Home >Real Estate >Gambaran Umum Provinsi DKI Jakarta

Gambaran Umum Provinsi DKI Jakarta

Date post:29-Nov-2014
Category:
View:499 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
Jakarta sebagai Ibu kota Negara Republik Indonesia merukan gerbang utama Indonesia, dan merupakan pusat segala kegiatan baik itu pe-merintah, pedagang, maupun kebudayaan. Perkembangan fisik Jakarta terutama ditentukan oleh sinergi daya pertumbuhan yang berasal dari pihak swasta dan pemerintah. Dalam proses pertumbuhan tersebut, berbagai sektor perekonomian berkembang pesat di ranah Provinsi DKI Jakarta, salah satu di antaranya adalah sektor industri. Perkembangan sektor ini terjadi dalam bentuk industri rumah tangga, kecil, menengah, besar dan kawasan industri. Sektor industri ini, pada hakekatnya berpe-luang untuk dijadikan objek dan daya tarik wisata (ODTW).
Transcript:
  • 1. Bab II Gambaran Umum Provinsi DKI Jakarta 1. Fisik Dasar a. Morfologi 1- Geomorfologi Berdasarkan bentuk bentang alam (landscape) yang tercermin dalam citra satelit dan kenampakan topografi, serta ditunjang oleh datadata geologi yang memberikan informasi batuan penyusun- an, maka wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya dapat di- kelompokkan dalam 4 satuan geomorfologi (modifikasi Suwiyanto, 1977), yaitu : a- Dataran Alluvial Satuan ini terletak di bagian utara, menempati 20,20 % dengan penyebaran relatif memanjang barattimur sepan- jang pantai utara, mencakup hilir S. Cisadane, S. Angke, S. Bekasi dan S. Citarum. Secara umum satuan ini memiliki ke- miringan lereng datar hingga miring landai (0 15 %), de- ngan ketinggian berkisar antara 0 16 m di atas permukaan laut. Di samping itu dalam satuan ini juga dijumpai pula bentuk darat (landform) dalam skala yang lebih lokal yaitu berupa dataran rawa, pematang pantai, dan delta, dengan batuan penyusun utama berupa endapan aluvial terdiri dari fragmen lempung hingga pasir kasar (kadangkadang ke- rikilan) yang umumnya bersifat lepas mengandung pecahan pecahan cangkang serta sisasisa tumbuhan. 1) Kipas Gunungapi Bogor Satuan ini terletak di bagian tengah daerah studi (di sebelah selatan dataran aluvial), menempati 37,75%, dengan penyebaran dimulai dari Kota Bogor di selatan dan melebar ke Cibinong, bagian hulu S. Cisadane, S. Angke, S. Ciliwung, dan S. Bekasi. Secara umum satuan ini memiliki kemiringan lereng 0,5 15 %, dengan ketinggian berkisar antara 16 195 m di atas permu- kaan laut. Akan tetapi pada beberapa tempat dijumpai adanya kemiringan lereng yang lebih terjal, terutama pada bagian selatan kipas gunungapi tersebut.
  • 2. II-2 Kipas ini umumnya disusun oleh batuan hasil rombakan vulkanik gunungapi dan tufa halus yang memiliki struktur perlapisan, sedangkan pada lembah sungainya dapat dijumpai adanya endapan aluvial dengan fragmen penyusun utama berukuran pasir halus hingga bongkahbongkah yang bersifat andesitis dan basaltis. 2) Perbukitan Bergelombang Satuan ini terletak di bagian selatan barattimur daerah studi, menempati 16,80 %, dengan penyebaran antara lain di sekitar wilayah timur G. Karang dan wilayah barat G. Endut serta bukitbukit intrusi seperti G. Dago, bukit 354, dan G. Putri, umumnya memiliki kemiringan lereng 14 40%, dengan ketinggian berkisar antara 195 1225 m di atas permukaan laut. Batuan penyusun utama pada satuan ini berupa batuan sedimen meliputi batupasir, batulempeng, batugam- ping, intrusi andesit, dan breksi tufa. 3) Gunungapi Muda Satuan ini terletak di bagian Selatan, menempati 25,25 %, dengan penyebaran antara lain di sekitar G. Masigit, G. Salak, dan Cipanas, umumnya memiliki ke- miringan lereng 15 % hingga lebih dari 70 %, dengan ketinggian berkisar antara 1225 2500 m di atas per- mukaan laut. Batuan pada satuan ini umumnya berupa endapan vulkanik gunungapi, breksi, lava, dan lahar. Wilayah pantai utara Jakarta berada pada satuan geo- morfologi dataran aluvial. Bentuk wilayah pantai seperti yang terlihat saat ini merupakan hasil keseimbangan dinamis antara unsurunsur proses yang bersumber da- rat, laut, dan udara. Kondisi alam wilayah pantai terdiri dari beberapa tipe ekosistem yang memiliki karakte- ristik yang berbeda satu sama lain dan umumnya sa- ngat peka terhadap berbagai perubahan. Aspek fisik wi- layah, organisme, dan aktifitas manusia akan saling berinteraksi, sehingga menimbulkan berbagai penga- ruh, baik positif maupun negatif. Wilayah Pantura Jakarta terutama tersusun atas endap- an aluvial lempung hingga lanauan, yang ebagian besar berupa lempung rawa yang banyak mengandung sisa sisa tumbuhan, lembab, plastisitas rendah, dan kedap air. Ketebalan lapisan ini berkisar antara 1 hingga 5 m.
  • 3. II-3 Pada bagian bawah endapan ini terdapat lapisan pasir yang memiliki daya dukung relatif lebih baik. Ongkosono (1981) melaporkan bahwa bentang alam pantai Jakarta sekarang ini lebih didominasi oleh peru- bahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, peru- bahanperubahan yang terjadi dapat berakibat positif maupun negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Berda- sarkan pada morfologi, Ongkosono, menggolongkan pan-tai Jakarta dalam 3 tipe pantai, yaitu : a) Pantai landai, terdapat di Muara Angke dan kamal. Pantai ini masih tertutup oleh vegetasi, sehingga proses pengendapan sedimen dapat berlangsung dengan sempurna. b) Pantai miring, terdapat di sekitar Ancol, Pluit, Muara Karang, pantai ini terbentuk akibat ha- bisnya hutan pantai, sehingga pantai memperoleh pengaruh langsung dari gelombang laut. c) Pantai terjal, terdapat di Kali Baru, Cilincing, Ma- runda dan tepi barat Kali Blencong, terbentuk aki- bat pengerukan pasir dan lumpur di muka pan- tainya, menyebabkan pengikisan pantai menyusup relatif jauh ke arah darat. 2- Geologi a- Gambaran Umum Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu (Turkandi dkk, 1992), Lembar Bogor (Effendi dkk, 1986), Lembar Serang (Rusmana dkk, 1991) dan Lembar Karawang (Achdan dkk, 1992), batuan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu : Kelompok Batuan Sedimen. Kelompok Endapan Permukaan. Kelompok Batuan Gunungapi. Kelompok Batuan Intrusi. Jakarta secara umum berada dalam kelompok : Kelompok Batuan Sedimen, yakni berupa Satuan Batugamping Koral (Q1), disusun oleh koloni koral, hancuran koral dan cangkang moluska, umumnya hanya terdapat di kepulauan Teluk Jakarta. Kelompok Endapan Permukaan, yakni berupa Satuan Endapan Pematang Pantai (Qbr), disusun oleh batupasir haluskasar dengan cangkang moluska, terdapat menye-
  • 4. II-4 bar di bagian Utara yang hampir sejajar garis pantai mulai Tangerang hingga Bekasi. Secara regional, struktur geologi yang berkembang memperl- ihatkan adanya 3 arah dominan yaitu arah barat laut Teng- gara timur laut barat daya, dan barat timur (Suwijanto, 1978). Sedangkan dari peta Geologi tampak bahwa struktur geologi yang berkembang berupa struktur patahan dan lipatan yang umumnya hanya berkembang baik pada batuan sedimen Tersier. Struktur lipatan berupa sinklin dan antiklin, berarah relatif barat timur, sedangkan struk-tur patahan berarah relatif utara selatan dan timur laut barat daya. Adanya struktur sesar di wilayah Jakarta juga diprediksi ber- dasarkan penafsiran Landsat dan penampang seismik yaitu berupa sesar turun yang berarah barat timur dan timur laut barat daya. Struktur sesar mendatar memanjang me- lalui daerah Kebayoran hingga Petamburan pada bagian barat dan pada bagian timur terdiri atas tiga sistem sesar mendatar yaitu melalui daerah Pasar Rebo Halim Perdana Kusuma Klender, daerah Cijantung Lubang Buaya, dan daerah Cibubur sebelah timur TMII. Struktur sesar turun barat timur juga terdiri atas tiga sistim sesar yaitu sesar turun yang melalui daerah Lebak Bulus dengan blok bagian Utara bergerak relatif turun terhadap blok bagian selatan, melalui daerah Lenteng Agung dengan blok bagian utara yang juga bergerak relatif turun terhadap blok bagian selatan, dan sesar turun yang melalui daerah Pasar Rebo dengan blok bagian selatan bergerak relatif turun terhadap blok bagian utara. Sedangkan sesar turun yang berarah ti- mur lautbarat daya melalui tenggara Cilangkap dan Cibubur dengan blok bagian barat laut bergerak relatif turun terhadap blok bagian tenggara. Secara garis besar sebaran sedimen di perairan Teluk Jakarta dapat dibagi menjadi 3 satuan endapan (PPGL, 1995) yaitu endapan lumpur dan endapan lumpur pasiran, serta endapan pasir lumpuran. 1) Endapan Pasir Lumpuran Endapan pasiri lumpuran didapatkan pada kedalaman lebih dari 15 meter dan umumnya terdiri dari material volkanik, berwarna abuabu kehitaman hingga kehijau- an, mengandung cangkang kerang dan terdapat hanya di daerah barat laut Teluk Jakarta. Besar butir umum- nya berupa pasir berukuran sedang hingga halus. Pada
  • 5. II-5 beberapa tempat endapan ini mengandung campuran kerikil yang terdiri dari fragmen batulempung yang telah teroksidasi, konkresi besi maupun terdiri atas cangkang kerang. Endapan pasir yang mengandung kerikil dijumpai terutama di sekitar Pulau Lunang, P. Bokor, dan sebelah utara P. dapur. Material volkanik yang terdapat di dalam endapan ini ditafsirkan berasal dari pegunungan di sebelah selatan kota Jakarta atau diperkirakan merupakan hasil erupsi G. Krakatau. Jika dilihat berdasarkan lokasi endapan pasir tersebut yaitu di dekat muara S. Cisadane maka diduga sungai tersebutlah yang memiliki peranan penting dalam mekanisme pengendapan pasir ini. 2) Endapan Lumpur Pasiran Endapan ini dijumpai pada 4 lokasi di daerah Teluk Jakarta, terutama berdekatan dengan Tanjung Priok. Endapan ini diduga merupakan endapan transisi antara endapan lumpur yang mendominasi perairan Teluk Ja- karta dan endapan pasir lumpuran. Dengan memper- timbangkan lokasi keterdapatannya, endapan ini boleh jadi merupakan endapan lumpur yang terbentuk terle- bih dahulu yang bercampur dengan unsur pasir yang berasal dari garis pantai atau bahkan mungkin berasal dari muara sungai di sekitarnya. Umumnya endapan ini terdapat pada kedalaman yang cukup dangkal yaitu kurang dari 5 m. 3) Endapan Lumpur Satuan endapan lumpur sangat mendiminasi dan tersebar hampir merata sepanjang garis pantai, yaitu menempati sekitar 80 % perairan Teluk Jakarta. Makin ke timur, endapan makin dominan dan diperkirakan bahwa muara S. C
Embed Size (px)
Recommended