Home >Documents >g e o l o g i s t r u k t u r

g e o l o g i s t r u k t u r

Date post:02-Oct-2015
Category:
View:8 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
geomorfologi
Transcript:

Geologi Struktur

4 G E O L O G I S T R U K T U R Seorang ahli struktur geologi, akan memusatkan pemahamannya pada Apa itu Geologi Struktur?, Kapan struktur itu berkembang? dan Kondisi fisik bagaimana yang dapat menyebabkan terbentuknya Struktur Geologi?. Pemahaman pertama harus dijawab pertama kali, karena sangat penting untuk mendeskripsi bentuk dan ukuran tubuh batuan. Geologi struktur adalah suatu cabang ilmu geologi yang mempelajari bentuk atau arsitektur tubuh batuan sebagai hasil dari proses deformasi. Deformasi disini adalah perubahan bentuk dan atau volume serta letak batuan pada posisi awal. Jadi, dalam hal ini dikaji

asal usul dari geometri dan kinetiknya, demikian juga dengan proses-proses geologi dan mekanisme pembentukan struktur geologi seperti sesar, lipatan dan kekar. Semua struktur ini terbentuk sebagai respon daripada pergerakan dan interaksi kerak bumi.

Kegunaan geologi struktur penting sekali dalam memahami bagaimana struktur pada suatu batuan yang telah terbentuk untuk membantu dan mengetahui sejarah yang pernah dilalui oleh batuan itu. Hal ini membantu dalam pemahaman proses pemerangkapan sumberdaya alam seperti minyak bumi, gas bumi dan mineral lain termasuk air. Selain daripada itu, dengan mengetahui wujud struktur pada suatu batuan kita sebagai seorang ahli geologi, dapat mengetahui keadaan batuan itu serta seberapa besar pengaruh tektonik yang masih atau tidak serta mengetahui arah gaya dari struktur yang berkembang pada suatu daerah.

Dalam mempelajari geologi struktur, banyak diperlukan pengetahuan tiga dimensi dan imajinasi, dengan menggunakan peta topografi, foto udara, citra satelit, dan tata geofisika. Selain pengetahuan dan keterampilan diatas, sebagai ahli geologi sangat perlu melakukan kerja lapangan dan simulasi yaitu melihat sendiri struktur geologi yang berkembang pada daerah, bagaimana terjadinya dan berapa besar pengaruh struktur yang berkembang di daerah itu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pengukuran, interpretasi, dan analisis kenampakan topografi. Pemahaman dasar

Geologi Struktur dalam kajiannya akan mempelajari struktur sekunder batuan yang terbentuk sebagai akibat interaksi batuan dengan tektonik, walaupun tidak semua struktur geologi terbentuk akibat interaksi ini. Interaksi batuan dengan Tektonik (dalam hal ini pergerakan antar lempeng), akan menyebabkan suatu batuan tersebut terdeformasi. Deformasi adalah perubahan dalam tempat dan/atau orientasi dari tubuh batuan. Deformasi secara definisi dapat dibagi menjadi :

1. Distortion, yaitu perubahan bentuk.

2. Dilatation, yaitu perubahan volume.3. Rotation, yaitu perubahan orientasi.

4. Translation, yaitu perubahan posisi.

Jenis-jenis deformasiAda dua cara suatu batuan terdeformasi, yaitu : defomasi brittle (getas/pecah) dan deformasi ductile (kenyal).

Deformasi brittle dan ductile

Batuan yang mengalami deformasi brittle dan ductileDalam menghadapi suatu gejala deformasi beserta akibatnya pada kerak bumi, maka kita akan berhadapan dengan suatu gaya.

Arah dari gaya yang bekerja pada atau dalam kulit bumi dapat bersifat :

1. Berlawanan arah tetapi bekerja dalam satu garis. Gaya seperti ini dapat bersifat: tarikan (tension) dan tekanan (compression).

2. Berlawanan, tetapi bekerja dalam satu bidang (couple)

3. Berlawanan, tetapi bekerja pada kedua ujung bidang (torsion).

4. Gaya yang bekerja dari segala jurusan terhadap suatu benda, yang pada umumnya berlangsung dalam kerak bumi (tekanan Lithostatis).

Jenis gaya tension, compression dan couple

Bentuk gaya torsion

Stress dan strain (tegasan dan keterakan)

Stress atau tegasan adalah suatu gaya yang dapat menyebabkan perubahan pada batuan. Strain atau keterakan adalah perubahan-perubahan yang terjadi, baik dalam wujud bentuk maupun volume, yang terjadi pada suatu bahan (batuan) yang diakibatkan oleh adanya tegasan. Pada garis besarnya terdapat dua gejala tegasan yang dapat terjadi di alam, yaitu berupa tarikan dan tekanan.

Unsur struktur geologiUnsur struktur geologi, berdasarkan pengertian geometrinya terbagi atas: struktur bidang (3D atau 2D) dan struktur garis (2D).

Beberapa unsur struktur yang termasuk struktur bidang adalah :

1. Bidang Sumbu Lipatan.

2. Bidang Kekar.

3. Bidang Sesar.

Beberapa unsur struktur yang termasuk struktur garis adalah:

1. Sumbu Lipatan.

2. Gores Garis (Striation) pada Cermin Sesar (Slicken Side).

3. Lineasi Mineral (Contohnya Foliasi pada Gneiss)

Pengukuran unsur struktur1. Pengukuran Strike

Strike adalah garis arah yang terbentuk oleh perpotongan bidang miring perlapisan dengan bidang horizontal.

Langkah-langkah pengukuran Strike:

a. Buka Kompas Geologi.

b. Letakkan sisi kompas E (East) pada bidang yang akan diukur strikenya.

c. Atur posisi kompas sedemikian rupa dengan bantuan bull eyes sehingga keadaan horizontal.

d. Baca arah jarum Utara, dan catat nilainya. Angka yang dibaca adalah nilai jurus perlapisan atau strike.e. Tandai dan buat garis letak kompas pada bidang batuannya.

Unsur struktur

2. Pengukuran DipDip adalah sudut yang dibentuk bidang perlapisan dengan bidang horizontal. Langkah-langkah mengukur dip:

a. Tempelkan sisi W (West) kompas geologi dengan tegak lurus pada garis yang dibuat pada langkah terakhir pengukuran strike (lihat gambar b).

b. Atur klinometer sehingga gelembung pengatur horizontal terletak di tengah. Kemudian baca angka yang ditunjuk (kompas dapat diangkat). Angka yang dibaca adalah nilai dip atau kemiringan.

Pengukuran jurus dan kemiringan

STRUKTUR GEOLOGI

Struktur Geologi terbagi mencakup berbagai skala dan dimensi, dari mulai microstructures sampai megastructures. Struktur geologi yang dikenal secara umum adalah:

1. Sesar /patahan (fault).

2. Lipatan (fold).

3. Kekar (joint).

SESAR

Sesar atau patahan adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran yang berarti pada bidang rekahnya. Suatu sesar dapat berupa bidang sesar (Fault Plain) atau rekahan tunggal. Tetapi sesar dapat juga dijumpai sebagai semacam jalur yang terdiri dari beberapa sesar minor. Jalur sesar atau jalur penggerusan, mempunyai dimensi panjang dan lebar yang beragam, dari skala minor sampai puluhan kilometer. Kekar yang memperlihatkan pergeseran bisa juga disebut sebagai sesar minor. Rekahan yang cukup besar akibat regangan, amblesan, longsor, yang disebut Fissure, tidak termasuk dalam definisi sesar.

Beberapa indikasi umum adanya sesar : kelurusan pola pengaliran sungai (1), pola kelurusan punggungan (2), kelurusan gawir (3), gawir dengan triangular facet (4), keberadaan mata air panas (5), keberadaan zona hancuran (6), keberadaaan kekar (7), keberadaan lipatan seret (dragfold) (8), keberadaan bidang gores garis (9), tatanan stratigrafi yang tidak teratur (slicken side) dan slicken line (10).

Klasifikasi sesar1. Slip (pergeseran relatif)

Pergeseran relatif pada sesar, diukur dari jarak blok pada bidang pergeseran titik-titik yang sebelumnya berhimpit. Jarak total dari pergeseran disebut dengan Net Slip.

Slip Fault terbagi atas:

a. Strike Slip Fault, sesar yang arah pergerakannya relatif paralel dengan strike bidang sesar. (Pitch 00 - 100). Sesar ini disebut juga sebagai Sesar Mendatar. Sesar mendatar terbagi lagi atas :

Sesar Mendatar Sinistral, yaitu sesar mendatar yang blok batuan kirinya lebih mendekati pengamat.

Sesar Mendatar Dextral, yaitu sesar mendatar yang blok batuan kanannya lebih mendekati pengamat.

Sesar mendatar dekstral dan sinistralb. Dip Slip Fault, sesar yang arah pergerakan nya relatif tegak lurus strike bidang sesar dan berada pada dip bidang sesar. (Pitch 800 - 900). Dip Slip Fault terbagi lagi atas :

Sesar Normal, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif turun terhadap Foot-Wall.

Sesar Naik, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif naik terhadap Foot-Wall.

Strike-Dip Slip Fault atau (Oblique Fault), yaitu sesar yang vektor pergerakannya terpengaruh arah strike dan dip bidang sesar. (Pitch 100 - 800). Strike-Dip Slip Fault terbagi lagi atas kombinasi-kombinasi Strike Slip Fault dan Dip Slip Fault, yaitu:

Sesar normal dan sesar naik Sesar Normal Sinistral, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif turun dan sinistral terhadap Foot-Wall.

Sesar Normal Dextral, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif turun dan dextral terhadap Foot-Wall.

Sesar Naik Sinistral, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif naik dan sinistral terhadap Foot-Wall.

Sesar Naik Dextral, yaitu sesar yang pergerakan Hanging-Wallnya relatif naik dan dextral terhadap Foot-Wall.2. Separation (Pergeseran Relatif Semu)

Bila pitch tidak dapat ditemukan, maka pergeseran tidak dapat ditentukan, maka pergeseran disebut separation.

Unsur-unsur struktur sesar

Unsur-unsur struktur sesar terdiri dari :

1. Bidang Sesar, yaitu bidang rekahan tempat terjadinya pergeseran yang kedudukannya dinyatakan dengan jurus dan kemiringan.

2. Hanging-Wall, yaitu blok bagian terpatahkan yang berada relatif diatas bidang sesar.

Zona sesar

3. Foot-Wall, yaitu blok bagian terpatahkan yang relatif berada dibawah bidang sesar.

4. Throw, yaitu besarnya pergeseran vertikal pada sesar.

5. Heave, yaitu besarnya pergeseran horizontal pada sesar.

6. Pitch, yaitu besarnya sudut yang terbentuk oleh perpotongan antara gores garis (Slicken Line) dengan garis horizontal (garis horizontal diperoleh dari penandaan kompas pada bidang sesar saat pengukuran Strike bidang sesar).LIPATANTerdapat beberapa definisi lipatan menurut ahli geologi

Embed Size (px)
Recommended