik Gangguan Campuran Anxietas Depresif menurut DSM IV-TR

  • AnxiolitikBenzodiazepinDiazepam, Chlordiazepoxide, Lorazepam, Alprazolam.Non-BenzodiazepinSulpiride, Buspirone, Hydroxine.Trisiklik (TC)Amitriptiline, Imipramine.Monoamin oksidase inhibitor (MAOI)Moclobemide.Selektif Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)Fluoxetine.

  • Fobia Sosial & Fobia Spesifik

  • Kriteria diagnostik Fobia Sosial DSM IV-TR Ketakutan yg nyata dan menetap dari 1 atau lebih situasi atau penampilan dimana ybs terpapar dgn orang2 yg tidak dikenal atau merasa dipermalukan oleh org lain.

    Ansietas hampir selalu tercetus ketika terpapar dgn stuasi2 sosial terkait yg ditakutkan yg mgk saja merupakan predisposisi terhadap serangan panic.

    Ketakutan mana disadari ybs sbg berlebihan atau tidak beralasan.

    Situasi2 sosial atau penampilan yg ditakuti dihindarinya atau dijalani dgn ansietas yg kuat atau menderita karenanya.

  • Kriteria diagnostik Fobia Sosial DSM IV-TR Penghindaran, kecemasan antisipatif atau penderitaan dlmsituasi2 sosial atau penampilan yg ditakuti menginterfensi secara bermakna dlm rutinitas normal, fungsi okupasi (akademik) atau hubungan2 dan aktifitas social pasien atau adanya penderitaan yg nyata ok mengalami fobia ini.

    Pada individu berusia

  • Kriteria diagnostik Fobia Sosial DSM IV-TR Ketakutan atau penghindaran tidak disebabkan efek fisilogis lsg dari zat (drug abuse, medikasi) atau suatu kondis medis umum dan tidak dpt digolongkan pd ggn mental lainnya (mis. Ggn Panik dgn/tanpa Agorafobia,Cemas Perpisahan,Dismorfik,Perkembangan Pervasif,Kepribadian Schizoid)

    Jika terdapatsuatu kondisi medis umum atau ggn mental lainnya maka hal ini tdk berhungan dgn ketakutan pd kriteria A (cth. Gemetar pd Parkinson atau menunjukan perilaku makan abnormal pd Anorexia atau Bulimia Nervosa)

  • Kriteria diagnostik Fobia Spesifik DSM IV-TR Ketakutan menetap dan nyata yg berlebihan atau tidak masuk akal terhadap satu objek spesifik atau situasi spesifik (spt penerbangan, ketinggian,hewan, saat disuntik, melihat darah)

    Ketika terpapar pd stimulus phobik hampir selalu mencetus kecemasan mendadak yg dapat menjadi serangan panik berkaitan dgn hal itu

    Ybs menyadari ketakutan ini berlebihan atau tidak masuk akal.

  • Kriteria diagnostik Fobia Spesifik DSM IV-TR D.Situasi2 phobik dihindari atau dirasakn dgn kecemasan kuat atau penderitaan.E.Penghindaran, kecemasan antisipatif, atau penderitaan pada situasi2 yg ditakutkan menganggu secara bermakna pd rutinitas normal ybs,, seperti pekerjaan (atau akademik) atau aktifitas sosial atau hubungan lainnya

    F.Jika berusia kurang dari 18 tahun maka durasinya minimal 6 bulan.

  • Kriteria diagnostik Fobia Spesifik DSM IV-TR G.Kecemasan, serangan panik, penghindaran objek atau situasi spesifik tidak dapat dikategorikan pd ggn mental lainnya spt gangguan obsesi kompulsif , gangguan depresi post trauma, Kecemasan perpisahan, Phobia sosial, panik dgn agoraphobia atau agoraphobia tanpa riwayat panik.

    Tentukan tipe:1.hewan ttt2.lingkungan alami (ketinggian, badai, air)3.tipe cedera darah - luka suntikan4.situsional (pesawat, elevator, tempat tertuutp)5.lainnya (penghindaran phobik dpt menimbulkan rasa tercekik,muntah, penyakit; pd anak sbg penghindaran suara keras)

  • Gangguan Obsesif-Kompulsif

  • DefinisiOBSESIFadalah pikiran, perasaan, ide yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak dikehendaki.

    KOMPULSIFadalah tingkah-laku yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak dikehendaki.

  • Kriteria diagnostik Obsesif DSM IV-TR Harus memenuhi 4 criteria dibawah ini :Pikiran berulang dan terus-menerus, impuls, atau gambaran yang dialami dibeberapa waktu selama gangguan yang bersifat mengganggu dan tidak sesuai dan menyebabkan kecemasan dan penderitaan.

    Pikiran, impuls, atau gambar bukanlah kekhawatiran yang berlebihan tentang masalah kehidupan nyata.

  • 3.Pasien mencoba untuk menekan atau mengabaikan pikiran seperti itu atau untuk menetralisirnya dengan beberapa pemikiran lainatau tindakan.

    4.Orang tersebut mengakui bahwa pikiran obsesional, impuls, atau gambaran adalah produk dari pikiran sendiri (tidak dipaksakan dari luar, seperti dalam penyisipan pikiran).

    Kriteria diagnostik Obsesif DSM IV-TR

  • Harus memenuhi 2 kriteria dibawah ini :

    Individu melakukan perilaku berulang (misalnya,mencuci tangan,memeriksa) atau tindakan mental (misalnya, berdoa, menghitung, mengulang kata-kata ) dalam menanggapi sebuah obsesi atau menurut aturan yang harus diterapkan secara kaku. Kriteria diagnostik Kompulsif DSM IV-TR

  • 2.Perilaku atau tindakan mental ditujukan untuk mencegah atau mengurangi gangguan atau mencegah suatu peristiwa atau situasi yang dicem

of 100

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended